<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689</id><updated>2012-02-09T20:27:52.929-08:00</updated><category term='Semua'/><category term='Bantahan'/><category term='Hakikat'/><category term='Saksi'/><category term='Menarik'/><category term='nisfussya&apos;ban'/><category term='Surat'/><category term='Donasi'/><category term='Yayasan'/><category term='INTELIJEN'/><category term='Sulaiman'/><category term='Agama'/><category term='Minta'/><category term='Terakhir'/><category term='Taqwa'/><category term='Tanpa'/><category term='HUKUM'/><category term='Jejaring'/><category term='Photoshop'/><category term='Hewan'/><category term='Zakat'/><category term='Wikileaks'/><category term='Indonesia'/><category term='Terbaru'/><category term='Muqoddimah'/><category term='Bahaya'/><category term='Hormat'/><category term='FadhilatusSyaikh'/><category term='Azhar'/><category term='Dawah'/><category term='Khilafah'/><category term='darah tinggi'/><category term='aqidah'/><category term='Fatawa Qardhawi'/><category term='Amerika'/><category term='Penyaluran'/><category term='Pengkhianatan'/><category term='INSPIRE'/><category term='Membenci'/><category term='Pantau'/><category term='Masjid'/><category term='Saleh'/><category term='Yogyakarta'/><category term='Muslimah'/><category term='Fakta'/><category term='Ramadhan'/><category term='Kembali'/><category term='Memakmurkan'/><category term='cerita'/><category term='Nashr'/><category term='tasawuf'/><category term='Saudi'/><category term='fiqih dasar'/><category term='Dzikir'/><category term='Perlu'/><category term='Kisah'/><category term='Nasihat'/><category term='Kejam'/><category term='Ijtima'/><category term='Laporan'/><category term='Yaman'/><category term='ejakulasi'/><category term='Mandi'/><category term='Rumput'/><category term='Kerajaan'/><category term='Muhammad'/><category term='Bersama'/><category term='Menunaikan'/><category term='Rilis'/><category term='Pemain'/><category term='Rezim'/><category term='Mitos atau Realitas'/><category term='Yudas'/><category term='Etnis'/><category term='ramadlan'/><category term='hasdist'/><category term='Kontroversi'/><category term='Profesor'/><category term='Bernards'/><category term='Pembuka'/><category term='planet'/><category term='Belajar'/><category term='Ditinggalkan'/><category term='Artikel'/><category term='Bendera'/><category term='Wahabi'/><category term='Intensif'/><category term='Allah'/><category term='untuk'/><category term='PENEGAKAN'/><category term='Mengenal'/><category term='Khatthat'/><category term='Kajian'/><category term='Sholat'/><category term='Jutayli'/><category term='Janganlah'/><category term='coklat'/><category term='JanuariApril'/><category term='Siyasah'/><category term='Akhirat'/><category term='Mualaf'/><category term='Biografi'/><category term='dalam'/><category term='Nakbah'/><category term='Dengan'/><category term='Ustadz'/><category term='Jenis'/><category term='Logika'/><category term='Qoidah'/><category term='Surat Dari Setan Untukmu'/><category term='Majikan'/><category term='Bidah'/><category term='NEGARA'/><category term='nisfu sya&apos;ban'/><category term='Sepekan'/><category term='Tafsir'/><category term='Nikmat'/><category term='Yesus'/><category term='sejarah islam'/><category term='tutorial'/><category term='TERHADAP'/><category term='Bicara'/><category term='Imron'/><category term='tip kesehatan'/><category term='Seorang'/><category term='Kejayaan'/><category term='Penyaliban'/><category term='Majalah'/><category term='Sebagai'/><category term='Madu'/><category term='Terjemah'/><category term='wudlu'/><category term='Tauhid'/><category term='Pembersihan'/><category term='Talmud'/><category term='Lomba'/><category term='Fenomena alam'/><category term='Neraka'/><category term='Pancasila'/><category term='Keutamaan'/><category term='Bandingan'/><category term='Pelacur'/><category term='Sepotong'/><category term='Dunia'/><category term='Dibius'/><category term='Tidak'/><category term='Jaminan'/><category term='Sosial'/><category term='Sembelih'/><category term='ANCAMAN'/><title type='text'>Fiqih Dasar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>155</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2768517417685628383</id><published>2011-08-12T04:58:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T04:59:27.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadlan'/><title type='text'>11 Amalan Ketika Berbuka Puasa</title><content type='html'>&lt;P&gt;Ketika berbuka puasa sebenarnya terdapat berbagai amalan yang membawa kebaikan dan keberkahan. Namun seringkali kita melalaikannya, lebih disibukkan dengan hal lainnya. Hal yang utama yang sering dilupakan adalah do’a. Secara lebih lengkapnya, mari kita lihat tulisan berikut seputar sunnah-sunnah ketika berbuka puasa:&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pertama&lt;/STRONG&gt;: Menyegerakan berbuka puasa.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Yang dimaksud menyegerakan berbuka puasa, bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, maka segeralah berbuka. Dan tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka&lt;/EM&gt;.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Dalam hadits yang lain disebutkan,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa&lt;/EM&gt;.” (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih). Inilah yang ditiru oleh Rafidhah (Syi’ah), mereka meniru Yahudi dan Nashrani dalam berbuka puasa. Mereka baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan mereka. (Lihat Shifat Shoum Nabi, 63)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air&lt;/EM&gt;.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Kedua&lt;/STRONG&gt;: Berbuka dengan rothb, tamr atau seteguk air.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik di atas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai berbuka dengan rothb (kurma basah) karena rothb amat enak dinikmati. Namun kita jarang menemukan rothb di negeri kita karena kurma yang sudah sampai ke negeri kita kebanyakan adalah kurma kering (tamr). Jika tidak ada rothb, barulah kita mencari tamr (kurma kering). Jika tidak ada kedua kurma tersebut, maka bisa beralih ke makanan yang manis-manis sebagai pengganti. Kata ulama Syafi’iyah, ketika puasa penglihatan kita biasa berkurang, kurma itulah sebagai pemulihnya dan makanan manis itu semakna dengannya (Kifayatul Akhyar, 289). Jika tidak ada lagi, maka berbukalah dengan seteguk air. Inilah yang diisyaratkan dalam hadits Anas di atas.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Ketiga&lt;/STRONG&gt;: Sebelum makan berbuka, ucapkanlah ‘bismillah’ agar tambah barokah.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Inilah yang dituntunkan dalam Islam agar makan kita menjadi barokah, artinya menuai kebaikan yang banyak.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca ‘bismillah’). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)&lt;/EM&gt;”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda: “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda: “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.&lt;/EM&gt;” (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Hadits ini menunjukkan bahwa agar makan penuh keberkahan, maka ucapkanlah bismilah serta keberkahan bisa bertambah dengan makan berjama’ah (bersama-sama).&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Keempat&lt;/STRONG&gt;: Berdo’a ketika berbuka “Dzahabazh zhoma-u …”&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’&lt;/EM&gt;.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan). Do’a ini bukan berarti dibaca sebelum berbuka dan bukan berarti puasa itu baru batal ketika membaca do’a di atas. Ketika ingin makan, tetap membaca ‘bismillah’ sebagaimana dituntunkan dalam penjelasan sebelumnya. Ketika berbuka, mulailah dengan membaca ‘bismillah’, lalu santaplah beberapa kurma, kemudian ucapkan do’a di atas ‘dzahabazh zhoma-u …’. Karena do’a di atas sebagaimana makna tekstual dari ? “, berarti ketika setelah berbuka.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Catatan&lt;/STRONG&gt;: Adapun do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)” Do’a ini berasal dari hadits hadits dho’if (lemah).  Begitu pula do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka), Mula ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan “wa bika aamantu” adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih. Sehingga cukup do’a shahih yang kami sebutkan di atas (dzahabazh zhomau …) yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Kelima&lt;/STRONG&gt;: Berdo’a secara umum ketika berbuka.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ketika berbuka adalah waktu mustajabnya do’a. Jadi janganlah seorang muslim melewatkannya. Manfaatkan moment tersebut untuk berdo’a kepada Allah untuk urusan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi&lt;/EM&gt;.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 194).&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Keenam&lt;/STRONG&gt;: Memberi makan berbuka.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Jika kita diberi kelebihan rizki oleh Allah, manfaatkan waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma, di antaranya adalah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga&lt;/EM&gt;.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Ketujuh&lt;/STRONG&gt;: Mendoakan orang yang beri makan berbuka.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ketika ada yang memberi kebaikan kepada kita, maka balaslah semisal ketika diberi makan berbuka. Jika kita tidak mampu membalas kebaikannya dengan memberi yang semisal, maka doakanlah ia.  Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.&lt;/EM&gt;” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii&lt;/EM&gt;” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]” (HR. Muslim no. 2055)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Kedelapan&lt;/STRONG&gt;: Ketika berbuka puasa di rumah orang lain.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat].&lt;/EM&gt;” (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Kesembilan&lt;/STRONG&gt;: Ketika menikmati susu saat berbuka.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath’imnaa khoiron minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu&lt;/EM&gt;.” (HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322, hasan)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Kesepuluh&lt;/STRONG&gt;: Minum dengan tiga nafas dan membaca ‘bismillah’.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali&lt;/EM&gt;.” (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Kesebelas: Berdoa sesudah makan.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Di antara do’a yang shahih yang dapat diamalkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah do’a yang diajarkan dalam hadits berikut. Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu&lt;/EM&gt;.” (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Namun jika mencukupkan dengan ucapan “alhamdulillah” setelah makan juga dibolehkan berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum&lt;/EM&gt;” (HR. Muslim no. 2734) An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan “alhamdulillah” saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 51)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Demikian beberapa amalan ketika berbuka puasa. Moga yang sederhana ini bisa kita amalkan. Dan moga bulan Ramadhan kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Wallahu waliyyut taufiq.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel &lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;A href="http://www.kebumennews.info/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Peliculas Online&lt;/A&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2768517417685628383?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2768517417685628383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2768517417685628383&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2768517417685628383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2768517417685628383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/08/11-amalan-ketika-berbuka-puasa.html' title='11 Amalan Ketika Berbuka Puasa'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1442854147905112106</id><published>2011-08-12T04:52:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T04:53:09.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nisfu sya&apos;ban'/><title type='text'>Adakah Anjuran Puasa di Bulan Rajab?</title><content type='html'>&lt;P&gt;Ada faedah berharga dari Ibnu Taimiyah rahimahullah &lt;/EM&gt;mengenai amalan di bulan Rajab termasuk berpuasa ketika itu.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;”Adapun mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka &lt;STRONG&gt;tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat mengenai hal ini&lt;/STRONG&gt;. Juga hal ini tidaklah dianjurkan oleh para ulama kaum muslimin. Bahkan yang terdapat dalam hadits yang shahih (riwayat Bukhari dan Muslim) dijelaskan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah banyak berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban jika hal ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu semua adalah berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu). Para ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Hadits-haditsnya bukanlah hadits yang memotivasi beramal (fadhilah amal), bahkan kebanyakannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.”&lt;/EM&gt;&lt;STRONG&gt;(Majmu’ Al Fatawa, 25/290-291)&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;So ….&lt;/EM&gt; tidak ada yang istimewa dengan puasa di bulan Rajab kecuali jika berpuasanya karena bulan Rajab adalah di antara bulan-bulan haram, namun tidak ada keistimewaan bulan Rajab dari bulan haram lainnya. Yang tercela sekali adalah jika puasanya sebulan penuh di bulan Rajab sama halnya dengan bulan Ramadhan atau menganggap puasa bulan Rajab lebih istimewa dari bulan lainnya. Juga tidak ada pengkhususan berpuasa pada hari tertentu atau tanggal tertentu di bulan Rajab sebagaimana yang diyakini sebagian orang.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Jika memiliki kebiasaan puasa Senin-Kamis, puasa Daud, atau puasa ayyamul biid, maka tetap rutinkanlah di bulan Rajab. Bahkan bulan Ramadhan semakin dekat, maka segeralah qodho puasa Ramadhan yang ada jika memang masih ada utang puasa. Semoga Allah beri taufik untuk tetap beramal sholih.&lt;/P&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel &lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;A href="http://www.kebumennews.info/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Peliculas Online&lt;/A&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1442854147905112106?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1442854147905112106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1442854147905112106&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1442854147905112106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1442854147905112106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/08/adakah-anjuran-puasa-di-bulan-rajab.html' title='Adakah Anjuran Puasa di Bulan Rajab?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-6313319539703564412</id><published>2011-08-01T13:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-01T13:48:40.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>Zakat atas Penghasilan</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Zakat atas penghasilan atau zakat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;profesi adalah istilah yang muncul dewasa ini. Adapun istilah Ulama &lt;em&gt;salaf&lt;/em&gt; bagi zakat atas penghasilan atau profesi biasanya di sebut dengan &lt;em&gt;“Almalul mustafad”&lt;/em&gt;. Yang termasuk dalam kategori zakat &lt;em&gt;mustafad&lt;/em&gt; adalah,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pendapatan yang dihasilkan dari profesi non zakat yang dijalani,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;seperti  gaji pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, dan lain-lain, atau  rezeki yang di hasilkan secara tidak terduga seperti undian, kuis  berhadiah (yang tidak mengandung unsur judi), dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mayoritas  Ulama’ tidak mewajibkan zakat atas hasil yang didapat dengan cara di  atas. Namun ulama’ kontemporer seperti D.R.Yusuf Qordlowi berpendapat  wajib di keluarkan zakatnya, hal demikian merujuk pada salah satu  riwayat pendapat dari Imam Ahmad bin Hanbal (Madzhab Hanbali) dan  beberapa riwayat yang menjelaskan hal tersebut.&lt;a name="_ftnref1" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1183:zakat-atas-penghasilan-profesi&amp;amp;catid=9:zakat&amp;amp;Itemid=61#_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Diantaranya  adalah riwayat dari Ibnu Mas’ud, Mu’awiyyah, Awza’i dan Umar bin Abdul  Aziz yang menjelaskan bahwa beliau mengambil zakat dari &lt;em&gt;‘athoyat&lt;/em&gt; (gaji rutin), &lt;em&gt;jawaiz&lt;/em&gt; (hadiah) dan &lt;em&gt;almadholim&lt;/em&gt; (barang &lt;em&gt;ghosob&lt;/em&gt;/curian yang di kembalikan). Abu Ubaid meriwayatkan,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;“&lt;em&gt;Adalah Umar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bin  Abdul Aziz, memberi upah pada pekerjanya dan mengambil zakatnya, dan  apabila mengembalikan almadholim (barang ghosob/curiang yang di  kembalikan) diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari  ‘athoyat (gaji rutin) yang di berikan kepada yang menerimanya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Atas dalil-dalil tersebut di atas dengan merujuk pada Madzhab Hanbali, beberapa&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ulama kontemporer berpendapat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;adanya  zakat atas upah atau hadiah yang di peroleh seseorang. Dengan demikian  apabila seseorang dengan hasil profesinya atau hadiah yang didapat  menjadi kaya, maka ia wajib zakat atas kekayaan tersebut. Akan tetapi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;jika  hasil yang di dapat hanya sekedar untuk mencukupi kebutuhan hidupnya  dan keluarganya, atau lebih sedikit, maka baginya tidak wajib zakat,  bahkan apabila hasilnya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidupnya dan  keluarganya maka ia tergolong mustahiq zakat.&lt;a name="_ftnref2" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1183:zakat-atas-penghasilan-profesi&amp;amp;catid=9:zakat&amp;amp;Itemid=61#_ftn2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nishob&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; dan kadar zakat &lt;em&gt;mustafad&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; beberapa pendapat yang muncul mengenai &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt; dan kadar zakat profesi, yang di kemukakan oleh beberapa Ulama kontemporer, berikut masing-masing pendapat tersebur :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: left; font-family: georgia;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menganalogikan (men-&lt;em&gt;qiyas&lt;/em&gt;-kan)      secara mutlak dengan hasil pertanian,&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;baik&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;maupun&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kadar&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;zakatnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;demikian &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;nya adalah setara dengan &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;  hasil pertanian yaitu 652,5 kg beras (hasil konversi      D.R.Wahbah  Azzuhaili), kadar yang harus di keluarkan 5% dan harus      dikeluarkan  setiap menerima.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menganalogikan &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;nya       dengan zakat hasil pertanian, sedangkan kadar zakatnya dianalogkan  dengan      emas yakni 2,5%. Hal tersebut berdasarkan atas &lt;em&gt;qiyas&lt;/em&gt; atas kemiripan &lt;em&gt;(qiyas      syabah) &lt;/em&gt;terhadap karakteristik harta zakat yang telah ada, yakni :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul style="margin-top: 0in;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Model memperoleh harta       tersebut mirip dengan panen hasil pertanian. Dengan demikian maka dapat       di &lt;em&gt;qiyas&lt;/em&gt;kan dengan zakat       pertanian dalam hal &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Model bentuk harta yang       diterima sebagai penghasilan adalah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;berupa mata uang. Oleh sebab itu, bentuk       harta ini dapat di&lt;em&gt;qiyas&lt;/em&gt;kan       dengan zakat emas dan perak &lt;em&gt;(naqd)&lt;/em&gt;       dalam hal kadar zakat yang harus di keluarkan&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;yaitu 2,5%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Adapun pola penghitungan &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;nya  adalah dengan mengakumulasikan pendapatan perbulan pada akhir tahun,  atau di tunaikan setiap menerima, apabila telah mencapai &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: left; font-family: georgia;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mengkategorikan  dalam zakat emas atau perak dengan      nengacu pada pendapat yang  menyamakan mata uang masa kini dengan emas atau      perak (lihat  penjelasan zakat uang). Dengan demikian &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;nya adalah setara dengan &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt;  emas atau perak sebagaimana penjelasan terdahulu, dan      kadar yang  harus dikeluarkan adalah 2,5%. Sedangkan waktu penunaian      zakatnya  adalah segera setelah menerima (tidak menuggu &lt;em&gt;haul&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pendapat ketiga inilah yang saya ambil sebagai pegangan,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;karena  sesuai dengan yang tercantum didalam kitab Madzhab Hanbali yang menjadi  acuan atas diwajibkannya zakat profesi dan pendapatan tak terduga&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tanpa harus menganalogkan (men-&lt;em&gt;qiyas-&lt;/em&gt;kan) secara paksa dengan zakat-zakat yang lain dengan mempertimbangkan kemampuan menganalogkan (men-&lt;em&gt;qiyas-&lt;/em&gt;kan) permasalahan,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sehingga menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan hukum.&lt;span&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Zakat &lt;em&gt;mustafad&lt;/em&gt; dari&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hasil hadiah undian atau kuis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila harta yang diperoleh dari hasil undian atau kuis baik dalam bentuk uang atau barang sudah setara dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt; perak maka zakat yang di keluarkan adalah 2,5%, sebagaimana zakat emas dan perak, dan di tunaikan segera setelah diterima.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hadiah berupa uang tunai yang pajakanya ditanggung oleh penerima, zakatnya dihitung setelah dipotong pajak &lt;em&gt;(after tax)&lt;/em&gt;,  hal demikian disebabkan pada umumnya apabila pajak hadiah ditanggung  oleh penerima , maka hadiah yang diterima sudah dipotong pajak, sehingga  kenyataan hasil yang diterima adalah sejumlah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang sudah  terpotong pajak. Sedangkan hadiah yang pajaknya tidak ditanggung oleh  penerima atau hadiah berupa barang, baik pajaknya ditanggung oleh  penerima atau tidak, maka zakatnya dihitung sebelum pajak &lt;em&gt;(before tax)&lt;/em&gt; karena kewajiban pajak tidak berpengaruh atas penghitungan zakat dari hasil yang diterima.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Contoh 1:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bapak Sulaiman memperoleh hadiah sebesar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Rp 100.000.000. pajak hadiah ditanggung pemenang. Cara menghitung zakatnya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hadiah&lt;span&gt;                                              &lt;/span&gt;Rp 100.000.000.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pajak 20% x 100.000.000. &lt;span&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;u&gt;Rp&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;20.000.000.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Total yang diterima&lt;span&gt;                            &lt;/span&gt;Rp&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;80.000.000.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Maka zakat yang dikeluarkan adalah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;2,5% x Rp 80.000.000 = 2.000.000.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nishob&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; setara dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;543,35gr perak, asumsi harga perak @ Rp 5000. = 543,35 x 5000 =&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Rp 2.716.750.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Contoh 2:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bapak  Samsul memperoleh hadiah mobil senilai 200.000.000.pajak hadiah  ditanggung atau tidak di tanggung pemenang. Cara menghiting zakatnya  adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nilai hadiah&lt;span&gt;                                       &lt;/span&gt;Rp 200.000.000.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pajak 20% x 200.000.000.&lt;span&gt;                  &lt;/span&gt;Rp&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;40.000.000.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Maka zakat yang dikeluarkan adalah : 2,5% x 200.000.000 = 5.000.000. (pajak hadiah tidak mengurangi nilai zakat yang dihitung).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-6313319539703564412?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/6313319539703564412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=6313319539703564412&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6313319539703564412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6313319539703564412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/08/zakat-atas-penghasilan.html' title='Zakat atas Penghasilan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-8854448000855374158</id><published>2011-08-01T13:46:00.000-07:00</published><updated>2011-08-01T13:47:17.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>Zakat dan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Negara kaya raya yang laksana zamrud di katulistiwa  dengan perairan luas yang konon bukan lautan tapi merupakan kolam susu  dengan tanah yang mahasubur hingga tongkat dan batu jadi tanaman ini  telah berusia enam puluh dua tahun dengan enam kali ganti pimpinan.  Setengah lebih usianya, yakni selama 32 tahun pernah digawangi oleh  sebuah keluarga besar, Keluraga Cendana. Suatu kali, pernah dipimpin  bapak dan anak seperti sebuah dinasti. Lalu pada kesempatan lain pernah  juga dipimpin oleh ilmuwan jenius alang kepalang, dan pada kali lainnya  pernah dipimpin oleh seorang kiai. Beda orang dan kepribadian, beda pula  gaya kepemimpinan dan kebijakkannya. Namun dari pengalaman dipimpin  oleh bermacam-macam tipe pimpinan, tetap saja menyisakan sebuah titik  persamaan realita kehidupan bangsa Indonesia: Anggaran pendidikan  sebesar 20 persen yang merupakan amanah Undang-Undang Dasar 1945 belum  juga terwujud.&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Zakat untuk Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pendidikan  adalah investasi masa depan untuk melangsungkan kehidupan berbangsa dan  bernegara. Kemajuan suatu bangsa di segala aspek kehidupan seperti  pertumbuhan dan perkembangan perekonomian berbanding lurus dengan  kualitas pendidikan bangsa tersebut. konon, menurut para pakar (jangan  tanya pakar yang mana) makin banyak Doktor di suatu negara, mungkin  istilahnya Doctor per Kapita—tentu gelar Doktor beneran, bukan gelar  yang dijual—makin cepat kemajuan tersebut tercapai.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terobosan  beberapa lembaga filantropi Islam—Lembaga Pengelola Zakat, baik Badan  Amil Zakat (BAZ) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ)—seperti yang dilakukan  BAZNAS-Dompet Dhuafa bisa dibilang sebagai kepedulian dan kesadaran  masyarakat agamis terhadap nasib dunia pendidikan di Indonesia. Pada  bulan Agustus 2007, bertepatan dengan moment kemerdekaan BAZNAS-Dompet  Dhuafa menggulirkan sebuah program peduli pendidikan dengan tema  “Merdeka adalah bebas dari Kebodohan. Bantu anak Indonesia tetap  sekolah”. Program ini bertujuan memberikan bantuan biaya pendidikan yang  bersumber dari dana zakat. BAZNAS-Dompet Dhuafa juga telah memiliki  sebuah sekolah khusus untuk kaum tak berpunya, SMART Ekselensia  Indonesia yang berlokasi di Parung Bogor serta memberikan beasiswa bagi  mahasiswa yang belajar di Perguruan Tinggi Negeri yang dikenal dengan  Program Beastudi Etos.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Zakat untuk pendidikan  sebetulnya telah lama berjalan di masyarakat terlebih dengan munculnya  beberapa lembaga pengelola zakat yang kreatif, amanah dan professional  di Indonesia. Hampir seluruh BAZ dan LAZ di Indonesia termasuk BAZIS DKI  yang telah eksis sejak tahun 1960an memiliki program peduli pendidikan  dengan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa-siswa yang  berasal dari kalangan tidak mampu dari pendidikan dasar hingga jenjang  perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Peran serta zakat yang murni  bersumber dari kalangan grass root untuk membaiyai pendidikan sangat  mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di  Indoensia. Pengalokasian dana zakat pada sektor pendidikan oleh lembaga  pengelola zakat meski masih memiliki prosentase lebih kecil jika  dibandingkan dengan alokasi untuk pemberdayaan ekonomi berupa pemberian  modal, sangat membantu masyarakat miskin dalam mengakses pendidikan.  Kemampuan mengakses lembaga pendidikan oleh kaum dhuafa inilah yang oleh  BAZNAS-Dompet Dhuafa dimaknai sebagai sebuah kemerdekaan. Alih-alih  menunggu—tanpa kepastian—anggaran sebesar 20 persen untuk pendidikan  dari pemerintah, masyarakat—dalam hal ini diwakili oleh lembaga  pengelola zakat—telah bisa menjawab ketidakpastian tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Butuh Dukungan&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maraknya  pertumbuhan lembaga pengelola zakat serta semakin meningkatnya  kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat merupakan sebuah kabar  gembira tak terkecuali bagi dunia pendidikan. Dengan semakin banyaknya  perolehan dana zakat oleh lembaga pengelola zakat, semakin tinggi pula  dana yang bisa dialokasikan untuk sektor tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fenomena  di atas—keprihatinan sekaligus kepedulian masyarakat terhadap  pendidikan—haruslah disikapi dengan tangan terbuka dan kooperatif oleh  pemerintah. Sikap ini berupa upaya timbal balik pemerintah yang  diwujudkan dengan keseriusan pemerintah dalam memerhatikan perzakatan di  Indonesia. Dalam hal institusi, itikad baik pemerintah memang telah  ditunjukkan dengan menyatunya raksasa lembaga pengelola zakat pemerintah  (BAZNAS) dengan raksasa lembaga pengelola zakat swasta (Dompet Dhuafa)  hampir setahun yang lalu. Tapi dalam tataran payung hukum, yakni  Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat di Indonesia  belum memberikan perubahan yang signifikan dalam menaikkan jumlah wajib  zakat: alih-alih memberi tekanan kepada muzaki, UU tersebut justru  memberi pengawasan ketat kepada Lembaga Pengelola Zakat, satu-satunya  ujung tombak penggiat zakat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan memfasilitasi  warga negara yang beragama Islam dalam menunaikan zakat, pemerintah tak  hanya memberi kebebasan kepada warga negara dalam menjalankan agama dan  kepercayaan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara  Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 29 ayat (1) dan (2), namun secara  langsung pemerintah telah mempercepat cita-cita bangsa mencerdaskan  kehidupan bangsa sebagaimana termaktub dalam preambule. Dalam bahasa  yang mudah dipahami, masalah zakat bukan lagi melulu masalah umat Islam  tetapi telah menjadi masalah bersama bangsa Indonesia. Peran pemerintah  dan masyarakat secara simultan merupakan akselerasi bagi perwujudan  amanah para pendiri bangsa, anggaran pendidikan sebesar 20 persen.  Sudahkah kita merdeka saat ini? Saya yakin Anda punya jawabannya  sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-8854448000855374158?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/8854448000855374158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=8854448000855374158&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8854448000855374158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8854448000855374158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/08/zakat-dan-pendidikan.html' title='Zakat dan Pendidikan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-3640363807624730563</id><published>2011-08-01T13:16:00.001-07:00</published><updated>2011-08-01T13:19:24.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>Idul Fitri Dan Zakat Fitrah</title><content type='html'>Dalam Islam kita mengenal beberapa hari kebesaran, dalam satu minggu  kita akan bertemu dengan hari Jum`at, sebuah hari raya dalam tarf  mingguan. Untuk level tahunan kita pun mengenal Idul fitri dan Idul  adha, merupakan dua hari kebesaran level tahunan bagi komunitas muslim  se-dunia.  &lt;div&gt;Oleh : Arwani Syaerozi, Lc * &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam Islam kita  mengenal beberapa hari kebesaran, dalam satu minggu kita akan bertemu  dengan hari Jum`at, sebuah hari raya dalam tarf mingguan. Untuk level  tahunan kita pun mengenal Idul fitri dan Idul adha, merupakan dua hari  kebesaran level tahunan bagi komunitas muslim se-dunia. Mengenai Ied  yang pertama (Idul fitri) lumrahnya kita lebih perhatian dalam menyambut  kedatangannya dan merasakan lebih semarak dalam setiap kali  memperingatinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Idul fitri yang dirayakan pada setiap  tanggal 1 Syawal, eksistensinya terasa lebih sakral jika dibandingkan  dengan Idul adha yang terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah, sebab jatuhnya  Idul fitri tepat setelah satu bulan penuh kita melaksanakan ibadah  puasa. Sehingga dengan tibanya tanggal 1 Syawal kita seakan-akan  merasakan sebuah kemenangan dalam mengendalikan hawa nafsu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ibadah  lain yang turut mewarnai setiap datangnya hari raya Idul fitri adalah  zakat fitrah, kewajiban yang bersifat individual ini ikut menghiasi hari  raya sebagai bentuk riil dari asas kebahagiaan bersama dalam ideologi  Islam. Zakat yang secara umum bisa kita artikan sebagai proses  pemerataan kepemilikan ini, pelaksanaannya tidak lain merupakan  perpindahan harta yang dimiliki oleh kalangan orang-orang kaya ke tangan  orang-orang yang tidak berdaya, tentunya dengan beberapa syarat dan  catatan yang dikupas secara detail dalam kajian fiqh. Diantara hikmah  disyari`atkannya zakat fitrah menjelang datangnya hari Idul fitri adalah  agar dapat berbagi kebahagiaan antara sesama muslim dari kalangan mampu  dan non mampu. Bagaimana tidak, sebab seorang muslim yang memiliki  kecukupan makanan pada hari itu diharuskan atasnya mengeluarkan zakat  fitrah baik berupa bahan makanan pokok maupun berupa uang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; Dari  sini penulis merasa perlu untuk me-reaktualisasi makna penyambutan  datangnya hari raya Idul fitri itu sendiri, yang terkadang tanpa  disadari maknanya telah dicupetkan oleh sebagian kalangan dan atau  bahkan disalah artikan. Saya yakin bahwa essensi Idul fitri itu sendiri  bukan hanya sekedar media penumpahan rasa bahagia bersama anak cucu,  kerabat, atau teman-teman dekat dengan melaksanakan shalat Ied berjamaah  di sebuah masjid atau lapangan, berjabat tangan (ramah tamah),  menyantap ketupat serta aneka macam makanan dan minuman lainnya. Akan  tetapi lebih dari itu, rasa kepekaan sosial semestinya harus lebih  dititik beratkan, atau dengan kata lain perhatian kita pada realisasi  zakat fitrah dan proses penyalurannya harus lebih ditonjolkan Sebab  pengurangan penderitaan komunitas miskin akan dapat menghapus  penyakit-penyakit antisosial di antara mereka dan meningkatkan motivasi  kerja, efisiensi, dan juga mereduksi waktu terbuang (kekosongan) akibat  dari konflik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di belahan bumi ini masih banyak kita  temukan saudara-saudara se-iman yang hidup di bawah garis kemiskinan.  Baik itu disebabkan oleh ketidak stabilan politik dan perekonomian,  maupun dikarenakan faktor minimnya sumberdaya manusia. Tengoklah  misalnya di negara Afganisthan, Irak, dan Bosnia yang sampai saat ini  rakyatnya terus dirundung ketidak jelasan nasib dan keburaman sosial  yang diakibatkan tidak stabilnya kondisi politik dan ekonomi negara. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di  berbagai media massa akan banyak kita temukan gambaran kesengsaraan  mereka, kondisi jauh dari kesejahteraan menjadi topik utama dalam  mengisi harian surat kabar dan layar televisi rumah kita. Realitas buruk  ini tidak cukup dengan membiarkan mereka untuk membangun kembali  keterpurukan politik dan ekonomi negaranya yang selama ini menjadi  sumber utama kesengsaraan, sementara kita yang menjadi saudara  se-imannya hanya sibuk dengan urusan pribadi bahkan dengan kebahagiaan  nisbi dalam perayaan-perayaan. Justru adanya langkah nyata dari kita lah  yang akan membantu mengeluarkan mereka dari belenggu kesengsaraan,  tentunya dengan bantuan baik berupa moril maupun materil. Dan zakat  fitrah adalah salah satu dari bentuk bantuan materil yang bisa kita  salurkan kepada mereka. Apalah artinya kalau kita berbahagia bersama  anak cucu, karabat, dan teman-teman dekat kalau mereka yang notebene  saudara se-iman justru merasakan suasana kebalikannnya. Akankah fenomena  kesengsaraan dan kematian akibat kelaparan yang setiap saat menghantui  mereka menjadi sesuatu yang lumrah mengisi hari-hari kita, hingga sama  sekali tidak membangkitan rasa peduli kita ? atau bahkan kita akan  menganggapnya sebagai sebuah konsekuensi dari sikap dan perbuatan mereka  dalam menjalani kehidupan berbangsa ? Sungguh sangat naif kalau dalam  diri kita tersimpan sikap-sikap di atas. Bukankah Rasul saw pernah  mengingatkan umatnya akan efek dari sebuah kemiskinan, â€œ bahwa  kemiskinan akan menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran â€œ. Apakah  kita rela kekufuran akan mengganti intisari keimanan mereka ? Bukankah  Rasul Saw juga pernah bersabda bahwa â€œ orang yang tidak peduli dengan  kondisi umat Islam maka dia tidak termasuk darinya â€œ. Dari hadist ini  saja sebenarnya dianggap cukup untuk mencambuk kepasifan kita dalam  melihat realitas ketimpangan sosial dan kondisi tidak meratanya  kesejahteraan dalam komunitas kaum muslim. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di sisi lain  komitmen Islam yang mendalam terhadap pesaudaraan dan keadilan  menyebabkan konsep kesejahteraan bagi semua umat manusia sebagai suatu  tujuan pokok Islam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Para fuqaha (pakar hukum Islam)  secara aklamasi telah menyepakati bahwa adalah fardlu kifayah (kewajiban  kolektif) hukumnya bagi masyarakat muslim untuk memperhatikan  kebutuhan-kebutuhan pokok orang miskin Kalau demikian adanya, mengapa  pada kesempatan Idul fitri kali ini nurani kita tidak tergugah untuk  melakukan sesuatu yang berarti bagi saudara-saudara se-iman yang hidup  dalam belenggu kesengsaraan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekali lagi, makna Idul  fitri bukan hanya â€œperayaanâ€‌ sepihak, hari raya ini bukan milik  segelintir orang saja akan tetapi kebahagiaan tersebut harus dirasakan  oleh seluruh elemen masyarakat muslim di seluruh penjuru dunia lintas  profesi dan tingkat strata sosial. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-3640363807624730563?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/3640363807624730563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=3640363807624730563&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3640363807624730563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3640363807624730563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/08/idul-fitri-dan-zakat-fitrah.html' title='Idul Fitri Dan Zakat Fitrah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1653140617593279375</id><published>2011-08-01T13:09:00.000-07:00</published><updated>2011-08-01T13:14:08.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nisfussya&apos;ban'/><title type='text'>Malam "Nisfu Sya'ban"</title><content type='html'>Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga  aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku  gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah  usai salat beliau berkata: "Hai A'isyah engkau tidak dapat bagian?".  Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang  tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud  begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang  ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam  nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia  memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang  meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (H.R.  Baihaqi)  &lt;div&gt;Seri ke-227, Kamis, 25 Oktober 2001 &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tanya: Saya  ingin menanyakan mengenai Nisfu Sya'ban apakah artinya dan apa yang  sepatutnya kita lakukan pada malam Nisfu Sya'ban tersebut apakah ada  hadisnya? Jazakumullah... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dewi - Batam &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jawab: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Berkenaan  dengan malam Nisfu (pertengahan) Sya'ban ada beberapa permasalahan yang  patut diketahui: Tentang keutamaan malam ini, terdapat beberapa hadis  yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya hadis A'isyah: "Suatu  malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku  menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku  gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah  usai salat beliau berkata: "Hai A'isyah engkau tidak dapat bagian?".  Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang  tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud  begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang  ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam  nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia  memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang  meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (H.R.  Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung  ke Sahabat), namun cukup kuat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam hadis Ali,  Rasulullah bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat  dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit  dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan  akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi,  orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar  menyingsing." (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ulama  berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A'mal  (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun  melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya'ban,  dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya'ban jelas mempunyai  keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana  merayakan malam Nisfu Sya'ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan  salat malam dan dengan puasa, namun sebagaimana yang dilakukan  Rasulullah, yaitu dengan secara sendiri-sendiri. Adapun meramaikan malam  Nisfu Sya'ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam  berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam  juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil  Aqsa ke arah Ka'bah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Adapun apa yang sering dilakukan  oleh sebagian umat Islam, yaitu Salat Malam Nisfu Sya'ban sebanyak 100  rakaat, ini tidak ada landasannya dan termasuk bid'ah. Syeikh  Abdurrahman bin Ismail al-Muqaddisi telah mentahqiq masalah ini.  Demikian juga tidak ada do'a khusus untuk malam nisfu Sya'ban, namun  cukup dengan do'a-do'a umum terutama do'a yang pernah dilakukan  Rasulullah. Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya'ban  dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur'an, berdo'a  dan amal-amal salih lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1653140617593279375?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1653140617593279375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1653140617593279375&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1653140617593279375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1653140617593279375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/08/malam-nisfu-syaban.html' title='Malam &quot;Nisfu Sya&apos;ban&quot;'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2847183124297637991</id><published>2011-07-06T12:55:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T12:56:04.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dzikir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan'/><title type='text'>51 Keutamaan Dzikir</title><content type='html'> Kategori Doa dan Wirid | 01-07-2011 | 1 Komentar&lt;P&gt;(1) Dengan dzikir akan mengusir setan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(2) Dzikir mudah mendatangkan ridho Ar Rahman.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(3) Dzikir dapat menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(4)  Dzikir membuat hati menjadi gembira dan lapang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(5)  Dzikir menguatkan hati dan badan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(6)  Dzikir menerangi hati dan wajah pun menjadi bersinar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(7)  Dzikir mudah mendatangkan rizki.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(8)  Dzikir membuat orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(9)  Dzikir akan mendatangkan cinta Ar Rahman yang merupakan ruh Islam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(10) Dzikir akan mendekatkan diri seseorang pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan&lt;/EM&gt; yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(11)  Dzikir akan mendatangkan inabah&lt;/EM&gt;, yaitu kembali pada Allah ‘azza wa jalla&lt;/EM&gt;. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berdzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(12)  Dengan berdzikir, seseorang akan semakin dekat  pada Allah sesuai dengan kadar dzikirnya pada Allah ‘azza wa jalla&lt;/EM&gt;. Semakin ia lalai dari dzikir, ia pun akan semakin jauh dari-Nya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(13) Dzikir akan semakin menambah ma’rifah&lt;/EM&gt; (pengenalan pada Allah). Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma’rifah seseorang pada Allah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(14) Dzikir mendatangkan rasa takut pada Rabb ‘azza wa jalla &lt;/EM&gt;dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(15)  Dzikir akan mudah meraih apa yang Allah sebut dalam ayat,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????????????? ????????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ingatlah pada-Ku, maka Aku akan melihat kalian&lt;/EM&gt;.” (QS. Al Baqarah: 152). Ibnul Qayyim mengatakan,  “Seandainya tidak ada keutamaan dzikir selain yang disebutkan dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(16) Dengan dzikir, hati akan semakin hidup. Ibnul Qayyim pernah mendengar gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ????? ??? ????? ????? ???? ???? ??? ????? ??? ???? ????? ?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dzikir pada hati semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut lepas dari air?”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(17) Hati dan ruh semakin kuat dengan dzikir. Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnul Qayyim rahimahullah&lt;/EM&gt; menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(18) Dzikir menjadikan hati semakin kilap yang sebelumnya berkarat. Karatnya hati disebabkan lalai dari dzikir pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah dengan dzikir, taubat dan istighfar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(19) Dzikir akan menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan kebaikan akan menghapus kejelekan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(20) Dzikir pada Allah dapat menghilangkan kerisauan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(21) Ketika seorang hamba rajin mengingat Allah (berdzikir), maka Allah akan mengingat dirinya di saat ia butuh.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(22) Jika seseorang mengenal Allah -dengan dzikir- dalam  keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam keadaan sempit.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(23) Dzikir akan menyelematkan seseorang dari adzab neraka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(24) Dzikir menyebabkan turunnya sakinah&lt;/EM&gt; (ketenangan), naungan rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(25) Dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah&lt;/EM&gt; (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(26) Majelis dzikir adalah majelis para malaikat dan majelis orang yang lalai dari dzikir adalah majelis setan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(27) Orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(28) Dzikir akan memberikan rasa aman bagi seorang hamba dari kerugian di hari kiamat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(29) Karena tangisan orang yang berdzikir, Allah akan memberikan naungan ‘Arsy padanya di hari kiamat yang amat panas.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(30) Sibuknya seseorang pada dzikir adalah sebab Allah memberi untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(31) Dzikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut amat mulia.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(32) Dzikir adalah tanaman surga.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(33) Pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang berdzikir tidak diberikan pada amalan lainnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(34) Senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya. Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; berfirman,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ????????? ??????????? ?????? ??????? ????????????? ???????????? ????????? ???? ?????????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik&lt;/EM&gt;.” (QS. Al Hasyr: 19)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(35) Dzikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari berbangkit.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(36) Dzikir adalah ro’sul umuur&lt;/EM&gt; (inti segala perkara). Siapa yang dibukakan kemudahan dzikir, maka ia akan memperoleh berbagai kebaikan. Siapa yang luput dari pintu ini, maka luputlah ia dari berbagai kebaikan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(37) Dzikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap (yang lalai). Hati bisa jadi sadar dengan dzikir.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(38) Orang yang berdzikir akan semakin dekat dengan Allah dan bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama dalam arti mengetahui atau meliputi hamba-Nya. Namun kebersamaan ini menjadikan lebih dekat, mendapatkan perwalian, cinta, pertolongan dan taufik Allah. Kebersamaan yang dimaksudkan sebagaimana firman Allah Ta’ala&lt;/EM&gt;,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ??????? ???? ????????? ????????? ??????????? ???? ???????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan&lt;/EM&gt;.” (QS. An Nahl: 128)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????????? ???? ?????????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dan Allah beserta orang-orang yang sabar&lt;/EM&gt;.” (QS. Al Baqarah: 249)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;??????? ??????? ?????? ??????????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dan&lt;/EM&gt; se&lt;/EM&gt;sungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik&lt;/EM&gt;.” (QS. Al ‘Ankabut: 69)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;??? ???????? ????? ??????? ???????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita&lt;/EM&gt;.” (QS. At Taubah: 40)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(39) Dzikir dapat menyamai seseorang yang memerdekakan budak, menafkahkan harta, juga dapat menyamai seseorang yang menunggang kuda dan berperang dengan pedang (dalam rangka berjihad) di jalan Allah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebagaimana terdapat dalam hadits,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;???? ????? ??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ? ???? ????????? ? ?????? ????????? ? ?????? ????? ????? ?????? ??????? . ??? ?????? ??????? ??????? ? ??????? ???? ?????? ?????? ???????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Barangsiapa yang mengucapkan ‘Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syain qodiir dalam sehari sebanyak 100 kali, maka itu seperti memerdekakan 10 budak.&lt;/EM&gt;”[1]&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ibnu Mas’ud mengatakan, “Sungguh aku banyak bertasbih pada Allah Ta’ala (mengucapkan subhanallah) lebih aku sukai dari beberapa dinar yang aku infakkan fii sabilillah (di jalan Allah).”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(40) Dzikir adalah inti dari bersyukur. Tidaklah dikatakan bersyukur pada Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; orang yang enggan berdzikir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda pada Mu’adz,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;« ??? ??????? ????????? ?????? ?????????? ????????? ?????? ?????????? ». ??????? « ???????? ??? ??????? ??? ????????? ??? ?????? ????? ??????? ??????? ?????????? ???????? ????? ???????? ?????????? ???????? ??????????? »&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Demi Allah, aku mencintaimu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menasehatkan kepadamu –wahai Mu’adz-, janganlah engkau tinggalkan di setiap akhir shalat bacaan ‘Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik’ (Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir dan bersyukur serta beribadah yang baik pada-Mu).&lt;/EM&gt;”[2] Dalam hadits ini digabungkan antara dzikir dan syukur. Begitu pula Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; menggabungkan antara keduanya dalam firman Allah Ta’ala&lt;/EM&gt;,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????????????? ???????????? ??????????? ??? ????? ???????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku&lt;/EM&gt;.” (QS. Al Baqarah: 152). Hal ini menunjukkan bahwa penggabungan dzikir dan syukur merupakan jalan untuk meraih bahagia dan keberuntungan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(41) Makhluk yang paling mulia adalah yang bertakwa yang lisannya selalu basah dengan dzikir pada Allah. Orang seperti inilah yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Ia pun menjadikan dzikir sebagai syi’arnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(42) Hati itu ada yang keras. Kerasnya hati dapat dilebut dengan berdzikir pada Allah. Oleh karena itu, siapa yang ingin sembuh dari hati yang keras, maka perbanyaklah dzikir pada Allah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ada yang berkata kepada Al Hasan, “Wahai Abu Sa’id, aku mengadukan padamu akan kerasnya hatiku.” Al Hasan berkata, “Lembutkanlah dengan dzikir pada Allah.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ketika hati semakin lalai, semakin keras hati tersebut. Jika seseorang berdzikir pada Allah, lelehlah kekerasan hati sebagaimana timah itu dapat meleleh dengan api. Kerasnya hati akan meleleh semisal itu, yaitu dengan dzikir pada Allah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(43) Dzikir adalah obat hati sedangkan lalai dari dzikir adalah penyakit hati.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mak-huul, seorang tabi’in, berkata, “Dzikir kepada Allah adalah obat (bagi hati). Sedangkan sibuk membicarakan (‘aib) manusia, itu adalah penyakit.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(44) Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah. Jadi dzikir adalah sebab datangnya nikmat dan tertolaknya murka Allah. Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; berfirman,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ????????? ????????? ?????? ?????????? ????????????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu&lt;/EM&gt;.” (QS. Ibrahim: 7). Dzikir adalah inti syukur sebagaimana telah disinggung sebelumnya. Sedangkan syukur akan mendatangkan nikmat dan semakin bersyukur akan membuat nikmat semakin bertambah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(45) Dzikir menyebabkan datangnya shalawat Allah dan dari malaikat bagi orang yang berdzikir. Dan siapa saja yang mendapat shalawat (pujian) Allah dan malaikat, sungguh ia telah mendapatkan keuntungan yang besar. Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; berfirman,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;??? ???????? ????????? ???????? ????????? ??????? ??????? ???????? (41) ???????????? ???????? ?????????? (42) ???? ??????? ???????? ?????????? ??????????????? ?????????????? ???? ???????????? ????? ???????? ??????? ???????????????? ???????? (43)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.&lt;/EM&gt;” (QS. Al Ahzab: 41-43)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(46) Dzikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah melakukan ketaatan. Karena Allah-lah yang menjadikan hamba mencintai amalan taat tersebut, Dia-lah yang memudahkannya dan menjadikan terasa nikmat melakukannya. Begitu pula Allah yang menjadikan amalan tersebut sebagai penyejuk mata, terasa nikmat dan ada rasa gembira. Orang yang rajin berdzikir tidak akan mendapati kesulitan dan rasa berat ketika melakukan amalan taat tersebut, berbeda halnya dengan orang yang lalai dari dzikir. Demikianlah banyak bukti yang menjadi saksi akan hal ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(47) Dzikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah, suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan pun akan mendapatkan jalan keluar. Dzikir pada Allah benar-benar mendatangkan kelapangan setelah sebelumnya tertimpa kesulitan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(48) Dzikir pada Allah akan menghilangkan rasa takut yang ada pada jiwa dan ketenangan akan mudah diraih. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan selalu merasa takut dan tidak pernah merasakan rasa aman.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(49) Dzikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa melakukan hal yang menakjubkan. Contohnya adalah Ibnu Taimiyah yang sangat menakjubkan dalam perkataan, tulisannya, dan kekuatannya. Tulisan Ibnu Taimiyah yang ia susun sehari sama halnya dengan seseorang yang menulis dengan menyalin tulisan selama seminggu atau lebih. Begitu pula di medan peperangan, beliau terkenal sangat kuat. Inilah suatu hal yang menakjubkan dari orang yang rajin berdzikir.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(50) Orang yang senantiasa berdzikir di jalan, di rumah, di lahan yang hijau, ketika safar, atau di berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi di hari kiamat. Karena tempat-tempat tadi, semisal gunung dan tanah, akan menjadi saksi baginya di hari kiamat. Kita dapat melihat hal ini pada firman Allah Ta’ala&lt;/EM&gt;,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ?????????? ????????? ???????????? (1) ???????????? ????????? ???????????? (2) ??????? ???????????? ??? ????? (3) ?????????? ????????? ???????????? (4) ??????? ??????? ??????? ????? (5)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.&lt;/EM&gt;” (QS. Az Zalzalah: 1-5)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;(51) Jika seseorang menyibukkan diri dengan dzikir, maka ia akan terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah&lt;/EM&gt; (menggunjing), namimah&lt;/EM&gt; (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji manusia (secara berlebihan), dan mencela manusia. Karena lisan sama sekali tidak bisa diam. Lisan boleh jadi adalah lisan yang rajin berdzikir dan boleh jadi adalah lisan yang lalai. Kondisi lisan adalah salah satu di antara dua kondisi tersebut. Ingatlah bahwa jiwa jika tidak tersibukkan dengan kebenaran, maka pasti akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.[3]&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penyusun: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/P&gt;[1] HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691 &lt;P&gt;[2] HR. Abu Daud no. 1522, An Nasai no. 1303, dan Ahmad 5/244. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;[3] Disarikan dari Al Wabilush Shoyyib&lt;/EM&gt;, 94-198.&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2847183124297637991?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2847183124297637991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2847183124297637991&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2847183124297637991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2847183124297637991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/51-keutamaan-dzikir.html' title='51 Keutamaan Dzikir'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-6453245993308689683</id><published>2011-07-06T12:53:00.001-07:00</published><updated>2011-07-06T12:53:51.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tidak'/><title type='text'>Tidak Semua Majikan Arab Kejam</title><content type='html'> Kategori Akhlaq dan Nasehat | 04-07-2011 | 6 Komentar&lt;P&gt;Kala safar barulah kita ketahui bagaimanakah aib atau kekurangan seseorang. Saat journey yang cukup panjang dan memakan waktu lebih dari 24 jam, kami bersama para TKI/TKW yang berangkat dari kota Riyadh dan ada sebagian yang berasal dari Abu Dhabi. Berikut beberapa curhatan tentang TKW yang kami dapati selama melakukan long trip&lt;/EM&gt; tersebut.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Sulit Memperhatikan Shalat &lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sudah sangat dimaklumi bahwa para TKI/TKW akan sangat mudah untuk menunaikan ibadah haji dari Saudi atau mungkin melakukan umroh beberapa kali. Jika kembali ke Indonesia, mereka sudah sangat akrab dipanggil masyarakat dengan sebutan Pak Haji, Bu Haji. Namun demikianlah aib mereka pun nampak ketika safar. Yang kami sedihkan semenjak berangkat dari kota Riyadh, sedikit sekali di antara mereka yang memperhatikan shalat lima waktu. Lihat saja selama perjalanan ketika transit, tidak satu pun beranjak menunaikan shalat kecuali seorang ibu-ibu yang mau diajak. Di tempat transit, amat sulit mencari musholla dan melakukan shalat berjama’ah. Alhamdulillah, kami pun dimudahkan oleh Allah untuk bisa berjama’ah. Kami bertemu dengan orang-orang Arab yang sama-sama berangkat dari Riyadh. Maklumlah di Saudi sudah sangat ma’ruf jika mereka sangat memperhatikan shalat berjama’ah. Akhirnya meskipun di ruang tunggu, kami tetap melaksanakan shalat di atas karpet yang terbentang luas. Walau mungkin terasa aneh bagi sebagian orang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Tidak Disebut Muslim&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kembali pada masalah di atas. Label haji yang sering disandangkan masyarakat pada para TKI tadi, sungguh sangat disesalkan. Karena dalam tingkah laku mereka sendiri, hak Allah diinjak-injak. Kita tahu bahwa shalat lima waktu adalah rukun Islam yang utama. Bahkan di akhir hayat hidup khalifah ‘Umar, ia berkata, “Laa islama liman tarokash sholaah (tidak ada Islam bagi orang yang meninggalkan shalat)&lt;/EM&gt;”. Artinya shalat itu begitu urgent sampai-sampai ‘Umar di akhir-akhir nafas beliau, masih sempat mengucapkan kalimat semacam itu. Jadi seakan-akan label haji sudah menjadikan mereka mendapati bau surga. Padahal keseharian mereka jauh dari Islam. Dan itu adalah tanda kebaikan haji mereka jadi tanda tanya karena setelah kebaikan haji malah diiringi setelahnya dengan perbuatan kufur meninggalkan shalat. Pahadal tanda diterima amalan kebaikan seseorang adalah setelah kebaikan diikuti dengan kebaikan selanjutnya. Sebagaimana kata para salaf, “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya&lt;/EM&gt;“. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,&lt;/EM&gt; 8/417). Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.&lt;/EM&gt;” (Latho-if Al Ma’arif&lt;/EM&gt;, hal. 394)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Akibat Tingkah Laku Mereka Sendiri&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebagian TKI/ TKW yang kami temui, ada yang berkomentar bahwa majikannya itu brengsek. Entah masalah gaji lah, entah karena pekerjaan yang dibebankan banyak, itu yang sering mereka keluhkan. Kami cuma bisa bertutur saja dalam hati, “Pantas saja ia disiksa, diperlakukan tidak baik, bisa jadi itu akibat menyepelekan hak Allah.” Mungkin saja tingkah laku orang Arab yang kasar itu karena kelakukan TKI tersebut terhadap Allah yang amat jelek, di antaranya karena sering meninggalkan shalat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tidak selamanya kita mesti menyalahkan majikan Arab, namun seharusnya para TKI juga bisa introspeksi diri. Kenapa ada di antara mereka yang disiksa? Kenapa di antara mereka yang diperlakukan kasar? Mungkin saja itu teguran bagi mereka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Ada TKW yang Diperkosa&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Di antara kesalahan yang dilakukan para TKI adalah yang kami sebutkan di atas. Juga mudahnya para TKW diperlakukan tidak senonoh bahkan diperkosa oleh majikannya karena kesalahan mereka juga. Kenapa mereka mau mencari nafkah di negeri orang tanpa mahrom? Bukankah Allah dan Rasul-Nya telah melarangnya?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/EM&gt;bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;??? ????????? ??????????? ???????? ?????? ????????? ??? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Tidak boleh seorang wanita bersafar tiga (hari perjalanan) melainkan harus bersama mahromnya.&lt;/EM&gt;” (HR. Muslim no. 1338 dan 1339, dari Ibnu ‘Umar). Lihat saja, para TKW pergi ke negeri orang lebih dari tiga hari, jelas itu melanggar aturan Allah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam hadits lainnya juga disebutkan,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;??? ????????? ??????????? ?????? ???? ??? ???????? ? ????? ???????? ????????? ?????? ?????? ????????? ???????? » . ??????? ?????? ??? ??????? ??????? ?????? ??????? ???? ???????? ??? ?????? ????? ??????? ? ???????????? ??????? ???????? . ??????? « ??????? ??????? »&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Tidak boleh seorang wanita bersafar kecuali bersama mahromnya. Tidak boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” Kemudian ada seseorang yang berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin keluar mengikuti peperangan ini dan itu. Namun istriku ingin berhaji.” Beliau bersabda, “Lebih baik engkau berhaji bersama istrimu.&lt;/EM&gt;” (Diriwayatkan oleh Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma&lt;/EM&gt;). Lihat saja dalam hadits ini, meskipun mau berhaji, seorang wanita tetap wajib ditemani oleh mahromnya. Ibnu Taimiyah rahimahullah &lt;/EM&gt;berkata, “Dalil-dalil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; tersebut menunjukkan diharamkannya safar wanita tanpa mahrom. Dan dalil-dalil tersebut tidak menyatakan satu safar pun sebagai pengecualian. Padahal safar untuk berhaji sudah masyhur dan sudah  seringkali dilakukan. Sehingga tidak boleh kita menyatakan ini ada pengecualian dengan niat tanpa ada lafazh (pendukung). Bahkan para sahabat, di antara mereka memasukkan safar haji dalam hadits-hadits larangan tersebut. Karena ada seseorang yang pernah menanyakan mengenai safar haji tanpa mahrom, ditegaskan tetap terlarang.” (Syarh Al ‘Umdah, 2/174)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Belum lagi di antara para TKW yang tidak menjaga aurat dengan baik. Di luar rumah bisa jadi mereka memakai pakaian hitam-kitam yang tertutup rapat sampai menggunakan  cadar sebagaimana yang terlihat pada wanita Saudi. Namun di dalam rumah atau ketika sudah meninggalkan Saudi, mereka tidak menjaga aurat dengan rapat bahkan sampai mencopot jilbabnya. Na’udzu billah …&lt;/EM&gt; Maka pantas saja, ada yang diperkosa oleh majikan atau keluarga majikan karena sebab ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Tidak Semua Orang Arab Kejam&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Opini di atas bukan ingin menyalahkan TKI/ TKW. Kami hanya ingin mengutarakan agar mereka pun bisa mengoreksi diri. Dan perlu diketahui pula bahwa kita tidak bisa selamanya terus menyalahkan majikan Arab sebagaimana sering dipojokkan di beberapa media. Ingat bahwa media yang memanas-manasi hal ini hanya ingin melariskan beritanya supaya jajanan mereka laku. Jadi wajar saja, berita TKW saat ini jadi masalah pokok di media-media. Namun patut kita ketahui bahwa tidak semua orang Arab atau majikan Arab itu kejam. Sebagian memang seperti itu, sama halnya di negeri kita ada juga majikan yang kejam karena orang Arab bukanlah semua keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; atau keturunan Abu Bakr yang amat santun. Namun tidak semua dari mereka yang memperlakukan pembantu rumah tangga seperti budak, sampai boleh disetubuhi (alias: zina). Tidak semuanya seperti itu. Ada yang tidak ingin wanita seorang diri jadi pekerja di rumahnya, maka si majikan minta agar suami-istri yang datang sekaligus sebagai pembantu rumah tangga. Banyak juga majikan yang sampai menghajikan para pembantunya, padahal mereka baru saja dua bulan menginjakkan kaki di tanah Arab. Ada pula yang begitu dermawan, buktinya para pelajar di Saudi bisa mendapatkan bantuan dari para muhsinin. Para muhsinin tersebut menyewakan rumah kepada para pelajar yang perhatian pada agama sehingga bisa ditempati oleh mereka dan keluarganya. Sewa rumah tersebut diberi dengan biaya yang tidak sedikit, sampai 20-an juta rupiah. Jadi tidak semua orang Arab itu kejam, tidak semuanya itu brengsek, tidak semuanya bengis. Tolonglah bersikap adil dalam menilai mereka!&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Hentikan Pengiriman TKW&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dari kasus Ruyati yang jadi piramida masalah TKW saat ini, sebenarnya para TKW seharusnya bisa mengoreksi diri karena berbagai sisi alasan yang kami kemukakan di atas. Lihat saja mereka nekad mencari nafkah dengan melanggar aturan Allah dengan bepergian tanpa mahrom dan sebagian mereka yang sering buka-bukaan aurat, tidak menutup rapat di hadapan majikan. Ada seorang TKI yang berkata pada kami, “Saya bersyukur sekali jika TKW tidak dikirim lagi ke Saudi. Mereka hanya jadi rusak di sini. Bahkan di kota Jeddah, banyak di antara para TKW yang menjual diri.” Kami pun sepakat dengannya dalam hal ini. Pekerja lelaki jarang mendapati problema. Masalah yang paling sering terjadi adalah yang menimpa para TKW karena alasan dalil yang kami kemukakan di atas dan beberapa alasan lainnya. Maka kami pun satu kata dengan apa yang dikatakan TKI tadi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Demikian sedikit curhat kami lewat tulisan ini. Ini hanya opini kami berdasarkan dalil-dalil yang kami rasa itu dilanggar oleh para TKW. Semoga Allah beri taufik.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;@ Soekarno Hatta Airport – Jakarta, 27th Rajab 1432 H (29/06/2011)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-6453245993308689683?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/6453245993308689683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=6453245993308689683&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6453245993308689683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6453245993308689683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/tidak-semua-majikan-arab-kejam.html' title='Tidak Semua Majikan Arab Kejam'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-8320978372885518879</id><published>2011-07-06T12:52:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T12:53:39.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dibius'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profesor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perlu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bernards'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sembelih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tidak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hewan'/><title type='text'>Profesor Jan Bernards: Sembelih Hewan Tidak Perlu Dibius</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/dagingsapibelanda.jpg" width=405 height=213&gt;Tanggal 23 Juni 2011 mayoritas anggota parlemen Belanda De Tweede Kamer mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk melarang penyembelihan tanpa bius. RUU ini diajukan oleh partai pembela hewan Partij voor de Dieren (PvdD), yang memiliki dua kursi di parlemen.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Partai untuk hewan berpendapat secara ilmiyah terbukti bahwa penyembelihan ritual, seperti yang dilakukan umat Islam dan Yahudi Ortodoks, menyiksa binatang. Masyarakat Yahudi dan muslim pun besatu menentang RUU ini. Organisasi Yahudi dan Islam mengatakan, RUU ini bertentangan dengan prinsip kebebasan beragama yang dilindungi oleh Konstitusi Belanda.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Alot&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Perdebatan di parlemen pun terjadi sengit dan alot, yang berlangsung sampai jam 3 dini hari. Para anggota parlemen dari partai-partai berbasis agama Kristen, seperti CDA, Christen Unie dan SGP tidak setuju usulan PvdD, partai pembela hewan tadi, untuk melarang penyembelihan tanpa bius.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Namun partai-partai sekuler seperti VVD (partai liberal konservatif, PvdA (partai buruh), D66 (partai  demokrat), SP (partai sosialis) mendukung larangan penyembelihan ritual seperti yang diusulkan partai pembela hewan tersebut. Akhirnya mayoritas anggota parlemen mendukung pelarangan penyembelihan tanpa bius.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pengecualian&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Namun ada pengecualian. Kalau kelompok agama bisa membuktikan secara ilmiyah bahwa binatang tidak merasa sakit apabila disembelih secara ritual tanpa bius, maka mereka boleh melakukan penyembelihan ritual tanpa bius.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tak pelak lagi kelompok Yahudi dan Islam pun sangat kecewa. Seorang warga Yahudi mempertanyakan kenapa pihaknya yang harus membuktikan bahwa penyembelihan secara ritual itu tidak menyiksa hewan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kekecewaan kelompok Yahudi dan Islam ini mungkin bisa terobati oleh tulisan profesor Jan Bernards, seorang dokter dan mantan guru besar fisiologi medis di Universitas Radboud, Nijmegen. Dalam kolomnya di koran Trouw itu ia menyimpulkan bahwa hewan yang disembelih sebenarnya tidak menderita sakit. Hewan memang menderita stres berat, tulis Jan Bernards.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Stres&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Hewan yang mau disebelih biasanya memberontak dan pemberontakan ini bisa membuat hewan terluka. Cidera bisa berdampak melumpuhkan bagi hewan. Dalam kondisi stres muncul zat kimia apa yang disebut androfin. Walhasil, hewan yang mau disembelih bisa stres berat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Namun penyembelihan itu sendiri, menurut Bernards di kolomnya, sebenarnya tidak menyakiti hewan terkait. Menurut  Bernards, karena  pemotongan urat nadi leher binatang  terjadi sangat cepat, terlalu singkat waktunya untuk sempat merangsang rasa sakit. Masalahnya, supaya berdampak, stimulusnya harus berlangsung lama dan kadarnya harus melewati batas tertentu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam hal suntikan, rasa sakit terjadi pada saat jarum ditusukkan ke dalam kulit. Tapi kalau kulit dicubit dengan dua jari dan jarumnya dimasukkan secepatnya di wilayah yang dicubit itu, maka suntikan tidak akan terasa sakit.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pingsan&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Bernards juga menambahkan, begitu urat nadi terpotong, lebih dari sembilan puluh persen saluran darah ke otak segera berhenti dan dalam waktu beberapa detik hewan pingsan. Ia membandingkan dengan manusia yang langsung pingsan begitu aliran darah ke otak berhenti.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Menurut fisiologi, tambah pensiunan guru besar ini, hewan terkait merasa menderita akibat semua yang terjadi sebelum penyembelihan. Untuk itu perlu ada tindakan tertentu.  Tapi dapat disimpulkan, penyembelihan itu sendiri tidak perlu dibius.[rnw] &lt;BR&gt;&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-8320978372885518879?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/8320978372885518879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=8320978372885518879&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8320978372885518879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8320978372885518879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/profesor-jan-bernards-sembelih-hewan.html' title='Profesor Jan Bernards: Sembelih Hewan Tidak Perlu Dibius'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-4353465152160810944</id><published>2011-07-06T12:45:00.001-07:00</published><updated>2011-07-06T12:45:47.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepekan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intensif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Kajian Intensif: “Belajar Tauhid Sepekan” (Yogyakarta, 11-17 Juli 2011)</title><content type='html'> Kategori Info Dauroh dan Kajian | 28-06-2011 | Belum ada komentar&lt;P&gt;Hadirilah Kajian Intensif 7 Hari.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;“BELAJAR TAUHID SEPEKAN”&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Buku Rujukan:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;“Mutiara Faidah Kitab Tauhid”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pemateri:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam (Penulis Buku “Mutiara Faidah Kitab Tauhid”&lt;/EM&gt;)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Insya Allah diselenggarakan pada:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Senin – Ahad, 11 – 17 Juli 2011&lt;BR&gt;Pukul 08.00 – 14.00 WIB&lt;BR&gt;Di Masjid Al ‘Ashri, Pogungrejo (utara Fakultas Teknik UGM)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Biaya Pendaftaran:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Rp 20.000,-&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Fasilitas:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Snack (makanan ringan)CD Rekaman Kajian&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Tempat Pendaftaran:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Putra: Wisma Misfallah Thalabul ‘Ilmi (MTI) (Pogung Kidul No.8C, Utara Masjid Siswa Graha)Toko Ihya’ (Karangbendo, utara Fak. Kehutanan UGM)Putri: Wisma Raudhatul ‘Ilmi (Pogung Dalangan No. 40)Toko Qonita (Jl. Pandega Marta No. 83A)&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pendaftaran via SMS:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;NAMA_JENIS KELAMIN_USIA_PEKERJAAN_ALAMAT&lt;BR&gt;Kirim ke 0852 9391 1719 (Putra) / 0852 9299 5015 (Putri)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pendaftaran Terakhir:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;9 Juli 2011&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Informasi dan Pendaftaran:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;0852 9391 1719 (Putra)&lt;BR&gt;0852 9299 5015 (Putri)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Briefing + Kajian Pembuka:&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;“Tauhid Prioritas Pertama dan Utama”&lt;BR&gt;Bersama Ustadz Amir As Soronji*&lt;BR&gt;Ahad, 10 Juli 2011&lt;BR&gt;Pukul 09.00 WIB – selesai&lt;BR&gt;Di Masjid Pogung Raya (utara RSUP Dr. Sardjito)&lt;BR&gt;*dalam konfirmasi&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Penyelenggara:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Ma’had Al ‘Ilmi YogyakartaYayasan Pendidikan Islam Al Atsari&lt;P&gt;&lt;IMG class=alignnone title="Dauroh Mutiara Faidah" alt="" src="/belajar-tauhid-sepekan.jpg" width=615 height=944&gt;&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-4353465152160810944?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/4353465152160810944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=4353465152160810944&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4353465152160810944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4353465152160810944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/kajian-intensif-belajar-tauhid-sepekan.html' title='Kajian Intensif: “Belajar Tauhid Sepekan” (Yogyakarta, 11-17 Juli 2011)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7273501073974617624</id><published>2011-07-06T12:41:00.001-07:00</published><updated>2011-07-06T12:41:55.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ditinggalkan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Janganlah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><title type='text'>Sholat Janganlah Ditinggalkan</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/sholat-berjamaah.jpg" width=338 height=225&gt;Seorang muslim tentu saja paham jika Sholat 5 waktu sehari-semalam merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar. Kewajiban yang tidak bisa di wakilkan, kewajiban yang seharusnya bisa kita kerjakan dengan penuh kebahagiaan. Kewajiban melaksanakan sholat 5 waktu bisa begitu berat apabila dalam fikiran kita masih beranggapan bahwa sholat hanya sebagai pelengkap bukan sebagai kebutuhan. Kita beranggapan bahwa meninggalkan sholat 5 waktu tidaklah mengapa karena tidak mendapatkan balasan secara langsung, maka saya katakan ANGGAPAN ANDA ITU SALAH BESAR. Karena 1 kali saja anda meninggalkan sholat 5 waktu, bisa dipastikan anda akan semakin jauh dari jalan Illahi dan bisa saya katakan itulah KERUGIAN YANG SEBENARNYA. Lalu bagaimana anda memposisikan sholat 5 waktu ini ? &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Memang sungguh prihatin dengan kondisi umat saat ini. Banyak yang mengaku Islam di KTP, namun kelakuannya semacam ini. Oleh karena itu, pada tulisan yang singkat ini kami akan mengangkat pembahasan mengenai hukum meninggalkan shalat. Semoga Allah memudahkannya dan memberi taufik kepada setiap orang yang membaca tulisan ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Para ulama sepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa besar lainnya&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir, hal. 25)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir, hal. 26-27)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pembicaraan orang yang meninggalkan shalat dalam Al Qur’an&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Banyak ayat yang membicarakan hal ini dalam Al Qur’an, namun yang kami bawakan adalah dua ayat saja.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;???????? ???? ?????????? ?????? ????????? ?????????? ???????????? ???????????? ???????? ?????????? ?????? ?????? ???? ????? ???????? ???????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.”&lt;/EM&gt; (QS. Maryam: 59-60)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma&lt;/EM&gt; mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah&lt;/EM&gt;, hal. 31)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam ayat ini, Allah menjadikan tempat ini –yaitu sungai di Jahannam- sebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti syahwat (hawa nafsu). Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, sebagaimana tempat orang muslim yang berdosa. Tempat ini (ghoyya) yang merupakan bagian neraka paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, namun tempat orang-orang kafir.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pada ayat selanjutnya juga, Allah telah mengatakan,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ???? ????? ???????? ???????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.”&lt;/EM&gt; Maka seandainya orang yang menyiakan shalat adalah mukmin, tentu dia tidak dimintai taubat untuk beriman.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ??????? ??????????? ?????????? ????????? ?????????? ??????????????? ??? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.”&lt;/EM&gt; (QS. At Taubah [9]: 11). Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengaitkan persaudaraan seiman dengan mengerjakan shalat. Berarti jika shalat tidak dikerjakan, bukanlah saudara seiman. Konsekuensinya orang yang meninggalkan shalat bukanlah mukmin karena orang mukmin itu bersaudara sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;???????? ?????????????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.”&lt;/EM&gt; (QS. Al Hujurat [49]: 10)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pembicaraan orang yang meninggalkan shalat dalam Hadits&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Terdapat beberapa hadits yang membicarakan masalah ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ????????? ???????? ????????? ??????????? ?????? ??????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.”&lt;/EM&gt; (HR. Muslim no. 257)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu&lt;/EM&gt; -bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt;-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ???????? ???????? ???????? ????????????? ?????????? ??????? ????????? ?????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.”&lt;/EM&gt; (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib&lt;/EM&gt; no. 566).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ???????? ??????????? ??????????? ??????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.”&lt;/EM&gt; (HR. Tirmidzi no. 2825. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi&lt;/EM&gt;). Dalam hadits ini, dikatakan bahwa shalat dalam agama Islam ini adalah seperti penopang (tiang) yang menegakkan kemah. Kemah tersebut bisa roboh (ambruk) dengan patahnya tiangnya. Begitu juga dengan islam, bisa ambruk dengan hilangnya shalat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sudah sepatutnya kita menjaga shalat lima waktu. Barangsiapa yang selalu menjaganya, berarti telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang sering menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu&lt;/EM&gt;- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Imam Ahmad –rahimahullah&lt;/EM&gt;- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.” (Lihat Ash Sholah&lt;/EM&gt;, hal. 12)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Oleh karena itu, seseorang bukanlah hanya meyakini (membenarkan) bahwa shalat lima waktu itu wajib. Namun haruslah disertai dengan melaksanakannya (inqiyad). Karena iman bukanlah hanya dengan tashdiq (membenarkan), namun harus pula disertai dengan inqiyad (melaksanakannya dengan anggota badan).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ibnul Qoyyim mengatakan, “Iman adalah dengan membenarkan (tashdiq). Namun bukan hanya sekedar membenarkan (meyakini) saja, tanpa melaksanakannya (inqiyad). Kalau iman hanyalah membenarkan (tashdiq) saja, tentu iblis, Fir’aun dan kaumnya, kaum sholeh, dan orang Yahudi yang membenarkan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (mereka meyakini hal ini sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka), tentu mereka semua akan disebut orang yang beriman (mu’min-mushoddiq).”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Semoga kita dapat mengingatkan kerabat, saudara dan sahabat kita mengenai bahaya meninggalkan shalat lima waktu. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;source: berbagai sumber &lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7273501073974617624?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7273501073974617624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7273501073974617624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7273501073974617624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7273501073974617624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/sholat-janganlah-ditinggalkan.html' title='Sholat Janganlah Ditinggalkan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2908775205289457847</id><published>2011-07-06T12:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T12:41:14.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikmat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bandingan'/><title type='text'>Bandingan Nikmat Dunia dan Akhirat</title><content type='html'> Kategori Tazkiyatun Nufus | 05-07-2011 | 1 Komentar&lt;P&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; banyak menyebutkan kenikmatan dan keutamaan akhirat yang sangat besar dibandingkan kesenangan di dunia ini. Di antaranya adalah hadits di bawah ini,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;???? ?????? ??????? ???? ????????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ???? ?????? ????? ?????? ???????? ???????? ??????? ??????? ?????? ?????????? ???????? ?????????? ?????? ???????? ???? ???????? ??????? ????????? ??????? ????????? ?????????? ???? ??????? ????????? ?????????? ???????????? ??????????? ???????? ???????? ??????? ?????????? ????????? ??? ????? ??????????? ??????? ????????? ??????? ????????? ?????????? ???? ??????? ????????? ?????????? ????? ???????????? ??????????? ???????? ???????? ??????? ?????????? ????????? ??? ????? ??????????? ??????? ????????? ??????? ???? ??????? ????????? ?????????? ??????? ???? ?????? ?????????? ?????????? ???????????? ???? ????? ???? ???????? ????????? ?????????? ????? ????????? ????????????? ???? ?????????? ??? ???????? ????????? ????? ?????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ?????? ?????? ??????????? ????? ??????? ??????? ????? ??????? ?????? ?????????? ??????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dari `Abdullâh bin Mas’ûd radhiallahu ‘anhu&lt;/EM&gt;, dia berkata, “Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda, ‘Aku benar-benar mengetahui seorang penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya dan seorang penduduk surga yang paling akhir masuk ke dalam surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan keadaan merangkak, lalu Allah berkata kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga!’&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda, ‘Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabb&lt;/EM&gt;-ku, aku mendapati surga telah penuh.’&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;/EM&gt; berkata kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga!’&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda, ‘Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabb&lt;/EM&gt;-ku, aku mendapati surga telah penuh.’&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;/EM&gt; berkata lagi kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga! Sesungguhnya engkau memiliki semisal dunia dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki sepuluh kali dunia.’&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda, ‘Laki-laki itu berkata, ‘Apakah Engkau memperolok-olok aku (atau Engkau menertawakan aku), padahal Engkau adalah Raja?’&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Abdullâh bin Mas’ûd radhiallahu ‘anhu&lt;/EM&gt; berkata, ‘Aku melihat Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; tertawa sampai nampak gigi gerahamnya.’ Dan dikatakan bahwa orang itu adalah penduduk surga yang paling rendah derajatnya.’ (H.R. Muslim, no. 308/186)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penulis: Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2908775205289457847?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2908775205289457847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2908775205289457847&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2908775205289457847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2908775205289457847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/bandingan-nikmat-dunia-dan-akhirat.html' title='Bandingan Nikmat Dunia dan Akhirat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-8272657161494157708</id><published>2011-07-06T12:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T12:09:17.972-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nashr'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dengan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bersama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FadhilatusSyaikh'/><title type='text'>Kajian Umum Bersama Dengan Fadhilatus-Syaikh DR Musa Alu Nashr (9-10 Juli 2011)</title><content type='html'> Kategori Info Dauroh dan Kajian | 04-07-2011 | 2 Komentar&lt;P&gt;HADIRILAH KAJIAN ILMIYAH&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Bersama&lt;STRONG&gt; Fadhilatus-Syaik DR Musa Alu Nashr Hafidhohullah Ta’ala *&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tanggal: Sabtu, 9 Juli 2011&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tempat: Jami’ Masjid Islamic Centre Bin Baz&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Tema: Biografi Syaikh Abdul Aziz Bin Baz&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Waktu: Ba’da Magrib&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tanggal : Ahad, 10 Juli 2011&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tempat: Masjid Kampus UGM&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Judul: Wajibnya Taat Kepada Pemerintah Dalam Perkara Yang Ma’ruf&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Waktu: 8.30 – Selesai&lt;/P&gt;&lt;P&gt;*) Biografi beliau simak di sini&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-8272657161494157708?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/8272657161494157708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=8272657161494157708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8272657161494157708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8272657161494157708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/kajian-umum-bersama-dengan-fadhilatus.html' title='Kajian Umum Bersama Dengan Fadhilatus-Syaikh DR Musa Alu Nashr (9-10 Juli 2011)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-200590033706882557</id><published>2011-07-06T11:56:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T11:57:21.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qoidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jutayli'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulaiman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saleh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rilis'/><title type='text'>Al Qoidah Yaman Rilis Biografi Saleh Fahd Sulaiman al Jutayli</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/Jatili.jpg"&gt;Al Qoidah di Semenanjung Arab atau yang biasa disingkat AQAP baru saja merilis sebuah biografi seorang mantan tahanan Guantanmo bernama Saleh Fahd Sulaiman al Jutayli, ia meninggal pada tahun 2009. Biografi tersebut kemudian diterjemahkan oleh SITE Inteligence Group, kelompok pemantau kegiatan jihadis di internet. Penulis buku biografi tersebut juga seorang mantan tahanan Guantanamo, Ibrahim Rubaish.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ibrahim Rubaish saat ini sebagai "Mufti" AQAP, atau ideolog kelompok tersebut, ia bertanggung jawab untuk membuat argumen-argumen teologis dan propaganda yang digunakan untuk dasar hukum operasi-operasi mereka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Biografi tersebut diberi judul "Martir dari Semenjung" yang terdapat dalam majalah AQAP edisi ke enam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kematian al Jutayli pertama kali dilaporkan pada bulan September 2009, koran Arab Saudi yang berbasis di London Al Hayat mengklaim bahwa ia tewas dalam baku tembak antara Angkatan Darat Yaman dan pemberontah Syiah Houthi. Tidak dijelaskan mengapa al Jutayli berada di tengah-tengah pertempuran tersebut. Beberapa menyebut al Jutayli bertempur bersama barisan suku Syiah Houthi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Keterangan tersebut langsung dibantah Ibrahim Rubaish, ia membantah jika al Jutayli berjuang untuk Syiah Houthi. Rubaish mengatakan bahwa Jutayli tidak terbunuh dalam pertempuran "dibawah bendera sekte yang dikutuk semua umat Muslim" yaitu sekte Syiah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rubaish menyebutkan, al Jutayli saat itu sedang "melatih beberapa saudaranya dengan bom, namun tiba-tiba salah satu bom meledak dan mengenai Jutayli yang berada paling dekat." Jutayli langsung meninggal saat itu juga.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam biografi tersebut, Rubaish menuliskan beberapa ulama yang menjadi guru bagi al Jutayli. Salah satunya adalah ulama Sheikh Abu Muhammad al Maqdisi, yang tulisan-tulisannya dibaca al Jutayli. Al Maqdisi juga dikenal sebagai mentor dari pemimpin Al Qoidah di Irak yang telah meninggal sebelumnya, Abu Musab al Zarqawi. Maqdisi dan Zarqawi mempunyai pendapat bahwa tidak boleh secara sembarangan membunuhi orang-orang Syiah di Irak. Maqdisi menjadi salah satu ulama yang paling banyak dikutip di kalangan jihadis.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ibrahim Rubaish dan Al Jutayli, keduanya dianggap ancaman "menengah" bagi keamanan Amerika ketika keduanya masih di Guantanamo, berdasarkan dokumen dari Joint Task Force Guantanamo (JTF-GTMO) yang bocor ke publik.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jutayli dipulangkan dari Guantanamo ke Arab Saudi pada Mei 2006 dan terdaftar dalam program rehabilitasi (deradikalisasi) jihad oleh pemerintah Saudi. Satu tahun sebelumnya, pada 1 April 2005, JTF-GTMO merekomendasikan Jutayli untuk ditransfer ke negara lain untuk melanjutkan penahanan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Akhirnya, Jutayli dilepaskan dari program rehabilitasi Saudi, ia langsung melarikan diri ke Yaman dan bergabung dengan AQAP. Program rehabilitasi dan deradikalisasi tidak berhasil untuk beberapa jihadis tertentu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Menurut dokumen JTF-GTMO yang bocor pada April 2005, menyimpulkan bahwa Jutayli adalah "anggota tingkat rendah" Al Qoidah yang pergi ke Afghanistan untuk menerima pelatihan jihad. Jutayli kemudian tinggal di camp yang dikelola Al Qoidah, kamp tersebut berbuhungan dengan Usamah bin Ladin pada saat itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam interogasinya di penjara Guantanamo, Jutayli mengatakan ia diberi pelatihan di kamp al Farouq Al Qoidah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah Taliban jatuh pada akhir 2001, Jutayli melarikan diri ke Pegunungan Tora Bora, tetapi kemudian ia tertangkap di Pakistan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam biografi yang ditulis Ibrahim Rubaish, Al Jutayli diceritakan memberontak kepada penjaga Guantanamo untuk membela tahanan lain. Ia pun dihukum dengan digunduli dan jenggotnya dipangkas. File dari JTF-GTMO sendiri juga menyebut Jutayli tidak taat selama masa penahanannya dan memiliki sejumlah catatan tidak disiplin di penjara.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebenarnya, baik Ibrahim Rubaish dan Saleh Fahd Sulaiman al Jutayli pernah ikut program rehabilitasi jihad di Arab Saudi setelah bertahun-tahun ditahan di Guantanamo. Namun, ternyata pemahaman jihad itu tidak bisa luntur bagi beberapa orang, contohnya kedua orang tersebut, lepas dari Guantamo dan program rehabilitasi Arab Saudi, keduanya bergabung lagi dengan kelompok Al Qoidah yang saat ini mempunyai cabang di Yaman, dekat dengan Saudi. [&lt;STRONG&gt;muslimdaily.net&lt;/STRONG&gt;/lwj]&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-200590033706882557?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/200590033706882557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=200590033706882557&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/200590033706882557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/200590033706882557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/al-qoidah-yaman-rilis-biografi-saleh.html' title='Al Qoidah Yaman Rilis Biografi Saleh Fahd Sulaiman al Jutayli'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-5076986361508343446</id><published>2011-07-06T11:48:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T11:49:32.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menunaikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan'/><title type='text'>13 Keutamaan Menunaikan Zakat</title><content type='html'> Kategori Fiqh dan Muamalah | 06-07-2011 | Belum ada komentar&lt;P&gt;Sesungguhnya zakat merupakan perkara penting dalam agama Islam sebagaimana shalat 5 waktu. Oleh karena itu, Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; sering mengiringi penyebutan zakat dalam Al Qur’an dengan shalat agar kita tidak hanya memperhatikan hak Allah saja, akan tetapi juga memperhatikan hak sesama. Namun saat ini kesadaran kaum muslimin untuk menunaikan zakat sangatlah kurang. Di antara mereka menganggap remeh rukun Islam yang satu ini. Ada yang sudah terlampaui kaya masih enggan menunaikannya karena rasa bakhil dan takut hartanya akan berkurang. Padahal di balik syari’at zakat terdapat faedah dan hikmah yang begitu besar, yang dapat dirasakan oleh individu maupun masyarakat. Di antara faedah dan hikmah zakat adalah :&lt;/P&gt;&lt;P&gt;1. Menyempurnakan keislaman seorang hamba. Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan suatu tujuan/hikmah yang amat agung dan setiap muslim pasti selalu berusaha agar keislamannya menjadi sempurna.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;2. Menunjukkan benarnya iman seseorang. Sesungguhnya harta adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh jiwa. Sesuatu yang dicintai itu tidaklah dikeluarkan kecuali dengan mengharap balasan yang semisal atau bahkan lebih dari yang dikeluarkan. Oleh karena itu, zakat disebut juga shodaqoh&lt;/EM&gt; (yang berasal dari kata shidiq&lt;/EM&gt; yang berarti benar/jujur, -pen) karena zakat akan menunjukkan benarnya iman muzakki&lt;/EM&gt; (baca: orang yang mengeluarkan zakat) yang mengharapkan ridha Allah dengan zakatnya tersebut.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;3. Membuat keimanan seseorang menjadi sempurna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda yang artinya,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?? ???????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ??????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri&lt;/EM&gt;.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Wahai saudaraku, sebagaimana engkau mencintai jika ada saudaramu meringankan kesusahanmu, begitu juga seharusnya engkau suka untuk meringankan kesusahan saudaramu. Maka pemberian seperti ini merupakan tanda kesempurnaan iman Anda.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;4. Sebab masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/EM&gt;bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ??? ?????????? ??????? ????? ?????????? ???? ?????????? ???????????? ???? ?????????? ». ??????? ???????????? ??????? ?????? ???? ??? ??????? ??????? ????? « ?????? ??????? ?????????? ?????????? ?????????? ????????? ?????????? ???????? ??????? ??????????? ?????????? ??????? ».&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.&lt;/EM&gt;” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan&lt;/EM&gt;). Setiap kita tentu saja ingin masuk surga.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;5. Menjadikan masyarakat Islam seperti keluarga besar (satu kesatuan). Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa seperti satu saudara. Allah Ta’ala&lt;/EM&gt; berfirman,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????????? ????? ???????? ??????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.&lt;/EM&gt;” (QS. Al Qoshosh: 77)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;6. Memadamkan kemarahan orang miskin. Terkadang orang miskin menjadi marah karena melihat orang kaya hidup mewah. Orang kaya dapat memakai kendaraan yang dia suka (dengan berganti-ganti) atau tinggal di rumah mana saja yang dia mau. Tidak ragu lagi, pasti akan timbul sesuatu (kemarahan, -pen) pada hati orang miskin. Apabila orang kaya berderma pada mereka, maka padamlah kemarahan tersebut. Mereka akan mengatakan,”Saudara-saudara kami ini mengetahui kami berada dalam kesusahan”. Maka orang miskin tersebut akan suka dan timbul rasa cinta kepada orang kaya yang berderma tadi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;7. Menghalangi berbagai bentuk pencurian, pemaksaan, dan perampasan. Karena dengan zakat, sebagian kebutuhan orang yang hidupnya dalam kemiskinan sudah terpenuhi, sehingga hal ini menghalangi mereka untuk merampas harta orang-orang kaya atau berbuat jahat kepada mereka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;8. Menyelamatkan seseorang dari panasnya hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/EM&gt;bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ??????? ??? ????? ?????????? ?????? ???????? ?????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Setiap orang akan berada di naungan amalan sedekahnya hingga ia mendapatkan keputusan di tengah-tengah manusia.&lt;/EM&gt;” (HR. Ahmad 4/147. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih&lt;/EM&gt;)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;9. Seseorang akan lebih mengenal hukum dan aturan Allah. Karena ia tidaklah menunaikan zakat sampai ia mengetahui hukum zakat dan keadaan hartanya. Juga ia pasti telah mengetahui nishob zakat tersebut dan orang yang berhak menerimanya serta hal-hal lain yang urgent&lt;/EM&gt; diketahui.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;10. Menambah harta. Terkadang Allah membuka pintu rizki dari harta yang dizakati. Sebagaimana terdapat dalam hadits yang artinya,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;??? ???????? ???????? ???? ?????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;”Sedekah tidaklah mengurangi harta&lt;/EM&gt;” (HR. Muslim no. 2558).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;11. Merupakan sebab turunnya banyak kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ?????????? ??????? ????????????? ?????? ???????? ????????? ???? ?????????? ????????? ???????????? ???? ??????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan&lt;/EM&gt;.” (HR. Ibnu Majah no. 4019. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan&lt;/EM&gt;)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;12. Zakat akan meredam murka Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ??????????? ?????????? ?????? ???????? ?????????? ??????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sedekah itu dapat memamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek&lt;/EM&gt;” (HR. Tirmidzi no. 664. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib dari sisi ini)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;13. Dosa akan terampuni. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/EM&gt; bersabda,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????????????? ???????? ???????????? ????? ???????? ???????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;”Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api&lt;/EM&gt;.” (HR. Tirmidzi no. 614. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih&lt;/EM&gt;)[1]&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Jika Telah Mencapai Nishab dan Haul, Segeralah Tunaikan Zakat&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kaum muslimin -yang selalu mengharapkan kebaikan dan mengharapkan surga Allah- segeralah tunaikan zakat yang wajib bagi kalian agar memperoleh berbagai faedah di atas. Ingatlah bahwa zakat bukanlah wajib ditunaikan hanya ketika akhir bulan Ramadhan saja berupa zakat fitri. Akan tetapi, zakat itu juga wajib bagi 5 kelompok harta yaitu: emas, perak, keuntungan perdagangan, hewan ternak (yaitu unta, sapi, dan domba), dan hasil bumi (berupa tanaman, dll). Kelima kelompok harta tersebut ditunaikan ketika sudah mencapai nishab, yaitu ukuran tertentu menurut syari’at) dan telah mencapai haul, yaitu masa 1 tahun (kecuali untuk zakat anak hewan ternak dan zakat tanaman).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Wahai saudaraku, segeralah tunaikan zakat ketika telah memenuhi syarat nishab dan haul-nya. Berlombalah dalam kebaikan dan ingatlah selalu nasib saudaramun yang berada dalam kesusahan. Sesungguhnya dengan engkau mengeluarkan zakat akan meringankan beban mereka yang tidak mampu. Ingat pula, sebab bangsa ini sering tertimpa berbagai macam bencana dan cobaan adalah disebabkan kita enggan melakukan ketaatan kepada Allah, di antaranya kita enggan untuk menunaikan zakat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Semoga Allah selalu menganugerahi kita untuk selalu istiqomah dalam melakukan ketaatan kepada-Nya.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Perfected @ Riyadh-KSA, 14th Rajab 1432 H (16/06/2011)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/P&gt;[1] Faedah-faedah di atas kami ringkaskan dari Kitab ‘Syarhul Mumthi&lt;/EM&gt;’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/EM&gt; (6/7-11, terbitan Dar Ibnul Jauzi) karya  ulama besar Saudi Arabia di masa silam, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin -rahimahullah- &lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-5076986361508343446?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/5076986361508343446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=5076986361508343446&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5076986361508343446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5076986361508343446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/13-keutamaan-menunaikan-zakat.html' title='13 Keutamaan Menunaikan Zakat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-237439771999674691</id><published>2011-07-06T11:32:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T11:33:04.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jenis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dzikir'/><title type='text'>Mengenal Jenis Dzikir</title><content type='html'> Kategori Doa dan Wirid | 03-07-2011 | 2 Komentar&lt;P&gt;Ada pelajaran yang amat menarik dari Ibnul Qayyim rahimahullah&lt;/EM&gt;. Dalam kitab beliau Al Wabilush Shoyyib&lt;/EM&gt;, juga kitab beliau lainnya yaitu Madarijus Salikin&lt;/EM&gt; dan Jala-ul Afham&lt;/EM&gt; dibahas mengenai berbagai jenis dzikir. Dari situ kita dapat melihat bahwa dzikir tidak terbatas pada bacaan dzikir seperti tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah) dan takbir (Allahu akbar) saja. Ternyata dzikir itu lebih luas dari itu. Mengingat-ingat nikmat Allah juga termasuk dzikir. Begitu pula mengingat perintah Allah sehingga seseorang segera menjalankan perintah tersebut, itu juga termasuk dzikir. Selengkapnya silakan simak ulasan berikut yang kami sarikan dari penjelasan beliau rahimahullah&lt;/EM&gt;.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir itu ada tiga jenis:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Jenis Pertama:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir dengan mengingat nama dan sifat Allah serta memuji, mensucikan Allah dari sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir jenis ini ada dua macam:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Macam pertama: Sekedar menyanjung Allah seperti mengucapkan “subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar”, “subhanallah wa bihamdih”, “laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir”.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir dari macam pertama ini yang utama adalah apabila dzikir tersebut lebih mencakup banyak sanjungan dan lebih umum seperti ucapan “subhanallah ‘adada kholqih” (Maha suci Allah sebanyak jumlah makhluk-Nya). Ucapan dzikir ini lebih afdhol dari ucapan “subhanallah” saja.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Macam kedua: Menyebut konsekuensi dari nama dan sifat Allah atau sekedar menceritakan tentang Allah. Contohnya adalah seperti mengatakan, “Allah Maha Mendengar segala yang diucapkan hamba-Nya”, “Allah Maha Melihat segala gerakan hamba-Nya, “tidak mungkin perbuatan hamba yang samar dari  penglihatan Allah”, “Allah Maha menyayangi hamba-Nya”, “Allah kuasa atas segala sesuatu”, “Allah sangat bahagia dengan taubat hamba-Nya.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan sebaik-baik dzikir jenis ini adalah dengan memuji Allah sesuai dengan yang Allah puji pada diri-Nya dan memuji Allah sesuai dengan yang Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/EM&gt;memuji-Nya, yang di mana ini dilakukan tanpa menyelewengkan, tanpa menolak makna, tanpa menyerupakan atau tanpa memisalkan-Nya dengan makhluk.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Jenis Kedua:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir dengan mengingat perintah, larangan dan hukum Allah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir jenis ini ada dua macam:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Macam pertama: Mengingat perintah dan larangan Allah, apa yang Allah cintai dan apa yang Allah murkai.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Macam kedua: Mengingat perintah Allah lantas segera menjalankannya dan mengingat larangan-Nya lantas segera menjauh darinya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jika kedua macam dzikir (pada jenis kedua ini) tergabung, maka itulah sebaik-baik dan semulia-mulianya dzikir. Dzikir seperti ini tentu lebih mendatangkan banyak faedah. Dzikir macam kedua (pada jenis kedua ini), itulah yang disebut fiqih akbar&lt;/EM&gt;. Sedangkan dzikir macam pertama masih termasuk dzikir yang utama jika benar niatnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Jenis ketiga:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir dengan mengingat berbagai nikmat dan kebaikan yang Allah beri.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Dzikir dengan Hati dan Lisan&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir bisa jadi dengan hati dan lisan. Dzikir semacam inilah yang merupakan seutama-utamanya dzikir.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir kadang pula dengan hati saja. Ini termasuk tingkatan dzikir yang kedua.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dzikir kadang pula dengan lisan saja. Ini termasuk tingkatan dzikir yang ketiga.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebaik-baik dzikir adalah dengan hati dan lisan. Jika dzikir dengan hati saja, maka itu lebih baik dari dzikir yang hanya sekedar di lisan. Karena dzikir hati membuahkan ma’rifah, mahabbah (cinta), menimbulkan rasa malu, takut, dan semakin mendekatkan diri pada Allah. Sedangkan dzikir yang hanya sekedar di lisan tidak membuahkan hal-hal tadi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pelajaran&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jika kita perhatikan dengan seksama apa yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim di atas, dapat kita simpulkan bahwa duduk di majelis ilmu yang membahas bagaimana mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya, bagaimana mengetahui secara detail hukum-hukum Allah berupa perintah dan larangan-Nya, itu semua termasuk dzikir. Bahkan jika sampai ilmu itu membuahkan seseorang bersegera taat pada Allah dan menjauhi larangan-Nya, itu bisa menjadi dzikir yang utama sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim sebagai fiqih akbar&lt;/EM&gt;. Namun jika sekedar mengilmuinya saja, itu pun sudah termasuk dzikir. Itu berarti bukan suatu hal yang sia-sia jika seseorang berlama-lama duduk di majelis ilmu untuk mendengarkan nasehat para ulama yang di mana di dalamnya dibahas hal yang lebih detail tentang Allah, dibahas pula berbagai perintah dan larangan-Nya. Ini sungguh merupakan dzikir yang amat utama.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Semoga Allah menganugerahkan pada kita semangat dan keistiqomahan untuk terus belajar dan tidak lalai dari dzikir pada-Nya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Panggang-Gunung Kidul, 20 Jumadal Ula 1432 H (23/04/2011)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-237439771999674691?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/237439771999674691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=237439771999674691&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/237439771999674691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/237439771999674691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/mengenal-jenis-dzikir.html' title='Mengenal Jenis Dzikir'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-3192466861880333165</id><published>2011-07-06T11:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T11:28:03.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terjemah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Lomba Terjemah Arab – Indonesia (Yogyakarta, Juli 2011)</title><content type='html'> Kategori Info Dauroh dan Kajian | 28-06-2011 | Belum ada komentar&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Lomba Terjemah Arab – Indonesia – Ma’had Umar bin Khattab Yogyakarta&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Teknis:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Tahap 1&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Peserta diberi soal berupa teks bahasa Arab untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia.Peserta dianjurkan untuk membawa kamus.Tujuh peserta yang hasil terjemahnya dinilai paling baik, akan dihubungi via sms / diumumkan di fanspafe Ma’had Umar bin Khaththab pada malam tanggal 5 Juli 2011 untuk mengikuti tahap 2.&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Tahap 2:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Peserta diberi soal berupa teks bahasa Arab untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia.Peserta tidak diizinkan untuk membawa kamus.Dua peserta yang hasil terjemahnya terbaik akan diumumkan langsung dan berhak mendapatkan hadiah.&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Hadiah: &lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Kitab Qoulul Mufid ‘ala Kitaabit tauhidKitab Jami’ul Ulum wal Hikam&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Pendaftaran:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;via sms ke 0852.2855.8344 (putra) 0857.4355.8784 (putri)format: Nama Lengkap_instansi/jurusan_GRATIS BIAYA PENDAFTARANPendaftaran terakhir 3 Juli 2011&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Perlombaan&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Tempat Perlombaan: Masjid Pogung Raya Yogyakarta&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Waktu Perlombaan&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Tahap I: 4 Juli 2011, pukul 09.00 – selesaiTahap II: 5 Juli 2011, pukul 09.00 – selesai&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Informasi:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Putra: 0852.2855.8344Putri: 0857.4355.8784&lt;P&gt;&lt;IMG class=alignnone title="Lomba Terjemah" alt="" src="/2443621015020558174460855151460771791346741777o.jpg" width=540 height=764&gt;&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-3192466861880333165?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/3192466861880333165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=3192466861880333165&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3192466861880333165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3192466861880333165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/lomba-terjemah-arab-indonesia.html' title='Lomba Terjemah Arab – Indonesia (Yogyakarta, Juli 2011)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1974258991162970377</id><published>2011-07-06T10:33:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T10:34:41.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanpa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bicara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahaya'/><title type='text'>Bahaya Bicara Agama Tanpa Ilmu</title><content type='html'> Kategori Akhlaq dan Nasehat | 29-06-2011 | 4 Komentar&lt;P&gt;Memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ????????? ????????? ????? ????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani]&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Alloh di dalam kitabNya, Al-Qur’anul Karim, dan disabdakan oleh RosulNya di dalam Sunnahnya. Oleh karena itulah termasuk kesalahan yang sangat berbahaya adalah berbicara masalah agama tanpa ilmu dari Alloh dan RosulNya.&lt;BR&gt;Sebagai nasehat sesama umat Islam, di sini kami sampaikan di antara bahaya berbicara masalah agama tanpa ilmu:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;1.Hal itu merupakan perkara tertinggi yang diharamkan oleh Allah.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Alloh Ta’ala berfirman:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;???? ???????? ??????? ??????? ???????????? ??? ?????? ??????? ????? ?????? ??????????? ??????????? ???????? ???????? ????? ?????????? ??????? ??? ???? ????????? ???? ?????????? ?????? ????????? ????? ????? ??? ??? ???????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)&lt;/EM&gt;” (Al-A’raf:33)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Syeikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz rohimahulloh berkata: “Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk perkara terbesar yang diharamkan oleh Allah, bahkan hal itu disebutkan lebih tinggi daripada kedudukan syirik. Karena di dalam ayat tersebut Alloh mengurutkan perkara-perkara yang diharamkan mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi.&lt;BR&gt;Dan berbicara tentang Alloh tanpa ilmu meliputi: berbicara (tanpa ilmu) tentang hukum-hukumNya, syari’atNya, dan agamaNya. Termasuk berbicara tentang nama-namaNya dan sifat-sifatNya, yang hal ini lebih besar daripada berbicara (tanpa ilmu) tentang syari’atNya, dan agamaNya.” [Catatan kaki kitab At-Tanbihat Al-Lathifah ‘Ala Ma Ihtawat ‘alaihi Al-‘aqidah Al-Wasithiyah, hal: 34, tahqiq Syeikh Ali bin Hasan, penerbit:Dar Ibnil Qayyim]&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;2. Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk dusta atas (nama) Allah.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ????????? ????? ?????? ?????????????? ????????? ????? ??????? ??????? ??????? ????????????? ????? ????? ????????? ????? ????????? ??????????? ????? ????? ????????? ??? ???????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung&lt;/EM&gt;. (QS. An-Nahl (16): 116)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;3.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan kesesatan dan menyesatkan orang lain.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ??????? ??? ???????? ????????? ??????????? ???????????? ???? ?????????? ???????? ???????? ????????? ???????? ???????????? ?????? ????? ???? ?????? ???????? ???????? ???????? ???????? ????????? ?????????? ??????????? ???????? ?????? ????????? ???????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain&lt;/EM&gt;. (HSR. Bukhari no:100, Muslim, dan lainnya)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa “Barangsiapa tidak berilmu dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan tanpa ilmu, dan mengqias (membandingkan) dengan akalnya, sehingga mengharamkan apa yang Alloh halalkan dengan kebodohan, dan menghalalkan apa yang Allah haramkan dengan tanpa dia ketahui, maka inilah orang yang mengqias dengan akalnya, sehingga dia sesat dan menyesatkan. (Shahih Jami’il Ilmi Wa Fadhlihi, hal: 415, karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, diringkas oleh Syeikh Abul Asybal Az-Zuhairi)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;4.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan sikap mengikuti hawa-nafsu.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Imam Ali bin Abil ‘Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata: “Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirman:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;?????? ??????? ??????? ???????? ??????? ???????? ????? ????? ?????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun &lt;/EM&gt;(Al-Qashshash:50)” (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;5.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan sikap mendahului Allah dan RasulNya.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Allah berfirman:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;??????????? ????????? ????????? ??? ??????????? ?????? ?????? ????? ??????????? ?????????? ????? ????? ????? ??????? ????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;/EM&gt; (QS. Al-Hujuraat: 1)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rohimahulloh berkata: “Ayat ini memuat adab terhadap Alloh dan RosulNya, juga pengagungan, penghormatan, dan pemuliaan kepadanya. Alloh telah memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman, dengan konsekwensi keimanan terhadap Alloh dan RosulNya, yaitu: menjalankan perintah-perintah Alloh dan menjauhi larangan-laranganNya. Dan agar mereka selalu berjalan mengikuti perintah Alloh dan Sunnah RosulNya di dalam seluruh perkara mereka. Dan agar mereka tidak mendahului Alloh dan RosulNya, sehingga janganlah mereka berkata, sampai Alloh berkata, dan janganlah mereka memerintah, sampai Alloh memerintah”. (Taisir Karimir Rahman, surat Al-Hujurat:1)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;6.Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu menanggung dosa-dosa orang-orang yang dia sesatkan.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah orang sesat dan mengajak kepada kesesatan, oleh karena itu dia menanggung dosa-dosa orang-orang yang telah dia sesatkan. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;???? ????? ????? ????? ????? ???? ???? ????????? ?????? ??????? ???? ???????? ??? ???????? ?????? ???? ??????????? ??????? ?????? ????? ????? ????????? ????? ???????? ???? ????????? ?????? ?????? ???? ???????? ??? ???????? ?????? ???? ?????????? ???????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun&lt;/EM&gt;. (HSR. Muslim no:2674, dari Abu Hurairah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;7.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu akan dimintai tanggung-jawab.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ?????? ??? ?????? ???? ???? ?????? ????? ????????? ??????????? ???????????? ????? ??????????? ????? ?????? ??????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya&lt;/EM&gt;. (QS. Al-Isra’ : 36)&lt;BR&gt;Setelah menyebutkan pendapat para Salaf tentang ayat ini, imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Kesimpulan penjelasan yang mereka sebutkan adalah: bahwa Alloh Ta’ala melarang berbicara tanpa ilmu, yaitu (berbicara) hanya dengan persangkaan yang merupakan perkiraan dan khayalan.” (Tafsir Al-Qur’anul Azhim, surat Al-Isra’:36)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;8.Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Syeikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami menyatakan: “Fashal: Tentang Haramnya berbicara tentang Allah tanpa ilmu, dan haramnya berfatwa tentang agama Allah dengan apa yang menyelisihi nash-nash”. Kemudian beliau membawakan sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya adalah firman Allah di bawah ini:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ????? ??????? ????? ??????? ????? ????????????? ???? ?????????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir&lt;/EM&gt;. (QS. 5:44)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;9.Berbicara agama tanpa ilmu menyelisihi jalan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rohimahulloh menyatakan di dalam aqidah Thahawiyahnya yang masyhur: “Dan kami berkata: “Wallahu A’lam (Allah Yang Mengetahui)”, terhadap perkara-perkara yang ilmunya samar bagi kami”. [Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393]&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;10.Berbicara agama tanpa ilmu merupakan perintah syaithan.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Allah berfirman:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;???????? ??????????? ?????????? ?????????????? ????? ????????? ????? ????? ??? ??? ???????????&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui.&lt;/EM&gt; (QS. 2:169)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Keterangan ini kami akhiri dengan nasehat: barangsiapa yang ingin bebicara masalah agama hendaklah dia belajar lebih dahulu. Kemudian hendaklah dia hanya berbicara berdasarkan ilmu. Wallohu a’lam bish showwab. Al-hamdulillah Rabbil ‘alamin.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penulis: Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1974258991162970377?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1974258991162970377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1974258991162970377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1974258991162970377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1974258991162970377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/07/bahaya-bicara-agama-tanpa-ilmu.html' title='Bahaya Bicara Agama Tanpa Ilmu'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-8271261046400267194</id><published>2011-06-09T04:06:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T04:06:00.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepotong'/><title type='text'>Kisah Umar dan Sepotong Kain</title><content type='html'> &lt;P&gt;Ada sebuah kisah tentang seseorang yang bekerja di sebuah instansi negara di negeri ini. Ketika baru beberapa pekan dia bekerja di instansi tersebut, ia ditegur oleh atasannya karena yang bersangkutan memakai celana sedikit di atas mata kaki. Hanya beberapa centimeter saja di atas mata kaki. Sang atasan memanggil yang bersangkutan karena karyawan-karyawan lainnya mulai banyak membicarakan yang bersangkutan. Oleh atasannya, orang itu ditanya dengan sopan,”Kenapa mas fulan memakai celana yang sepertinya di atas mata kaki yang orang-orang menyebutnya celana ngatung?”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Seseorang tersebut pun tersenyum mendengar pertanyaan dari atasannya. Ia kemudian menjelaskan sedikit demi sedikit alasannya kenapa ia mengenakan celana yang sedikit sekali di atas mata kaki. Mendengar penjelasan orang itu, sang atasan pun memaklumi dan menasehatkan agar mempertahankannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sekitar ribuan tahun silam, ada kisah menarik tentang sepotong kain di zaman Umar bin Khattab RA mendekati ajal. Ketika itu, Umar bin Khattab RA berada di hari menjelang kematiannya. Keadaan Umar benar-benar berada dalam keadaan yang parah dan kepayahan. Sampai-sampai ada sebagian kaum muslimin yang berkata, "Aku khawatir ia akan tewas."&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah itu, dibawakanlah kepada Umar minuman nabidz&lt;/EM&gt; agar diminum oleh beliau.  Beliau pun langsung meminumnya, namun minuman tersebut keluar kembali dari lubang tikaman di perutnya.&lt;BR&gt;Kemudian dibawakan kepada beliau susu dan beliau pun meminumnya. Lagi-lagi, susu tersebut juga keluar dari perutnya yang ditikam. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam kondisi Umar yang seperti itu, tiba-tiba datang seorang pemuda dan berkata kepada beliau “Bergembirahlah wahai amirul mu’minin dengan berita gembira dari Allah untukmu, engkau adalah sahabat Rasulullah, pendahulu Islam, engkau adalah pemimpin dan engkau berlaku adil, kemudian engkau diberikan Allah syahadah (mati syahid)," Umar lalu menjawab “Aku berharap seluruh perkara yang engkau sebutkan tadi cukup untukku, tidak lebih ataupun kurang." Tatkala pemuda itu berbalik ternyata pakaiannya terjulur hingga menyentuh lantai (bahasa kerennya isbal_pen). &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Umar lantas memanggil pemuda itu dan berkata, “Wahai saudaraku, angkatlah pakaianmu! Sesungguhnya hal itu akan lebih bersih bagi pakaianmu dan lebih menaikkan ketaqwaanmu kepada Rabbmu”, [Lihat kisahnya di Al-Bidayah Wan Nihayah tulisan Ibnu Katsir].&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Di tengah keadaan yang cukup kepayahan menjelang sakaratul maut, Umar masih sempat mengingatkan seorang pemuda tentang gaya pakaiannya. Terdenger remeh memang, tetapi hikmahnya adalah betapa Umar RA tidak pernah menganggap remeh setiap permasalahan pun. Atau justru sebaliknya, justru itulah pesan Umar terakhir yang penting karena biasanya orang banyak berpesan hal-hal yang penting menjelang kematiannya. Barangkali di mata Umar, persoalan pakaian bukanlah persoalan remeh temeh namun juga tetap penting dan perlu diperhatikan. Wallahu a'lam&lt;/EM&gt;.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Ahmed Fikreatif&lt;/STRONG&gt; (Blogger/Narablog)&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-8271261046400267194?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/8271261046400267194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=8271261046400267194&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8271261046400267194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8271261046400267194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/kisah-umar-dan-sepotong-kain.html' title='Kisah Umar dan Sepotong Kain'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7548681842447858548</id><published>2011-06-09T04:05:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T04:05:00.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qoidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembuka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INSPIRE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Artikel Pembuka di Majalah Al Qoidah Terbaru INSPIRE 5</title><content type='html'> &lt;P&gt;Berikut merupakan isi dari artikel pembuka majalah Online milik Al Qoidah berjudul INSPIRE yang kini sudah memasuki edisi ke 5. Majalah tersebut dapat didownload secara luas di internet, siapa saja bisa mengunduh dan membaca, jadi bukan merupakan hal kriminal jika anda mengunduh atau membaca artikel-artikel dalam majalah Online tersebut.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;FOKUS UNJUK RASA&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Musim Semi 2011&lt;/P&gt; &lt;IMG alt="" align=left src="/Egypt20Riot.jpg"&gt;&lt;P&gt;Sampul edisi kali ini adalah tentang gelombang Tsunami perubahan yang melanda dunia Arab. Dengan tiadanya para raja lalim, ummat akan bersuara, dan ketika hal itu terjadi, maka ia pun akan menggemakan: Di sini kita mulai dan di al-Aqsa kita akan bertemu. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penghalang terbesar antara mujahidin dengan pembebasan al-Aqsa adalah para penguasa tiran. Kini, setelah antek-antek Amerika dan Israel tersingkirkan satu demi satu, besar harapan kami akan semakin lempangnya jalan antara kami dengan al-Aqsa. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pembebasan Palestina tidak akan terwujud dengan keberadaan orang-orang macam Raja Abdullah di Timur, Hosni Mubarak di Barat dan al-Saud di Selatan. Setelah Hosni hengkang, kini kita dengar Imam sholat Jum’at berdoa: “Ya Allah ijinkanlah kami bertemu di al-Aqsa,” dan jutaan orang di Tahrir Square menggemakan satu suara: Âmîn. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Isu Palestina sangat penting bagi ummat Islam dan sekarang saat massa telah bersuara, tidak diragukan bahwa ia akan kembali ke garis terdepan. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Antek-antek Barat tengah berkemas pergi, isu Palestina akan kembali semarak, khotbah-khotbah tentang jihad untuk membela ummat Islam akan terdengar secara umum dalam masyarakat yang telah membebaskan dirinya dari para tiran, dan kami berdoa agar tindakan-tindakan keamanan bersenjata berat yang ditimpakan oleh raja-raja lalim tersebut demi mengamankan Amerika dan sekutunya serta untuk selalu meneror rakyatnya akan berakhir. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Barat telah menyatakan secara publik dukungannya terhadap revolusi massa tersebut. Namun, apakah mereka sungguh-sungguh? Atau karena mereka tidak menyadari realitas yang sesungguhnya terjadi? Ataukah hanya lantaran mereka harus bergabung dengan khalayak? &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Barat juga berkeyakinan bahwa revolusi akan menjadi sesuatu yang buruk bagi al Qaeda. Bukan ini masalahnya. Apa sebabnya kebebasan yang diberikan kepada rakyat menjadi sesuatu yang buruk bagi al Qaeda? Bila kebebasan begitu buruk bagi al Qaeda, bagaimana mungkin Barat menerapkan larangan terhadap kebebasan berekspresi ketika ia dihubungkan dengan pesan mujahidin? Mengapa Barat melarang tersebarnya buku-buku dan pembicaraan tentang kepemimpinan al Qaeda dan di beberapa Negara ia menganggap kepemilikan atas materi semacam ini menjadi tindak kejahatan? Mengapa Amerika meminta situs seperti YouTube supaya menghapus ceramah-ceramah Syaikh Anwar al-Awlaki? &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pernyataan lain yang tengah dipaksakan para pemimpin Barat adalah bahwa karena unjuk rasa di Mesir dan Tunisia adalah protes yang damai, mereka menyangka al Qaeda – yang menyerukan perjuangan bersenjata – telah salah. Ini adalah satu kekeliruan. Al Qaeda tidak menentang perubahan regim melalui unjuk rasa melainkan menentang gagasan bahwa perubahan hanya dapat dilakukan melalui cara-cara damai dengan tidak menyertakan penggunaan kekuatan. Kenyataannya, Syaikh Ayman al-Zawahiri berbicara mendukung unjuk rasa yang melanda Mesir pada tahun 2007 lalu dan beliau menyinggung fakta bahwa meski unjuk rasa tersebut mungkin berlangsung damai, rakyat perlu mempersiapkan diri secara militer. Akurasi pandangan ini terbukti dengan bergulirnya peristiwa di Libya. Bila para pengunjuk rasa di Libya tidak punya fleksibilitas untuk menggunakan kekuatan ketika diperlukan, maka pemberontakan pun akan dilibas. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Menurut kami, revolusi yang tengah mengguncang singgasana para diktator itu baik bagi orang-orang Islam, baik bagi mujahidin dan buruk bagi imperialis Barat dan cecunguk-cecunguk mereka di dunia Islam. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kami sangat optimis dan punya harapan besar terhadap apa yang akan terjadi. &lt;/P&gt;&lt;BR&gt;&lt;STRONG readability="2"&gt;Yahya Ibrahim &lt;P&gt;Inspire Spring 1431 2011 Issue 5&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7548681842447858548?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7548681842447858548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7548681842447858548&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7548681842447858548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7548681842447858548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/artikel-pembuka-di-majalah-al-qoidah.html' title='Artikel Pembuka di Majalah Al Qoidah Terbaru INSPIRE 5'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-5757288112024633122</id><published>2011-06-09T04:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T04:03:00.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebagai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terakhir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad'/><title type='text'>Nabi Muhammad SAW Sebagai Nabi Terakhir</title><content type='html'> Sebagai seorang Muslim, diantara doktrin yang wajib dipegang dan dijunjung tinggi adalah mengimani risalah nabi Muhammad saw. Doktrin/Keyakinan yang merupakan bagian dari aqidah islam ini yang sangat prinsip dan tidak bisa ditawar-tawar. Mustahil seseorang disebut sebagai Muslim, bila mengingkari nabi Muhammad saw.&lt;/P&gt;Meyakini kerasulan dan kenabian nabi saw menuntun seorang Muslim untuk bersikap bagaimana seharusnya. Seorang Muslim wajib meyakini bahwa beliau saw adalah nabi Alloh, rasul dan hamba-Nya yang terpilih. Seutama-utama beliau, beliau adalah manusia, bukan malaikat apalagi Tuhan. Beliau makan, minum, tidur, menikah, bercanda, bersedih, marah, dan berjalan di pasar. Beda antara kita dengan beliau adalah risalah kenabian yang diterimanya.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;???? ???????? ????? &lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;?????? ?????????&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;? ?????? ??????? ???????? ?????????? ?????? ???????&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;” Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". (QS. Alkahfi 110)&lt;/P&gt;Kini banyak faham dan pemikiran menyimpang di tengah-tengah kita. Faham atau pemikiran menyimpang itu menjerumuskan seseorang ke dalam kesesatan. Lebih berbahaya lagi, pemikiran sesat itu banyak diekspos dan disebarluaskan melalui media cetak dan televisi. Bahkan, disponsori dan didukung oleh orang cerdik pandai, bukan orang bodoh atau awam.&lt;/P&gt;Di antara faham sesat yang menghantui ummat islam adalah masalah menyikapi kerasulan Muhammad saw.&lt;/P&gt;Setidaknya ada 2 faham sesat yang sudah pasti menyimpang dalam masalah ini:&lt;/P&gt;Pertama: Nabi Muhammad adalah seorang Nabi tapi tetap manusia biasa, berarti dia tidak sempurna dan bisa dikritisi.&lt;/P&gt;Faham ini dimotori oleh para orientalis barat, yaitu orang-orang kafir yang belajar islam. Anehnya, sebagian orang islam menelan mentah-mentah faham ini. Mereka adalah orang-orang yang terkontaminasi virus liberalisme dan sekulerisme. Kata mereka, konsekuensi dari kemanusiaan nabi, tidak mustahil beliau keliru dalam menyampaikan wahyu Alloh. Bisa karena lupa atau salah ijtihad. Oleh karenanya, semua yang diriwayatkan dari beliau boleh diterima atau ditolak, bahkan dikritik sekalipun. Semua itu sah-sah saja. Menerima sepenuhnya sabda nabi menurut mereka, sama saja dengan mengkultuskan beliau. Padahal itu tidak boleh.&lt;/P&gt;Betapa bodohnya mereka ini, padahal jelas sekali dalam surat Al-Kahfi di atas, bahwa memang betul nabi adalah manusia biasa. Tapi ingat, beliau adalah manusia yang diberi wahyu. Beliau berprilaku semata-mata atas bimbingan wahyu tersebut. Pun seandainya beliau keliru bersikap, sudah pasti akan langsung ditegur oleh Alloh SWT. Bukankah seorang atasan akan menegur bawahannya bila tidak serius bekerja. Seorang guru menegur anak didiknya yang malas belajar. Hal semacam ini diterima oleh akal sehat. Teguran Alloh kepada nabi saw merupakan bukti kemaksuman beliau. Bahwa beliau dijaga oleh Alloh dari kesalahan, seperti koreksi Alloh saat nabi saw tidak menerima Abdulloh ibnu Maktum yang buta dengan baik, tapi lebih melayani pemuka Quraish. Asumsi beliau, jika pemuka quraish itu masuk Islam tentu itu lebih menguntungkan. Lalu turunlah surat Abasa&lt;/EM&gt; yang langsung menoreksi kekhilafan beliau.&lt;/P&gt;Kedua, meyakini ada Nabi setelah nabi Muhammad saw.&lt;/P&gt;Faham ini sangat berbahaya, karena menentang ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits nabi saw. Kaum Muslimin seantereo jagad pun sudah bersepakat bahwa Muhammmad saw adalah nabi dan rasul terakhir.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;??? ????? ????????? ????? ?????? ???? ??????????? ???????? ??????? ??????? ????????? ????????????? ??????? ??????? ??????? ?????? ????????&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;” Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab 40)&lt;/P&gt;? ??? ????? ?? ???? ?????? ?????? ???? ???? ??? ???, ? ??? ???? ??????? ?? ??? ???? &lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;“&lt;/STRONG&gt;Dan sesungguhnya akan muncul dari ummatku 30 orang pendusta semuanya mengaku nabi, dan aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.” (HR. Muslim)&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;?? ??????? ??????? ?? ??????? ??? ???? ???? ??? ???&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;“&lt;/STRONG&gt;Sesungguhnya risalah dan kenabian telah terputus, maka tiada nabi dan rasul sesudahku” (HR. Ahmad)&lt;/P&gt;Dalam Tafsir Al-Qur’anil Adzim, Al-Imam Ibnu Katsir menegaskan bahwa hadits yang membahas masalah ini sangat banyak. Diantara nikmat Alloh bagi para hamba-Nya adalahdiutusnya Muhammad saw kepada mereka. Kemudian di antara kemuliaan nabi kata beliau, ditutupnya pintu kenabian dan kerasulan dengannya, disempurnakan agama ini baginya. Sudah banyak bukti bahwa tiada nabi sesudah beliau. Ketahuilah, siapapun yang mengaku-ngaku dirinya memperoleh kedudukan itu, dia jelas-jelas adalah pembohong besar, dan Dajjal yang sesat lagi menyesatkan.&lt;/P&gt;Amatlah benar nubuat dari Rasulullah saw. Sejak dulu hingga sekarang banyak orang mengaku berpangkat nabi. Terhitung dari Musailimah Al-Kazzab hingga Ahmad musoddeq si pelatih bulutangkis. Ada juga wanita mengaku nabi seperti Lia eden alias Lia aminuddin. Sekarang juga tengah ribut-ribut urusan Ahmadiyah. Sekte yang disesatkan oleh semua otoritas ulama di negara-negara Muslim, bahkan dilarang berhaji oleh Kerajaan Saudi.&lt;/P&gt;Mirza Ghulam Ahmad, kelahiran Qadian-India 13 Februari 1835, mengaku menerima suara dari langit pada bulan Maret 1882 yang menyatakan diangkatnya Mirza Ghulam sebagai "Ma'mur Minallah" atau "Utusan Allah" dan mengklaimkan diri pula sebagai seorang Mujaddid (pembaharu agama), yang dilanjutkan pada awal tahun 1891 Mirza Ghulam Ahmad mendakwakan bahwa dirinya telah diangkat oleh Allah Swt sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau'ud atau Isa yang dijanjikan. &lt;BR&gt;(Sumber : http://thewww.com/ahmadina/sejarah.htm yang saat ini sudah blank)&lt;/P&gt;&lt;BR&gt;Selain itu juga ia mengaku dirinya sebagai seorang Juru Selamat dari umat Budha (Reinkarnasi Budha), umat Hindu (Kalky Authar), umat Kong Hu Chu, umat Zoroaster dan tentu saja umat Kristen berdasarkan klaim datangnya Jesus untuk mendekatkan kerajaan langit dan bumi.&lt;/P&gt;Akidah Islam jelas, nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir, titik. Tidak ada nabi setelah beliau, baik itu yang membawa syariat atau bukan. Kendatipun Nabi isa as kelak akan turun di akhir zaman, hal itu bukan berarti beliau nabi yang terakhir. Sebab beliau membawa risalah Islam dan dahulu beliau diutus sebelun Nabi saw, hanya saja beliau diangkat oleh Alloh ke langit.&lt;/P&gt;Dalam menyikapi faham dan pemikiran sesat semacam ini perlu ditempuh cara-cara yang bijak dan dialogis, menyeru dengan hikmah dan mauizah hasanah. Biarkanlah aparat pemerintah yang menyelesaikan. Namun, ummat harus selalu waspada dan mawas diri. Kaum Muslimin boleh-boleh saja protes selama itu dalam koridor syar’i. Masyarakat diharapkan menghindari prilaku anarkhis atau kekerasan karena bisa mendatangkan mudarat lain yang tidak kalah besar. Ummat islam yang membela akidahnya malah dituduh pembuat onar dan difitnah bermacam-macam.  Hadanallohu wa iyyakum ajmain.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Oleh: Habib Ziadi, S.PdI&lt;BR&gt;Pengasuh Ponpes Daerul Muhibbin NW Mispalah Praya LOTENG NTB&lt;/STRONG&gt; &lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-5757288112024633122?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/5757288112024633122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=5757288112024633122&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5757288112024633122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5757288112024633122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/nabi-muhammad-saw-sebagai-nabi-terakhir.html' title='Nabi Muhammad SAW Sebagai Nabi Terakhir'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-5514026913523543005</id><published>2011-06-09T04:01:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T04:01:00.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saudi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menarik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rezim'/><title type='text'>9 Fakta Menarik Rezim Kerajaan Arab Saudi</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/saudisrael.jpg"&gt;Mengapa Saudi sangat membatasi gerakan-gerakan Islam bahkan boleh dibilang memberangusnya? Ada beberapa fakta yang menarik tentang Arab Saudi:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;1. Rezim Saudi, seperti juga sebagian besar negara-negara Arab lainnya, adalah pemerintahan yang menyatukan antara yang benar (haqq) dan salah (batil). Aspek Haqq Saudi hanya bisa kita lihat dari simbol-simbol yang mereka pakai; bendera Saudi, klaim negara Islam, dan penerapan Syariah. Namun, di balik itu sebenarnya Saudi juga tak berbeda dengan negara sekuler lainnya. &lt;P&gt;2. Beberapa tahun sebelumnya, Saudi menggandeng Inggris untuk sama-sama memberantas gerakan Ikhwan di negaranya itu. Seorang anggota kerajaan pernah mengungkapkan hal ini. Sekarang, bukan rahasia lagi kalau Saudi akrab dengan AS. AS sudah dijadikan sebagai pelindung Saudi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;3. Komite Tetap Saudi (al-Lajnah ad-Da'imah) mengeluarkan fatwa: “Siapapun yang tidak membedakan antara Yahudi dan Kristen dan orang kafir lainnya dengan bangsa Muslim kecuali karena kebangsaannya, dan menganggap semua penguasa sama, maka dia adalah kafir.” Sebuah fatwa yang sesungguhnya membuat banyak orang berkerut dahi, namun efektif dalam meredam masyarakat Saudi. Karena, bukankah pemerintah Saudi sendiri persis seperti itu?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;4. Perempuan Saudi tidak boleh menikah dengan laki-laki yang bukan dari Saudi. Dan seorang laki-laki Saudi tidak boleh menikah di luar Saudi kecuali sudah memenuhi persyaratan umur. Sebuah peraturan yang dibuat-buat karena Islam sendiri tidak cupat seperti ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;5. Ribuan orang terbantai di negara-negara Muslim di wilayah Arab, tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah dan rezim Saudi? Tidak ada. Rezim Saudi hanya menyuruh para Syeikh-nya untuk berdoa untuk umat Islam, dan masyarakatnya dianjurkan untuk mengumpulkan dana bantuan yang disebarkan ke seluruh dunia, utamanya untuk pembangunan masjid. Maka jangan heran, jika di sebuah pelosok terpencil di Indonesia misalnya, bisa ada sebuah masjid besar yang megah dengan tulisan di peresmiannya: "Sumbangan dari (kerajaan) Saudi..."&lt;/P&gt;&lt;P&gt;6. Saudi membangun hubungan diplomatik dan non-diplomatik dengan negara-negara yang jelas telah membantai umat Islam dalam jumlah yang luar biasa banyak. Dalam hal ini yang mempunyai hubungan harmonis dengan Saudi adalah India, Russia, Filipina, Amerika (tentu saja!), Cina, dan Israel.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;7. Amerika mempunyai basis militer di Saudi, dan pemerintah Saudi melarang rakyatnya yang mendoakan keburukan untuk Amerika di masjid-masjid di negara itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;8. Rezim Saudi juga membantu dan mendirikan saluran-saluran TV yang banyak sekali saat ini. Selain TV, mereka juga membantu pendanaan media-media internasional.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;9. Keluarga kerajaan Saudi tidak boleh dihina oleh siapapun.&lt;BR&gt;Jika ada yang melakukannya, maka akan dikenakan hukuman yang berat, bahkan dihukum mati. Tapi pemerintah Saudi tidak peduli kepada para pelaku yang menghina Allah dan agamaNya. Misalnya saja, seorang Saudi zindiq, Turki al-Hamd menulis sebuah buku berjudul “al-Karadeeb” dan di dalamnya terdapat kalimat “Jadi, Allah dan setan adalah dua wajah dengan satu penemuan”, tidak dikenakan hukuman apapun, dan bukunya yang penuh dengan cerita kekafiran beredar bebas di negara itu.&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-5514026913523543005?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/5514026913523543005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=5514026913523543005&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5514026913523543005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5514026913523543005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/9-fakta-menarik-rezim-kerajaan-arab.html' title='9 Fakta Menarik Rezim Kerajaan Arab Saudi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-4842423379070701499</id><published>2011-06-09T03:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:59:00.836-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bendera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hormat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemain'/><title type='text'>Kisah Pemain NBA Mualaf Yang Anti Hormat Bendera</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/chriswaynejackson.jpg" width=393 height=284&gt;Tanggal 12 Maret 1996, seakan menjadi sejarah kelam dalam karir Chris Wayne Jackson sebagai seorang pebasket profesional. Pada tanggal tersebut hampir lima belas tahun lalu, Jackson mendapat sanksi larangan bertanding dari NBA, Asosiasi Bola Basket Amerika Serikat. Hukuman ini dikenakan kepada Jackson karena ia tidak bersedia untuk berdiri ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat, The Star Spangled Banner dinyanyikan sesaat sebelum pertandingan dimulai. Ketika itu ia memperkuat Denver Nuggets.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Saat itu Jackson beranggapan hal ini (berdiri, red) tidak pantas dilakukan, karena menurutnya bendera Amerika Serikat adalah simbol penindasan. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sendiri mempunyai sejarah tirani yang panjang dan tidak sesuai dengan keyakinannya sebagai seorang muslim.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sontak, tindakan Jackson yang dinilai kontroversial ini pun menuai protes dari publik Negeri Paman Sam yang berujung pada sanksi larangan bertanding dari NBA. Tapi hukuman skors tersebut hanya berlangsung satu pertandingan. Dua hari kemudian sanksi tersebut dicabut. NBA pun membuat kesepakatan dengan pebasket berdarah Afro-Amerika ini. Sesuai dengan isi kesepakatan tersebut, Jackson tetap harus berdiri pada saat lagu kebangsaan dinyanyikan, tetapi ia diperbolehkan untuk menundukkan kepala dan memejamkan matanya. Abdul-Rauf mengatakan pada saat seperti itu, ia memanjatkan doa.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Selang tiga belas tahun kemudian, dalam sebuah kesempatan saat tengah memberikan ceramah di sebuah masjid di Gulfport, Mississippi, dengan tegas Jackson mengungkapkan bahwa sikapnya tersebut adalah pengejewantahan dari agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari. ''Saya memanfaatkan kontroversi itu sebagai alat untuk menjelaskan pada orang lain tentang agama saya,'' tukasnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Chris Wayne Jackson lahir di Gulfport pada tanggal 9 Maret 1969. Ia adalah pemain basket NBA di era 90-an. Di masa lalu, Jackson merupakan salah satu point guard paling jempolan. Ia lahir dan dibesarkan di tengah keluarga pemeluk Kristen. Ia mengganti namanya menjadi Mahmoud Abdul-Rauf pada saat ia pindah agama dan memeluk Islam pada tahun 1991.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebelum terjun ke NBA, Jackson memperkuat tim basket tempatnya berkuliah di Lousiana State University (LSU). Bersama tim basket kampusnya ini Jackson memiliki karir basket yang cemerlang. Hal ini pula lah yang kemudian mendorong Denver Nuggets, salah satu tim basket profesional NBA, merekrutnya pada tahun 1990. Sejak saat itu karirnya sebagai pemain basket profesional dimulai.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Abdul-Rauf bisa dikatakan sebagai pemain terbaik di klub bakset yang berbasis di Denver, Colorado ini. Ia memperkuat Denver Nuggets hingga musim kompetisi 1995-1996. Pada musim kompetisi 1992-1993, Abdul-Rauf menyabet gelar The Most Improved Player Award, sebuah penghargaan yang diberikan kepada pemain yang dianggap telah menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari musim sebelumnya. Saat memperkuat Denver Nuggets ia juga pernah memimpin NBA dalam kategori persentase tembakan bebas (free-throw) terbaik dalam satu musim pada tahun 1994 dan 1996. Ia memiliki rekor 19.2 poin dan 6.8 assist per game pada musim 1995-1996.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Walau akhirnya hukuman larangan bermainnya tersebut dicabut dan hanya diganti dengan larangan bermain sebanyak satu kali pertandingan, tapi tak ayal ia kemudian menjadi pemain paling dibenci di AS. Karir basketnya di AS terancam. Terbukti, tak lama berselang setelah kontroversi lagu kebangsaan Amerika Serikat, Denver Nuggets pun mengakhiri kontraknya dengan Abdul-Rauf. Namun Abdul Rauf tak bergeming dengan keyakinan dan kebiasaannya tersebut.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Meninggalkan NBA&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah tidak lagi memperkuat Nuggets, ia sempat bermain untuk tim basket NBA lainnya, Sacramento Kings, sebelum akhirnya ia benar-benar meninggalkan ajang kompetisi bola basket profesional di Amerika Serikat ini. Ia memperkuat Sacramento hanya selama dua musim (1996 hingga 1998).  &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Selepas meninggalkan ajang kompetisi NBA, Abdul-Rauf melanglang buana dari satu klub ke klub basket lainnya. Ia pernah bermain untuk klub basket asal Turki, Fenerbahce selama satu musim (1998-1999). Setelah itu ia sempat vakum selama satu musim, baru kemudian ia bermain basket lagi bersama Vancouver Grizzlies, klub basket asal Kanada selama musim 2000-2001. Setelah kontraknya dengan Vancouver Grizzlies tidak diperpanjang, ia memilih untuk berhenti sejenak dari arena basket selama dua musim (2001-2003).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pada tahun 2003 Abdul-Rauf mengikat kontrak dengan tim basket Rusia, Ural Great Perm, selama satu musim. Setelah itu kemudian ia berturut-turut bermain untuk klub basket asal Italia Sedima Roseto (2004-2005); klub basket Yunani Aris Thessaloniki (2006-2007); klub basket Arab Saudi Al-Ittihad (2008-2009); dan klub basket Jepang Kyoto Hannaryz (2009-2010).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah malang melintang di berbagai ajang kompetisi basket dunia, Abdul-Rauf masih menyimpan keinginan untuk bisa kembali bermain di ajang kompetisi NBA. ''Mungkin saja saya dapat kembali tampil di Amerika Serikat. Pintu mungkin sudah tertutup tapi NBA tak hanya ada di kota dan saya ingin menggunakan talenta yang diberikan Tuhan meski saya hanya bermain di Timbuktu,'' ujar Abdul Rauf seperti dikutip yahoosports awal April 2010.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Keputusannya untuk meninggalkan kompetisi basket NBA, membawa perubahan besar dalam diri Mahmoud Abdul-Rauf. Secara perlahan, ia mulai berkecimpung dalam kegiatan dakwah. Ia membangun sebuah masjid di kota kelahirannya di Gulfport, Mississippi. Bahkan ia pun menjadi imam di masjid tersebut. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Abdul-Rauf berharap, keberadaan bangunan masjid ini akan membawa dampak positif pada generasi muda di Gulfport yang dikenal sangat dekat dengan obat-obatan dan tindak kriminal. Ia pun kerap menyelenggarakan acara yang melibatkan kaum remaja di Gulfport. ''Ilmu pengetahuan bisa membuat seorang budak menjadi raja,'' itulah nasehat yang kerap disampaikan Abdul-Rauf kepada para remaja muslim di lingkungannya. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam setiap ceramahnya, ia juga berpesan pada generasi muda muslim ini untuk menegakkan Islam dimana pun mereka berada dan menuntut ilmu sebanyak mungkin. ''Kita senantiasa melihat pendidikan sebagai bekal untuk mencari kerja demi keamanan finansial. Tapi kita melupakan tujuan utama pendidikan yang seharusnya menjadi bekal bagi seseorang agar bisa bertahan dalam kehidupan,'' ujarnya.&lt;BR&gt;Ia membandingkan pendidikan Barat yang berbasis sekularisme, memisahkan antara negara dengan agama. Menurutnya, pendidikan dalam Islam harus mencakup segala aspek kehidupan. ''Umat Islam tidak bisa menyingkirkan agamanya ke dalam 'kloset','' kata Abdul-Rauf.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Abdul-Rauf juga menguraikan hasil studi yang dilakukan oleh para profesor di Universitas Harvard dan Universitas Yale. Hasil studi itu menunjukkan bahwa anak-anak Afrika memiliki bakat lebih cepat menangkap pelajaran. ''Sejarah membuktikan bahwa orang-orang Afrika dan Muslim adalah para penemu disiplin ilmu modern seperti aljabar dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya,'' tuturnya.[muslimdaily.net/rpk]&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-4842423379070701499?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/4842423379070701499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=4842423379070701499&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4842423379070701499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4842423379070701499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/kisah-pemain-nba-mualaf-yang-anti.html' title='Kisah Pemain NBA Mualaf Yang Anti Hormat Bendera'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-6088373538377039155</id><published>2011-06-09T03:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:57:00.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imron'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muqoddimah'/><title type='text'>Tafsir Al Azhar: Muqoddimah Tafsir Surat Ali Imron</title><content type='html'> Muqoddimah Tafsir Surat Ali Imron&lt;BR&gt;oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA*&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tentang surat Ali Imran atau keluarga Imran, pendapat ahli-ahli tafsir sama, bahwa dia diturunkan seluruhnya di Madinah. Yang harus menarik perhatian kita ialah dari ayat 1 sampai ayat 63 diturunkan berkenaan dengan datangnya perutusan kaum Nasrani dari Najran, 60 orang banyaknya, diantaranya adalah 14 orang yang termasuk pemuka-pemuka dan pimpinan-pimpinan agama. &lt;BR&gt;Lantaran itu dapatlah kita lihat, bahwa jika dalam surat al-Baqarah lebih banyak pembahasan soal-soal agama dihadapkan kepada orang-orang Yahudi (Bani Israil), maka pada surat Ali Imran banyak dipersoalkan perbandingan dengan kepercayaan agama Nasrani (Kristen), sehingga sempat membicarakan kesucian Maryam dan kelahiran Isa Almasih as. Menurut riwayat, perutusan Nasrani Najran itu datang ke Madinah ialah pada tahun ke 9 Hijriyah, artinya sesudah Makkah ditaklukkan dan Islam telah terbentuk menjadi suatu kekuatan besar yang diakui oleh seluruh bangsa Arab dan kerajaan-kerajaan tetangganya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Maka apabila kita perhatikan kedua surat ini, Ali Imran dan al-Baqarah , nampaklah oleh kita bahwasanya keadaannya sambung-bersambung, lengkap–melengkapi. Misalnya di permulaan al-Baqarah disebut bahwa tiang yang penting di dalam menegakkan takwa ialah percaya kepada apa yang diturunkan kepada engkau dan kepada yang diturunkan sebelum engkau." (al-Baqarah ayat 3), kelak pada Ali Imran ditegaskan bahwa Tuhan menurunkan kepada engkau sebuah kitab dengan kebenaran, yang membenarkan isi kitab yang ada di hadapannya dan Tuhan yang menurunkan Taurat dan Injil. Pada al-Baqarah disebut macam­macam manusia yang beriman, yang kafir dan yang munafik, sedang pada Ali Imran disebut orang-orang yang mengikuti bunyi ayat yang mutasyabih karna hendak mencari fitnah. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pada al-Bagarah dikemukakan asal-mula kejadian Adam, pada Ali Imran asal-mula kejadian Isa. Pada al-Baqarah ada disebut urusan berperang, pada Ali Imran disempurnakan lagi perutusan perang itu. Di al-Baqarah ada dikemukakan soal haji, di Ali Imran diperlengkapi lagi urusan haji itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Surat al-Baqarah dibuka dengan beberapa ayat yang menunjukkan jalan yang mesti ditempuh sehingga orang mencapai takwa. Dan kalau jalan itu ditempuh niscaya petunjuk itu datang dan falah yaitu kemenangan dan kejayaan akan tercapai; sedang surat Ali Imran ditutup dengan satu ayat yang menyuruh sabar, dan memperkokoh pertahanan dan takwa. Kalau ini dipenuhi niscaya falah itu akan diberikan Tuhan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Al-Baqarah ditutup dengan doa supaya jangan dipikulkan beban yang berat dan diberi maaf dan ampun dan dikasihani, sedang surat Ali Imran pun ditutup dengan doa dan jawaban doa itu dari Tuhan, bahwa barangsiapa yang beriman, sanggup hijrah, sanggup berjihad dan tahan menderita ketika diusir dan disakiti, niscaya akan diampuni dosa dan disediakan tempat yang bahagia di akhirat, syurga Jannatun-Na'im. Buat laki-laki dan juga buat perempuan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Moga-moga dapatlah kita memahami dan menyesuaikan hidup kita dengan bimbingan kedua surat ini, membangun masyarakat Islam; dan juga dari bimbingan seluruh ayat dari al-Qur'an. Amin.&lt;BR&gt;_____________&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-6088373538377039155?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/6088373538377039155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=6088373538377039155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6088373538377039155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6088373538377039155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/tafsir-al-azhar-muqoddimah-tafsir-surat.html' title='Tafsir Al Azhar: Muqoddimah Tafsir Surat Ali Imron'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2509722143438212987</id><published>2011-06-09T03:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:56:00.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semua'/><title type='text'>Semua Agama Sama ?</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG border=4 hspace=4 alt="" vspace=4 align=left src="/semua20agama20sama.jpg"&gt;“Semua agama sama. Semua agama mengajarkan kebaikan. Semua agama baik dan benar. Tak ada agama yang menganjurkan kejahatan kepada pemeluk-pemeluknya. Oleh karena itu, kita harus menjunjung tinggi toleransi agama. Mengajarkan budi pekerti keluhuran.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Terlampau sering sepertinya kita (khususnya Penulis) mendengar kalimat-kalimat 'indah' itu. Dulu sewaktu bersekolah di SD, Penulis sudah sering mendengarnya di pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) atau PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) yang diajarkan bapak/ibu guru.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan sekarang kalimat itu semakin sering lagi nyaring terdengar terutama disuarakan oleh tokoh-tokoh yang sering muncul di televisi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Berdasarkan pemahaman mereka, agama itu tidak ada bedanya. Agama Islam sama dengan agama Kristen. Agama Kristen sama dengan agama Katolik, Agama Katolik sama dengan Budha. Dan Budha sama juga dengan Hindu. Sehingga semua agama itu sama. Yang membedakan antara semua agama itu hanya namanya saja. Semua agama hakekatnya menuju pada Tuhan yang sama, hanya jalannya saja yang berbeda-beda.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Benarkah demikian?&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penulis pun menjawab, “Iya, sama. Yaitu sama-sama agama. Tetapi masing-masing agama tentu saja berbeda-beda. Setidaknya, berbeda tata cara ibadahnya, berbeda kitab sucinya, dan berbeda hal-hal lainnya meskipun ada sisi kesamaan tertentu diantaranya.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ketika SMP, seorang guru PPKn pernah ditanya, “Sapi, kerbau, gajah, kambing, domba, rusa, babi, dan anjing adalah binatang yang memiliki empat kaki. Apakah kita bisa mengatakan bahwa sapi sama dengan kerbau, kerbau sama dengan gajah, kambing sama dengan domba, dan seterusnya sehingga semua binatang itu sama, pak?” tanya si siswa itu yang kemudian sedikit membuat si guru PPKn agak naik pitam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kalau memang berbeda, kenapa mesti disama-samakan? Kalau memang semestinya berbeda kenapa harus diseragamkan? Kalau memang realitanya seluruh agama itu berbeda, kenapa harus disatukan? Kalau memang setiap agama itu berbeda, kenapa harus ditoleransikan agar bisa sama?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jika memang pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah, maka berarti orang itu seperti orang buta yang menganggap bahwa sapi sama dengan anjing sama dengan kucing, kambing, gajah, rusa. &lt;STRONG&gt;Wallahu a'lam.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jadi, masihkah kita meyakini dan mengatakan bahwa semua agama itu sama? &lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Ahmed Fikreatif &lt;/STRONG&gt;(Blogger/Narablog) &lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2509722143438212987?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2509722143438212987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2509722143438212987&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2509722143438212987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2509722143438212987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/semua-agama-sama.html' title='Semua Agama Sama ?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-4698716758913844989</id><published>2011-06-09T03:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:55:00.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siyasah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dawah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejayaan'/><title type='text'>Da’wah, Siyasah, dan Kejayaan</title><content type='html'> &lt;STRONG&gt;D&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;a’wah, S&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;iyasah, &lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;dan K&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;ejayaan&lt;BR&gt;Oleh : Al Fadhli*&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Sejak melemahnya kekhilafahan Turki Osmani, kehidupan politik nyaris hilang dalam wacana pemikiran Islam dan da’wah. Umat disibukkan dengan perbedaan madzhab dan keragaman pemikiran di kalangan internal yang pada akhirnya memecah belah umat itu sendiri. Kehidupan berislam yang pada awalnya begitu lekat kaitannya dengan politik dan pemerintahan berganti dengan kehidupan yang penuh ritual dan sufisme. Di sisi lain, mereka yang disebut pembaharu dalam dunia Islam justru semakin menegaskan pemisahan antara siyasah dan da’wah. Dalam dunia Islam, yang paling berjasa dalam proses pencucian ini, hingga runtuhnya kekuasaan Islam adalah Kemal Pasha –semoga Allah melaknatnya-.&lt;/P&gt;Pertengahan abad ke 20, seorang pembaharu melantangkan suaranya di Mesir. Dari satu kedai kopi ke kedai yang lain. Tumbuh dan besar di lingkungan orang-orang yang mengenal diin dengan baik, ia sempat bersentuhan dengan dunia sufisme. Namun, daya nalarnya pun menyangkal berbagai penyimpangan kaum sufi pada titik tertentu. Akhirnya, ia pun berkata dalam Risalah Ta’alim-nya, “Islam adalah sistem yang menyeluruh, yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana juga ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih”. Sebuah pernyataan yang terasa asing di kalangan ulama dan fuqaha, begitu pun di kalangan politikus dan orang awam.&lt;/P&gt;Para ulama menganggap bahwa yang dimaksud dengan Islam adalah ibadah ritual dan kebersihan jiwa. Sedangkan para fuqaha memahami Islam dengan shalat, shaum, zakat, dan haji. Begitu pun dengan orang awam. Sedangkan para politikus beranggapan bahwa Islam dan siyasah merupakan dua kutub yang berbeda yang tidak mungkin bersatu selamanya.&lt;/P&gt;Begitulah Syaikh Hasan Al Banna –semoga Allah merahmati dan mengampuni kesalahannya- berda’wah di tengah masyarakat muslim yang jauh dari nilai-nilai keislaman. Berbagai gerakan di lakukan. Berbagai ijtihad dikerahkan untuk mencapai sebuah simpulan dalam menghadapi kehidupan di abad ke 20.&lt;/P&gt;Gerakan Islam yang dibangun Syaikh Hasan Al Banna terus tumbuh, hingga akhirnya sebuah ijtihad siyasi dilakukan untuk mengirimkan beberapa utusan da’wah ke dalam Majelis Parlemen. Untuk apa..? Ya, untuk mengubah undang-undang dan merebut kekuasaan. Syaikh pernah berkata tentang kejanggalan undang-undang Mesir pada saat itu, Beliau menulis Risalah yang disampaikan pada Muktamar V Ikhwanul Muslimin:&lt;/P&gt;“Sesungguhnya, Islam tidak diturunkan dalam keadaan tanpa undang-undang. Sebaliknya, ia telah menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum, baik perdata maupun pidana, baik hukum perdagangan maupun hukum kenegaraan. Al-Qur'an dan Sunah sarat dengan muatan ini, sementara para ahli fiqih juga telah banyak menuliskannya. Kalangan asing juga telah mengakui hakekat ini, dengan dipertegas oleh Muktamar Lahay Internasional yang dihadiri para praktisi hukum seluruh dunia.&lt;/P&gt;Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya, Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. Jauh sebelumnya, Allah ta’ala telah memberi peringatan kepada Nabi-Nya mengenai masalah ini di dalam firman-Nya,&lt;/P&gt;"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di kalangan mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah ba&lt;/EM&gt;gi orang-orang yang yakin?&lt;/EM&gt;" (QS. AI Maidah: 49-50)&lt;/P&gt;Hal itu ditegaskan lagi oleh Allah dengan firman-Nya,&lt;/P&gt;"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah golongan orang-orang yang kafir,... yang &lt;/EM&gt;d&lt;/EM&gt;zhalim,... yang fasik&lt;/EM&gt;." (QS. AI Maidah: 44, 45, 47)&lt;/P&gt;Nah, bagaimanakah sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan kepada firman-Nya ketika mendengar ayat-ayat yang demikian jelas ini, ditambah lagi dengan hadits-hadits Nabi dan hukum-hukum-Nya, sementara dirinya dipimpin oleh sistem hukum yang bertentangan dengannya? Ketika ia meminta agar hukum itu diperbaiki, maka dikatakan kepadanya bahwa orang-orang asing tidak menghendaki dan tidak menyetujuinya. Setelah pernyataan yang menyudutkan ini, dikatakan pula kepadanya bahwa orang-orang Mesir telah merdeka, padahal mereka sebenarnya belum memiliki kemerdekaan beragama, sebuah kemerdekaan yang paling suci.&lt;/P&gt;Undang-undang &lt;STRONG&gt;wadh'i&lt;/EM&gt;&lt;/STRONG&gt; &lt;/EM&gt;(ciptaan manusia), di samping bertentangan dengan agama, teks-teksnya juga bertentangan dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama negara adalah Islam. Lalu, bagaimana mungkin kita mengompromikan keduanya wahai orang-orang yang punya akal ?&lt;/P&gt;Allah dan Rasul-Nya mengharamkan zina, riba, khamr, dan memerangi perjudian, sementara itu undang-undang melindungi pezina, mendukung riba, membenarkan khamr, dan mengatur perjudian. Maka, bagaimanakah sikap seorang muslim menghadapi dua hal yang jelas-jelas bertentangan ini? Apakah dia harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengkhianati pemerintah dan UU-nya, di mana Allah lebih baik dan lebih kekal (hukum-Nya)? Ataukah berkhianat kepada Allah dan RasuI-Nya, kemudian taat kepada pemerintah, sehingga dia menderita di dunia dan di akhirat? Kami menginginkan jawaban atas pertanyaan ini dari yang mulia kepala negara, menteri kehakiman, dan para ulama kita yang terhormat.&lt;/P&gt;Adapun Ikhwanul Muslimin, mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama, di semua sisi perundang-undangan. Sekarang bukan saatnya menanggapi berbagai syubhat yang berhubungan dengan masalah ini atau apa saja yang menghalangi jalan menuju ke sana. Di sini kami hanya menjelaskan sikap kami yang menjadi pijakan dalam bekerja, dengan kesiapan menghadapi seluruh rintangan dan menjelaskan kesalahpahaman, sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama hanya milik Allah.&lt;/P&gt;Ikhwan pernah menghadap kepada menteri kehakiman dengan menyodorkan tulisan tentang ini dan memperingatkan pemerintah tentang akhir kisahnya yang pahit ini. Sungguh, akidah adalah barang yang paling mahal harganya di alam wujud ini dan Ikhwan akan terus menggelindingkan bola. Namun, semua itu bukanlah akhir dari kerja keras mereka.&lt;/P&gt;"Dan Allah tidak menghendaki kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, meski orang-orang kafir membenci&lt;/EM&gt;." (QS. Ash Shaff: 8)&lt;/P&gt;Namun demikian, perjuangan da’wah Syaikh Hasan Al Banna tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan kehadiran kader-kader Ikhwan di parlemen hanya menjadi cemoohan partai nasionalis-sekularis, hingga akhirnya Ikhwan memilih untuk merenggang dan kembali berkonfrontasi dengan kekuatan pemerintahan thaghut hari itu. Puncaknya, Asy Syaikh Hasan Al Banna menjadi buruan para thaghut dan pada tahun 1949, terjadilah hari yang mengenaskan itu... Beberapa butir peluru menembus tubuh Sang Mujahid hingga akhirnya beliau pergi menuju tempat asalnya bermula, di sisi-Nya, insya Allah.&lt;/P&gt;Pergolakan da’wah dan siyasah dalam dunia Islam selalu berwarna darah. Karena Allah telah menegaskan bahwa akan selalu ada kekuatan yang menentang diin-Nya. Sebagaimana Fir’aun yang menjadi lawan Musa, Namrudz yang menjadi lawan Ibrahim, dan Abu Jahl yang menjadi lawan Muhammad. Maka hari ini, pasukan Dajjal pun telah menantang pasukan Al Mahdi.&lt;/P&gt;Kekuatan perlawanan Islam berawal dari sebuah gerakan kecil. Namun, ia besar dengan fikrah dan manhaj yang diusungnya. Dengan tekad dan kesabaran para pengusung panjinya. Berbagai percobaan da’wah dan jihad dilakukan. Demi menumbangkan kekuasaan tiran dan menyerahkannya kepada Allah semata, penguasa alam semesta.&lt;/P&gt;Namun demikian, kita miris saat sebagian di antara para pejuang justru ikut ambil bagian dalam barisan pasukan Dajjal. Menjegal dan menghantam para mujahid. Menghina dan meruntuhkan panji tawhid. Memperolok-olok hukum Allah dan mempermainkannya bersama orang-orang musyrik dan munafiq.&lt;/P&gt;Ijtihad siyasi Syaikh Hasan Al Banna seolah menjadi fatwa dan manhaj da’wah untuk masuk ke dalam parlemen dan duduk-duduk bersama orang-orang musyrik lalu kemudian mempermainkan hukum Allah. Padahal, dalam perjalanannya, Asy Syaikh sendiri tidak meneruskan proses tersebut, walau nyawa menjadi taruhannya. Hingga akhirnya Sayyid Quthb memahami bahwa da’wah haruslah dimulai dari akarnya. Beliau menulis dalam catatan terakhir hidupnya (Mengapa Aku Dihukum Mati?):&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Harakah Islam &lt;/EM&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;harus dimulai dari pondasinya, yaitu: menghidupkan hakikat aqidah Islam di dalam hati dan akal, serta men-tarbiyah &lt;/EM&gt;orang yang menerima dakwah ini dengan tarbiyah Islamiyah yang benar. Tidak membuang-buang waktu dalam berbagai aktivitas politik yang tengah berlangsung. Tidak melakukan upaya untuk memaksakan sistem Islam dengan cara menguasai pemerintahan sebelum terbentuk pondasi Islam di tengah-tengah masyarakat—dimana merekalah nanti yang akan menuntut sistem Islam itu sendiri, jika mereka telah mengerti hakikatnya dan ingin diperintah berdasarkan sistem tersebut.&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Jelaslah jalan yang ditempuh para mujahid ini. Mereka adalah orang-orang yang jujur dalam mengemban amanah da’wah, walau nyawa menjadi taruhannya. Sungguh, kisah Ash habul Ukhdud telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa kemenangan da’wah bukanlah pada berhasil tidaknya kita menguasai dunia. Namun, adalah bagaimana kita tetap berada di atas manhaj yang haqq dan menyampaikannya kepada manusia.&lt;/P&gt;Wallahu a’lam...&lt;/P&gt;&lt;P&gt;*Penulis adalah Ketua Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Bandung&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-4698716758913844989?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/4698716758913844989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=4698716758913844989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4698716758913844989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4698716758913844989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/dawah-siyasah-dan-kejayaan.html' title='Da’wah, Siyasah, dan Kejayaan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-888737471522669690</id><published>2011-06-09T03:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:53:00.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yayasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumput'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laporan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JanuariApril'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyaluran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Donasi'/><title type='text'>Laporan Penyaluran Donasi Yayasan Rumput Januari-April 2011</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/keluargamujahid.jpg"&gt;Alhamdulillah Yayasan &lt;STRONG&gt;RUMPUT &lt;/STRONG&gt;(Rumah Putih)&lt;/EM&gt; masih terus bergerak, menggalang donasi dan menyalurkan kepada keluarga para tahanan Muslim dan korban Densus 88. Donasi disalurkan sejauh yang bisa dijangkau Yayasan RUMPUT.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan ini adalah laporan penyaluran donasi terhitung dari bulan Januari hingga April.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pada bulan Januari hingga Maret sudah dikeluarkan dana untuk membantu biaya transportasi Ummahat yang akan membezuk suaminya di beberapa Rutan di Jakarta, diantaranya di Mako Brimob dan Polda Metro Jaya. Mereka berangkat dari Solo, Bima Nusa Tenggara Barat dan Bandung, dan total biaya yang dikeluarkan RUMPUT adalah Rp 3.600.000 (Tiga Juta Enam Ratus Ribu Rupiah).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kemudian untuk usaha Ummu Ridho di Bekasi, Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Donasi ke keluarga di Kudus Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Biaya pendidikan anak-anak, di ponpes di Lamongan, Magetan dan Solo, dengan total Rp 2.550.000 (Dua Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Biaya pindahan rumah di Ngruki Rp 250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ummahat di Medan Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Donasi ke LP Batu Nusakambangan, terpisah, pada Februari Rp 770.000 (Tujuh Ratus Tujupuluh Tuju Ribu Rupiah) dan pada bulan April Rp 2.000.000 (Dua Juta Rupiah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Biaya pulsa HP Esia Kantor RUMPUT Januari-Maret Rp 90.000 (Sembilan Puluh Ribu Rupiah)&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jadi total yang sudah disalurkan Yayasan RUMPUT adalah Rp 10.760.000 (Sepuluh Juta Tujuratus Enampuluh Ribu Rupiah).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;--- &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sedangkan untuk penyaluran beras tiap bulan dikeluarkan sebanyak 425 Kilogram beras, dengan total 17 keluarga untuk kota Solo saja. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Untuk penerimaan donasi melalui rekening Yayasan RUMPUT masih terus diterima, serta program S3 Sehari Seribu Saja juga masih berjalan di beberapa kota.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Alhamdulillah, pada tanggal 14 April 2011 RUMPUT kedatangan donatur yang memberikan sejumlah uang sebesar Rp 1.200.000 (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) dan beras sebanyak 150 Kilogram, diserahkans secara langsung, dari Hamba Allah di Solo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Hanya ini yang bisa kami laporkan untuk kali ini, insya Allah penyaluran selanjutnya akan dilaporkan di lain waktu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/donasimd.gif"&gt; &lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-888737471522669690?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/888737471522669690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=888737471522669690&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/888737471522669690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/888737471522669690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/laporan-penyaluran-donasi-yayasan.html' title='Laporan Penyaluran Donasi Yayasan Rumput Januari-April 2011'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1176801593662662413</id><published>2011-06-09T03:51:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:51:00.513-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nakbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembersihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logika'/><title type='text'>Nakbah dan Logika Pembersihan Etnis</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/polisiIsraelAsu2.jpg"&gt;Reaksi dan balasan kekerasan pada 15 Mei lalu terhadap pengunjuk rasa Palestina yang menuntut hak kembali ke tanah air mereka bertepatan dengan peringatan "nakbah" menggambarkan gambar hakiki entitas rasis penjajah ini. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Israel tidak memiliki cara selain membunuh dan tidak memiliki sarana kecuali kekerasan. Nakbah itu sendiri adalah realitas kejahatan sejarah yang imbasnya berlangsung hingga sekarang. Jadi, masalah itu tidak akan pernah ditutup. Biang keladi nakbah itu sendiri hingga kini masih terus menggelar aksi-aksi kejahatan. Lisan riil mereka mengatakan bahwa tugas menggelar kejahatan mereka itu belum berakhir hingga kini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Nakbah mengisyaratkan tindakan politik dan tindakan tertentu yang berujung pada dua hal: menguasai tanah Palestina dengan paksa dan kekerasan dan pengosongannya dari penduduknya melalui pengusiran pemilik tanah. Ini berarti bentuk "pembersihan etnis". Jika masuk secara lebih detail dari sisi realitas dan sejarah, sejak 15 Mei 1948 hingga kini, maka kita temukan mafia dan gang-gang zionis yang kini menjadi "institusi negara" menggelar kedua sisi nakbah itu. Inilah yang menafsirkan logika zionis dan semua tindakan dan prilaku politik mereka sejak 63 tahun.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Belakangan sejumlah sejarawan Israel yang disebut "neo sejarawan Israel" mengakui politik pembersihan etnis yang dilakukan oleh mafia-mafia tahun 1948. Sejumlah kolumnis Israel juga beberapa kali mengakui politik Israel tersebut terhadap Palestina, baik terjadi pada saat-saat tahun 1948 atau tahun 1967, meski begitu mereka tidak mampu memberi solusi terhadap kejahatan itu. Meski kadang ditawarkan solusi, pemerintah resmi Israel tidak mendengarnya. Apalagi komunitas zionis di Palestina semakin hari makin ekstrim sejak revolusi mereka yang dipimpin Manakhem Begin tahun 1977.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Daftar berlanjutnya nakbah sudah tidak tehitung lagi. Undang-undang rasis untuk mengusur dan menguasai tanah Palestina di wilayah jajahan 1948, penggusuran rumah, pelarangan pembangunan, tindakan rasis dalam bidang politik, pendidikan dan kesehatan, dan semua lini kehidupan. Misalnya, setiap tahun sebanyak 150 rumah warga Arab Palestina digusur, sejak 1948 tidak boleh warga Palestina membangun rumah, sementara sudah dibangun sebanyak 400 kota yahudi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Adapun warga pengungsi Palestina, mereka adalah pemilik 531 desa yang dihancurkan Israel, undang-undang pelarangan peringatan "nakbah", undang-undang menguasaan tanah milik "orang tidak hadir" (warga Palestina yang meninggalkan rumah dan tanahnya karena diusir atau karena sebab lain), undang-undang loyalitas kepada negara yahudi dan undang-undang rasis lainnya. Ini semua adalah aksi pengekangan dan penciptaan situasi yang memaksa untuk diusir. Disamping itu undang-undang itu juga bertujuan mencegah kembalinya pengungsi Palestina ketika suatu saat ada solusi dalam perundingan damai. Beberapa saat lalu harian Israel melansir bahwa mereka berhasil mengusir 140 ribu warga Palestina dari Al-Quds timur dan Tepi Barat sejak Juni 1967. Ditambah lagi aksi pembangunan pemukiman.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jadi nakbah itu masih berlangsung sejak 63 tahun lalu hingga sekarang, pembersihan etnis masih berlangsung, penguasaan tanah masih berlangsung, pengusiran penduduk Palestina masih berlangsung. Agaknya hak kembali pada politik Israel tidak lebih jargon kemudian berusaha dicarikan solusi dalam perundingan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah terbitnya resolusi PBB soal "pembagian" nomer 181 pada 29 November 1947, pada tanggal 16 September 1948 Alkonet Barnawat mengajukan laporan kepada PBB yang menuding Israel bertanggungjawab atas kejahatan dan meminta hak Palestina untuk kembali ke tanah air dan rumah mereka sebagai syarat solusi perundingan antara dua pihak. Berdasarkan laporan ini, terbit resolusi nomer 194, namun di'bunuh' Israel. sejak itu hingga terbit 30 resolusi semua menegaskan hak kembali namun tidak ada jalan menerapkannya karena "veto" Amerika yang menjamin penggagalan resolusi PBB apapun.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kesimpulannya, "hak kembali Palestina" tidak akan kembali dengan perundingan, atau dengan politik internasional. Israel pun tidak akan bergeming dengan unjuk rasa damai. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;[&lt;STRONG&gt;muslimdaily.net&lt;/STRONG&gt;/infops]&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1176801593662662413?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1176801593662662413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1176801593662662413&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1176801593662662413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1176801593662662413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/nakbah-dan-logika-pembersihan-etnis.html' title='Nakbah dan Logika Pembersihan Etnis'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-4655727898489518624</id><published>2011-06-09T03:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:49:00.309-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memakmurkan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kembali'/><title type='text'>Kembali Memakmurkan Masjid</title><content type='html'> &lt;STRONG&gt;Oleh: Habib Ziadi, S.pdi&lt;BR&gt;Alumni Ma'had Aly An-Nua'imy&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/jogokaryan-masjid.jpg"&gt;Pemerintah Prancis berniat kembali menggulirkan kebijakan anti-Islam setelah sebelumnya, undang-undang kontroversial larangan pemakaian jilbab, mendapat protes hebat dari umat Islam. Dengan alasan karena warga Muslim menunaikan shalat di pinggir jalan, pemerintah Prancis berniat membatasi kebebasan warga Muslim dalam menunaikan kewajiban agama mereka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Menteri Dalam Negeri Prancis, Claude Guéant, yang dikenal sebagai salah satu politisi think-tank politik anti-Islam di negara ini, menetapkan peraturan baru melarang pelaksanaan shalat jamaah di pinggir jalan. Ini adalah reaksi akibat semakin membludaknya peserta salat berjamaah yang tidak disertai kapisitas masjid yang memadai.&lt;/P&gt;Kenapa otoritas Prancis berusaha membatasi urusan shalat berjamaah kaum Muslimin?&lt;/P&gt;Pertama, karena negara multicultural itu dihinggapi phobia terhadap Islam. Prancis khususnya dan Eropa pada umumnya hari ini sangat khawatir terhadap perkembangan pemeluk Islam yang sangat tajam. Di Negara menara Eiffel ini, Islam di sana menjadi agama kedua terbesar setelah Katolik. Jumlah pemeluknya diyakini 5 juta lebih.&lt;/P&gt;Atas dasar kekhawatiran itu, pemerintah mereka berupaya sebisa mungkin menekan kaum muslimin, baik dengan undaang-undang yang diskriminatif, bahkan melalui aksi refresif.&lt;/P&gt;Kedua, shalat berjamaah ibaratnya adalah show of force&lt;/EM&gt; atau unjuk kekuatan kaum muslimin. Di barat sana, shalat berjamaah amat ramai dan padat. Tentu berbeda dengan di sini yang shalat berjamaah di masjid yang hanya diisi oleh orang itu-itu saja. Pemerintah Prancis takut dengan segala hal yang berbau simbol atau syiar agama. Jadi, sebisa mungkin mereka melegalkan aturan ketat untuk membatasinya.&lt;/P&gt;Ibadah jamaah, baik itu di masjid atau musolla adalah syiar agama. Dalam al-quran disebutkan bagi yang mengaguingkan syiar-syiar Allah merupakan cirri orang yg bertaqwa. Berdasarkan hal itu,  rupanya banyak juga kaum Muslimin belum bertaqwa.&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;Bila berbicara shalat berjamaah di masjid atau di musolla di negeri ini kadang membuat kita bersedih, miris, sekaligus heran. Seharusnya kita malu dengan saudara-saudara kita yang jauh di sana, yang islamnya baru seumur jagung namun semangat berjamaahnya amat luar biasa. Masjidnya ramai dengan beragam aktifitas, hingga ‘berhasil’ membuat pemerintah mereka yang notabene kafir menjadi kalang-kabut akibat luar biasa khawatir.&lt;/P&gt;Kini kita lihat masjid-masjid di sekitar kita rata-rata sepi jamaah. Kaum muslimin lebih memilih shalat di rumah atau di kantornya. Bahkan ada pameo bahwa masjid atau musolla hanya cocok bagi mereka yang berusia lanjut alias ’yang sudah bau tanah’. Ironis bukan?&lt;/P&gt;Namun kita tidak perlu larut begitu saja, masih banyak kaum muslimin yang tetap eksis memakmurkan masjid atau musolla mereka. Mereka  yang disebut oleh Nabi saw dalam sabdanya:    &lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;??? ????? ????? ????? ?????? ??????? ?? ????????». ??? ???? ?????: {???? ???? ????? ???? ?? ??? ????? ?????? ??????} &lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Artinya: “Jika kalian melihat seorang yang membiasakan diri (mendatangi) masjid, maka saksikanlah baginya keimanan. Allah berfirman: ‘Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid Alloh hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian’” (HR. At-Tirmizi)&lt;/P&gt;Mereka yang memakmurkan masjid saat ini benar-benar murni atas motivasi akhirat semata. Tepatlah apa yang dikatakan Alloh SWT, &lt;/P&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Makamudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS At-Taubah: 18).&lt;/P&gt;Nabi saw banyak memberi motivasi kepada kaum musimin secara umum untuk mendatangi masjid dan memakmurkannya. Beliau menyebut mereka dengan predikat yang baik dan memuliakan mereka. Seperti  hadits &lt;STRONG&gt;«???? ???? ??????? ?? ??? ????»&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt; &lt;/STRONG&gt;Artinya: Sesungguhnya yang memakmurkan masjid adalah kerabat Allah. (HR. Bazzar)&lt;/P&gt;Bagaimanapun juga shalat berjamaah apalagi bila di masjid keutammannya sangat luar biasa. Salat sendiri jika dibandingkan shalat berjamaah adalah 1:27. Artinya bila kita shalat berjamaah satu waktu saja sama dengan shalat sendiri 27 kali. Orang yang menghabiskan umurnya salat sendiri selama 27 tahun, bisa dilampaui pahalanya oleh orang yang gemar berjamaah selama satu thn saja. Benar-benar luar biasa.&lt;/P&gt;Sekarang kita perlu berkaca, kenapa kita meninggalkan masjid sepi. Padahal mungkin di antara kita ada yang duduk sebagai pengurus utama masjid. Nama kita mungkin tertera sebagai anggota remaja masjid. Rumah kita pun bertetangga dengan masjid.&lt;/P&gt;Kita mungkin ingat, saat pembangunan masjid, kita adalah salah satu panitianya. Bahkan satu di antara mereka yang terjun menjemput dana dengan mengirim proposal ke berbagai instansi. Kita mungkin dulu rajin turut serta bergotong-royong mengangkut pasir saat membangunnya. Namun setelah masjid berdiri megah, kita puas dan bangga dengan melihat hasilnya saja, bukan malah rajin memakmurkannya.&lt;/P&gt;Bandingkan dengan perjuangan saudara-saudara kita seiman di daerah minoritas, di Eropa, Amerika, bahkan di Asia sendiri. Betapa sulitnya mereka memiliki masjid. Pemerintah setempat cenderung menerapkan aturan yang ketat. Bahkan setelah masjid berdiripun, mereka diawasi ketat. Terkadang mereka harus mengakali hal itu dengan menjadikan rumah mereka sebagai masjid atau menyewa gedung untuk sekedar shalat Jum’at.&lt;/P&gt;Di Palestina sana, saudara-saudari kita tidak diizinkan shalat di Masjid Al-Aqsa kecuali bila berusia di atas 50 tahun. Mereka berani bentrok dengan polisi Israel demi untuk shalat di dalam Masjid Al-Aqsha. Luka akibat tembakan dan cedera karena dipukul senjata tidak menyurutkan langkah saudara-saudara kita itu. &lt;/P&gt;Keadaan kita tidak sesulit mereka. Mereka harus berjuang ekstra untuk mendapatkan haknya. Sedangkan kita tinggal menjalankan kewajiban saja. Kita belum mampu mensyukuri kelapangan dan keleluasaan ini dengan baik. Sedangkan mereka sudah mampu menggabungkan antara rasa syukur dan sabar. Semoga kita semua diberikan hidayah dan taufiq oleh Allah SWT.&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-4655727898489518624?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/4655727898489518624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=4655727898489518624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4655727898489518624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4655727898489518624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/kembali-memakmurkan-masjid.html' title='Kembali Memakmurkan Masjid'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-3029873378078683017</id><published>2011-06-09T03:48:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:48:00.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat'/><title type='text'>Hakikat Doa</title><content type='html'> &lt;P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/doa.jpg"&gt;"Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina." ” (QS Al-Ghafir [40]: 60).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Orang yang berdoa kepada Allah SWT tidak akan pernah sia-sia. Allah swt akan mengabulkan setiap doa dari hamba-hambanya. Karena Allah SWT sangat dekat dengan kita. Dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sementara orang-orang yang tidak pernah berdoa kepada Allah swt adalah orang-orang yang sombong. Kelak mereka akan masuk neraka jahanam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah [2]: 186).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Namun tidak setiap orang yang doanya didengar oleh Allah swt. Melainkan hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya saja. Dan orang-orang yang beriman kepada-Nya. Serta memenuhi segala perintah-Nya juga menjauhi segala larangan-Nya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rasulullah SAW bersabda ”Apabila seorang Muslim berdoa dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan dikabulkan oleh Allah satu dari tiga perkara: Akan dikabulkan doanya, atau ditunda untuk disimpan (sebagai pahala) dia akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya.” (Al Hadis).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebagai seorang Muslim dalam berdoa hendaklah kita jangan pernah berputus asa dan berburuk sangka kepada Allah swt. Karena merasa doa kita tidak di dengar atau tidak di kabulkan oleh-Nya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sejatinya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwasanya Allah swt akan mengabulkan doa seorang muslim selama doa itu baik. Kalaupun tidak terlaksana bukan berati tidak dikabulkan. Bisa jadi ditangguhkan masanya, atau diganti dengan pahala di akhirat kelak. Bisa juga doa tersebut dijadikan sebagai penolak bala atas kita. Dalam artian doa tersebut menjadi pengganti dari sesuatu yang buruk yang akan menimpa kita menjadi sesuatu yang baik. Dengan kata lain, itu semua berati usaha kita dalam berdoa tidak ada yang sia-sia di sisi Allah swt.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah swt melebihi doa.” (HR Tirmidzi).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Biar bagaimanapun derajat doa di sisi Allah tetap menjadi yang utama. Allah swt sangat senang kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa berdoa dan memohon kepada-Nya. Oleh karenanya janganlah kita menjadi orang yang sombong dengan jarangnya atau tidak pernahnya kita berdoa kepada Allah SWT.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Berdoalah dengan penuh keikhlasan dan keyakinan, bahwa Allah  akan mengabulkan dan mendengar doa kita. Pada hakikatnya, alam semeseta beserta isinya adalah kepunyaan Allah. Kita hanyalah bagian kecil dari penciptaan-Nya yang sempurna. Hanya orang-orang yang sombong dan munafik yang merasa tidak membutuhkan pertolongan (tidak berdoa kepada) Allah. Wallahu a‘Slam bish shawab.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;oleh &lt;STRONG&gt;Agustiar Nur Akbar&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;[&lt;STRONG&gt;muslimdaily.net&lt;/STRONG&gt;/repblk]&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-3029873378078683017?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/3029873378078683017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=3029873378078683017&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3029873378078683017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3029873378078683017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/hakikat-doa.html' title='Hakikat Doa'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1746333520194657872</id><published>2011-06-09T03:47:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:47:00.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANCAMAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERHADAP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUKUM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELIJEN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NEGARA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENEGAKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>ANCAMAN RUU INTELIJEN NEGARA TERHADAP  PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA</title><content type='html'> &lt;STRONG&gt;“ANCAMAN RUU INTELIJEN NEGARA TERHADAP  PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA”&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;MOMENTUM &lt;/STRONG&gt;tahun ke 13 pasca-reformasi dan ± 2 tahun lagi menyambut pesta demokrasi Pemilu 2014, akhirnya Rezim SBY-Budiono mengajukan Rancangan Undang Undang (RUU) Intelijen. Mengesankan. Dan, sepatutnya RUU membangun ekspektasi reformasi intelijen Negara baru bagi masyarakat Indonesia. Khususnya, jaminan hak asasi manusia (HAM) dan penegakan hukum yang notabene&lt;/EM&gt; sebelumnya kerap terlanggar operasi intelijen. &lt;/P&gt;Secara the fact&lt;/EM&gt; bangsa kita belum mampu melupakan rapot merah rezim Orde Baru di mana eksistensi intelijen ekstra kuat dan dominan. Bukan rahasia umum, aparat intelijen menangkap tanpa surat, memeriksa tanpa batas waktu, bahkan orang "hilang" tanpa kabar. Bukti yang sulit dielak, raibnya puluhan aktivis prodemokrasi menjelang runtuhnya rezim Soeharto. Mereka bukan ditangkap Polri atau TNI secara resmi. Namun, mereka tak ada yang kembali ke rumah sampai saat ini. Siapa yang melakukan? Kendati tak ada bukti dan saksi yang sahih, pastinya bukan orang awam atau organisasi kemasyarakatan yang melakukan.&lt;/P&gt;Kegelisahan nasional atas munculnya rencana pemerintah dan lembaga legeslatif untuk mendesak pengesahan RUU Intelijen Negara pada tahun 2011 INI,  juga menjadi konsentrasi dan kegelisahan bersama kawan-kawan di Sumatera Utara. Hal ini diwujudkan dengan dibentuknya aliansi&lt;STRONG&gt; KOMJEN (Koalisi Masyarakat Sipil Sumut Mengawal RUU Intelijen Negara) &lt;/STRONG&gt;yang terdiri dari beberapa OMS/LSM/Media Individu, akademisi yang juga concern pada konteks ancaman RUU Intelijen Negara terhadap nilai - nilai demokrasi, penegakan HAM dan jaminan atas proses hukum  yang fair&lt;/EM&gt;.&lt;/P&gt;Dalam catatan kritis KOMJEN yang terdesiminasi dari beberapa diskusi yang telah bergulir tercatat ada&lt;STRONG&gt; “7 RAPOT MERAH terkait ancaman RUU Intelijen Negara terhadap Penegakan Hukum di Indonesia” di antaranya:&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Ancaman Kewenangan Penangkapan&lt;/STRONG&gt; 7 x 24 Jam oleh Badan Intelijen Negara bertentangan dengan asas dasar hukum formal KUHAP bahwa BIN tidak merupakan aparat hukum yang berwenang;&lt;STRONG&gt;Ancaman terhadap akses bantuan pendampingan hukum ;&lt;/STRONG&gt;Kewajiban dasar Negara dalam melakukan perlindungan hukum atas warga negaranya berupa pendampingan bantuan hukum dan/atau akses  pendampingan bantuan hukum tidak diatur dengan tegas dalam RUU Intelijen Negara terhadap tersangka dalam operasi intelijen;&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Ancaman Kewenangan Penyadapan versus RUU Penyadapan&lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt; &lt;/STRONG&gt;Mengacu kepada Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 006/PPU-1/2003; No. 012-016-019/PUU-IV/2006; No. 5/PUU-VIII/2010, MK berpendapat perlu ditetapkan perangkat peraturan tersendiri tentang penyadapan setingkat undang-undang untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan kewenangan untuk penyadapan dan perekaman. Dengan demikian pembahasan RUU Intelijen sudah sepantasnya berbarengan dengan pembahasan RUU tentang Penyadapan demi kepentingan keselarasan pengaturan penyadapan intelijen.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Ancaman RUU Intelijen Negara VS RUU Keamanan Nasional :&lt;/STRONG&gt;Bahwa mengacu pada konsideran menimbang huruf d&lt;STRONG&gt; :” &lt;/STRONG&gt;bahwa untuk memberikan &lt;STRONG&gt;kepastian hukum&lt;/STRONG&gt; dan sesuai dengan kebutuhan hukum masyarakat, penyelenggaraan intelijen negara sebagai lini pertama dari &lt;STRONG&gt;Keamanan Nasional&lt;/STRONG&gt; perlu diatur secara lebih komprehensif”. Tidak sinkron dengan prioritas RUU Keamanan Nasional yang seharusnya lebih awal di bentuk dan disahkan. (RUU Kamnas masuk dalam Prioritas Prolegnas 2011 (No. 67 dan 68 dari 88 RUU= pemerintah).&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Ancaman RUU Intelijen Negara VS RUU Rahasia Negara :&lt;/STRONG&gt;Ancaman pengaturan rahasia intelijen yang juga masuk pada kategorisasi kerahasiaan Negara (Pasal 29 RUU IN) belum sinkron dengan RUU Intelijen Negara yang juga belum purna dan masuk pada Prioritas Prolegnas Tahun 2011 No.66 dari 88 RUU.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Ancaman RUU Intelijen Negara VS Instrumen Internasional dan Nasional Tentang HAM&lt;/STRONG&gt;Bahwa mengacu pada konsideran mengingat yang hanya memuat UUDNRI 1945 pasal 20, pasal 21 dan pasal 28j (yang hanya mencakup pengecualian) tanpa memuat instrument internasional yang telah dan akan diratifikasi serta instrument UU HAM No.39/1999. Ada merupakan ancaman yang mendasar secara subsantif karena konsideran ini merupakan rujukan atau referensi implementasi RUU Intelijen Negara ini. &lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Ancaman RUU Intelijen Negara VS UU Kebebasan Informasi Publik (Nomor 14/2008)&lt;/STRONG&gt;Bahwa dalam konsideran UU KIP juga tidak menjadi bagian refrensi perundang-undangan yang seharusnya juga masuk sebagai jaminan atas hak “rights to know” kerja-kerja intelijen Negara yang  tetap tunduk pada otoritas politik dan terikat pada prinsip akuntabilitas politik, hukum dan financial.&lt;/P&gt;Kami yang tergabung dalam KOMJEN  mendesak kepada parlemen dan pemerintah untuk tidak melakukan pembahasan dan pengesahan RUU Intelijen Negara secara instan sehingga  tetap memenuhi partisipasi semua stakeholders  untuk memberikan masukan dan pandangan di dalam upaya pembentukan RUU Intelijen Negara,  sebagaimana disyaratkan dalam UU No. 10 Tahun 2004 tentang Tata Cara Pembuatan Peraturan perundang-undangan.&lt;/P&gt;Kami sangat mengapresiasi sikap anggota parlemen DPR RI  yang menolak rencana pemberian kewenangan menangkap untuk intelijen di dalam RUU Intelijen. Sudah seharusnya pembentukan Undang-Undang Intelijen dapat menjamin sinkronisasi antara kebutuhan negara dalam menjaga keamanan nasional dan jaminan serta perlindungan kebebasan masyarakat sipil dalam bernegara dan berdemokrasi.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Kantor LBH Medan, 4 Mei 2011&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Muh.Fadly Sudiro&lt;/STRONG&gt;                      &lt;STRONG&gt;Bekmi Darusman&lt;/STRONG&gt;                          &lt;STRONG&gt;Ahmad Irwandi Lubis, &lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;SH&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Koordinator KOMJEN            Sekretaris KOMJEN            &lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;Kadiv. HAM &lt;/STRONG&gt;&lt;STRONG&gt;LBH Medan/Koor.Tim Kampnye. KOMJEN&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1746333520194657872?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1746333520194657872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1746333520194657872&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1746333520194657872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1746333520194657872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/ancaman-ruu-intelijen-negara-terhadap.html' title='ANCAMAN RUU INTELIJEN NEGARA TERHADAP  PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-5755295350479856682</id><published>2011-06-09T03:45:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:45:00.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seorang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelacur'/><title type='text'>Kisah Seorang Pelacur Muslimah dan Bid’ah</title><content type='html'> &lt;P&gt;Kisah ini terjadi pada kisaran tahun 1980an. Singkatnya, ada seseorang yang bekerja di sebuah instansi yang bergerak di bidang pembinaan terhadap wanita-wanita tuna susila di negeri ini. Suatu hari, seperti biasanya dia bertugas mengunjungi tempat-tempat lokalisasi / prostitusi di sebuah kota di Jawa Timur. Namun kunjungan kali ini sangat berbeda dari biasanya. Di tengah-tengah kunjungannya itu, dia mendengar ada bacaan surat Al Ikhlas dibacakan pelan tapi masih terdengar dari balik sebuah kamar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mendengar bacaan itu, dia merasa penasaran untuk mencari sumber bacaan itu. Dia datangi kamar penghuni lokalisasi itu untuk melihat siapa yang membaca bacaan surat Al Ikhlas berulang-ulang dengan sangat fasih itu. Setelah mengetuk pintu, ia pun dipersilakan masuk oleh penghuni kamar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Betapa kagetnya si pegawai itu melihat orang di dalam kamar lokalisasi itu adalah seorang wanita muda yang terbalut dengan jilbab kerudung. Singkatnya, terjawablah sudah pertanyaan si pegawai siapa gerangan yang membaca surat Al Ikhlas berulang-ulang. Si wanita pelacur 'muslimah' berjilbab itulah yang membacanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dengan penuh keheran-heranan dan tandatanya besar, si pegawai pun memberanikan diri untuk bertanya kepada si pelacur muslimah, “Mbak, kenapa mbak melacur?” tanya si pegawai.&lt;BR&gt;Mendengar pertanyaan dari si pegawai, si pelacur 'muslimah' tidak marah. Bahkan ia justru tersenyum tertawa.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Melihat si pelacur justru tertawa, si pegawai bertanya kembali, “Kamu tidak merasa bersalah dengan perbuatanmu ini?” tanya si pegawai, lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Tidak,” jawab si wanita pelacur itu mantap.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mendengar jawaban mantap yang keluar dari lisan si wanita pelacur, maka si pegawai pun semakin penasaran untuk menelisik lebih jauh tentang latar belakang si wanita muda pelacur itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Singkatnya, tersingkaplah sejarah masa lalu si perempuan itu. Diketahuilah, sejak kecil si wanita itu sudah belajar nmengaji (membaca Al Quran) sejak dini di kampungnya. Dia belajar mengaji di bawah didikan kyai di kampungnya. Setelah lancar dan pintar mengaji, ketika umur 12 tahun, pak kyai di kampungnya itu pun memberikannya ijazah kelulusan karena berhasil mengkhatamkan Al Quran.&lt;BR&gt;Di dalam ijazah itu, juga ada sebuah pesan, “Barangsiapa membaca Al Ikhlas 1000 kali setiap hari akan masuk surgatanpa hisab.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pesan itu juga dipesankan secara khusus oleh pak kyai yang memberinya ijazah khatam al Quran. &lt;BR&gt;Selanjutnya sejak saat itu sampai hari itu, ia terus menerus rajin membaca surat al ikhlas setiap malam sebanyak 1000 kali tak pernah putus. Demikian akunya. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Bagaimana saya harus merasa bersalah? Bahkan, sudah selayaknya saya justru merasa bersyukur kepada Allah karena diberikan pekerjaan yang ringan dan dengan penghasilanya pun lumayan,” jawabnya penuh kemantapan tanpa penuh keraguan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dan saya jelas “min ahlil jannah” (penghuni surga_pen) karena sejak menerima ijazah itu saya tidak pernah tidak membaca qul huwallahu ahad (maksudnya: surat Al Ikhlas_pen) setiap harinya,” pungkasnya. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Terungkaplah ternyata alasannya kenapa ia sama sekali tidak merasa bersalah menjadi seorang pelacur bahkan justru bersyukur karena dimudahkan dalam mencari rejeki adalah karena ia MEYAKINI bahwa dia akan menjadi “ahli jannah” berbekal amalan bacaan surat Al Ikhlas 1000 kali setiap hari. Na'udzubillahi min dzalik.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Hikmah dan ibroh (pelajaran) dari kisah ini adalah bahwa ternyata pengaruh bahaya bid'ah bisa sangat menyesatkan dan mengerikan. Keyakinan si pelacur itu akan kepastiannya masuk surga atas amalan yang tidak berdasar itulah yang justru menjerumuskannya ke dalam kemaksiatan. Na'udzubillahi min dzalik.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;*Kisah ini adalah kisah nyata yang terjadi di Indonesia yang diperoleh dari ceramah ustadz Abdullah Sungkar dengan sedikit mengubah alur cerita namun tanpa mengurangi esensi ceritanya. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Ahmed Fikreatif &lt;/STRONG&gt;(Blogger/Narablog)&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-5755295350479856682?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/5755295350479856682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=5755295350479856682&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5755295350479856682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5755295350479856682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/kisah-seorang-pelacur-muslimah-dan.html' title='Kisah Seorang Pelacur Muslimah dan Bid’ah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-5220135956688889398</id><published>2011-06-09T03:44:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:44:00.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khatthat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahabi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Ustadz M. Al Khatthat: Wahabi itu Anti Khilafah</title><content type='html'> &lt;STRONG&gt;Ustadz M. Al Khatthat: Wahabi itu Anti Khilafah&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/bogorkhattat.jpg" width=291 height=218&gt;Ahad (5/6) pagi di masjid Raya Bogor, Baranang Siang digelar acara Tabligh Akbar dengan tema Intervensi asing dalam penegakkan Syari’at Islam. Pembicara yang hadir dalam acara tersebut adalah, Ustadz M. Achwan (Amir Binniyabah JAT), Ustadz M. Al Khaththath (Sekjen FUI), Ustadz Abu Al Izz (Ketua FAPB) dan Ustadz Abdul Qadir Djaelani.&lt;/P&gt;Ada yang berbeda dalam acara Tabligh Akbar tersebut saat Ustadz M. Al Khaththath bercerita bahwa beliau pernah di cap kafir dan dhollun mundhillun&lt;/EM&gt; (sesat menyesatkan). Hal ini berkaitan dengan pengalaman beliau dalam menyikapi pemilu.  &lt;/P&gt;“Saya sendiri sudah pernah mendapatkan julukan kafir itu. Saya Muhammad Al Khaththath Sekjen Forum Umat Islam yang selama ini berjuang bersama ormas-ormas Islam bahkan melawan Densus 88, kita teriak di KOMNASHAM, kita teriak di DPR/MPR, kita melawan ketidak  adilan Densus 88 dan Thaghut BNPT, tapi saya mendapat gelar bahwa saya sudah kafir karena mendukung Demokrasi. Ini dalam rangka supaya teman-teman yang berjuang menegakkan syari’at Islam tidak suka sama saya karena saya mendukung demokrasi.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Bahkan di Hizbut Tahrir sendiri juga dikembangkan bahwa saya itu Dhollun mudhillun  artinya sesat dan menyesatkan, saya dianggap telah menyesatkan orang-orang Hizbut Tahrir sehingga kemudian pro kepada demokrasi. Gara-garanya saya cuma pro pemilu, pemilu apa menurut saya? pemilu untuk melahirkan kepemimpinan yang mengubah system dari system demokrasi kepada system Islam.” &lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Meski pro Pemilu Al Khaththath tak mau dikatakan kalau dia pro demokrasi, ia menganalogikan dengan orang-orang yang masih memiliki KTP dan uang. &lt;/P&gt;“Kalau segala hal yang berkaitan dengan system itu sudah pasti pro system maka anda jangan punya KTP, jangan anda punya uang, karena uang anda itu dari parlemen Indonesia, banknya system demokrasi. Kalau anda katakan; kalau punya uang uang berarti mendukung system demokrasi, mari uangnya kumpulkan di sini, saya ambil saya pakai berjuang. Giliran pas uang, teman-teman saya di Hizbut Tahrir tidak mau menyerahkan uangnya, tidak apa-apa kalau uang katanya.”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Yang lebih controversial lagi Al Khaththath juga mengungkapkan bahwa Wahabi itu anti khilafah, sebagaimana disebutkan dalam kitab Kaifa Hudimatil Khilafah yang ditulis oleh seorang ulama Hizbut Tahrir Abdul Qadim Zallum&lt;/P&gt;“Saya dulu pernah ditanya, ada kiyai NU yang telpon saya; pak Ustadz Al Khaththtath, anda dan Hizbut Tahrir punya program untuk menghancurkan maulid, memberantas maulid, anda anti maulid, anda anggota GAM (Gerakan Anti Maulid). Saya bilang; tidak, saya biasa ngisi maulid di Jabotabek. Saya Tanya; kenapa pak? Jawabnya; sebab ada orang hizbut tahrir yang ceramah dia mengaku wahabi, dia anti maulid dan akan menghancurkan maulid. Saya katakan; setahu saya, tidak ada yang wahabi dalam Hizbut Tahrir. Karena apa? Karena wahabi itu anti khilafah sebagaimana disebutkan dalam kitab Hizbut Tahrir yang berjudul kaifa hudimatil khilafah (bagaimana khilafah dihancurkan). Kemudian saya bilang; saya heran pak, di NU kok ada yang anti khilafah, apa dia wahabi juga? Maka kemudian akhirnya dia pusing sendiri.”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Dalam sesi tanya jawab salah seorang penanya mengungkapkan bahwa demokrasi juga merupakan bentuk intervensi asing. Ia juga menanyakan tentang keberhasilan perjuangan penegakkan syari’ah lewat parlemen mengingat sebelumnya partai Islam Masyumi di masa Orla telah melakukan hal serupa. &lt;/P&gt;mantan Pimpinan HTI ini pun menanggapi, beliau bercerita lewat pengalamannya saat amir Hizbut Tahrir Internasional mempersilahkan kader-kader HTI masuk ke dalam parlemen dengan syarat melalui Hizbut Tahrir yang harus mendaftar sebagai partai politik resmi.&lt;/P&gt;“Saya pernah berdiskusi dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir waktu kemarin beliau beberapa kali walk out dalam persidangan, saya ngobrol dengan beliau dari pagi sampai siang.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Saya katakan; begini ustadz Abu, saya dulu waktu jadi pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia saya pernah diminta beberapa partai untuk mencalonkan kader-kader Hizbut Tahrir agar menjadi anggota parlemen dari partai-partai tersebut, partai Islam tentunya. Maka karena saya sebagai pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia dan saya terkait dengan Hizbut Tahrir Internasional, saya kirim kepada Amir Hizbut Tahrir Internasional tentang permintaan partai-partai islam ini. Jawaban dari amir Hizbut Tahrir Internasional adalah kalau seandainya di Negara anda memungkinkan untuk berbicara secara terang, secara nyata, secara vulgar bahwa anda berjuang di dalam parlemen atau di dalam kampanye-kampanye yang anda lakukan untuk melakukan perubahan system; dari system kufur kepada system Islam, dari system demokrasi kepada system Islam, dari system sekuler kepada system islam, anda berjuang seperti itu tidak masalah, silahkan. Tetapi kami mensyaratkan bahwa anda masuk ke dalam parlemen dengan nama partai anda sendiri. Artinya kami diperintah untuk maju ke parlemen dengan mendaftarkan Hizbut Tahrir sebagai partai politik resmi. Ini pendapat Hizbut Tahrir, anda tidak sependapat dengan kami tidak ada masalah.”  &lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;“Kalau bicara kemungkinan di dalam parlemen berhasil atau tidak? Saya katakan mungkin, karena ini perjuangan. Tapi kalau anda katakan bahwa; kok dulu Masyumi masuk parlemen tidak berhasil. Lha saya mau Tanya, anda di luar parlemen kapan berhasilnya? Anda juga belum berhasil. Kalau anda di luar parlemen sudah berhasil saya akan mengikuti pendapat anda. “&lt;/EM&gt;       &lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Acara yang dihadiri ratusan hadirin yang sebagian besar berasal dari JAT, kemudian diakhiri dengan penjelasan singkat Ustadz M. Achwan bahwa adanya perbedaan pendapat dengan Ustadz M. Al Khaththath.&lt;/P&gt;“Biar bagaimanapun juga tidak bisa dilepaskan tanggung jawab di hadapan Allah, mungkin kita ada perbedaan persepsi dengan Ustadz Muhammad Al Khaththath. Jadi kami Jamaah Ansharut Tauhid bukan tergetnya kemenangan, yang kita targetkan adalah mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sudah mengarang buku bagaimana pemahaman Islam, bagaimana memperjuangkan Islam sudah ditetapkan. Kita akan berpegang kepada Sunnah Rasul tidak akan keluar dari konteks itu. Yang tidak ada contoh dari Rasul tidak akan kita lakukan karena tujuan kita mardhotillah bukan kemenangan atau sukses.”  [&lt;STRONG&gt;muslimdaily.net&lt;/STRONG&gt;]  &lt;/EM&gt;&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-5220135956688889398?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/5220135956688889398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=5220135956688889398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5220135956688889398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5220135956688889398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/ustadz-m-al-khatthat-wahabi-itu-anti.html' title='Ustadz M. Al Khatthat: Wahabi itu Anti Khilafah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-6800540803640892621</id><published>2011-06-09T03:42:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:42:00.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Talmud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dalam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><title type='text'>Pancasila dalam Talmud</title><content type='html'> Pancasila dalam Talmud &lt;/P&gt;Oleh Irfan S Awwas&lt;/P&gt;Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin&lt;/P&gt;Fenomena munculnya komunitas Yahudi secara terbuka di Indonesoa menarik dicermati, setidaknya karena dua alasan. Pertama, selain belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, secara konstitusional Indonesia belum mengakui eksistensi negara Israel yang masih menjajah negara Palestina.&lt;/P&gt;Kedua, merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, yang diklaim sebagai akibat ditinggalkannya ideologi Pancasila, yang ditengarai sejumlah pihak telah mengalami kropos dan ditinggalkan rakyat. &lt;/P&gt;Kenyataan ini mendorong munculnya wacana 4 pilar kebangsaan. Yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Lalu, apa relevansinya mengaitkan kitab suci Yahudi, NII dan semangat kembali ke Pancasila? Tulisan berikut ini akan mengurai, adakah benang merah Pancasila dan zionisme&lt;STRONG&gt; &lt;/STRONG&gt;dalam Talmud Yahudi.&lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Pancasila dalam Talmud&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in Indonesia&lt;/EM&gt; asli, produk pemikiran yang digali dari rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita kenal sekarang. &lt;/P&gt;Sejauhmana klaim di atas memperoleh legitimasi historis serta validitas akademik? Adakah bangsa lain dan gerakan ideologi lain yang telah memiliki Pancasila sebelum Sukarno menyampaikan pidatonya di depan sidang BPUPKI, 1 Juni 1945? &lt;/P&gt;Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno mengaku, dalam merumuskan ideologi kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno mendeskripsikan pengakuannya:&lt;/P&gt;“Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.&lt;/P&gt; Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I&lt;/EM&gt; atau The Three People’s Principles&lt;/EM&gt;, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”&lt;/P&gt;Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan, sebenarnya Pancasila bukanlah produk domistik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional yang dikemas dalam format domistik. &lt;/P&gt;Sebagai derivasi gerakan zionisme internasional, freemasonry memiliki doktrin Khams Qanun&lt;/EM&gt; yang diilhami Kitab Talmud. Yaitu, monoteisme (ketuhanan yang maha esa), nasionalisme (berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu Yahudi), humanisme (kemanusiaan yang adil dan beradab bagi Yahudi), demokrasi (dengan cahaya talmud suara terbanyak adalah suara tuhan), dan sosialisme (keadilan sosial bagi setiap orang Yahudi). (Syer Talmud Qaballa XI:45).&lt;/P&gt;Tokoh-tokoh pergerakan di Asia Tenggara juga merujuk pada Khams Qanun&lt;/EM&gt; dalam merumuskan dasar dan ideologi negaranya. Misalnya, tokoh China Dr. Sun Yat Sen, seperti disebut Bung Karno, dasar dan ideologi negaranya dikenal dengan San Min Chu I&lt;/EM&gt;, terdiri dari: Mintsu, Min Chuan, Min Sheng, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme. &lt;/P&gt;Asas Katipunan Filipina yang dirumuskan oleh Andreas Bonifacio, 1893, dengan sedikit penyesuaian terdiri dari : nasionalisme, demokrasi, ketuhanan, sosialisme, humanisme. Begitupun, Pridi Banoyong dari Thaeland, 1932, merumuskan dasar dan ideologi negaranya dengan prinsip: nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dan religius.&lt;/P&gt;Sedangkan Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, pada mulanya merumuskan ideologi dan dasar negara Indonesia yang disebut Panca Sila terdiri dari: nasionalisme (kebangsaan), internasionalisme (kemanusiaan), demokrasi (mufakat), sosialisme, dan ketuhanan.&lt;/P&gt;Prinsip indoktrinasi zionisme, memang cukup fleksibel. Dan fleksibilitasnya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik disetiap negara. &lt;/P&gt;Pertanyaannya, adakah kesamaan ideologi dari tokoh  dan aktor politik di atas bersifat kebetulan, atau memang berasal dari sumber yang sama, tapi dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berbeda? &lt;/P&gt;Dalam kaedah mantiq, dikenal istilah tasalsul,&lt;/EM&gt; yaitu rangkaian yang berkembang, mustahil kebetulan. Artinya, sesuatu yang berpengaruh pada yang sesudahnya, pastilah bukan kebetulan.&lt;/P&gt;Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud. Sehingga, klaim Pancasila sebagai produk domistik terbantahkan secara faktual. &lt;/P&gt;Intervensi ideologi ini, berpengaruh besar terhadap perkembangan Indonesia pasca kemerdekaan. Di zaman demokrasi terpimpin, pengamalan Pancasila berwujud Nasakom (nasionalisme, agama, komunisme). Sedang di zaman orde baru, praktik Pancasila berbentuk asas tunggal. Kedua model amaliah Pancasila itu, telah melahirkan ideologi politik traumatis. &lt;/P&gt;Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi, yang bertentangan dengan konstitusi negara. Dan tidak konsisten dengan semangat kemerdekaan. Muqadimah UUD 1945, menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. &lt;/P&gt;Dalam kaitan ini, pemerintah bertanggungjawab merealisasikan dasar dan ideologi negara, selaras dengan muqadimah UUD ’45. Seperti tertuang dalam pasal 29 ayat 1, bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;/P&gt;Prof. Hazairin, SH menafsirkan negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah: pertama, di negara RI tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan agama. Kedua, negara RI wajib melaksanakan Syari’at Islam bagi umat Islam, syari’at Nasrani bagi umat Nasrani, dstnya sepanjang pelaksanaannya memerlukan bantuan kekuasaan negara. Ketiga, setiap pemeluk agama wajib menjalankan syariat agamanya secara pribadi. (Demokrasi Pancasila, 1975).&lt;/P&gt;Oleh karena itu, hasrat membicarakan kembali Pancasila sekarang haruslah dalam semangat kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Tanpa intervensi ideologi asing, dan tanpa mendiskreditkan pihak lain dengan alasan antipancasila, anti NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan slogan lainnya. Setiap warganegara berhak ikut merumuskan dasar dan ideologi negara yang benar, tanpa intimidasi dari pihak manapun.&lt;/P&gt;Jogjakarta, 15 Mei 2011 &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-6800540803640892621?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/6800540803640892621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=6800540803640892621&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6800540803640892621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6800540803640892621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/pancasila-dalam-talmud.html' title='Pancasila dalam Talmud'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-3150786313409059256</id><published>2011-06-09T03:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:41:00.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Janganlah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membenci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Neraka'/><title type='text'>Janganlah Membenci Neraka</title><content type='html'> &lt;P&gt;Janganlah Membenci Neraka&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sejauh pengetahuan, di alam akhirat hanya ada dua tempat kembali. Pertama adalah neraka. Di sinilah pada hakekatnya manusia berada yang karenanya manusia lebih tepat disebut sebagai calon-calon ahli neraka daripada ahli surga (Jannah). Sementara tempat kembali yang kedua adalah surga atau Jannah. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sungguh bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat bertanya: “Demikian juga engkau wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam?” Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. (HR. Al Bukhari no. 6463 dan Muslim no. 2816).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ketika bercerita tentang surga, kurasa kita akan lebih antusias mendengarkan dan menyimaknya. Anganpun mulai membayang-bayangkan betapa bahagianya di sana. Namun sebaliknya, ketika kita mendengar neraka, seolah-olah hanya mendengar namanya saja kita enggan membicarakannya. Boleh jadi kita membencinya. Bahkan tak jarang diantara kita yang berangan-angan agar Allah SWT memusnahkannya saja (bc: neraka_pen). &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Namun kita perlu ingat perkataan Allah SWT dalam surat Adz Dzariyat ayat 49 bahwa “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jika kita membenci keberadaan neraka, maka sebenarnya kita akan meniadakan setengah dari keadilan. Sesungguhnya, di dalam neraka terdapat refleksi setengah keadilan. Dan di dalam surga terdapat refleksi setengahnya lagi. Jika neraka dihapuskan begitu saja, lalu kenapa manusia harus diperintahkan untuk selalu taat kepada perintah Allah SWT...? wallahu a'lam. &lt;/P&gt;&lt;P&gt;Semoga kita dihindarkan dari neraka. &lt;/P&gt;&lt;BLOCKQUOTE readability="5"&gt;&lt;P&gt;Abdul Mun’im Mushtofa Halimah “Abu Basheer Ath Thurtusi” (sumber di sini).&lt;/P&gt;&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Ahmed Fikreatif (narablog/blogger)&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-3150786313409059256?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/3150786313409059256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=3150786313409059256&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3150786313409059256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/3150786313409059256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/janganlah-membenci-neraka.html' title='Janganlah Membenci Neraka'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2994436033892734790</id><published>2011-06-09T03:40:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:40:00.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaminan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebagai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah'/><title type='text'>Allah Sebagai Saksi dan Jaminan</title><content type='html'> Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw., beliau bercerita, "Sesungguhnya ada seorang Bani Israil yang memohon kepada Bani Israil lainnya  untuk meminjaminya uang seribu dinar. Orang yang meminjamkan berkata, 'Datangkanlah saksi-saksi. Aku ingin mempersaksikan peminjaman ini kepada mereka.' Peminjam berkata, 'Cukuplah Allah sebagai saksinya.' Orang yang meminjamkan berkata, 'Datangkanlah seorang penjamin.' Peminjam berkata, 'Cukuplah Allah sebagai penjamin.' Orang yang meminjamkan berkata, 'Kamu benar.' Kemudian dia memberikan uang itu hingga tempo tertentu.&lt;/P&gt;Peminjam uang pergi ke laut untuk memenuhi hajatnya. Kemudian dia merasa sangat membutuhkan perahu untuk mengantarkan uang pinjamannya yang sudah jatuh tempo pembayarannya. Namun, dia tidak menemukannya. Kemudian dia mengambil kayu dan melubanginya. Lalu dia memasukkan ke dalamnya uang seribu dinar berikut secarik tulisan yang ditujukan kepada pemilik uang. Kemudian melapisinya agar tidak terkena air. Lalu dia membawa kayu ke laut. Dia berkata, 'Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya telah meminjam uang seribu dinar kepada si Fulan. Dia meminta penjamin dariku, kemudian kukatakan bahwa cukuplah Allah sebagai penjamin, dan dia pun rela. Dia memintaku mendatangkan saksi, lalu kukatakan bahwa cukuplah Allah sebagai saksi, dan dia pun rela. Sesungguhnya aku telah berusaha untuk mendapatkan perahu yang akan kugunakan untuk mengantarkan uangku kepadanya, namun aku tidak mendapatkannya. Kini, kutitipkan uang itu kepada-Mu.' Kemudian dia melemparkan kayu itu hingga tenggelam. Dia pun pergi. Walau demikian, dia tetap berusaha mencari perahu yang menuju ke negeri orang yang meminjamkan.&lt;/P&gt;Kini, orang yang meminjamkan uang pergi untuk menanti. Barangkali ada perahu datang membawa piutangnya. Tiba-tiba dia menemukan kayu yang berisi uang itu. Dia membawanya pulang sebagai kayu bakar untuk istrinya. Tatkala dia membelahnya, dia menemukan uang dan secarik pesan. Di lain pihak, si peminjam pun datang juga membawa seribu dinar. Dia berkata, 'Demi Allah, sebelum aku datang sekarang, aku senantiasa berusaha untuk mendapatkan perahu guna mengantarkan pinjaman kepadamu.' Orang yang meminjamkan berkata, 'Apakah kamu mengirimkan sesuatu kepadaku?' Peminjam berkata, 'Bukankah telah kuceritakan kepadamu bahwa aku tidak menemukan perahu, sebelum saya mendapatkannya sekarang ini?' Orang yang meminjamkan berkata, 'Sesungguhnya Allah telah mengantarkan pinjamanmu yang kau taruh dalam kayu. Maka gunakanlah uangmu yang seribu dinar itu dengan baik.'" (Sanad riwayat ini sahih. Al-Bukhari meriwayatkan) &lt;/P&gt;Demikianlah, bila seseorang memiliki niat yang tulus untuk menunaikan kewajibannya, Allah akan mempermudah jalannya. Jangankan kewajiban terhadap sesama makhluk, kewajiban kepada Allah pun jalannya akan ia lapangkan. Walau secara zhahir kewajiban itu belum sempat terlaksana karena uzur, Allah tetap memberi ganjaran pahala.&lt;/P&gt;Kisah di atas menggambarkan betapa amanahnya sifat orang yang meminjam itu. betapapun, akad awal bentuknya berupa pinjaman (i’arah&lt;/EM&gt;), maka ia akan tetap berlaku sebagai pinjaman. Selama ia merasa mampu membayar hutang itu, ia akan bayar, bahkan dengan mengantarkannya langsung. Laut diseberangi, bukan masalah. Yang penting terbebas dari beban hutang.&lt;/P&gt;Hari ini di saat kondisi ekonomi sedang sulit, orang-orang yang berhutang semakin banyak. Di antara yang banyak itu, belum tentu semuanya punya iktikad baik melunasi hutangnya. Tidak sedikit orang datang berhutang, namun di dalam hatinya ada iktikad buruk menunda pembayaran, bahkan mungkin mangkir dari kewajiban. Ujung-ujungnya nanti mereka minta supaya hutangnya diikhlaskan saja. Yang begini, sudah pasti tidak amanah dan tak tahu diri. Wallohu A’lam. &lt;/P&gt; Barokallohu tula hayatika. Amin!&lt;/P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/habibziadi.jpg"&gt; &lt;/P&gt;&lt;STRONG&gt;Habib Ziadi, S.Pdi&lt;BR&gt;Alumnus Isy Karima dan An-Nu'aimy Jakarta&lt;/STRONG&gt; &lt;/P&gt;[&lt;STRONG&gt;muslimdaily.net&lt;/STRONG&gt;] &lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2994436033892734790?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2994436033892734790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2994436033892734790&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2994436033892734790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2994436033892734790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/allah-sebagai-saksi-dan-jaminan.html' title='Allah Sebagai Saksi dan Jaminan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1919546550248741061</id><published>2011-06-09T03:38:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:38:00.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengkhianatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bantahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontroversi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyaliban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yudas'/><title type='text'>Kontroversi Penyaliban Yesus dan Bantahan Pengkhianatan Yudas</title><content type='html'> &lt;STRONG&gt;Oleh Ahmed Othman&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/Crucifiction.jpg"&gt;Penyaliban Isa as sampai saat ini masih hangat dibicarakan begitu juga mengenai existensi Yudas Iskariot, salah satu murid Isa as yang berperan penting dalam kasus ini. Terdapat beberapa masalah ganjil yang dikritisi umat muslim yang mau berfikir. Diantaranya adalah mengapa ada ketidakjelasan dalam Injil mengenai ini dan seolah-olah argumen dan gaya bahasanya dibuat-buat dengan menyingkirkan saksi yang melaporkan kepada periwayat, padahal kitab inilah yang seharusnya merinci tentang penyaliban tersebut? Mengapa Yudas dianggap sebagai penghianat sehingga tidak ada manusia yang dijuluki ‘si Yudas’? Mengapa pula Yudas diangkat sebagai salah satu dari dua belas orang murid Isa as (Hawariyyun&lt;/EM&gt;), padahal hawariyyun&lt;/EM&gt; adalah orang-orang yang terpilih untuk menjadi murid Isa as dan sudah mengatakan sumpah pengabdian kepada Isa as.&lt;/P&gt;Teori yang berkembang&lt;/P&gt;Ada dua teori dalam kalangan Islam mengenai wafatnya Isa as. Teori pertama mengatakan bahwa Isa as tidak wafat dan tidak disalib, melainkan Isa as diangkat oleh Allah ke langit untuk diselamatkan dari kejaran tentara Romawi yang hendak menangkapnya untuk disalib.&lt;/EM&gt;&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Allah berfirman mengenai penyaliban Isa as:&lt;/P&gt; “dan karena Ucapan mereka: ‘Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”&lt;/EM&gt; (Qs. An-Nisa: 157)&lt;/P&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa Isa as tidak disalib, melainkan orang lainlah yang disalib. Hal ini paralel dengan ayat Alkitab yang membuktikan bahwa bukan Isa as yang disalib, dalam Injil Matius 27:46 “Kira-kira jam tiga berserulah Isa as dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”&lt;/EM&gt;. Jika kita berfikir lebih dalam, mengapa bisa seorang Isa as ditinggalkan oleh Allah, padahal dirinya sendiri adalah Allah.&lt;/P&gt;Lalu Allah berfirman:&lt;/P&gt;“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(Qs. An-Nisa: 158)&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Sementara teori ke&lt;/EM&gt;dua&lt;/EM&gt; menjelaskan bahwa Isa as memang disalib, namun beliau tidak mati di kayu salib&lt;/EM&gt; melainkan sebelum mati, sudah diturunkan karena menghormati hari sabat&lt;/EM&gt;.&lt;/P&gt;“(Isa as berkata) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu) ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’ dan aku menjadi saksi atas mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkanku (tawaffaytani) Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau-lah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu” (Al-Maidah: 117)&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Dalam penggalan ayat tersebut terdapat kata tawaffaytani&lt;/EM&gt; yang berarti ‘mewafatkanku’. Kata itu sama makna aslinya dengan kata-kata lain yang serupa dengannya seperti pada ayat 32:11, 4:97, 8:50. Maka anggapan bahwa Isa as diangkat ke langit dengan maksud Allah menolong Isa as menjadi gugur. Penjelasan yang logis yaitu Isa as berada di tiang salib namun tidak mati di tiang salib.&lt;/P&gt;Adalah Pilatus, seorang gubernur yang kala itu berkuasa yang merasa bahwa Isa as adalah seorang yang istimewa dengan berat hati mengabulkan permintaan rakyatnya yang ingin Isa as disalib. Maka dengan strategi Pilatus, Isa as berhasil selamat dari kematian di tiang salib.&lt;/P&gt;Pilatus sengaja memutuskan penyaliban Isa as pada hari Jum’at tengah hari seperti dikutip dalam Injil Matius 27 : 46 yang menjelaskan keadaan Isa as pada waktu disalib:&lt;/P&gt;“Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Hal ini agar Isa as tidak mati dalam penyaliban. Perlu diketahui bahwa seorang yang disalib harus mati dalam keadaan dipasung dalam kayu salib setidaknya selama tiga hari. Hukuman mati seperti ini sangatlah menyakitkan, karena memerlukan waktu yang lama untuk mati.&lt;/P&gt;Hari sabat adalah hari yang suci bagi umat Kristiani – kala itu. Jadi pada hari sabat tidak diperbolehkan adanya hukuman mati karena akan menodai kesucian hari sabat. Sementara Isa as yang disalib pada hari Jum’at siang harus diturunkan sebelum petang karena petang sudah masuk hari sabat dalam kalender Yahudi. Dengan itu Isa as tidak mati di tiang salib. Lalu bagaimana dengan hukuman matinya?&lt;/P&gt;Saat Isa as mengalami penyaliban, ia tidak sendiri melainkan bersama dua orang penjahat yang disalib bersama dengannya. Dengan waktu disalibnya yang singkat itu – yakni selama tiga jam, dua orang tersebut masih sadar dalam penyalibabnya sehingga membuat tentara Romawi mempercepat kematian keduanya dengan cara mematahkan kaki mereka yang menyangga tubuh mereka. Namun Isa as yang saat itu diturunkan bersamaan dengan keduanya telah pingsan atau dipingsankan oleh Allah sehingga membuat tentara Romawi menganggapnya telah mati.&lt;/P&gt;Dalam Injil dijelaskan :&lt;/P&gt;"Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa ia&lt;/EM&gt; &lt;/EM&gt;telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya." ( Yoh. 19:33).&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;"&lt;/EM&gt;P&lt;/EM&gt;ilatus heran saat mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala serdadu dan menanyakan kepadanya benarkah Yesus sudah mati." (Markus 15 : 44 ).&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Sejauh yang penulis ketahui, pendapat ini juga didukung oleh Syaikh Ahmed Deedat dalam bukunya, Cruxifition or Cruxi-Fiction.&lt;/EM&gt; Ia &lt;/EM&gt;mengatakan bahwa Isa as memang disalib, namun ia tidak mati di kayu salib. Pengertian orang yang disalib adalah orang yang mati di tiang salib. Isa as, sebagaimana penjelasan dalam Al-Qur’an tidak di salib, ini berarti Isa as tidak mati di tiang salib walau pun ia berada disana. Sementara kata Syubbi lahum&lt;/EM&gt; dalam Al-Qur’an dapat bermakna diserupakan dengan orang mati.&lt;/P&gt;Keganjilan Yudas ‘si pengkhianat’&lt;/P&gt;Hal ganjil lain dalam kasus ini adalah mengapa Yudas Iskariot dianggap sebagai orang yang paling bersalah sehingga ia dianggap sebagai penghianat. Yudas adalah salah satu dari dua belas orang murid terpercaya Isa as untuk berdakwah menyebarkan Tauhid dikalangan Bani Israel yang kala itu sudah jauh dari asas ketuhanan dan banyak melakukan bid’ah dengan nama Allah.&lt;/P&gt;Sehubungan dengan hal ini, sebenarnya Al-Qur’an tidak menyinggung tentang penghinatan Yudas. Justru sebaliknya, Al-Qur’an telah memberitakan Yudas adalah seorang yang sangat taat kepada Isa as dan Allah karena ia adalah salah satu dari Hawariyyun&lt;/EM&gt; yang dipuji Allah dan ketaannya diabadikan dalam Al-Qur’an.&lt;/P&gt;Dan (ingatlah), ketika aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".(Al-Maidah:111)&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Ayat diatas menunjukan keimanan Hawariyyun&lt;/EM&gt; dan kepatuhan mereka terhadap Isa as. Ayat ini juga menjadi bukti bahwa Yudas bukanlah seorang penghianat. Tidak mungkin seorang yang dipuji Allah kesetiaanya dan diabadikan dalam Al-Qur’an adalah seorang pengkhiat. Bahkan lebih jauh lagi Allah memuji mereka dalam ayat lain;&lt;/P&gt;Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berserah diri.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah Kami ikuti rasul, karena itu masukanlah Kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (Ali Imran:52-53)&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Melalui ayat diatas, dapat dipahami bahwa Al-Qur’an telah memberi keterangan tentang suatu peristiwa dimana Isa as terdesak, yakni saat bani Israel menolak secara terang-terangan ajaran Isa as. Saat itu Isa as meminta diatara pengikutnya untuk menjadi penolong dalam menegakkan agama Allah, lalu datanglah dua belas orang untuk bersedia menjadi penolong Isa as dan mereka disebut Hawariyyun&lt;/EM&gt; oleh Allah.&lt;/P&gt;Menurut Sayyid Muhammad Husaini Tabathaba’i dalam al-mizan fi Tafsiri Qur’an&lt;/EM&gt;, kata Hawariyyun&lt;/EM&gt; berasal dari kata Huur&lt;/EM&gt; yang artinya sangat putih. Hawariyyun&lt;/EM&gt; dapat dimaknakan orang-orang yang hati dan keimanannya sangat putih, jauh dari kekafiran apalagi pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya.&lt;/P&gt;Namun yang menjadi bukti paling kuat bahwa Yudas bukanlah penghianat adalah peristiwa yang terjadi di Getsemani, tempat di mana berkumpulnya para imam Yahudi yang bermusyawarah merencanakan pembunuhan Isa as. Pada malam itu, Yudas pergi ke tanah Getsemani untuk memberitahukan kapada para imam Yahudi bahwasannya Isa as siap berdamai kepada mereka setelah terjadinya kerusuhan di Yerusalem yang disebabkan ketidak-ridhoannya para imam dengan pengikut Isa as.&lt;/P&gt;Dalam riwayat injil Matius mengatakan bahwa Yudas telah menerima imbalan sebesar ‘tiga puluh uang perak dan tiga puluh keping emas’ untuk memberitahukan tempat Isa as bersembunyi. Negosiasi yang terjadi antara Yudas dengan para imam Yahudi kala itu berlangsung cukup alot. Redaksi yang dimuat dalam Injil menyebutkan bahwa Yudas bersedia menerima negosiasi tersebut. Akan tetapi benarkah Yudas menerima negosiasi begitu saja? Jawabannya tidak. Jika dibandingkan dengan jabatan Yudas sebagai bendahara Isa as, imbalan tersebut tidaklah seberapa.&lt;/P&gt;Dalam riwayat Yohanes dikisahkan;&lt;/P&gt;Maka Yesus, yang tahu semua akan menimpa dirinya maju kedepan dan berkata kepada mereka: “siapakah yang engkau cari?”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Katanya dengan mereka: “Akulah dia.” Yudas yang menghianati dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Ketika ia berkata kepada mereka: “Akulah dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. (Yohanes 18:4-6)&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Apabila diperhatikan kalimat “Maka Yesus, yang tahu semua akan menimpa dirinya maju kedepan dan berkata kepada mereka: siapakah yang engkau cari?”&lt;/EM&gt;, maka akan timbul pertanyaan, mungkinkah Isa as tidak tahu siapa yang dicari oleh mereka? Mungkinkah para imam tidak tahu siapa yang mereka cari? Padahal yang bertanya adalah objek mereka.&lt;/P&gt;Dan dengan aneh mereka menjawab “Yesus dari Nazaret&lt;/EM&gt;”. Bukankah seharusnya mereka menjawab “Kamu&lt;/EM&gt;” karena tidak mungkin mereka yang terdiri dari para imam tidak tahu seperti apa rupa yang mereka cari.&lt;/P&gt;Peristiwa yang juga mengherankan adalah ketika Isa as menjawab:&lt;/P&gt;            ”Akulah dia&lt;/EM&gt;” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.&lt;/P&gt;Ada apa dengan kalimat “Akulah dia” sehingga mereka mundur dan jatuh ke tanah? Atau peristiwa apakah yang menyebabkan mereka terkejut sehingga mundur dan Jatuh ke tanah?&lt;/P&gt;Setalah Yesus menjawab “Akulah dia” sehingga mereka mundur dan jatuh ke tanah, maka Yesus bertanya lagi:&lt;/P&gt;Maka ia bertanya pula: “siapakah yang kamu cari?”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Kemudian mereka menjawab lagi: “Yesus dari Nazaret”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Jawab Yesus: “telah kukatakan kepadamu, akulah dia. Jika aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” (Yohanes 18:7)&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Sungguh mengherankan, mengapa Isa as harus mengulang pertanyaannya? Mengapa sampai saat itu mereka belum memahami ucapannya? Mengapa peristiwa tanya jawab sederhana ini tiba-tiba menjadi sebuah dialog dengan konteks yang tidak lagi relevan dan rasional?&lt;/P&gt;Sebenarnya beberapa penjelasan mengenai pertanyaan ini, dapat disimpulkan bahwa peristiwa yang terjadi sebenarnya tidak disampaikan menurut kejadian yang sebenarnya sehingga teks kisah ini menjadi amburadul. Untuk memahami atau menjawab semua keganjilan ini dibutuhkan sebuah pemahaman yang tajam dengan didukung oleh referensi yang penting dan relevan. Allah telah berfirman:&lt;/P&gt;Dan karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Annisa: 157)&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Secara jelas, Al-Qur’an telah menyatakan bahwa Isa as tidak pernah dibunuh atau pun disalib. Dapat disimpulkan, apabila Isa as tidak pernah dibunuh atau disalib, maka ia tidak pernah tertangkap. Jika hanya ia tertangkap, maka kecil kemungkinannya untuk disalib atau dibunuh. Kemudian Al-Qur’an menyatakan lagi bahwa orang yang dibunuh dan disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan Isa as. Artinya, orang yang ditangkap di Getsemani itu bukanlah Isa. Lalu siapakah yang mengaku-aku sebagai Yesus dari Nazaret itu?&lt;/P&gt;Jika dicermati, maka jawaban mereka “Yesus dari Nazaret&lt;/EM&gt;” mengidikasikan bahwa orang yang bertanya bukanlah Yesus (Isa as). Seperti dijelaskan, apabila yang bertanya adalah Isa as sendiri, maka para imam akan  menjawab “Kamu&lt;/EM&gt;”. Sebab para imam telah mengenal betul sosok Isa as karena mereka sudah sering bertemu di Yerusalem untuk beribadah. Kemudian yang tak kalah penting, bagaimana pertanyaa itu terjadi berulang-ulang lalu dijawab dengan jawaban yang sama, yaitu “Yesus dari Nazaret&lt;/EM&gt;”, seolah-oleh para imam ingin dibuat lebih percaya terhadap omonganya.&lt;/P&gt;Pada kenyataannya, Injil Yohanes sendiri hanya menyebutkan satu nama dari sekian banyak orang yang hadir di tempat itu, yakni “Yudas yang menghianati dia&lt;/EM&gt;” atau Yudas Iskariot.&lt;/P&gt;Paragraf selanjutnya yang lebih penting adalah “Ketika ia berkata kepada mereka: “Akulah dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.&lt;/EM&gt;” Kalimat inilah yang harus diperhatikan, karena kalimat ini menunjukan sikap terkejut para imam. Jika kalimat itu hanya berhenti pada “Yesus dari Nazaret&lt;/EM&gt;”, maka masih bisa diterima karena tidak menunjukan sikap yang aneh para imam. Dengan kalimat berikutnya, dapat diartikan mereka sangat terkejut dan ketakutan karena orang yang bertanya dan mengaku-aku Isa as bukanlah Isa as yang mereka ketahui melainkan orang lain. Orang-orang itu tidak dapat menafikan penglihatan mereka yang mungkin baru beberapa saat saja menyaksikan bahwa orang yang tadi berkata  bukanlah Isa as. Lalu bagaimana mungkin dalam sekejap mata orang ini tiba-tiba menjadi Isa as? Artinya kenyataan inilah yang membuat mereka mundur dan terkejut  yang mengakibatkan mereka jatuh ke tanah. Maksudnya, setelah menyaksikan orang yang bertanya itu tiba-tiba menjadi serupa dengan Isa as, mereka tidak bisa percaya sehingga mereka merasa ketakutan untuk beberapa saat, mundur dan terjatuh.&lt;/P&gt;Dalam konteks ini, dapat dipahami bahwa orang yang bertanya dan mengaku-aku Isa as adalah Yudas Iskariot yang saat itu memang hadir bersama mereka. Yudas dengan rasa kesetiaan yang tinggi ingin menyelamatkan Isa as dari pembunuhan itu dan rela bekorban demi keselamatan Isa. Karena dalam Ijil, kalimat berikutnya adalah “Jawab Yesus: “telah kukatakan kepadamu, akulah dia. Jika aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” (Yohanes 18:7)”&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;Jadi, anggapan selama ini mengenai Yudas Iskariot telah salah bagi kebanyakan orang. Yudas yang sejatinya menyelamatkan Yesus berkat kesetiaaan yang tinggi dan pengorbanan nyawanya telah tertangkap dan disalib oleh mereka. Ingatlah bahwa imam Yahudi tetap meragukan tentang siapa yang disalib itu karena awalnya yang mereka lihat bukanlah Isa as, melainkan orang lain yang dalam sekejap berubah menjadi serupa dengan Isa as (lihat Annisa:157). Namun dengan perubahan, atau mungkin ketidak tahuan periwayat Injil mengenai ini, periwayat menuliskan Yesus yang ditangkap dan disalib.&lt;/P&gt;Wallahu ‘alam ...&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1919546550248741061?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1919546550248741061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1919546550248741061&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1919546550248741061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1919546550248741061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/kontroversi-penyaliban-yesus-dan.html' title='Kontroversi Penyaliban Yesus dan Bantahan Pengkhianatan Yudas'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7353431397862010718</id><published>2011-06-09T03:37:00.001-07:00</published><updated>2011-06-09T03:37:34.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pantau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Minta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wikileaks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejaring'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Wikileaks: Indonesia Minta Dana Dari Amerika untuk Pantau Jejaring Sosial</title><content type='html'> &lt;P&gt;Berikut ini adalah dokumen (cable) yang dirilis situs pembocor Wikileaks tentang hubungan Amerika dan Indonesia, terutama dalam pengawasan jejaring sosial dan media.&lt;/P&gt;VZCZCXYZ0003&lt;/P&gt;RR RUEHWEB&lt;/P&gt;DE RUEHJA #0186 0430503&lt;/P&gt;ZNR UUUUU ZZH&lt;/P&gt;R 120503Z FEB 10&lt;/P&gt;FM AMEMBASSY JAKARTA&lt;/P&gt;TO SECSTATE WASHDC 4468&lt;/P&gt;UNCLAS JAKARTA 000186&lt;/P&gt;SIPDIS&lt;/P&gt;DEPARTMENT FOR R/PPR, IIP/EAP, EAP/PD &lt;/P&gt;INFO FOR PA, PA/OBS, EAP/MTS, S/P FOR JARED COHEN, IIP FOR DAN SREEBNY &lt;/P&gt;NSC FOR PRADEEP RAMAMURTHY WHITE HOUSE FOR KATIE LILLIE&lt;/P&gt;E.O. 12958: N/A &lt;/P&gt;TAGS: PGOV KPAO ID XC&lt;/P&gt;SUBJECT: MISSION INDONESIA FUNDING REQUEST TO AMPLIFY SOCIAL MEDIA EFFORT IN TIME FOR MARCH POTUS VISIT&lt;/P&gt;REF: Jakarta 0065&lt;/P&gt;&lt;IMG alt="" align=left src="/WikiLeaks-540x304.jpg" width=233 height=131&gt;Kesimpulan: Misi Indonesia yaitu permintaan tambahan dana dari Indonesia secepatnya untuk memaksimalkan potensi penggunaan media dan jejaring sosial dalam rangka kunjungan POTUS (President of The United States) yang dijadwalkan pada akhir Maret 2010. Amerika Serikat sebelumnya telah mengadakan operasi menggunakan Twitter, YouTube, dan blogger lokal untuk menyampaikan pesan dan informasi dari USG (United State Government), secara khusus kami telah memanfaatkan hal-hal tersebut untuk mengembangkan isu publik untuk mendukung kunjungan presiden Obama. Kami meminta $100.000 untuk meningkatkan halaman penggemar di Facebook menjadi 1 juta (orang-akun), dan kami dapat menyelesaikan ini dalam kurun waktu 30 hari. &lt;/P&gt;Komunitas pengguna internet di Indonesia sebenarnya tidak besar, tetapi berpotensi menjadi kekuatan politik. Dengan presentasi pengguna 10% yaitu 25 juta orang, yaitu separuh pengguna facebook. Di peringkat ketujuh terbesar dan terbesar dalam perkembangan jumlah pemakai Facebook di dunia, kami akan menjangkau anak-anak muda, orang-orang kota yang tidak menjadikan media tradisional sebagai sumber informasi. Terkait dengan hubungan historis khusus Indonesia dengan presiden ke-44, akan membuat kunjungan tersebut bernilai lebih. Dalam pantauan kami selama 2 minggu terakhir 1000 orang telah berinteraksi dan berkomentar dan telah ditampilkan di media secara resmi sejak penhumuman resmi tersebut.&lt;/P&gt;Telah dilakukan upaya untuk mempengaruhi media, kami telah melakukan beberapa hal khusus untuk menjadikan pesan dan isu yang disampaikan USG menjadi tetap kuat untuk jangka waktu yang lama  Dengan dana yang cukup untuk menguatkan  dan membangun yang sudah ada sebelumnya, Misi Indonesia meminta $100,000 secepatnya untuk mencapai 1 juta penggemar Facebook dalam kurun waktu 30 hari sesaat sebelum POTUS (Obama) datang.&lt;/P&gt;Rencana Aksi dan Implementasi&lt;/P&gt;Uang ini akan digunakan di 3 area. Pertama, ini akan meningkatkan iklan lewat Facebook. Sebagai gambaran, saat ini Kedutaan Besar di Jakarta telah menghabiskan tidak kurang dari $25 per hari untuk biaya iklan, dengan hasil 300 sampai 400 penggemar baru. Meningkatkan nilai ini dalam waktu 30 hari, dengan hasil 100.000 sampai dengan 120.000 penggemar. Dana itu juga akan digunakan untuk mempromosikan kunjungan dan halaman penggemar kami di portal iklan online, iklan banner, Youtube, Twitter, dan usaha promosi lainnya, termasuk tambahan embadding blogger, kontes, SMS. Dengan 100 juta ponsel yang digunakan di Indonesia, mengirim SMS adalah cara yang sangat baik untuk mendapat perhatian yang sangat besar. Dengan bekerjasama dengan provider besar, kami akan mendorong masyarakat Indonesia untuk mengupdate informasi terkini melalui ponsel mereka –cara tersebut tidak termasuk kunjungan ke situs. Harga : $60,000&lt;/P&gt;Cara strategi promosi yang lain untuk meningkatkan antusiasme adalah dengan menawarkan “tiket emas” melalui Facebook. Kami menawarkan untuk mewujdkan impian seseorang, dengan menyediakan kesempatan untuk bertemu POTUS selama kunjungannya. Jika Gedung Putih menyetujuinya, kami dapat mengundang penggemar untuk mempublikasikan kenapa mereka ingin bertemu Presiden Obama. Kami dapat membangun kerjasama dengan statsiun tv swasta lokal untuk mencari “finalis” dan meningkatkan jangkauan. RSO akan menjamin keamanan akan hal ini. Jika Gedung Putih tidak menyetujui hal ini, mungkin “hadiah impian” beasiswa di Amerika Serikat bisa menjadi alternatif. Harga : $15,000&lt;/P&gt;Ketiga kami akan mengimplementasikan ide ini untuk jangka waktu yang terbatas, yaitu melalui agen pemasaran digital lokal, yang dapat membantu Tim Media Kedutaan Besar. Harga $25,000&lt;/P&gt;[&lt;STRONG&gt;Tim MuslimDaily&lt;/STRONG&gt;] &lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.kebumennews.info" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Peliculas Online&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7353431397862010718?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7353431397862010718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7353431397862010718&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7353431397862010718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7353431397862010718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/06/wikileaks-indonesia-minta-dana-dari.html' title='Wikileaks: Indonesia Minta Dana Dari Amerika untuk Pantau Jejaring Sosial'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1222893342726122398</id><published>2011-04-06T09:00:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T09:00:44.953-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>Imajinasi Manusia Tentang Al;Khidzir AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Siapakah  Al-Khidir  itu? Apakah  ia   seorang   Nabi   atau&lt;br /&gt;wali? Apakah  ia hidup sampai saat ini sebagaimana dikatakan&lt;br /&gt;oleh banyak orang? Sebagian  orang-orang  yang  saleh  telah&lt;br /&gt;melihat  dan berjumpa dengannya. Apabila masih hidup, dimana&lt;br /&gt;ia  tinggal?  Mengapa  beliau   tidak   muncul   dan   tidak&lt;br /&gt;mengajarkan  ilmunya  kepada orang-orang, khususnya di zaman&lt;br /&gt;sekarang? Saya harapkan mendapat penjelasan yang memuaskan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Al-Khidir adalah hamba yang saleh dan disebutkan oleh  Allah&lt;br /&gt;Ta'ala  dalam  Surat  Al-Kahfi, yaitu sebagai teman sayidina&lt;br /&gt;Musa as. Dimana Nabi Musa as. belajar kepadanya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Al-Khidir mensyaratkan kepadanya agar  bersabar.  Maka  Musa&lt;br /&gt;menyanggupinya.  Al-Khidir  berkata,  "Bagaimana  kamu dapat&lt;br /&gt;bersabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai  pengetahuan&lt;br /&gt;yang cukup tentang hal itu?" Al-Khidir tetap menyertai Musa.&lt;br /&gt;Ia adalah seorang hamba yang diberi rahmat  oleh  Allah  dan&lt;br /&gt;ilmu  dari  sisi-Nya.  Musa  terus  berjalan  bersamanya dan&lt;br /&gt;melihat Al-Khidir telah melobangi perahu. Maka Musa berkata,&lt;br /&gt;"Apakah engkau melubanginya supaya penumpangnya tenggelam?"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Cerita selanjutnya telah disebutkan dalam Surat Al-Kahfi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Musa   merasa  heran  atas  perbuatannya,  hingga  Al-Khidir&lt;br /&gt;menerangkan  kepadanya  sebab-musabab  dari  perbuatan  yang&lt;br /&gt;dilakukan itu. Pada akhir pembicaraannya, Al-Khidir berkata,&lt;br /&gt;"Bukanlah  aku  melakukan  itu  menurut  kemauanku  sendiri.&lt;br /&gt;Demikian itu adalah penjelasan dari perbuatan-perbuatan yang&lt;br /&gt;kamu  tidak  dapat  bersabar  atasnya."   Maksudnya,   semua&lt;br /&gt;perbuatan itu hanyalah karena kemauan Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Sebagian orang berkata tentang Al-Khidir:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ia  hidup sesudah Musa hingga zaman Isa, kemudian zaman Nabi&lt;br /&gt;Muhammad saw, ia sekarang masih hidup, dan akan hidup hingga&lt;br /&gt;Kiamat.   Ditulis  orang  kisah-kisah,  riwayat-riwayat  dan&lt;br /&gt;dongeng-dongeng  bahwa  Al-Khidir  menjumpai  si  Fulan  dan&lt;br /&gt;memakaikan  kirqah  (pakaian)  kepada  si  Fulan dan memberi&lt;br /&gt;pesan kepada si Fulan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Sama  sekali  tidak  adil  pendapat  yang  mengatakan  bahwa&lt;br /&gt;Al-Khidir masih hidup - sebagaimana anggapan sementara orang&lt;br /&gt;- tetapi sebaliknya, ada dalil-dalil dari Al-Qur'an, Sunnah,&lt;br /&gt;akal  dan  ijma,  diantara  para  ulama dari ummat ini bahwa&lt;br /&gt;Al-Khidir sudah tiada.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Saya anggap cukup  dengan  mengutip  keterangan  dari  kitab&lt;br /&gt;Al-Manaarul     Muniif    fil-Haditsish-Shahih   wadl-Dla'if&lt;br /&gt;karangan Ibnul Qayyim.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ibnul  Qayyim  rahimahullah  menyebutkan  dalam  kitab   itu&lt;br /&gt;ciri-ciri  dari  hadis  maudlu,  yang  tidak  diterima dalam&lt;br /&gt;agama. Diantara cirinya ialah "hadis-hadis yang menceritakan&lt;br /&gt;tentang  Al-Khidir dan kehidupannya." Semuanya adalah dusta.&lt;br /&gt;Tidak satu pun hadis yang shahih.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Di antara hadis maudlu, itu ialah hadis yang berbunyi:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Bahwa Rasulullah saw. sedang berada di masjid,  ketika  itu&lt;br /&gt;beliau mendengar pembicaraan dari arah belakangnya. Kemudian&lt;br /&gt;beliau melihat, ternyata ia adalah Al-Khidir."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Juga hadis, "Al-Khidir dan Ilyas berjumpa setiap tahun." Dan&lt;br /&gt;hadis, "Jibril, Mikail dan Al-Khidir bertemu di Arafah."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ibrahim Al-Harbi ditanya tentang umur Al-Khidir yang panjang&lt;br /&gt;dan bahwa ia masih hidup. Maka beliau menjawab "Tidaklah ada&lt;br /&gt;yang   memasukkan  paham  ini  kepada  orang-orang,  kecuali&lt;br /&gt;setan."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Imam Bukhari ditanya tentang  Al-Khidir  dan  Ilyas,  apakah&lt;br /&gt;keduanya  masih  hidup? Maka beliau menjawab, "Bagaimana hal&lt;br /&gt;itu terjadi?" Nabi saw. telah bersabda, "Tidaklah akan hidup&lt;br /&gt;sampai  seratus  tahun  lagi bagi orang-orang yang berada di&lt;br /&gt;muka bumi ini." (H.r. Bukhari-Muslim) .&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Banyak imam lainnya yang ketika  ditanya  tentang  hal  itu,&lt;br /&gt;maka  mereka  menjawab  dengan menggunakan Al-Qur'an sebagai&lt;br /&gt;dalil:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia  pun&lt;br /&gt;sebelum  kamu  (Muhammad), maka jika kamu mati apakah mereka&lt;br /&gt;akan kekal?" (Q.s. Al-Anbiyaa': 34).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  rahimahullah  ditanya  tentang&lt;br /&gt;hal itu, maka ia menjawab, "Andaikata Al-Khidir masih hidup,&lt;br /&gt;tentulah  ia  wajib  mendatangi  Nabi  saw.   dan   berjihad&lt;br /&gt;bersamanya, serta belajar darinya." Nabi saw. telah bersabda&lt;br /&gt;ketika perang Badar, "Ya Allah,  jika  pasukan  ini  binasa,&lt;br /&gt;niscaya Engkau tidak disembah di bumi."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Pada  waktu  itu  mereka  berjumlah 313 orang laki-laki yang&lt;br /&gt;dikenal dengan nama-nama mereka, nama-nama dari  bapak-bapak&lt;br /&gt;mereka dan suku-suku mereka. Maka, di manakah Al-Khidir pada&lt;br /&gt;waktu itu?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Al-Qur'an dan Sunnah serta pembicaraan para  peneliti  ummat&lt;br /&gt;menyangkal masih adanya kehidupan Al-Khidir seperti anggapan&lt;br /&gt;mereka. Sebagaimana firman Allah swt. di atas.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jika Al-Khidir itu manusia, maka ia tidak akan kekal, karena&lt;br /&gt;hal  itu  ditolak  Al-Qur'anul  Karim  dan Sunnah yang suci.&lt;br /&gt;Seandainya ia masih hidup, tentulah ia  datang  kepada  Nabi&lt;br /&gt;saw.  Nabi  saw. telah bersabda, "Demi Allah, andaikata Musa&lt;br /&gt;masih hidup, tentu ia akan mengikuti aku." (H.r. Ahmad, dari&lt;br /&gt;Jabir bin Abdullah) .&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jika  Al-Khidir  seorang  Nabi,  maka  ia  tidak lebih utama&lt;br /&gt;daripada Musa as, dan jika seorang wali, tidaklah  ia  lebih&lt;br /&gt;utama daripada Abu Bakar r.a.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Apakah hikmahnya sehingga ia hidup hingga kini - sebagaimana&lt;br /&gt;anggapan  orang-orang  -   di   padang   luas,   gurun   dan&lt;br /&gt;gunung-gunung?  Apakah  faedahnya syar'iyah maupun akliah di&lt;br /&gt;balik  ini?   Sesungguhnya   orang-orang   selalu   menyukai&lt;br /&gt;cerita-ccrita  ajaib  dan  dongeng-dongeng fantastis. Mereka&lt;br /&gt;menggambarkannya menurut keinginan mereka,  sedangkan  hasil&lt;br /&gt;dari  imajinasinya,  mereka  gunakan sebagai baju keagamaan.&lt;br /&gt;Cerita ini  disebarkan  diantara  sebagian  orang  awam  dan&lt;br /&gt;mereka menganggapnya berasal dari agama mereka, padahal sama&lt;br /&gt;sekali bukan dari agama.  Hikayat-hikayat  yang  diceritakan&lt;br /&gt;tentang   Al-Khidir  hanyalah  rekayasa  manusia  dan  tidak&lt;br /&gt;diturunkan oleh Allah hujjah untuk itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Adapun mengenai pertanyaan:  Apakah  ia  seorang  Nabi  atau&lt;br /&gt;wali?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat mengenai hal itu. Tampaknya yang&lt;br /&gt;lebih  tepat  Al-Khidir  adalah  seorang  Nabi,  sebagaimana&lt;br /&gt;tercantum pada ayat yang mulia dari Surat Al-Kahfi, "... dan&lt;br /&gt;bukanlah aku melakukannya  menurut  kemauanku  sendiri  ..."&lt;br /&gt;(Q.s. Al-Kahfi: 82).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Perkataan   itu   adalah   dalil   bahwa  ia  melakukan  itu&lt;br /&gt;berdasarkan  perintah  Allah  dan  wahyu-Nya,   bukan   dari&lt;br /&gt;dirinya. Lebih tepatnya dia adalah seorang Nabi bukan wali.&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1222893342726122398?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1222893342726122398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1222893342726122398&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1222893342726122398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1222893342726122398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/imajinasi-manusia-tentang-alkhidzir-as.html' title='Imajinasi Manusia Tentang Al;Khidzir AS'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2811763684871423467</id><published>2011-04-06T08:54:00.002-07:00</published><updated>2011-04-06T08:56:14.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>Mengkafirkan Sesama Muslim</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Paham yang  menamakan  dirinya  "Jamaah  Attakfir,"  "Jamaah&lt;br /&gt;Alhijrah,"  "fundamentalis  Islam"  dan  sebagainya,  mereka&lt;br /&gt;beranggapan bahwa orang yang melakukan dosa besar dan  tidak&lt;br /&gt;mau  berhenti  dicap  kafir. Sebagian lagi beranggapan bahwa&lt;br /&gt;orang-orang Islam pada umumnnya tidak Muslim,  salat  mereka&lt;br /&gt;dan  ibadat  lainnya  tidak  sah,  karena  murtad. Bagaimana&lt;br /&gt;pendirian dan pandangan Islam terhadap mereka?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Hal tersebut amat  berbahaya  dan  telah  menjadi  perhatian&lt;br /&gt;besar bagi kaum Muslimin khususnya, karena timbulnya pikiran&lt;br /&gt;yang terlampau ekstrim. Dalam hal ini, saya sudah menyiapkan&lt;br /&gt;sebuah  buku  khusus  mengenai masalah tersebut diatas. Saya&lt;br /&gt;kemukakan perlunya  pengkajian  akan  sebab-sebab  timbulnya&lt;br /&gt;pikiran  yang  ekstrim dan cara-cara menghadapinya, sehingga&lt;br /&gt;dapat diatasi dengan seksama.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Pertama,  tiap-tiap  pikiran  atau  pendapat  harus  dilawan&lt;br /&gt;dengan  pikiran,  pandangan  dan  diobati  dengan keterangan&lt;br /&gt;serta dalil-dalil yang kuat,  sehingga  dapat  menghilangkan&lt;br /&gt;keragu-raguan  dan  pandangan  yang  keliru  itu.  Jika kita&lt;br /&gt;menggunakan kekerasan sebagai alat satu-satunya, maka  tentu&lt;br /&gt;tidak akan membawa faedah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kedua,  mereka  itu  (orang-orang  yang  berpandangan salah)&lt;br /&gt;umumnya adalah orang-orang baik,  kuat  agamanya  dan  tekun&lt;br /&gt;ibadatnya,  tetapi  mereka dapat digoncang oleh hal-hal yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan Islam dan yang  timbul  pada  masyarakat&lt;br /&gt;Islam.  Misalnya  akhlak  buruk, kerusakan di segala bidang,&lt;br /&gt;kehancuran  dan  sebagainya.  Mereka  selalu  menuntut   dan&lt;br /&gt;mengajak  pada  kebaikan,  dan  mereka  ingin  masyarakatnya&lt;br /&gt;berjalan di garis yang telah ditentukan oleh Allah, walaupun&lt;br /&gt;jalan  atau  pikirannya menyimpang pada jalan yang salah dan&lt;br /&gt;sesat karena mereka tidak mengerti.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Maka, sebaiknya kita hormati niat mereka yang baik itu, lalu&lt;br /&gt;kita  beri  penerangan yang cukup, jangan mereka digambarkan&lt;br /&gt;atau dikatakan sebagai binatang yang buas atau penjahat bagi&lt;br /&gt;masyarakat. Tetapi hendaknya diberi pengarahan dan bimbingan&lt;br /&gt;ke jalan yang benar, karena tujuan mereka adalah baik,  akan&lt;br /&gt;tetapi salah jalan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Mengenai   sebab-sebab  timbulnya  pikiran-pikiran  tersebut&lt;br /&gt;adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;1. Tersebarnya kebatilan, kemaksiatan dan kekufuran, yang&lt;br /&gt;   secara terang-terangan dan terbuka di tengah masyarakat&lt;br /&gt;   Islam tanpa ada usaha penccgahannya. Bahkan sebaliknya,&lt;br /&gt;   untuk meningkatkan kemungkaran dan kemaksiatan dia&lt;br /&gt;   menggunakan agama sebagai alat propaganda untuk menambah&lt;br /&gt;   kerusakan-kerusakan akhlak dan sebagainya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;2. Sikap para ulama yang amat lunak terhadap mereka yang&lt;br /&gt;   secara terang-terangan menjalankan praktek orang-orang kafir&lt;br /&gt;   dan memusuhi orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;3. Ditindaknya gerakan-gerakan Islam yang sehat dan segala&lt;br /&gt;   dakwah yang berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Maka,&lt;br /&gt;   tiap-tiap perlawanan bagi suatu pikiran yang bebas, tentu&lt;br /&gt;   akan melahirkan suatu tindakan kearah yang menyimpang, yang&lt;br /&gt;   nantinya akan melahirkan adanya gerakan bawah tanah&lt;br /&gt;   (ilegal).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;4. Kurangnya pengetahuan mereka tentang agama dan tidak&lt;br /&gt;   adanya pendalaman ilmu-ilmu dan hukum-hukum Islam secara&lt;br /&gt;   keseluruhan. Oleh karena itu, mereka hanya mengambil&lt;br /&gt;   sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain, dengan paham&lt;br /&gt;   yang keliru dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Keikhlasan dan semangat saja tidak cukup sebagai bekal  diri&lt;br /&gt;sendiri,  jika  tidak disertai dasar yang kuat dan pemahaman&lt;br /&gt;yang mendalam mengenai hukum-hukum Islam. Terutama  mengenai&lt;br /&gt;hukum syariat dan ilmu fiqih, maka mereka ini akan mengalami&lt;br /&gt;nasib yang sama dengan  para  Al-Khawarij  di  masa  lampau,&lt;br /&gt;sebagaimana keterangan Al-Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Oleh  karena itu, orang-orang saleh yang selalu menganjurkan&lt;br /&gt;untuk menuntut ilmu dan memperkuat diri  dengan  pengetahuan&lt;br /&gt;Islam  sebelum  melakukan  ibadat dan perjuangan, agar teguh&lt;br /&gt;pendiriannya dan tidak kehilangan arah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Al-Hasan Al-Bashri berkata:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Segala amalan tanpa dasar ilmu, seperti orang yang berjalan&lt;br /&gt;tetapi tidak pada tempatnya berpijak (tidak pada jalannya).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tiap-tiap  amal  tanpa ilmu akan menimbulkan kerusakan lebih&lt;br /&gt;banyak daripada kebaikannya. Tuntutlah ilmu  sehingga  tidak&lt;br /&gt;membawa madharat pada ibadat dan tuntutlah ibadat yang tidak&lt;br /&gt;membawa madharat pada ilmu. Maka, ada segolongan  kaum  yang&lt;br /&gt;melakukan  ibadat  dan  meninggalkan  ilmu,  sehingga mereka&lt;br /&gt;mengangkat pedangnya untuk melawan ummat Muhammad saw.  yang&lt;br /&gt;termasuk  saudaranya  sesama  Muslim (saling berperang tanpa&lt;br /&gt;adanya alasan). Jika mereka memiliki ilmu,  tentu  ilmu  itu&lt;br /&gt;tidak akan membawa ke arah perbuatan itu."&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2811763684871423467?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2811763684871423467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2811763684871423467&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2811763684871423467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2811763684871423467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/mengkafirkan-sesama-muslim.html' title='Mengkafirkan Sesama Muslim'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-5867431256163110943</id><published>2011-04-06T08:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T08:57:36.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>Mukjizat Nabawiyah,Pendapat di antara orang yg ceroboh</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:                                            (1/2)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kami sedang berbincang-bincang dalam suatu  majelis  tentang&lt;br /&gt;Nabi  saw.  dan  mukjizat-mukjizatnya sehubungan dengan hari&lt;br /&gt;kelahirannya,  dan  tanda-tanda   yang   terjadi   menjelang&lt;br /&gt;kelahirannya   yang  banyak  diceritakan  dalam  kitab-kitab&lt;br /&gt;cerita Maulid yang biasanya dibaca  di  berbagai  negara  di&lt;br /&gt;setiap menjelang datangnya bulan Rabiul Awwal.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tetapi,   salah   seorang   hadirin  mengingkari  terjadinya&lt;br /&gt;peristiwa-peristiwa luar  biasa  ini  dan  mengingkari  pula&lt;br /&gt;mukjizat-mukjizat  nyata  dari  Rasulullah  saw. yang sering&lt;br /&gt;disebut-sebut atau  tercantum  dalam  kitab-kitab,  misalnya&lt;br /&gt;"telur  merpati  di  mulut  gua  ketika berlangsung hijrah,"&lt;br /&gt;"pembuatan sarang laba-laba," "kijang yang berbicara  kepada&lt;br /&gt;beliau,"  "rintihan  batang  kurma  kepada  Nabi  saw."  Dan&lt;br /&gt;lain-lain yang terkenal diantara masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Alasannya ialah, bahwa Rasulullah saw. Hanya  memiliki  satu&lt;br /&gt;mukjizat  yang  nyata yaitu Al-Qur'anul Karim, dan ia adalah&lt;br /&gt;mukjizat  akliah  yang   teristimewa   dibandingkan   dengan&lt;br /&gt;mukjizat-mukjizat para Rasul terdahulu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kami  harapkan  penjelasan  Al-Ustadz  tentang  masalah  ini&lt;br /&gt;dengan disertai dalil-dalil.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Semoga Al-Ustadz diberi umur panjang  bagi  Islam  dan  kaum&lt;br /&gt;Muslimin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Pengingkaran tersebut, yang diceritakan olch Saudara penanya&lt;br /&gt;dari  salah  seorang  di  majelisnya,  sebagian  benar   dan&lt;br /&gt;sebagian lagi salah. Tidaklah semua mukjizat Rasulullah saw.&lt;br /&gt;yang nyata  dan  tersiar  di  antara  orang-orang  merupakan&lt;br /&gt;riwayat  yang  shahih  dan  benar,  dan  tidak juga semuanya&lt;br /&gt;salah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Keshahihan dan kesalahan dalam masalah-masalah ini  tidaklah&lt;br /&gt;semata-mata  disebabkan  oleh  pendapat  atau hawa nafsu dan&lt;br /&gt;emosi, tetapi ditentukan oleh sanad-sanad.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Orang-orang  dalam  masalah  ini  -masalah   mukjizat   Nabi&lt;br /&gt;Muhammad saw. yang bersifat material- ada tiga macam:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Pertama:   Orang   yang  berlebihan  dalam  membenarkan  dan&lt;br /&gt;menjadikan sanad dan dalil  adalah  sesuatu  yang  tercantum&lt;br /&gt;dalam  kitab-kitab, apakah itu merupakan kitab ulama periode&lt;br /&gt;terdahulu maupun belakangan, yang menyaring  riwayat-riwayat&lt;br /&gt;atau  tidak,  yang  bersesuaian  dengan  pokok-pokoknya atau&lt;br /&gt;bahkan menyalahinya, dan  apakah  kitab-kitab  itu  diterima&lt;br /&gt;oleh para ulama peneliti atau tidak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Yang  penting  hal  itu  diriwayatkan  dalam  sebuah  kitab,&lt;br /&gt;meskipun tidak diketahui pengarangnya, atau disebutkan dalam&lt;br /&gt;sebuah  kasidah  yang  berisi pujian terhadap Nabi saw, atau&lt;br /&gt;dalam kisah Maulid yang sebagiannya dibaca di  bulan  Rabiul&lt;br /&gt;Awxval setiap tahun dan sebagainya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ini pemikiran awam yang tidak perlu dibicarakan. Kitab-kitab&lt;br /&gt;itu berisi riwayat yang baik dan  buruk,  benar  dan  salah,&lt;br /&gt;shahih? dan palsu (dibuat-buat).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Peradaban  agama  kita  telah  tercemar  oleh para pengarang&lt;br /&gt;semacam  ini,  yang  menerima  "kisah-kisah  khayalan"   dan&lt;br /&gt;mengisi  lembaran  kitab-kitab  mereka,  meskipun  menyalahi&lt;br /&gt;riwayat yang shahih dan akal sehat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Sebagian pengarang  tidak  memperhatikan  kebenaran  riwayat&lt;br /&gt;dari  kisah-kisah  ini  dengan  alasan tidak ada hubungannya&lt;br /&gt;dcngan penetapan hukum syariat,  baik  mengenai  halal  atau&lt;br /&gt;haram  dan sebagainya. Oleh karena itu, apabila meriwayatkan&lt;br /&gt;mengenai  halal  dan  haram,  mereka  bersikap  keras  dalam&lt;br /&gt;menyelidiki  sanad-sanad, mengkritik para rawi dan menyaring&lt;br /&gt;riwayat-riwayatnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Namun, apabila  meriwayatkan  tentang  amalan-amalan  utama,&lt;br /&gt;At-Targhib  wat-Tarhib,  misalnya  mukjizat  dan sebagainya,&lt;br /&gt;mereka pun menyepelekan dan bersikap toleran.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ada pula  pengarang  yang  menyebut  riwayat-riwayat  dengan&lt;br /&gt;sanad-sanadnya - Fulan dari Fulan dari Fulan - tetapi mereka&lt;br /&gt;tidak memperhatikan nilai  sanad-sanad  ini.  Apakah  shahih&lt;br /&gt;atau  tidak? Nilai para rawinya, apakah mereka tsiqat (dapat&lt;br /&gt;dipercaya), dapat diterima,  lemah  tercela,  atau  pendusta&lt;br /&gt;tertolak?  Mereka  beralasan  bahwa  apabila mereka menyebut&lt;br /&gt;sanadnya, maka mereka telah bebas dari  tanggung  jawab  dan&lt;br /&gt;terlepas dari ikatan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Hal itu hanya cocok dan cukup bagi para ulama di zaman-zaman&lt;br /&gt;permulaan. Adapun di zaman-zaman  belakangan,  khususnya  di&lt;br /&gt;masa  kita  seperti  sekarang  ini,  maka  penyebutan  sanad&lt;br /&gt;tidaklah berarti  apa-apa.  Orang-orang  hanya  mengandalkan&lt;br /&gt;penukilan dari kitab-kitab tanpa memandang sanad.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ini  adalah  sikap  mayoritas penulis dan pengarang di zaman&lt;br /&gt;kita  ketika  mereka  mengutip  dari  Tarikh  Thabari   atau&lt;br /&gt;Thabaqat Ibnu Sa'ad dan lain-lain.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kedua:  Orang  yang berlebihan dalam menolak dan mengingkari&lt;br /&gt;mukjizat-mukjizat  dan  tanda-tanda  alamiah   yang   nyata.&lt;br /&gt;Alasannya  dalam hal itu ialah, bahwa mukjizat Nabi Muhammad&lt;br /&gt;saw. adalah Al-Qur'anul Karim.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Didalamnya terdapat tantangan agar orang-orang  mendatangkan&lt;br /&gt;(membuat)  Al-Qur'an  seperti  itu, sepuluh surat atau cukup&lt;br /&gt;satu surat saja yang seperti itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tatkala kaum  musyrikin  minta  dari  Rasulullah  saw.  agar&lt;br /&gt;mengeluarkan     tanda-tanda     alamiah    supaya    mereka&lt;br /&gt;mempercayainya, maka turunlah ayat Al-Qur'an yang menyatakan&lt;br /&gt;penolakan tegas terhadap permintaan mereka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Dan   mereka   berkata,  'Kami  sekali-kali  tidak  percaya&lt;br /&gt;kepadamu hingga kamu memancarkan mata air  dari  bumi  untuk&lt;br /&gt;kami'."(Q.s. Al-Isra':90).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Atau  kamu  mempunyai  sebuah  kebun kurma dan anggur, lalu&lt;br /&gt;kamu  alirkan  sungai-sungai  di  celah  kebun  yang   deras&lt;br /&gt;alirannya. " (Q.s. Al-Isra':91).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Atau  kamu  jatuhkan  langit  berkeping-keping  atas  kami,&lt;br /&gt;sebagaimana kamu  katakan  atau  kamu  datangkan  Allah  dan&lt;br /&gt;malaikat-malaikat   bertatap   muka   dengan   kami."  (Q.s.&lt;br /&gt;Al-Isra':92).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas atau  kamu  naik&lt;br /&gt;ke  langit.  Dan  kami  sekali-kali  tidak  akan mempercayai&lt;br /&gt;kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami  sebuah  kitab&lt;br /&gt;yang kami baca. Katakanlah, 'Maha Suci Tuhanku, bukankah aku&lt;br /&gt;ini  hanya  seorang  manusia  yang  menjadi  Rasul'."  (Q.s.&lt;br /&gt;Al-Isra': 93).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Di   tempat  lain,  Allah  menyebut  hal-hal  yang  mencegah&lt;br /&gt;turunnya tanda-tanda alamiah  yang  mereka  usulkan.  Firman&lt;br /&gt;Allah swt.:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Dan  sekali-kali  tidak  ada  yang  menghalang-halangi Kami&lt;br /&gt;untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda  (kekuasaan  Kami),&lt;br /&gt;melainkan  karena  tanda-tanda  itu  telah  didustakan  oleh&lt;br /&gt;orang-orang yang  dahulu.  Dan  telah  Kami  berikan  kepada&lt;br /&gt;Tsamud   unta  betina  itu  (sebagai  mukjizat)  yang  dapat&lt;br /&gt;dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan  Kami&lt;br /&gt;tidak    memberi    tanda-tanda    itu    melainkan    untuk&lt;br /&gt;menakut-nakuti." (Q.s. Al-Isra': 59).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dalam  surat  lain   Allah   menolak   permintaan   turunnya&lt;br /&gt;tanda-tanda  yang  lain  dengan  mengatakan  bahwa Al-Qur'an&lt;br /&gt;sendiri sudah cukup untuk menjadi tanda bagi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Dan apakah tidak cukup bagi mereka  bahwasanya  Kami  telah&lt;br /&gt;menurunkan   kepadamu   Alkitab   (Al-Qur'an),   sedang  dia&lt;br /&gt;dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al-Qur'an)  itu&lt;br /&gt;terdapat  rahmat  yang  besar dan pelajaran bagi orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman." (Q.s. Al-Ankabut: 51).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Hikmah Ilahiah  telah  menghendaki  mukjizat  Muhammad  saw.&lt;br /&gt;merupakan mukjizat akliah dan moral, bukan mukjizat kongkrit&lt;br /&gt;dan material. Hal itu dimaksudkan supaya lebih layak  dengan&lt;br /&gt;kemanusiaan setelah melewati tahap-tahap masa kanak-kanaknya&lt;br /&gt;dan lebih layak dengan tabiat risalah penutup yang kekal&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Mukjizat-mukjizat nyata berakhir begitu ia  terjadi.  Adapun&lt;br /&gt;mukjizat akliah, ia akan tetap kekal.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Hal  itu dikuatkan oleh hadis dalam Shahih Bukhari dari Nabi&lt;br /&gt;saw, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Tidak ada seorang  Nabi  diantara  Nabi-nabi  yang  diutus,&lt;br /&gt;melainkan  ia  diberi  tanda-tanda  (mukjizat) dan kepadanya&lt;br /&gt;manusia beriman, tetapi apa yang diberikan  kepadaku  adalah&lt;br /&gt;wahyu  yang  diturunkan  Allah  kepadaku. Maka, aku berharap&lt;br /&gt;menjadi Nabi yang terbanyak pengikutnya diantara mereka pada&lt;br /&gt;hari Kiamat." (H.r. Bukhari).&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;a href="http://fiqihdasar.blogspot.com/2011/04/mukjizat-mukjizat-nabawiah-pendapat.html"&gt;Bersambung Bg 2&lt;/a&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-5867431256163110943?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/5867431256163110943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=5867431256163110943&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5867431256163110943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5867431256163110943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/mukjizat-mukjizat-nabawiah-pendapat_06.html' title='Mukjizat Nabawiyah,Pendapat di antara orang yg ceroboh'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7399153718794785216</id><published>2011-04-06T08:53:00.001-07:00</published><updated>2011-04-06T08:53:19.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>MUKJIZAT-MUKJIZAT NABAWIAH, PENDAPAT DIANTARA ORANG-ORANG YANG KETERLALUAN DAN CEROBOH</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Menurut  pendapat saya, yang mendorong untuk mengambil sikap&lt;br /&gt;tersebut ada dua perkara:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;1. Terpukaunya manusia di zaman kita ini oleh berbagai ilmu&lt;br /&gt;   pengetahuan (sains) yang berdiri diatas kenyataan,&lt;br /&gt;   sebab-sebab dan keharusan pengaruhnya pada musababnya,&lt;br /&gt;   sehingga sebagian orang mengira bahwa kelaziman akal tidak&lt;br /&gt;   dapat luput dalam suatu keadaan. Maka, api harus membakar,&lt;br /&gt;   pisau harus memotong, benda mati tidak mungkin berubah&lt;br /&gt;   menjadi hewan, dan orang meninggal tidak mungkin dapat hidup&lt;br /&gt;   kembali.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;2. Sifat berlebihan pada jenis pertama dalam menetapkan&lt;br /&gt;   peristiwa-peristiwa luar biasa sebagaimana perkara hak dan&lt;br /&gt;   batil, hingga nyaris membatalkan hukum sebab-sebab dan&lt;br /&gt;   ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah bagi alam semesta&lt;br /&gt;   ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ketiga:  Pendapat  pertengahan   antara   orang-orang   yang&lt;br /&gt;berlebih-lebihan  dalam  mempercayai  dan  keterlaluan dalam&lt;br /&gt;mengingkari. Ia adalah pendapat yang saya kuatkan  dan  saya&lt;br /&gt;ikuti.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kesimpulan Pendapat Ini:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;1. Al-Qur'anul Karim adalah tanda terbesar dan mukjizat&lt;br /&gt;   pertama dari Rasulullah Muhammad saw. dan Al-Qur'an&lt;br /&gt;   merupakan tantangan bagi ahli-ahli sastra bahasa Arab&lt;br /&gt;   khususnya dan bagi seluruh manusia umumnya. Dengan&lt;br /&gt;   Al-Qur'an, kenabian Muhammad memiliki keistimewaan&lt;br /&gt;   tersendiri dibandingkan dengan kenabian-kenabian sebelumnya.&lt;br /&gt;   Dalil atas kenabiannya yang benar adalah obyek risalahnya&lt;br /&gt;   itu. Ia adalah Kitab yang merupakan mukjizat yang mengandung&lt;br /&gt;   hidayat dan ilmu-ilmunya, keindahan lafal dan maknanya serta&lt;br /&gt;   penjelasan hal yang gaib di masa lalu, sekarang dan masa&lt;br /&gt;   yang akan datang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;2. Allah Ta'ala memuliakan penutup Rasul-rasul-Nya dengan&lt;br /&gt;   tanda dan peristiwa luar biasa yang nyata dan&lt;br /&gt;   bermacam-macam. Tetapi Allah tidak memaksudkan semua itu&lt;br /&gt;   sebagai tantangan, yakni untuk menegakkan hujjah atas&lt;br /&gt;   kenabian dan risalahnya yang benar, melainkan sebagai&lt;br /&gt;   penghormatan atau rahmat dari Allah dan kekuatan baginya&lt;br /&gt;   serta pemeliharaan terhadapnya bersama-sama orang-orang yang&lt;br /&gt;   beriman dengannya, jika dalam keadaan sulit. Oleh karena&lt;br /&gt;   itu, peristiwa-peristiwa luar biasa itu tidak terjadi untuk&lt;br /&gt;   memenuhi permintaan orang-orang kafir, bahkan sebagai rahmat&lt;br /&gt;   dan kemuliaan dari Allah bagi Rasul-Nya dan kaum Mukmin.&lt;br /&gt;   Dalam hal itu, misalnya peristiwa Isra' yang telah&lt;br /&gt;   disebutkan dengan jelas dalam Al-Qur'an; dan Mi'raj yang&lt;br /&gt;   diisyaratkan oleh Al-Qur'an dan disebutkan dalam hadis-hadis&lt;br /&gt;   yang shahih. Turunnya para malaikat untuk mengukuhkan dan&lt;br /&gt;   membela orang-orang yang beriman di Perang Badar, turunnya&lt;br /&gt;   hujan untuk memberi minum dan membersihkan mereka,&lt;br /&gt;   mengukuhkan kaki mereka pada saat hal itu tidak dialami oleh&lt;br /&gt;   kaum musyrikin, padahal mereka berada di dekat kaum&lt;br /&gt;   Muslimin. Perlindungan Allah terhadap Rasul-Nya dan&lt;br /&gt;   sahabatnya di dalam gua ketika hijrah, dan meskipun kaum&lt;br /&gt;   musyrikin menemukan tempat itu, sehingga andaikata salah&lt;br /&gt;   seorang dari mereka melihat ke bawah, tentulah kedua orang&lt;br /&gt;   itu akan terlihat, dan lain-lain yang tercantum dalam nash&lt;br /&gt;   Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Juga yang sama dengan  peristiwa  itu  adalah  rasa  kenyang&lt;br /&gt;sejumlah besar kaum Muslimin oleh makanan yang hanya sedikit&lt;br /&gt;ketika perang Ahzab dan Tabuk.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;3. Sesungguhnya kami tidak menetapkan peristiwa-peristiwa&lt;br /&gt;   luar biasa semacam ini, kecuali yang telah dinashkan dalam&lt;br /&gt;   Al-Qur'an atau disebutkan dalam Sunnah yang shahih. Adapun&lt;br /&gt;   yang selain itu dan memenuhi kitab-kitab, maka kami tidak&lt;br /&gt;   menerimanya dan tidak memperhatikannya .&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;   Di antara hadis-hadis shahih dan kuat, ialah:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;3.1. Hadis yang diriwayatkan oleh sekelompok sahabat tentang&lt;br /&gt;   "rintihan batang kurma" di atas ketika Nabi saw. pertama&lt;br /&gt;   kali berkhutbah. Tatkala dibuatkan mimbar baginya dan beliau&lt;br /&gt;   berdiri diatasnya untuk berkhutbah, terdengarlah suara dari&lt;br /&gt;   batang kurma, seperti induk unta yang meratapi anaknya.&lt;br /&gt;   Kemudian Nabi saw. menghampiri dan mengusapkan tangannya&lt;br /&gt;   pada pohon itu. Maka, batang kurma itu pun terdiam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;   Berkata Al-Allamah Tajuddin As-Subki:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Rintihan batang kurma adalah  mutawatir, karena ia&lt;br /&gt;   diriwayatkan oleh sekelompok sahabat, hingga sekitar 20&lt;br /&gt;   orang dan banyak perawi yang shahih, sehingga memastikan&lt;br /&gt;   terjadinya."&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Begitu pula Qadli Iyadl berkata dalam Asy-Syifa': "Hadis itu&lt;br /&gt;   mutawatir."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;3.2. Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan&lt;br /&gt;   Ashabus Sunan lainnya dari sekelompok sahabat mengenai&lt;br /&gt;   "pengadaan air yang banyak dengan cara yang tidak biasa&lt;br /&gt;   dilakukan."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;   Hal itu dilakukan dalam peperangan-peperangan dan&lt;br /&gt;   perjalanan-perjalanan Nabi saw, misalnya pada perang&lt;br /&gt;   Hudaibiyah, Tabuk dan lainnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Diriwayatkan oleh Syaikhan, dari Anas bahwa Nabi saw. dan&lt;br /&gt;   para sahabatnya berada di Zaura', lalu ia menyuruh mengambil&lt;br /&gt;   segelas air. Kemudian beliau mencelupkan telapak tangannya&lt;br /&gt;   ke dalam gelas, lalu air terus rnemancar dari celah-celah&lt;br /&gt;   jari dan ujung-ujung jarinya. Kemudian para sahabat Nabi&lt;br /&gt;   saw. berwudhu dengan air itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Al-Barra' bin Azib&lt;br /&gt;   bahwa mereka berada bersama 1400 orang pada hari Hudaibiyah&lt;br /&gt;   dan mereka menguras sumur Hudaibiyah tanpa meninggalkan&lt;br /&gt;   setetes pun di dalamnya. Kemudian Nabi saw. mendengar hal&lt;br /&gt;   itu dan menghampirinya. Beliau duduk di atas tepinya,&lt;br /&gt;   kemudian menyuruh mengambil sebuah bejana berisi air, lalu&lt;br /&gt;   berwudhu. Setelah itu, beliau berkumur dan berdoa, lalu&lt;br /&gt;   menyemburkannya ke dalam sumur itu. Al-Barra, berkata,&lt;br /&gt;   "Kemudian kami meninggalkannya tidak begitu jauh. Maka&lt;br /&gt;   keluarlah air dari sumur itu yang mencukupi dan&lt;br /&gt;   mengenyangkan ternak-ternak kami serta para pengendaranya."&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Banyak sekali hadis yang diriwayatkan mengenai "mengalirnya&lt;br /&gt;   air" sebagai mukjizat Rasulullah saw. dengan riwayat yang&lt;br /&gt;   shahih.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;3.3. Riwayat-riwayat yang ada dalam kitab-kitab Sunnah&lt;br /&gt;   berupa pengabulan Allah Ta'ala terhadap doa Nabi saw. di&lt;br /&gt;   tempat-tempat yang tidak terbilang banyaknya, misalnya untuk&lt;br /&gt;   menurunkan hujan, ketika perang Badar agar diberi&lt;br /&gt;   kemenangan, bagi Ibnu Abbas agar diberi kepandaian dalam&lt;br /&gt;   ilmu agama, bagi Anas agar diberi anak yang banyak dan umur&lt;br /&gt;   panjang, bagi sebagian orang yang mengganggunya dan&lt;br /&gt;   sebagainya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3.4. Kabar-kabar yang shahih tentang kejadian-kejadian yang&lt;br /&gt;   bakal terjadi, sebagaimana diberitahukan oleh Rasulullah&lt;br /&gt;   saw. sebagian di masa hidupnya dan sebagian sesudah&lt;br /&gt;   wafatnya, misalnya penakluk negeri Yaman, Basrah dan Persia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sabda Nabi saw.: "Engkau akan dibunuh oleh golongan yang&lt;br /&gt;   zalim." Sabda Nabi saw. Tentang Al-Hasan: "Sesungguhnya&lt;br /&gt;   putraku ini adalah pemimpin dan dengan lantaran Allah akan&lt;br /&gt;   mendamaikan antara dua golongan dari kaum Muslimim."&lt;br /&gt;   "Pemberitahuannya tentang penaklukan Konstantinople dan&lt;br /&gt;   lainnya."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;4. Adapun peristiwa-peristiwa luar biasa dan mukjizat-&lt;br /&gt;   mukjizat yang yang tidak sah riwayatnya, maka kami tidak&lt;br /&gt;   membenarkan dan mengesampingkannya, meskipun tersiar di&lt;br /&gt;   antara ummat Muslim.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Kami anggap cukup disini mengenai riwayat, bahwa ketika Nabi&lt;br /&gt;   saw. bersembunyi di dalam gua sewaktu hijrah ke Madinah,&lt;br /&gt;   datang dua ekor merpati bertelur di mulut gua di samping&lt;br /&gt;   sebatang pohon yang tumbuh, lalu menutupi pintu masuk gua.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Kisah ini tidak tercantum dalam hadis shahih, hasan maupun&lt;br /&gt;   dhaif.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Adapun pembuatan sarang laba-laba di gua, maka terdapat&lt;br /&gt;   riwayat mengenai itu yang dinilai hasan oleh sebagian ulama&lt;br /&gt;   dan dinilai lemah oleh sebagian lainnya. Pada lahirnya,&lt;br /&gt;   Al-Qur'an menunjukkan bahwa Allah Ta'ala menolong Rasul-Nya&lt;br /&gt;   ketika hijrah dengan pasukan yang tidak terlihat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Firman Allah swt.:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Maka Allah menurunkan ketenanganNya kepada (Muhammad) dan&lt;br /&gt;   menolongnya dengan pasukan yang tidak dapat kamu lihat."&lt;br /&gt;   (Q.s. At-Taubah: 40).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Laba-laba dan merpati adalah pasukan yang terlihat dan tiada&lt;br /&gt;   keraguan bahwa pertolongan dengan pasukan yang tidak&lt;br /&gt;   terlihat dan tidak tersentuh lebih menunjukkan kekuasaan&lt;br /&gt;   Ilahi dan kelemahan manusia. Peristiwa-peristiwa luar biasa&lt;br /&gt;   ini tersiar diantara mayoritas Muslimin disebabkan adanya&lt;br /&gt;   puji-pujian Nabawi dari para ulama periode belakangan,&lt;br /&gt;   khususnya "Burdah" oleh Al-Bushiri vang mengatakan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;      Mereka mengira merpati tidak bertelur dan&lt;br /&gt;      aba-laba tidak bersarang&lt;br /&gt;      untuk melindungi sebaik-baik mahluk&lt;br /&gt;      Perlindungan.Allah sudah mencukupi&lt;br /&gt;      tanpa baju besi berlapis maupun&lt;br /&gt;      benteng yang tinggi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Inilah sikap kami terhadap  peristiwa-peristiwa  luar  biasa&lt;br /&gt;   dan  mukjizat-mukjizat  Nabawi  yang dinisbatkan kepada Nabi&lt;br /&gt;   saw.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wabillaahit Taufiq. &lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7399153718794785216?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7399153718794785216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7399153718794785216&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7399153718794785216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7399153718794785216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/mukjizat-mukjizat-nabawiah-pendapat.html' title='MUKJIZAT-MUKJIZAT NABAWIAH, PENDAPAT DIANTARA ORANG-ORANG YANG KETERLALUAN DAN CEROBOH'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-8166914663116266896</id><published>2011-04-06T08:52:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T08:52:00.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>APAKAH NABI SAW MAKHLUK ALLAH YANG PERTAMA?</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah bahwa Nabi Muhammad saw. makhluk Allah yang pertama&lt;br /&gt;dan bahwa beliau diciptakan dari cahaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  mengharapkan  pendapat  yang disertai dalil-dalil dari&lt;br /&gt;Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui  bahwa  hadis-hadis  yang  menyatakan  bahwa&lt;br /&gt;makhluk  pertama  adalah  itu  atau  ini ... dan seterusnya,&lt;br /&gt;tidak satu pun yang shahih, sebagaimana ditetapkan oleh para&lt;br /&gt;ulama Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  karena itu, kami dapatkan sebagian bertentangan dengan&lt;br /&gt;sebagian  lainnya.  Sebuah  hadis  mengatakan,  "Bahwa  yang&lt;br /&gt;pertama kali diciptakan oleh Allah adalah pena."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis  lainnya  mengatakan,  "Yang  pertama  kali diciptakan&lt;br /&gt;Allah adalah akal." Telah tersiar di antara orang awam  dari&lt;br /&gt;kisah-kisah   maulid   yang   sering   dibaca   bahwa  Allah&lt;br /&gt;menggenggam  cahaya-Nya,  lalu  berfirman,  "Jadilah  engkau&lt;br /&gt;Muhammad."   Maka   ia  adalah  makhluk  yang  pertama  kali&lt;br /&gt;diciptakan Allah, dan dari situ diciptakan langit, bumi  dan&lt;br /&gt;seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu tersiar kalimat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shalawat   dan   salam  bagimu  wahai  makhluk  Allah  yang&lt;br /&gt;pertama," hingga kalimat itu  dikaitkan  dengan  adzan  yang&lt;br /&gt;disyariatkan, seakan-akan bagian darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan itu tidak sah riwayatnya dan tidak dibenarkan oleh&lt;br /&gt;akal,  tidak  akan   mengangkat  agama,   dan   tidak   pula&lt;br /&gt;bermanfaat bagi perkembangan dari peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keawalan  Nabi  Muhammad  saw.  sebagai  makhluk Allah tidak&lt;br /&gt;terbukti,  seandainya  terbukti  tidaklah  berpengaruh  pada&lt;br /&gt;keutamaan  dan  kedudukannya  di  sisi  Allah. Tatkala Allah&lt;br /&gt;Ta'ala  memujinya  dalam  Kitab-Nya,  maka  Allah  memujinya&lt;br /&gt;dengan alasan keutamaaan yang sebenarnya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan   sesungguhnya  kamu  benar-benar  orang  yang  berbudi&lt;br /&gt;pekerti agung" (Q.s. Al-Qalam: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu yang terbukti dan ditetapkan secara mutawatir.  Nabi&lt;br /&gt;kita  Muhammad  saw.  adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul&lt;br /&gt;Muththalib Al-Hasyimi Al-Quraisy  yang  dilahirkan  lantaran&lt;br /&gt;kedua orang tuanya, Abdullah bin Abdul Muththalib dan Aminah&lt;br /&gt;binti Wahb, di Mekkah, pada tahun Gajah.  Beliau  dilahirkan&lt;br /&gt;scbagaimana  halnya manusia biasa dan dibesarkan sebagaimana&lt;br /&gt;manusia dibesarkan. Beliau diutus sebagaimana para Nabi  dan&lt;br /&gt;Rasul  sebelumnya  diutus,  dan  bukan Rasul yang pertama di&lt;br /&gt;antara Rasul-rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau  hidup   dalam   waktu   terbatas,   kemudian   Allah&lt;br /&gt;memanggilnya kembali kepada-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya  kamu  akan  mati dan sesungguhnya mereka akan&lt;br /&gt;mati (pula)." (Q.s. Az-Zumar: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau akan ditanya pada hari Kiamat, sebagaimana para Rasul&lt;br /&gt;ditanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Ingatlah)  hari  di  waktu  Allah mengumpulkan para Rasul,&lt;br /&gt;lalu Allah bertanya (kepada  mereka),  'Apa  jawaban  kaummu&lt;br /&gt;terhadap   (seruan)mu?'  Para  Rasul  menjawab,  'Tidak  ada&lt;br /&gt;pengetahuan kami (tentang itu) sesungguhnya Engkau-lah  yang&lt;br /&gt;mengetahui perkara yang gaib'." (Q.s. Al-Maidah: 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an  telah  menegaskan  kemanusiaan  Muhammad  saw. di&lt;br /&gt;berbagai tempat dan Allah memerintahkan menyampaikan hal itu&lt;br /&gt;kepada orang-orang dalam berbagai surat, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah,  'Sesungguhnya  aku  ini  hanya seorang manusia&lt;br /&gt;seperti kamu, yang diwahyukann kepadaku, Bahwa  sesungguhnya&lt;br /&gt;Tuhan  kamu itu adalah Tuhan yang Esa ...'." (Q.s. Al-Kahfi:&lt;br /&gt;110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah, 'Maha Suci  Tuhanku,  bukankah  aku  ini  hanya&lt;br /&gt;seorang manusia yang menjadi Rasul?'" (Q.s. Al-Isra': 93).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menunjukkan bahwa beliau adalah manusia seperti&lt;br /&gt;manusia-manusia  lainnya,   tidak   memiliki   keistimewaan,&lt;br /&gt;kecuali dengan wahyu dan risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. menegaskan makna kemanusiaannya dan penghambaannya&lt;br /&gt;terhadap Allah,  dan  memperingatkan  agar  tidak  mengikuti&lt;br /&gt;kebiasaan-kebiasaan  dari  orang-orang  sebelum  kita, yaitu&lt;br /&gt;penganut  agama-agama  terdahulu  dalam   hal   memuja   dan&lt;br /&gt;menyanjung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah   kamu  sekalian  menyanjungku  sebagaimana  kaum&lt;br /&gt;Nasrani menyanjung Isa putra Maryam. sesungguhnya aku adalah&lt;br /&gt;hamba Allah dan Rasul-Nya." (H.r. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi  yang  agung ini adalah manusia seperti manusia lainnya&lt;br /&gt;dan  tidak  diciptakan  dari  cahaya  maupun  emas,   tetapi&lt;br /&gt;diciptakan  dari  air  yang  memancar dan keluar dari tulang&lt;br /&gt;sulbi  laki-laki  dan  tulang  rusuk  wanita  sebagai  bahan&lt;br /&gt;penciptaan Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari segi risalah dan hidayat-Nya, maka beliau adalah&lt;br /&gt;cahaya  Allah  dan  pelita  yang  amat   terang.   Al-Qur'an&lt;br /&gt;menyatakan hal itu dan berbicara kepada Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Nabi sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi&lt;br /&gt;dan pembawa kabar gembira serta  pemberi  peringatan.  Untuk&lt;br /&gt;menjadi  penyeru  pada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk&lt;br /&gt;menjadi cahaya yang menerangi."(Q.s. Al-Ahzab: 45-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman yang ditujukan kepada Ahlulkitab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya  dari  Allah,&lt;br /&gt;dan Kitab yang menerangkan." (Q.s. Al-Maidah: 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cahaya"  dalam  ayat itu adalah Rasulullah saw, sebagaimana&lt;br /&gt;Al-Qur'an yang diturunkan kepada beliau adalah juga cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka berimanlah  kamu  kepada  Allah  dan  Rasul-Nya  serta&lt;br /&gt;cahanya   (Al-Qur  an)  yang  telah  Kami  turunkan."  (Q.s.&lt;br /&gt;At-Taghaabun: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...  dan  telah  Kami  turunkan  kepada  kamu  cahaya  yang&lt;br /&gt;terangbenderang." (Q.s. An-Nisa': 174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menentukan tugasnya dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...  Supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju&lt;br /&gt;cahaya terang-benderang..." (Q.s. Ibrahim: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, berilah aku cahaya di dalam  hatiku  berilah  aku&lt;br /&gt;cahaya  dalam  pendengaranku  dan  berilah  aku cahaya dalam&lt;br /&gt;penglihatanku berilah aku cahaya dalam rambutku berilah  aku&lt;br /&gt;cahaya   di  sebelah  kanan  dan  kiriku  di  depan  dan  di&lt;br /&gt;belakangku." (H.r. Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, beliau adalah Nabi pembawa cahaya  dan  Rasul  pembawa&lt;br /&gt;hidayat.  Semoga  Allah  menjadikan kita sebagai orang-orang&lt;br /&gt;yang mengikuti petunjuk cahaya dan Sunnahnya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-8166914663116266896?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/8166914663116266896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=8166914663116266896&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8166914663116266896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8166914663116266896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/apakah-nabi-saw-makhluk-allah-yang.html' title='APAKAH NABI SAW MAKHLUK ALLAH YANG PERTAMA?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2434473779133650756</id><published>2011-04-06T08:51:00.001-07:00</published><updated>2011-04-06T08:51:31.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>SIAPAKAH DZULQARNAIN ITU?</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Didalam Al-Qur'an diterangkan masalah Dzulqarnain, yaitu:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Hingga  apabila  dia  telah  sampai  pada  tempat  terbenam&lt;br /&gt;matahari,  dia  pun  melihat  matahari terbenam kedalam laut&lt;br /&gt;yang berlumpur hitam, dan dia mendapati disitu (di laut itu)&lt;br /&gt;segolongan ummat. Kami berkata, 'Hai Dzulqarnain! Kamu boleh&lt;br /&gt;menyiksa  mereka  dan  boleh   berbuat   kebaikan   terhadap&lt;br /&gt;mereka'." (Q.s. Al-Kahfi: 86).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Apakah  yang  dimaksud  dengan  matahari yang terbenam dalam&lt;br /&gt;mata air yang hitam?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Siapakah orang-orang yang didapati oleh Dzulkarnain?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kisah Dzulqarnain telah  diterangkan  dalam  Al-Qur'an  pada&lt;br /&gt;Surat  Al-Kahfi, tetapi Al-Qur'an tidak menerangkan siapakah&lt;br /&gt;sebenarnya   Dzulqarnain,    siapakah    orang-orang    yang&lt;br /&gt;didapatinya,   dan  dimana  tempat  terbenam  dan  terbitnya&lt;br /&gt;matahari? Semua itu tidak diterangkan dalam Al-Qur'an secara&lt;br /&gt;rinci  dan  jelas,  baik mengenai nama maupun lokasinya, hal&lt;br /&gt;ini mengandung hikmah dan hanya Allahlah yang mengetahui.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tujuan dari kisah yang ada dalam Al-Qur'an, baik pada  Surat&lt;br /&gt;Al-Kahfi  maupun lainnya, bukan sekadar memberi tahu hal-hal&lt;br /&gt;yang berkaitan dengan sejarah dan kejadiannya, tetapi tujuan&lt;br /&gt;utamanya  ialah  sebagai  contoh dan pelajaran bagi manusia.&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah swt. dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Sesungguhnyapada kisah-kisah mereka itu terdapat  pelajaran&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang berakal." (Q.s.Yusuf: 111)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kisah Dzulqarnain, mengandung contoh seorang raja saleh yang&lt;br /&gt;diberi oleh Allah kekuasaan di bumi, yang meliputi Timur dan&lt;br /&gt;Barat.   Semua  manusia  dan  penguasa  negara  tunduk  atas&lt;br /&gt;kekuasaannya, dia tetap pada  pendiriannya  sebagai  seorang&lt;br /&gt;yang  saleh,  taat  dan bertakwa. Sebagaimana diterangkan di&lt;br /&gt;bawah ini:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Berkata Dzulqarnain, 'Adapun orang  yang  menganiaya,  maka&lt;br /&gt;kelak  Kami  akan  mengazabnya,  kemudian  dia  dikembalikan&lt;br /&gt;kepada Tuhannya, lalu Tuhan  mengazabnya  dengan  azab  yang&lt;br /&gt;tiada taranya'." (Q.s. Al-Kahfi: 87).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Adapun  orang  yang  beriman  dan orang beramal saleh, maka&lt;br /&gt;baginya pahala  yang  terbaik  sebagai  balasan  ..."  (Q.s.&lt;br /&gt;Al-Kahfi: 88).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jadi,   apa   yang  diterangkan  dalam  Al-Qur'an,  hanyalah&lt;br /&gt;mengenai perginya Dzulqarnain ke arah terbenamnya  matahari,&lt;br /&gt;sehingga  berada  pada  tempat  yang  paling  jauh.  Di situ&lt;br /&gt;diterangkan bahwa dia  telah  melihat  matahari  seakan-akan&lt;br /&gt;terbenam di mata air tersebut, saat terbenamnya. Sebenarnya,&lt;br /&gt;matahari itu tidak  terbenam  di  laut,  tetapi  hanya  bagi&lt;br /&gt;penglihatan  kita  saja  yang  seakan  tampak  matahari  itu&lt;br /&gt;terbenam  (jatuh)  ke  laut.  Padahal  matahari  itu  terbit&lt;br /&gt;menerangi wilayah (bangsa) lain.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Maksud dari ayat tersebut, bahwa Dzulqarnain telah sampai ke&lt;br /&gt;tempat paling jauh, seperti halnya matahari terbenam di mata&lt;br /&gt;air  yang kotor (berlumpur) , yang disebutkan diatas. Begitu&lt;br /&gt;juga maksud dari ayat tersebut, Dzulqarnain telah sampai  di&lt;br /&gt;tempat  terjauh, yaitu terbitnya matahari dan sampai bertemu&lt;br /&gt;pula dengan kaum Ya'juj dan Ma'juj.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian, Dzulqarnain tetap pada  pendiriannya&lt;br /&gt;semula,  yaitu  sebagai  seorang  raja  yang  adil  dan kuat&lt;br /&gt;imannya, yang tidak  dapat  dipengaruhi  oleh  hal-hal  yang&lt;br /&gt;dikuasai   dan  kekuasaannya  diperkuatnya  dengan  misalnya&lt;br /&gt;membangun  bendungan   yang   besar,   yang   terdiri   dari&lt;br /&gt;bahan-bahan  besi dan sebagainya. Di dunia ini beliau selalu&lt;br /&gt;berkata dan mengakui, bahwa segala yang diperolehnya sebagai&lt;br /&gt;karunia dari Allah dan rahmat-Nya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Firman Allah swt. dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Dzulqarnain  berkata,  'Ini (bendungan atau benteng) adalah&lt;br /&gt;suatu rahmat dari Tuhanku, maka  apabila  sudah  tiba  janji&lt;br /&gt;Tuhanku,  Dia  pun  menjadikannya  rata  dengan bumi (hancur&lt;br /&gt;lebur); dan janji Tuhanku itu adalah benar." (Q.s. Al-Kahfi:&lt;br /&gt;98).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tujuan  utama  dari  Al-Qur'an  dalam  uraian  di atas ialah&lt;br /&gt;sebagai  contoh,  dimana  seorang  raja  saleh  yang  diberi&lt;br /&gt;kekuasaan  yang  besar  pada kesempatan yang luar biasa dan,&lt;br /&gt;kekuasaannya mencakup ke seluruh penjuru  dunia  di  sekitar&lt;br /&gt;terbit  dan  terbenamnya  matahari.  Dalam keadaan demikian,&lt;br /&gt;Dzulqarnain tetap dalam  kesalehan  dan  istiqamahnya  tidak&lt;br /&gt;berubah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Firman Allah swt.:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya  Kami telah memberi kekuasaan di bumi dan Kami&lt;br /&gt;telah  memberikan  kepadanya  (Dzulqarnain)   jalan   (untuk&lt;br /&gt;mencapai) segala sesuatu." (Q.s. Al-Kahfi: 84).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Mengenai  rincian  dari  masalah  tersebut tidak diterangkan&lt;br /&gt;dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, misalnya  waktu,  tempat  dan&lt;br /&gt;kaumnya,  siapa  sebenarnya  mereka  itu.  Karena  tidak ada&lt;br /&gt;manfaatnya, maka sebaiknya kami berhenti pada  hal-hal  yang&lt;br /&gt;diterangkan   saja.   Jika  bermanfaat,  tentu  hal-hal  itu&lt;br /&gt;diterangkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2434473779133650756?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2434473779133650756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2434473779133650756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2434473779133650756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2434473779133650756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/siapakah-dzulqarnain-itu.html' title='SIAPAKAH DZULQARNAIN ITU?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2172704649694314956</id><published>2011-04-06T08:50:00.002-07:00</published><updated>2011-04-06T08:50:33.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>DALAM PERTEMPURAN (PEPERANGAN) TIDAK ADA SAHABAT YANG DIKAFIRKAN</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dalam pertempuran sahabat, apakah ada yang dikafirkan?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Di dalam peperangan (Shiffin  atau  Al-Jamal)  Ali  bin  Abi&lt;br /&gt;Thalib  r.a.  tidak  menganggap  orang-orang yang melawannya&lt;br /&gt;telah keluar dari Islam dan kafir,  tetapi  hanya  dikatakan&lt;br /&gt;mereka  itu  Bughah  (berbuat  kebatilan). Sebagaimana sabda&lt;br /&gt;Nabi saw. kepada seorang sahabat yang bernama  Ammar,  sabda&lt;br /&gt;beliau,   "Kamu   akan   dibunuh  oleh  golongan  Al-Bughah,&lt;br /&gt;orang-orang  yang  zalim,  atau  orang-orang  yang  berontak&lt;br /&gt;(tidak taat kepada penguasa)."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Arti  kufur  dalam  hadis  atau  As-Sunnah bukan keluar dari&lt;br /&gt;Islam dan bukan menjadi  kafir,  sebagaimana  yang  dipahami&lt;br /&gt;oleh sebagian orang-orang pada saat ini yang tidak tepat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dalam uraiannya, Nabi saw. telah bersabda:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Barangsiapa  melakukan  sumpah  selain  kepada  Allah, maka&lt;br /&gt;orang itu kafir atau musyrik."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Nabi saw. juga bersabda:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang  mendatangi  (berobat)  kepada  dukun  dan&lt;br /&gt;percaya  pada  apa  yang  dikatakannya,  maka dia kafir atau&lt;br /&gt;mengingkari apa yang dibawa oleh Rasul."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Hal-hal yang demikian itu selalu dilakukan oleh  orang-orang&lt;br /&gt;Islam,  seakan-akan  menjadi tradisi mengunjungi dukun-dukun&lt;br /&gt;dan bersumpah atas nama orang, tidak atas nama Allah, tetapi&lt;br /&gt;tidak  ada  satu  pun  di  antara ulama yang memvonis mereka&lt;br /&gt;kafir.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jadi, kata "kufur" itu dapat diartikan  mengingkari  nikmat,&lt;br /&gt;tidak   bersyukur   kepada   Allah,  tidak  kenal  budi  dan&lt;br /&gt;sebagainya. Dengan kata lain, "kufur"  mempunyai  arti  yang&lt;br /&gt;luas dan berbeda-beda.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2172704649694314956?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2172704649694314956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2172704649694314956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2172704649694314956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2172704649694314956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/dalam-pertempuran-peperangan-tidak-ada.html' title='DALAM PERTEMPURAN (PEPERANGAN) TIDAK ADA SAHABAT YANG DIKAFIRKAN'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-8030919928154889200</id><published>2011-04-06T08:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T08:50:03.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>SIAPAKAH YANG LAYAK DISEBUT KAFIR?</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Siapakah sebenarnya yang layak dihukumi (disebut) kafir?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Yang  layak  disebut   kafir   ialah   orang   yang   dengan&lt;br /&gt;terang-terangan  tanpa  malu  menentang  dan  memusuhi agama&lt;br /&gt;Islam, menganggap dirinya kafir dan bangga akan perbuatannya&lt;br /&gt;yang terkutuk.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Bukan  orang-orang Islam yang tetap mengakui agamanya secara&lt;br /&gt;lahir, walaupun dalamnya  buruk  dan  imannya  lemah,  tidak&lt;br /&gt;konsisten  antara  perbuatan  dan ucapannya. Orang itu dalam&lt;br /&gt;Islam dinamakan "munafik" hukumnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Di dunia dia tetap dinamakan (termasuk) orang Islam,  tetapi&lt;br /&gt;di akhirat tempatnya di neraka pada tingkat yang terbawah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Di  bawah  ini  kami  kemukakan  golongan (orang-orang) yang&lt;br /&gt;layak disebut kafir tanpa diragukan lagi, yaitu:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;1. Golongan Komunis atau Atheis, yang percaya pada suatu&lt;br /&gt;   falsafah dan undang-undang, yang bertentangan dengan syariat&lt;br /&gt;   dan hukum-hukum Islam. Mereka itu musuh agama, terutama&lt;br /&gt;   agama Islam. Mereka beranggapan bahwa agama adalah candu&lt;br /&gt;   bagi masyarakat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;2. Orang-orang atau golongan dari paham yang menamakan&lt;br /&gt;   dirinya sekular, yang menolak secara terang-terangan pada&lt;br /&gt;   agama Allah dan memerangi siapa saja yang berdakwah dan&lt;br /&gt;   mengajak masyarakat untuk kembali pada syariat dan hukum&lt;br /&gt;   Allah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3. Orang-orang dari aliran kebatinan, misalnya golongan&lt;br /&gt;   Duruz, Nasyiriah, Ismailiah dan lain-lainnya. Kebanyakan&lt;br /&gt;   dari mereka itu berada di Suriah dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Al-Imam Ghazali pernah berkata:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Pada lahirnya mereka  itu  bersifat  menolak  dan  batinnya&lt;br /&gt;kufur."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Mereka lebih kafir daripada orang-orang Yahudi dan Nasrani.&lt;br /&gt;Karena sebagian besar mereka ingkar pada landasan Islam."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Seperti halnya mereka yang baru muncul di  masa  itu,  yaitu&lt;br /&gt;yang  bernama  Bahaiah,  agama  baru  yang  berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Begitu juga golongan yang mendekatinya, yaitu Al-Qadiyaniah,&lt;br /&gt;yang  beranggapan bahwa pemimpinnya adalah Nabi setelah Nabi&lt;br /&gt;Muhammad saw.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-8030919928154889200?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/8030919928154889200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=8030919928154889200&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8030919928154889200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8030919928154889200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/siapakah-yang-layak-disebut-kafir.html' title='SIAPAKAH YANG LAYAK DISEBUT KAFIR?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-8919260571146993815</id><published>2011-04-06T08:49:00.001-07:00</published><updated>2011-04-06T08:49:20.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>BAHAYA MENGAFIRKAN SESEORANG</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Bagaimana hukumnya jika  seorang  Muslim  beranggapan  bahwa&lt;br /&gt;orang  muslim  lainnya  (saudara  sesama  Muslim) itu adalah&lt;br /&gt;kafir?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Setiap orang yang berikrar dan  mengucapkan  Syahadat  telah&lt;br /&gt;dianggap Muslim. Hidup (jiwa) dan hartanya terlindung. Dalam&lt;br /&gt;hal ini tidak diharuskan (tidak perlu) meneliti batinnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Menghukumi (menganggap) seseorang bahwa dia kafir,  hukumnya&lt;br /&gt;amat  berbahaya  dan  akibat  yang akan ditimbulkannya lebih&lt;br /&gt;berbahaya lagi, di antaranya ialah:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;1. Bagi istrinya, dilarang berdiam bersama suaminya yang&lt;br /&gt;   kafir, dan mereka harus dipisahkan. Seorang wanita Muslimat&lt;br /&gt;   tidak sah menjadi istri orang kafir.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;2. Bagi anak-anaknya, dilarang berdiam dibawah kekuasaannya,&lt;br /&gt;   karena dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka. Anak-anak&lt;br /&gt;   tersebut adalah amanat dan tanggungjawab orangtua. Jika&lt;br /&gt;   orangtuanya kafir, maka menjadi tanggungjawab ummat Islam.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3. Dia kehilangan haknya dari kewajiban-kewajiban masyarakat&lt;br /&gt;   atau orang lain yang harus diterimanya, misalnya ditolong,&lt;br /&gt;   dilindungi, diberi salam, bahkan dia harus dijauhi sebagai&lt;br /&gt;   pelajaran.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;4. Dia harus dihadapkan kemuka hakim, agar djatuhkan hukuman&lt;br /&gt;   baginya, karena telah murtad.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;5. Jika dia meninggal, tidak perlu diurusi, dimandikan,&lt;br /&gt;   disalati, dikubur di pemakaman Islam, diwarisi dan tidak&lt;br /&gt;   pula dapat mewarisi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;6. Jika dia meninggal dalam keadaan kufur, maka dia mendapat&lt;br /&gt;   laknat dan akan jauh dari rahmat Allah. Dengan demikian dia&lt;br /&gt;   akan kekal dalam neraka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Demikianlah hukuman yang harus dijatuhkan  bagi  orang  yang&lt;br /&gt;menamakan  atau  menganggap golongan tertentu atau seseorang&lt;br /&gt;sebagai orang kafir; itulah akibat yang harus ditanggungnya.&lt;br /&gt;Maka, sekali lagi amat berat dan berbahaya mengafirkan orang&lt;br /&gt;yang bukan (belum jelas) kekafirannya.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-8919260571146993815?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/8919260571146993815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=8919260571146993815&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8919260571146993815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/8919260571146993815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/bahaya-mengafirkan-seseorang.html' title='BAHAYA MENGAFIRKAN SESEORANG'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7295653214692425730</id><published>2011-04-06T08:48:00.002-07:00</published><updated>2011-04-06T08:48:37.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>TIADA MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Apakah ada manusia yang sempurna?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tiada manusia yang sempurna, karena setiap  orang  mempunyai&lt;br /&gt;kelemahan. Seseorang yang beriman, tentu mempunyai kesalahan&lt;br /&gt;dan memiliki sifat buruk yang sukar dihilangkan. Tiada orang&lt;br /&gt;Mukmin yang murni atau sempurna.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Pandangan orang jarang ditujukan pada hal-hal yang berada di&lt;br /&gt;pertengahan antara dua hal yang berdekatan.  Bagi  seseorang&lt;br /&gt;sesuatu  itu  warnanya  putih saja, sebagian yang lain hitam&lt;br /&gt;saja, mereka lupa adanya warna yang lain,  tidak  putih  dan&lt;br /&gt;tidak pula hitam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Nabi  saw.  pernah  bersabda  kepada  Abu  Dzar r.a., beliau&lt;br /&gt;bersabda,  "Engkau  seorang  yang  masih  ada  padamu  sifat&lt;br /&gt;Jahiliyah."  Abu  Dzar  adalah  seorang  sahabat yang utama,&lt;br /&gt;termasuk dari orang-orang pertama yang beriman dan berjihad,&lt;br /&gt;akan tetapi masih ada kekurangannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Juga didalam Shahih Bukhari diterangkan oleh Nabi saw.:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang meninggal bukan karena melakukan jihad dan&lt;br /&gt;tidak dirasakannya (tidak ingin) dalam jiwanya  maksud  akan&lt;br /&gt;berjihad, maka dia mati dalam keadaan sedikit ada nifaknya."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Abdullah  bin  Mubarak  meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib&lt;br /&gt;r.a. yang mengatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Seorang Mukmin itu permulaannya tampak sedikit putih  dalam&lt;br /&gt;kalbunya;   setiap   kali  iman  bertambah,  maka  bertambah&lt;br /&gt;putihlah  kalbu  itu.  Begitu  seterusnya,  hingga  kalbunya&lt;br /&gt;menjadi putih semua.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Begitu juga kemunafikan, pertama ada tanda-tanda hitam dalam&lt;br /&gt;kalbunya; dan setiap melakukan kemunafikan,  maka  bertambah&lt;br /&gt;pula hitamnya, sampai hatinya menjadi hitam semua.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Demi  Allah,  jika  dibuka  hati  seorang Mukmin, maka tentu&lt;br /&gt;tampak putih sekali; dan jika dibuka hati orang kafir,  maka&lt;br /&gt;tentu tampak hitam sekali."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Ini berarti seseorang tidak dapat sekaligus menjadi sempurna&lt;br /&gt;imannya atau menjadi munafik, tetapi kedua hal itu bertahap,&lt;br /&gt;yakni sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7295653214692425730?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7295653214692425730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7295653214692425730&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7295653214692425730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7295653214692425730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/tiada-manusia-yang-sempurna-imannya.html' title='TIADA MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-6762914025137555677</id><published>2011-04-06T08:48:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T08:48:07.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN SESEORANG</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan Islam seseorang menjadi batal?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Setiap  manusia,  apabila  telah  mengucapkan  dua   kalimat&lt;br /&gt;Syahadat,  maka  dia  menjadi orang Islam. Baginya wajib dan&lt;br /&gt;berlaku hukum-hukum Islam, yaitu beriman akan  keadilan  dan&lt;br /&gt;kesucian Islam. Wajib baginya menyerah dan mengamalkan hukum&lt;br /&gt;Islam  yang  jelas,  yang  ditetapkan  oleh  Al-Qur'an   dan&lt;br /&gt;As-Sunnah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tidak   ada   pilihan  baginya  menerima  atau  meninggalkan&lt;br /&gt;sebagian.  Dia  harus  menyerah  pada   semua   hukum   yang&lt;br /&gt;dihalalkan  dan  yang  diharamkan, sebagaimana arti (maksud)&lt;br /&gt;dari ayat di bawah ini:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Dan tidaklah patut bagi laki-laki  yang  Mukmin  dan  tidak&lt;br /&gt;(pula)  bagi wanita yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;telah menetapkan sesuatu ketetapan,  akan  ada  bagi  mereka&lt;br /&gt;pilihan   (yang  lain)  tentang  urusan  mereka  ..."  (Q.s.&lt;br /&gt;Al-Ahzab: 36) .&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa ada diantara  hukum-hukum  Islam  yang&lt;br /&gt;sudah  jelas  menjadi  kewajiban-kewajiban,  atau yang sudah&lt;br /&gt;jelas diharamkan  (dilarang),  dan  hal  itu  sudah  menjadi&lt;br /&gt;ketetapan  yang  tidak  diragukan lagi, yang telah diketahui&lt;br /&gt;oleh ummat Islam pada umumnya. Yang demikian  itu  dinamakan&lt;br /&gt;oleh para ulama:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;"Hukum-hukum agama yang sudah jelas diketahui."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Misalnya,  kewajiban salat, puasa, zakat dan sebagainya. Hal&lt;br /&gt;itu  termasuk  rukun-rukun  Islam.  Ada   yang   diharamkan,&lt;br /&gt;misalnya,  membunuh,  zina, melakukan riba, minum khamar dan&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Hal itu termasuk dalam dosa besar. Begitu  juga  hukum-hukum&lt;br /&gt;pernikahan,  talak,  waris  dan  qishash, semua itu termasuk&lt;br /&gt;perkara yang tidak diragukan lagi hukumnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Barangsiapa  yang  mengingkari  sesuatu   dari   hukum-hukum&lt;br /&gt;tersebut,  menganggap  ringan  atau  mengolok-olok, maka dia&lt;br /&gt;menjadi kafir dan murtad. Sebab, hukum-hukum tersebut  telah&lt;br /&gt;diterangkan dengan jelas oleh Al-Qur'an dan dikuatkan dengan&lt;br /&gt;hadis-hadis  Nabi  saw.  yang  shahih  atau  mutawatir,  dan&lt;br /&gt;menjadi  ijma'  oleh  ummat  Muhammad  saw. dari generasi ke&lt;br /&gt;generasi.  Maka,  barangsiapa  yang  mendustakan  hal   ini,&lt;br /&gt;berarti mendustakan Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Mendustakan  (mengingkari)  hal-hal tersebut dianggap kufur,&lt;br /&gt;kecuali bagi orang-orang yang baru masuk Islam (muallaf) dan&lt;br /&gt;jauh  dari  sumber informasi. Misalnya berdiam di hutan atau&lt;br /&gt;jauh dari kota dan masyarakat kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui ajaran agama Islam,  maka  berlaku  hukum&lt;br /&gt;baginya.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-6762914025137555677?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/6762914025137555677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=6762914025137555677&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6762914025137555677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6762914025137555677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/hal-hal-yang-membatalkan-keislaman.html' title='HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN SESEORANG'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2015034836189986165</id><published>2011-04-06T08:47:00.001-07:00</published><updated>2011-04-06T08:47:23.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>ORANG YANG MENGUCAPKAN SYAHADAT, PASTI MASUK SURGA</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Bagaimana  hukumnya  orang  yang  semasa   hidupnya   selalu&lt;br /&gt;mengerjakan maksiat, akan tetapi pada akhir hayatnya (ketika&lt;br /&gt;sakaratul maut) dia mengucapkan dua kalimat Syahadat?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang meninggal dalam  keadaan  bertauhid,  yaitu&lt;br /&gt;sebelum  menghembuskan  nafasnya  yang terakhir dia berikrar&lt;br /&gt;dan mengucapkan dua kalimat Syahadat, maka dia berhak berada&lt;br /&gt;di sisi Allah dan masuk surgaNya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Orang  tersebut sudah dapat dipastikan oleh Allah akan masuk&lt;br /&gt;surga, walaupun masuknya terakhir (tidak bersama-sama  orang&lt;br /&gt;yang  masuk  pertama),  karena dia diazab terlebih dahulu di&lt;br /&gt;neraka  disebabkan   kemaksiatan   dan   dosa-dosanya   yang&lt;br /&gt;dikerjakan,  yang  belum bertobat dan tidak diampuni. Tetapi&lt;br /&gt;dia juga tidak kekal di neraka, karena didalam hatinya masih&lt;br /&gt;ada   sebutir   iman.   Adapun   dalil-dalilnya  sebagaimana&lt;br /&gt;diterangkan dalam hadis Shahih Bukhari  dan  Shahih  Muslim,&lt;br /&gt;yaitu:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dari  Abu  Dzar r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;bersabda, "Barangsiapa mengucapkan, 'Laa ilaaha  illallaah,'&lt;br /&gt;kemudian meninggal, maka pasti masuk surga."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dari Anas r.a., bahwa Nabi saw. telah bersabda, "Akan keluar&lt;br /&gt;dari  neraka  bagi  orang  yang  mengucapkan,  'Laa   ilaaha&lt;br /&gt;illallaah,'  walaupun  hanya  sebesar  satu  butir  iman  di&lt;br /&gt;hatinya."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar pula, dia  telah  berkata  bahwa  sesungguhnya&lt;br /&gt;Nabi  saw  telah  bersabda,  "Telah datang kepadaku malaikat&lt;br /&gt;Jibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapa&lt;br /&gt;yang   meninggal   diantara   umatmu   dalam  keadaan  tanpa&lt;br /&gt;mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupun&lt;br /&gt;dia  berbuat  zina dan mencuri." Nabi saw. mengulangi sampai&lt;br /&gt;dua kali.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Banyak hadis yang menunjukkan bahwa kalimat Syahadat memberi&lt;br /&gt;hak untuk  masuk surga dan terlindung dari neraka bagi  yang&lt;br /&gt;mengucapkannya (mengucap Laa  ilaaha  illallaah).  Maksudnya&lt;br /&gt;ialah,  meskipun  dia  banyak  berbuat dosa, dia tetap masuk&lt;br /&gt;surga, walaupun terakhir.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Sedangkan yang dimaksud terlindung dari neraka  ialah  tidak&lt;br /&gt;selama-lamanya  di  dalam  neraka,  tetapi  diazab  terlebih&lt;br /&gt;dahulu karena perbuatan maksiatnya.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2015034836189986165?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2015034836189986165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2015034836189986165&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2015034836189986165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2015034836189986165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/orang-yang-mengucapkan-syahadat-pasti.html' title='ORANG YANG MENGUCAPKAN SYAHADAT, PASTI MASUK SURGA'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7636331897666434589</id><published>2011-04-06T08:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T08:46:27.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Qardhawi'/><title type='text'>SYARAT UTAMA BAGI ORANG YANG MASUK ISLAM</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Apa syarat utama bagi orang yang baru masuk Islam?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Syarat  utama  bagi  orang  yang  baru  masuk  Islam   ialah&lt;br /&gt;mengucapkan  dua  kalimat  Syahadat.  Yaitu,  "Asyhadu allaa&lt;br /&gt;ilaaha ilallaah, wa asyhadu  anna  Muhammadar  Rasuulullah."&lt;br /&gt;Barangsiapa   yang   mengucapkan   dan  mengikrarkan  dengan&lt;br /&gt;lisannya, maka dia menjadi orang Islam. Dan berlaku  baginya&lt;br /&gt;hukum-hukum  Islam,  walaupun dalam hatinya dia mengingkari.&lt;br /&gt;Karena  kita  diperintahkan   untuk   memberlakukan   secara&lt;br /&gt;lahirnya. Adapun batinnya, kita serahkan kepada Allah. Dalil&lt;br /&gt;dari hal itu adalah ketika Nabi  saw.  menerima  orang-orang&lt;br /&gt;yang  hendak  masuk  Islam,  beliau  hanya mewajibkan mereka&lt;br /&gt;mengucapkan dua kalimat Syahadat. Nabi saw.  tidak  menunggu&lt;br /&gt;hingga datangnya waktu salat atau bulan Puasa (Ramadhan).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Di  saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang&lt;br /&gt;sedang   mengucapkan,   "Laa   ilaaha    illallaah,"    Nabi&lt;br /&gt;menyalahkannya  dengan  sabdanya, "Engkau bunuh dia, setelah&lt;br /&gt;dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah." Usamah lalu  berkata,&lt;br /&gt;"Dia  mengucapkan  Laa  ilaaha illallaah karena takut mati."&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Apakah  kamu  mengetahui&lt;br /&gt;isi hatinya?"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dalam  Musnad  Al-Imam Ahmad diterangkan, ketika kaum Tsaqif&lt;br /&gt;masuk Islam, mereka mengajukan satu syarat kepada Rasulullah&lt;br /&gt;saw,  yaitu  supaya dibebaskan dari kewajiban bersedekah dan&lt;br /&gt;jihad. Lalu  Nabi  saw.  bersabda,  "Mereka  akan  melakukan&lt;br /&gt;(mengerjakan) sedekah dan jihad."&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7636331897666434589?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7636331897666434589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7636331897666434589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7636331897666434589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7636331897666434589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/syarat-utama-bagi-orang-yang-masuk.html' title='SYARAT UTAMA BAGI ORANG YANG MASUK ISLAM'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7880589442383964243</id><published>2011-04-06T08:44:00.001-07:00</published><updated>2011-04-06T08:44:43.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitos atau Realitas'/><title type='text'>Ancaman Islam</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Al-Quran dan Muhammad memberikan sumber dan  bimbingan  suci&lt;br /&gt;bagi  pembangunan  agama  baik  di  masa lalu maupun di masa&lt;br /&gt;sekarang. Kalau  para  pengikut  Muhammad  berpaling  kepada&lt;br /&gt;Muhammad   pada  masa  hidupnya,  pada  masa  sekarang  pun,&lt;br /&gt;orang-orang  Muslim  yang  taat  di  seluruh  penjuru  dunia&lt;br /&gt;berpegang   pada   wahyu   dan   ajaran-ajaran  Rasul  dalam&lt;br /&gt;mengarahkan hidup mereka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dilahirkan di Arab (kasarnya,  sekarang,  Arab  Saudi)  pada&lt;br /&gt;tahun  570 Masehi, Muhammad ibn Abdullah (570-632) mempunyai&lt;br /&gt;pengalaman agamais yang sangat dalam pada usia  empat  puluh&lt;br /&gt;tahun,  yang  mengubah  dirinya  dan  mewujudkan  umat  yang&lt;br /&gt;kira-kira empat belas tahun kemudian menjadi agama  terbesar&lt;br /&gt;kedua   di  dunia,  dan  mempunyai  pemeluk  yang  berjumlah&lt;br /&gt;kira-kira satu milyar orang. Dibandingkan dengan  kebanyakan&lt;br /&gt;nabi   atau   pendiri  tradisi  agama  besar  lainnya,  yang&lt;br /&gt;kehidupannya tak terekam dalam sejarah,  kehidupan  Muhammad&lt;br /&gt;saw.,  Al-Quran dan hadis Nabi banyak dicatat dalam sejarah,&lt;br /&gt;dan sebuah biografi awal yang ditulis oleh Ibn Ishaq  (wafat&lt;br /&gt;sekitar  768).[1] Bagaimanapun juga  kita mengetahui sedikit&lt;br /&gt;tentang kehidupan Muhammad. Ia yatim sejak masa kanak-kanak,&lt;br /&gt;dan   dibesarkan   oleh  sanak  keluarganya.  Sejarah  Islam&lt;br /&gt;menceritakan bahwa ketika berusia 25 tahun,  beliau  menikah&lt;br /&gt;dengan  seorang  janda  kaya.  Khadijah adalah pemilik suatu&lt;br /&gt;kafilah yang dikelola Muhammad. Ia berusia lima belas  tahun&lt;br /&gt;lebih  tua daripada Muhammad. Karena cenderung kepada agama,&lt;br /&gt;Muhammad sering menyepi di suatu  tempat  yang  sunyi  untuk&lt;br /&gt;berpikir  dan  merenung.  Pada tahun 610 di suatu malam yang&lt;br /&gt;diperingati  oleh  kaum  Muslim  sebagai   Malam   Kemuliaan&lt;br /&gt;(Laylatul-Qadar), Muhammad pemimpin kafilah menjadi Muhammad&lt;br /&gt;Rasul Allah, yang menerima wahyu  pertama  melalui  Malaikat&lt;br /&gt;Jibril:   "Bacalah,   dengan   Nama   Tuhanmu   yang   telah&lt;br /&gt;menciptakan,  menciptakan  manusia  dari   segumpal   darah.&lt;br /&gt;Bacalah!  Tuhanmu  Yang  Maha  Pemurah! Yang mengajar dengan&lt;br /&gt;Kalam, mengajar manusia apa yang  tidak  diketahuinya!"  (QS&lt;br /&gt;96:  1-5).  Wahyu  yang turun antara tahun 610 sampai dengan&lt;br /&gt;632, dikumpulkan dan ditulis kembali  setelah  ia  meninggal&lt;br /&gt;dunia dan menjadi Kitab Suci umat Islam, Al-Quran.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Sejarah  Islam menggambarkan seorang Rasul yang pada mulanya&lt;br /&gt;bingung dan cemas yang, seperti rasul-rasul dalam kitab suci&lt;br /&gt;Yahudi, bingung karena apa yang dialaminya, cemas akan sikap&lt;br /&gt;orang-orang  lain  yang  akan  menerima  ajarannya.  Seperti&lt;br /&gt;ditunjukkan  dalam  sejarah nabi, orang-orang yang dikatakan&lt;br /&gt;sebagai pemberi peringatan atau utusan Tuhan tidak mengalami&lt;br /&gt;kehidupan   yang  menyenangkan.  Para  rasul  yang  mengutuk&lt;br /&gt;penyelewengan  dan   kekafiran   masyarakatnya,   dan   yang&lt;br /&gt;menentang   kebudayaan   yang  ada,  seringkali  mendapatkan&lt;br /&gt;ejekan,  penolakan  dan  pengejaran.  Muhammad   pun   tidak&lt;br /&gt;terkecuali.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Selama  sepuluh  tahun, ia berdakwah menyampaikan misi agama&lt;br /&gt;dan  perbaikan  sosial  di  Makkah.  Muhammad  dan  Al-Quran&lt;br /&gt;menyatakan keesaan Tuhan, menolak politeisme yang terjadi di&lt;br /&gt;Arab, dan  melarang  ketidakadilan  sosial.  Muhammad  tidak&lt;br /&gt;mengatakan   bahwa   ia  membawa  agama  baru  tetapi  hanya&lt;br /&gt;memurnikan dan mengembalikan agama yang dibawa Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;Misinya  adalah memperbaiki dan meluruskan kembali umat yang&lt;br /&gt;menyeleweng. Seperti  Amos  dan  Jeremiah  sebelum  dirinya,&lt;br /&gt;Muhammad   adalah   utusan  Allah  yang  mengutuk  kekafiran&lt;br /&gt;masyarakatnya dan mengimbau agar  orang  memohon  ampun  dan&lt;br /&gt;patuh   kepada   Allah,   karena   Hari   Akhir  itu  dekat:&lt;br /&gt;"Katatanlah: 'Hai manusia, sesungguhnya aku  adalah  seorang&lt;br /&gt;memberi,  peringatan  yang nyata kepadamu.' Maka orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman dan  mengerjakan  amal-amal  yang  saleh,  bagi&lt;br /&gt;mereka ampunan dan rezeki yang mulia." (QS 22:49-50).&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;a href="http://fiqihdasar.blogspot.com/2011/04/ancaman-islam-bg-2.html"&gt;Bersambung Di Bag 2&lt;/a&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7880589442383964243?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7880589442383964243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7880589442383964243&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7880589442383964243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7880589442383964243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/ancaman-islam.html' title='Ancaman Islam'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1116022415853329876</id><published>2011-04-06T08:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T08:44:09.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitos atau Realitas'/><title type='text'>Ancaman Islam Bg 2</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Muhammad  menyeru  kepada  masyarakat Makkah untuk menyembah&lt;br /&gt;Tuhan   Yang   Satu    dan    membuang    kepercayaan    dan&lt;br /&gt;perbuatan-perbuatan  yang  bersilat politeistis. Negeri Arab&lt;br /&gt;tak asing terhadap monoteisme. Namun, ketika ada  masyarakat&lt;br /&gt;Yahudi  atau  Kristen yang bercampur dengan orang-orang Arab&lt;br /&gt;asli   yang   menganut   monoteisme   (orang-orang   Hanif),&lt;br /&gt;serangkaian   panjang  Tuhan  mendominasi  masyarakat  Arab.&lt;br /&gt;Muhammad  mengajak  orang  kembali  kepada  agama   Ibrahim:&lt;br /&gt;percaya  kepada  Tuhan  Yang  Esa,  Yang  Menciptakan,  Yang&lt;br /&gt;Memberi rezeki dan Yang Mengadili  seluruh  dunia.  Muhammad&lt;br /&gt;dengan   Al-Qurannya   mengajarkan   bahwa   manusia  diberi&lt;br /&gt;perhitungan dan mereka semua akan diadili  dan  akhirnya  di&lt;br /&gt;Hari Pengadilan diberi pahala atau hukuman sesuai dengan apa&lt;br /&gt;yang mereka perbuat. Panggilan Islam adalah panggilan  untuk&lt;br /&gt;berpaling  dari  jalan  kekafiran  dan kembali ke jalan yang&lt;br /&gt;benar (Syari'ah) atau Hukum Tuhan.  Kembali  ke  jalan  yang&lt;br /&gt;benar  ini berarti menjadi anggota umat yang menyembah Tuhan&lt;br /&gt;sebenarnya, Yang Maha Esa, yang  melaksanakan  kehendak-Nya,&lt;br /&gt;yang menciptakan suatu umat bermoral benar.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Pesan  Al-Quran  bukan  hanya merupakan perintah agama saja,&lt;br /&gt;tetapi  juga  merupakan  suatu  tantangan  terhadap  politik&lt;br /&gt;sosial  yang  ada.  Makkah  bukan  hanya  pusat ibadah hati,&lt;br /&gt;tetapi juga  merupakan  pusat  perdagangan,  yang  mengalami&lt;br /&gt;perubahan dari masyarakat suku yang semi-Badui ke masyarakat&lt;br /&gt;dagang urban. Al-Quran mengajarkan kepatuhan terhadap  Tuhan&lt;br /&gt;dan  RasulNya,  persaudaraan  antar  sesama  umat,  berzakat&lt;br /&gt;kepada  orang-orang  miskin  dan  berjuang  (jihad)  melawan&lt;br /&gt;penindasan.    Al-Quran    mengutuk   eksploitasi   terhadap&lt;br /&gt;orang-orang  miskin,  anak-anak  yatim  serta  kaum  wanita;&lt;br /&gt;melarang   penyelewengan,  penipuan,  berbohong,  mengadakan&lt;br /&gt;perjanjian  palsu  dalam  perdagangan,  menghambur-hamburkan&lt;br /&gt;kekayaan  dan  bersikap  sombong.  Al-Quran juga menjanjikan&lt;br /&gt;hukuman yang berat terhadap  perbuatan  memfitnah,  mencuri,&lt;br /&gt;membunuh,  penggunaan racun, berjudi dan berzina. Pernyataan&lt;br /&gt;Muhammad  bahwa  dirinya   nabi,   penentangannya   terhadap&lt;br /&gt;ketidakadilan  dalam  masyarakat  Makkah,  dan  penegasannya&lt;br /&gt;bahwa semua orang  yang  beriman  merupakan  satu  komunitas&lt;br /&gt;universal,    meruntuhkan    wewenang    politik   kesukuan.&lt;br /&gt;Penolakannya  terhadap  politeisme   benar-benar   mengancam&lt;br /&gt;kepentingan  ekonomi penduduk Makkah yang mengontrol Ka'bah,&lt;br /&gt;rumah suci yang menjadi tempat patung-patung sesembahan suku&lt;br /&gt;dan   merupakan  tempat  dilakukannya  ibadah  haji  setahun&lt;br /&gt;sekali, sumber prestise dan pendapatan keagamaan  masyarakat&lt;br /&gt;Makkah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Setelah  sepuluh tahun, Muhammad merasakan keberhasilan yang&lt;br /&gt;terbatas.  Jika  diukur  dengan  standar  duniawi  ia  dapat&lt;br /&gt;dikatakan  gagal.  Walaupun  dilindungi  oleh  pamannya yang&lt;br /&gt;berpengaruh, Abu Thalib, dan oleh keluarganya, Bani  Hasyim,&lt;br /&gt;ia  sendiri  kurang  berkuasa  dan berwibawa untuk mengatasi&lt;br /&gt;penentangan luas dari kaum aristokrat Makkah, yang  dipimpin&lt;br /&gt;oleh kaum Quraisy, golongan pedagang yang dominan di Makkah.&lt;br /&gt;Pada tahun  619,  dengan  wafatnya  sang  paman  dan  istri,&lt;br /&gt;Muhammad   kehilangan   pilar-pilar   yang   mendukung   dan&lt;br /&gt;melindunginya, dan menjadi semakin  sendiri  dan  menderita.&lt;br /&gt;Kelompok pengikutnya yang hanya sedikit jumlahnya, satu demi&lt;br /&gt;satu  dibunuh  oleh  orang-orang  Makkah,  yang   menganggap&lt;br /&gt;kerasulan  dan  pembaharuan  yang  dilakukan  oleh Muhammad,&lt;br /&gt;dengan  kecaman-kecamannya  yang  tidak  langsung   terhadap&lt;br /&gt;status  quo  politik  dan  sosial ekonomi, sebagai tantangan&lt;br /&gt;terhadap  kepemimpinan  dan   kepentingan   mereka.   Dengan&lt;br /&gt;alasan-alasan  inilah  ketika ia diundang oleh para pemimpin&lt;br /&gt;di kota terdekat,  Madinah,  sebuah  kota  oasis  pertanian,&lt;br /&gt;untuk bertindak sebagai pemimpin di sana, ia dan kelompoknya&lt;br /&gt;segera  berhijrah  pada  tahun  622  dan  mendirikan  sebuah&lt;br /&gt;masyarakat Islam (ummah) yang pertama di tempat itu.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1116022415853329876?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1116022415853329876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1116022415853329876&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1116022415853329876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1116022415853329876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/04/ancaman-islam-bg-2.html' title='Ancaman Islam Bg 2'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-1095269770486157495</id><published>2011-01-29T20:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T20:34:04.577-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Non Muslim Menyumbang Pembangunan Masjid, Bolehkah?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ada non muslim ikut menyumbang pembangunan masjid. Hukumnya bagaimana ustadz?&lt;/em&gt; (Rohmad, Tulungagung)&lt;span id="more-635"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Non muslim tidak berhak dan tidak boleh menyumbang pembangunan  masjid. Sebab membangun masjid termasuk kegiatan memakmurkan masjid (&lt;em&gt;’imaratul masajid&lt;/em&gt;) yang menjadi hak dan kewajiban khusus kaum muslimin, bukan yang lain.&lt;br /&gt;Dalilnya adalah firman Allah SWT (artinya) : &lt;em&gt;“Tidak pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir.”&lt;/em&gt; (QS At-Taubah [9] : 17). Yang dimaksud “masjid-masjid Allah” (&lt;em&gt;masajidallah&lt;/em&gt;) dalam ayat ini adalah masjid secara umum, bukan hanya Masjidil Haram di Makkah. (&lt;em&gt;Tafsir Al-Qurthubi&lt;/em&gt;, 8/89; &lt;em&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/em&gt;, 4/119).&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir tidak berhak memakmurkan  masjid. Terkait masalah ini Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari mengutip Abu  Ja’far yang berkata,”Sesungguhnya masjid-masjid dibangun untuk beribadah  kepada Allah, bukan untuk kufur kepada Allah. Maka barangsiapa kafir  kepada Allah, tidak berhak dia memakmurkan masjid-masjid Allah.” (Imam  Thabari, &lt;em&gt;Tafsir Ath-Thabari&lt;/em&gt;, 14/165).&lt;br /&gt;Dalil ayat di atas diperjelas dengan ayat selanjutnya, sesuai firman Allah (artinya) : &lt;em&gt;“Hanyalah  yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman  kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan mendirikan  shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain  Allah.”&lt;/em&gt; (QS At-Taubah [9] : 18). Ayat ini menunjukkan yang berhak  memakmurkan masjid hanyalah orang muslim, bukan yang lain. Sebab  sifat-sifat yang dilekatkan Allah kepada orang yang memakmurkan masjid,  hanyalah sifat-sifat khusus muslim, yaitu beriman kepada Allah dan Hari  Kiamat, menegakkan shalat lima waktu, dan membayar zakat. (&lt;em&gt;Tafsir Al-Qurthubi,&lt;/em&gt; 8/90-91).&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud aktivitas memakmurkan masjid (&lt;em&gt;’imaratul masajid&lt;/em&gt;) adalah segala kegiatan yang terkait dengan kemaslahatan masjid, baik kegiatan fisik (&lt;em&gt;hissiyah&lt;/em&gt;) maupun non fisik (&lt;em&gt;ma’nawiyah&lt;/em&gt;).  Kegiatan fisik contohnya membangun masjid, memperbaiki bagian-bagian  masjid yang rusak, memasang lampu penerangannya, melayani jamaahnya, dan  menjaga kebersihannya.&lt;br /&gt;Sedang kegiatan non fisik contohnya mengerjakan sholat jamaah di  dalamnya, mengangkat imam dan muadzinnya, mengadakan i’tikaf di  dalamnya, berdzikir di dalamnya, mengadakan berbagai majelis pengajian  di dalamnya, seperti pengajian tafsir Al-Qur`an, pengajian hadis Nabi  SAW, pengajian fikih, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Termasuk memakmurkan masjid adalah mencegah segala penyimpangan,  ketidakpantasan, atau kegaduhan di dalam masjid. Misalnya mencegah  perempuan yang haid berdiam di masjid, mencegah jual beli di masjid,  mencegah suara gaduh di masjid yang mengganggu orang shalat, seperti  suara orang mengaji Al-Qur`an yang terlalu keras, suara dering HP, atau  teriakan anak-anak, dan sebagainya. (Muhammad Al-Arfaj, &lt;em&gt;Al-Masyru’ wa Al-Mamnu’ fi Al-Masjid&lt;/em&gt;, hal. 15; Sa’id Al-Qahthani, &lt;em&gt;Al-Masajid&lt;/em&gt;, hal. 20; Abdullah Al-’Askar, &lt;em&gt;Ahkam Hudhur Al-Masjid&lt;/em&gt;, hal. 16-17).&lt;br /&gt;Kesimpulannya, non muslim tidak dibolehkan menyumbang pembangunan  masjid. Sebab non muslim tidak berhak turut serta dalam kegiatan  memakmurkan masjid. Hanya kaum muslimin saja yang berhak dan  berkewajiban memakmurkan masjid. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-1095269770486157495?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/1095269770486157495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=1095269770486157495&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1095269770486157495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/1095269770486157495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/non-muslim-menyumbang-pembangunan.html' title='Non Muslim Menyumbang Pembangunan Masjid, Bolehkah?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-60752311092661556</id><published>2011-01-29T20:32:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T20:32:37.467-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Natalan Bersama</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan :&lt;/strong&gt; Apa hukum mengikuti natalan bersama ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haram, Ikut Natal Bersama!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Apabila  ahli ma’ruf bercampur dengan ahli munkar, tanpa mengingkari mereka,  maka ahli ma’ruf itu sebagaimana halnya orang yang meridlai dan  terpengaruh dengan kemunkaran itu.&lt;span id="more-627"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap  bulan Desember umat Islam selalu dihadapkan fitnah yang bisa mengancam  aqidahnya. Dengan dalih toleransi dan kerukunan beragama, umat Islam  diseret turut serta terlibat dalam perayaan Natal bersama. Bahkan seolah  menjadi ritual wajib, pejabat yang menduduki jabatan publik harus ikut  hadir. Ironisnya, ada saja di antara tokoh umat yang menyerukan  kebolehan terlibat dalam perayaan Natal. Bahkan beberapa tahun lalu,  ketua sebuah ormas Islam mempersilakan semua fasilitas organisasinya  minus masjid digunakan sebagai perayaan Natal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Haram Terlibat dalam Perayaan Kufur&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi  kaum Muslim seharusnya senantiasa mengikatkan dirinya dengan hukum  syara’. Dan hukum syara’ mengenai persoalan tersebut sesungguhnya telah  jelas: haram. Kaum muslim diharamkan melibatkan diri di dalam perayaan  hari raya orang-orang kafir, apapun bentuknya. Melibatkan diri di sini  mencakup aktivitas: mengucapkan selamat, hadir di jalan-jalan untuk  menyaksikan atau melihat perayaan orang kafir, mengirim kartu selamat,  dan lain sebagainya. Sedangkan perayaan hari raya orang kafir di sini  mencakup seluruh perayaan hari raya, perayaan orang suci mereka, dan  semua hal yang berkaitan dengan hari perayaan orang-orang kafir (&lt;em&gt;musyrik maupun ahlul kitab&lt;/em&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketentuan tersebut didasarkan pada firman Allah swt: &lt;em&gt;al-ladzîna lâ yasyhadûna al-zûr &lt;/em&gt;(QS al-Furqan [25]: 72)&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Ayat ini menjelaskan tentang salah satu dari sifat &lt;em&gt;‘ibâd al-Ra&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;mân. &lt;/em&gt;Menurut sebagian besar mufassir, makna kata &lt;em&gt;al-zûr &lt;/em&gt;(kepalsuan) di sini adalah syirik. Demikian papar al-Syaukani dalam kitab tafsirnay&lt;strong&gt;,&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Fat&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt; al-Qadîr.&lt;/em&gt;. Ibnu Katsir dalam tafsirnya &lt;em&gt;Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm &lt;/em&gt;menyitir  pendapat beberapa mufassir seperti Abu ‘Aliyah, Thawus, Muhammad bin  Sirrin, al-Dhahhak, al-Rabi’ bin Anas, dan lainnya, memaknai &lt;em&gt;al-zûr &lt;/em&gt;di sini adalah hari raya kaum Musyrik. Lebih luas, Amru bin Qays menafsirkannya sebagai majelis-majelis yang buruk dan kotor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan kata &lt;em&gt;lâ yasyhadûna, &lt;/em&gt;menurut jumhur ulama’ bermakna &lt;em&gt;lâ ya&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;dhurûna al-zûr, &lt;/em&gt;tidak menghadirinya. Demikian penjelasan al-Syaukani dalam &lt;em&gt;Fat&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt; al-Qadîr&lt;/em&gt;. Memang ada yang memahami ayat ini berkenaan dengan pemberian kesaksian palsu (&lt;em&gt;syahâdah al-zûr&lt;/em&gt;) yang di dalam Hadits Shahih dikategorikan sebagai dosa besar. Akan tetapi, dari konteks kalimatnya, lebih tepat jika dimaknai &lt;em&gt;lâ ya&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;dhurûnahu, &lt;/em&gt;tidak menghadirinya. Sebab, dalam frasa berikutnya disebutkan:&lt;em&gt;  “Dan apabila mereka melewati (orang-orang) yang mengerjakan  perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan  menjaga kehormatan dirinya” &lt;/em&gt;(TQS al-Furqan [25]: 72)&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan demikian, keseluruhan ayat ini memberikan pengertian bahwa mereka tidak menghadiri &lt;em&gt;al-zûr. &lt;/em&gt;Dan jika mereka melewatinya, maka mereka segera melaluinya, dan tidak mau terkotori sedikit pun olehnya (lihat Imam Ibnu Katsir, &lt;em&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/em&gt;, juz 3, hal. 1346).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berdasarkan ayat ini pula, banyak fuqaha’ yang menyatakan haramnya menghadiri menghadiri perayaan hari raya kaum kafir. Ibnu Taimiyyah menyitir penjelasan beberapa ulama terkemuka mengenai persoalan ini. Ahmad bin Hanbal berkata: &lt;em&gt;“Kaum Muslim telah diharamkan untuk merayakan hari raya orang-orang Yahudi dan Nasrani.“ &lt;/em&gt;(lihat &lt;em&gt;Iqtidhâ’ al-Shirâth al-Mustaqîm&lt;/em&gt;, hal.201&lt;em&gt;).&lt;/em&gt; Imam Baihaqi menyatakan, “&lt;em&gt;Jika kaum Muslim diharamkan memasuki gereja, apalagi merayakan hari raya mereka.” &lt;/em&gt;(lihat &lt;em&gt;Iqtidhâ’ al-Shirâth al-Mustaqîm, hal.201&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam &lt;em&gt;A&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;kâm Ahl al-Dzimmah&lt;/em&gt; menyitir penjelasan yang dikemukakan&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Abu al-Qasim al-Thabari. Beliau berkata, &lt;em&gt;“Tidak diperbolehkan bagi kaum Muslim menghadiri hari raya mereka karena mereka berada dalam kemunkaran dan kedustaan &lt;/em&gt;(zawr). &lt;em&gt;Apabila  ahli ma’ruf bercampur dengan ahli munkar, tanpa mengingkari mereka,  maka ahli ma’ruf itu sebagaimana halnya orang yang meridlai dan  terpengaruh dengan kemunkaran itu. Maka kita takut akan turunnya murka  Allah atas jama’ah mereka, yang meliputi secara umum. Kita berlindung  kepada Allah dari murka-Nya, &lt;/em&gt;juz 1. hal. 235).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada  masa-masa kejayaan Islam, pemerintahan Islam saat itu –sejak masa  Rasulullah SAW –, kaum muslim tidak diperbolehkan merayakan hari raya  ahlul Kitab dan kaum musyrik. Dari Anas ra bahwa ketika Rasulullah SAW  datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari raya yang mereka rayakan,  beliau pun bersabda:&lt;em&gt;  “Sungguh Allah swt telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang  yang lebih baik daripada keduanya, yaitu Idul Adha dan idul Adha&lt;strong&gt;.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;HR. Abu Dawud dan al-Nasa’i dengan sanad yang shahih&lt;strong&gt;)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada  masa pemerintahan Khalifah ‘Umar bin al-Khaththab, beliau juga telah  melarang kaum Muslim merayakan hari raya orang-orang kafir. Imam  Baihaqiy telah menuturkan sebuah riwayat dengan sanad shahih dari ‘Atha’  bin Dinar, bahwa Umar ra pernah berkata, &lt;em&gt;“Janganlah  kalian menmempelajari bahasa-bahasa orang-orang Ajam. Janganlah kalian  memasuki kaum Musyrik di gereja-gereja pada hari raya mereka.  Sesungguhnya murka Allah SWT akan turun kepada mereka pada hari itu.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;HR. Baihaqi&lt;strong&gt;).&lt;/strong&gt; Beliau juga mengatakan:&lt;em&gt; “Jauhilah musuh-musuh Allah pada di hari raya mereka.” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jelaslah,  Islam telah melarang umatnya melibatkan diri di dalam perayaan hari  raya orang-orang kafir, apapun bentuknya. Melibatkan diri di sini  mencakup perbuatan; mengucapkan selamat, hadir di jalan-jalan untuk  menyaksikan atau melihat perayaan orang kafir, mengirim kartu selamat,  dan lain sebagainya. Adapun perayaan hari raya orang kafir di sini  mencakup seluruh perayaan hari raya, perayaan orang suci mereka, dan  semua hal yang berkaitan dengan hari perayaan orang-orang kafir (&lt;em&gt;musyrik maupun ahlul kitab&lt;/em&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Melenyapkan Syubhat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara ayat sering digunakan untuk melegitimasi bolehnya mengucapkan selamat natal adalah firman Allah Swt: &lt;em&gt;“Dan  kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan,  pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali&lt;/em&gt;” (TQS Maryam [19]: 33&lt;strong&gt;).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ayat  ini sama sekali tidak menunjukkan kebolehan mengucapkan selamat natal  kepada kaum Nasrani. Di dalam ayat ini memang disebutkan tentang  keselamatan pada hari kelahiran Isa. Akan tetapi, itu memberitakan  keselamatan Nabi Isa ketika beliau dilahirkan, diwafatkan dan  dibangkitkan. Tidak ada kaitannya dengan ucapan selamat Natal. Sebab,  Natal adalah perayaan dalam rangka memperingati kelahiran Yesus di  Bethlehem. Sejak abad keempat Masehi, pesta atau perayaan natal  ditetapkan tanggal 25 Desember, menggantikan perayaan &lt;em&gt;Natalis Solis Invioti&lt;/em&gt; (kelahiran matahari yang yang tak terkalahkan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Telah  maklum, bahwa keyakinan Nasrani terhadap Isa as –yang mereka sebut  Yesus– adalah sebagai Tuhan. Dan keyakinan ini menjadi salah satu  penyebab kekufuran mereka. Banyak sekali ayat menegaskan hal ini,  seperti firman QS al-Maidah [5]: 72, QS al-Maidah [5]: 73-74&lt;strong&gt;).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bertolak  dari fakta tersebut, perayaan Natal yang merayakan ‘kelahiran Tuhan’  merupakan sebuah kemunkaran besar. Sikap yang seharusnya dilakukan kaum  Muslim terhadap pelakunya adalah menjelaskan kesesatan mereka dan  mengajak mereka ke jalan yang benar, Islam. Bukan malah mengucapkan  selamat terhadap mereka. Tindakan tersebut dapat dimaknai sebagai sikap  ridha dan cenderung terhadap kemunkaran besar yang mereka lakukan.  Padahal Allah Swt berfirman:&lt;em&gt;“Dan  janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan  kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang  penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi  pertolongan.”&lt;/em&gt; (TQS Hud [11]: 113).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut Abu al-Aliyah, makna kata &lt;em&gt;al-rukûn &lt;/em&gt;adalah &lt;em&gt;ridla.&lt;/em&gt; Artinya &lt;em&gt;ridla &lt;/em&gt;terhadap perbuatan orang-orang zhalim. Ibnu Abbas memaknainya &lt;em&gt;al-mayl&lt;/em&gt; (cenderung).&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Sedangkan menurut al-Zamakhsyari, &lt;em&gt;al-rukûn &lt;/em&gt;tak sekadar &lt;em&gt;al-mayl, &lt;/em&gt;namun &lt;em&gt;al-mayl al-yasîr &lt;/em&gt;(kecenderungan  ringan). Ini berarti, setiap Muslim wajib membebaskan dirinya dari  kezahliman. Bukan hanya dalam praktik, namun sekadar kecenderungan  sedikit saja sudah tidak diperbolehkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jelaslah, haram hukumnya kaum Muslim terlibat dalam perayaan hari raya kaum kaum kafir, baik Musyrik maupun Ahli Kitab. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wal-Lâh a’lam bi al-Shawâb. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;(Abu Burhan dan Abu Said) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Sumber jawaban : &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/20/haram-ikut-natal-bersama/" target="_blank"&gt;www.hizbut-tahrir.or.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-60752311092661556?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/60752311092661556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=60752311092661556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/60752311092661556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/60752311092661556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/natalan-bersama.html' title='Natalan Bersama'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-4418017484485497387</id><published>2011-01-29T20:26:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T20:26:09.109-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Hukum Merayakan Imlek</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Soal :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lagi hari raya Imlek tiba. Bolehkah kaum muslimin ikut merayakan Imlek?&lt;span id="more-647"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin pernah mendengar pernyataan begini. Bahwa Imlek itu  hanyalah tradisi etnis Tionghoa dan bukan bagian ajaran agama tertentu.  Karenanya umat Islam khususnya yang beretnis Tionghoa boleh-boleh saja  merayakan Imlek.&lt;br /&gt;Benarkah Imlek hanya tradisi? Bolehkah seorang muslim turut merayakan  Imlek? Tulisan ini berusaha untuk menjawab dua pertanyaan tersebut,  dengan menelaah ajaran agama Khonghucu, serta menelaah hukum syariah  Islam yang terkait dengan keterlibatan kaum muslimin dalam perayaan hari  raya agama lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imlek Adalah Ajaran Agama Khonghucu, Bukan Sekedar Tradisi Tionghoa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memang tak jarang kita dengar dari orang Tionghoa, termasuk  tokoh-tokohnya yang sudah masuk Islam, bahwa Imlek itu sekedar tradisi.  Tidak ada hubungannya dengan ajaran suatu agama sehingga umat Islam  boleh turut merayakannya. Sebagai contoh, Sekretaris Umum DPP PITI  (Pembina Iman Tauhid Islam), H. Budi Setyagraha (Huan Ren Cong), pernah  menyatakan bahwa Imlek adalah tradisi menyambut tahun baru penanggalan  Cina, datangnya musim semi, dan musim tanam di daratan Cina. H. Budi  Setyagraha berkata,”Imlek bukan perayaan agama.” (Lihat “Sekjen DPP PITI  : Rayakan Imlek Jangan Berlebihan”, &lt;em&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/em&gt;, Selasa, 13 Pebruari 2007, hal. 2).&lt;br /&gt;Padahal kalau kita mendalami agama Khonghucu, khususnya mengenai  hari-hari rayanya, terbukti bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Sebab  sebenarnya Imlek adalah bagian integral dari ajaran agama Khonghucu,  bukan semata-mata tradisi.&lt;br /&gt;Dalam bukunya &lt;em&gt;Mengenal Hari Raya Konfusiani &lt;/em&gt;(Semarang : Effhar &amp;amp; Dahara Prize, 2003) hal. vi-vii&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;  Hendrik Agus Winarso menyebutkan bahwa masyarakat memang kurang  memahami Hari Raya Konfusiani. Hendrik Agus Winarso mengatakan,”&lt;em&gt;Misalnya Tahun Baru Imlek dianggap sebagai tradisi orang Tionghoa&lt;/em&gt;.”  Dengan demikian, pandangan bahwa Imlek adalah sekedar tradisi, yang  tidak ada hubungannya dengan agama, menurut penulis buku tersebut,  adalah suatu kesalahpahaman (&lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;., hal. v).&lt;br /&gt;Dalam buku yang diberi kata sambutan oleh Ketua MATAKIN tahun 2000  Hs. Tjhie Tjay Ing itu, pada hal. 58-62, Hendrik Agus Winarso telah  membuktikan dengan meyakinkan bahwa Imlek adalah bagian ajaran  Khonghucu. Hendrik Agus Winarso menerangkan, Tahun Baru Imlek atau  disebut juga &lt;em&gt;Sin Cia&lt;/em&gt;, merupakan momentum untuk memperbarui  diri. Momentum ini, kata beliau, diisyaratkan dalam salah satu kitab  suci Khonghucu, yaitu Kitab &lt;em&gt;Lee Ki&lt;/em&gt;, bagian &lt;em&gt;Gwat Ling&lt;/em&gt;, yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hari permulaan tahun (&lt;strong&gt;Liep Chun&lt;/strong&gt;) jadikanlah sebagai Hari Agung untuk bersembahyang besar ke hadirat &lt;strong&gt;Thian&lt;/strong&gt;, karena Maha Besar Kebajikan &lt;strong&gt;Thian&lt;/strong&gt;. Dilihat tiada nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia…&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Tiong Yong XV : 1-5&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;(Lihat Hendrik Agus Winarso, &lt;em&gt;Mengenal Hari Raya Konfusiani, &lt;/em&gt;[Semarang : Effhar &amp;amp; Dahara Prize, 2003], hal. 60-61).&lt;br /&gt;Penulis buku tersebut lalu menyimpulkan Imlek adalah bagian ajaran  Khonghucu, dengan menegaskan,”Dengan demikian, menyambut Tahun Baru bagi  umat Khonghucu Indonesia mengandung arti ketakwaan dan keimanan.” (&lt;em&gt;ibid.,&lt;/em&gt;hal. 61).&lt;br /&gt;Maka tidaklah benar pendapat yang menyebutkan bahwa Imlek hanya  sekedar tradisi orang Tionghoa, atau Imlek bukan perayaan agama. Yang  benar, Imlek justru adalah bagian ajaran agama Khonghucu, bukan sekedar  tradisi.&lt;br /&gt;Lagi pula, harus kami tambahkan bahwa boleh tidaknya seorang muslim  melakukan sesuatu, tidaklah dilihat apakah sesuatu itu berasal dari  tradisi atau ataukah dari agama. Seakan-akan kalau berasal dari tradisi  hukumnya boleh-boleh saja dilakukan, sementara kalau dari agama lain  hukumnya tidak boleh.&lt;br /&gt;Standar semacam itu sungguh batil dan tidak ada dalam Islam. Karena  standar yang benar menurut Islam, adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Allah  SWT berfirman (artinya): &lt;em&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-A’raaf [7] : 3&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Kalimat “&lt;em&gt;maa unzila ilaykum min rabbikum”&lt;/em&gt; dalam ayat di atas yang berarti “&lt;em&gt;apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”, &lt;/em&gt;artinya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. (&lt;em&gt;Tafsir Al-Baidhawi&lt;/em&gt;, [Beirut : Dar Shaadir], Juz III/2).&lt;br /&gt;Jadi suatu perbuatan itu boleh atau tidak boleh dilakukan, tolok  ukurnya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Apa saja yang benar menurut  Al-Qur`an dan As-Sunnah, berarti boleh dikerjakan. Sebaliknya apa saja  yang batil menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, berarti tidak boleh  dilakukan.&lt;br /&gt;Maka kalau kita hendak menilai perbuatan muslim turut merayakan Imlek  menurut Islam, tolok ukurnya harus benar. Yaitu harus kita lihat adalah  apakah perbuatan itu boleh atau tidak menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah,  bukan melihat apakah Imlek itu dari tradisi atau dari agama.&lt;br /&gt;Sungguh kalau seorang muslim menggunakan tolok ukur tadi, yaitu  melihat sesuatu itu dari tradisi atau agama, ia akan tersesat. Sebab  suatu tradisi tidak selalu benar, adakalanya ia bertentangan dengan  Islam dan adakalanya sesuai dengan Islam. Contoh, &lt;em&gt;free sex&lt;/em&gt; pada masyarakat Barat yang Kristen. &lt;em&gt;Free sex&lt;/em&gt;  jelas telah menjadi tradisi Barat, meski perbuatan kotor itu bukan  bagian agama Kristen/Katholik, karena agama ini pun mengharamkan zina.  Lalu, apakah karena &lt;em&gt;free sex&lt;/em&gt; itu sekedar tradisi, dan bukan agama, lalu umat Islam boleh melakukannya? Jelas tetap tidak boleh, bukan?&lt;br /&gt;Walhasil, mari kita gunakan barometer yang benar untuk menilai suatu  perbuatan. Barometernya, bukan dilihat dari segi asalnya apakah suatu  perbuatan itu dari tradisi atau agama, melainkan dilihat dari segi boleh  tidaknya perbuatan itu menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah. Inilah  pandangan yang haq, tidak ada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Haram Atas Muslim Turut Merayakan Imlek&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, haram hukumnya  seorang muslim turut merayakan hari raya agama lain, termasuk Imlek,  baik dengan mengikuti ritual agamanya maupun tidak, baik dianggap ajaran  agama maupun dianggap tradisi, termasuk juga memberi ucapan selamat &lt;em&gt;Gong Xi Fat Chai&lt;/em&gt;. Semuanya haram.&lt;br /&gt;Imam Suyuthi berkata,”&lt;em&gt;Juga termasuk perbuatan mungkar, yaitu  turut serta merayakan hari raya orang Yahudi, hari raya orang-orang  kafir, hari raya selain orang Arab [yang tidak Islami], ataupun hari  raya orang-orang Arab yang tersesat. Orang muslim tidak boleh melakukan  perbuatan itu, sebab hal itu akan membawa mereka ke jurang kemungkaran…”&lt;/em&gt; (Imam Suyuthi, &lt;em&gt;Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ’An Al-Ibtida` &lt;/em&gt;(terj.), hal. 91).&lt;br /&gt;Khusus mengenai memberi ucapan selamat, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata,”&lt;em&gt;Adapun  memberi ucapan selamat yang terkait syiar-syiar kekufuran yang menjadi  ciri khas kaum kafir, hukumnya haram menurut kesepakatan ulama, misalnya  memberi selamat atas hari raya atau puasa mereka.&lt;/em&gt;..” (&lt;em&gt;Ahkam Ahli Adz-Dzimmah&lt;/em&gt;, [Beirut : Darul Kutub Al-’Ilmiyah], 1995, Juz I/162).&lt;br /&gt;Dalil Al-Qur`an yang mengharamkan perbuatan muslim merayakan hari raya agama kafir di antaranya firman Allah SWT (artinya) : &lt;em&gt;“Dan (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah) orang-orang yang tidak menghadiri kebohongan…”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-Furqan [25] : 72&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;Kalimat &lt;em&gt;“laa yasyhaduuna az-zuur”&lt;/em&gt; dalam ayat tersebut menurut Imam Ibnu Taimiyah maknanya yang tepat adalah tidak menghadiri kebohongan (&lt;em&gt;az-zuur&lt;/em&gt;), bukan memberikan kesaksian palsu. Dalam bahasa Arab, memberi kesaksian palsu diungkapkan dengan kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;yasyhaduuna bi az-zuur&lt;/em&gt;. &lt;/strong&gt;Jadi ada tambahan huruf jar yang dibaca &lt;em&gt;bi&lt;/em&gt;. Bukan diungkapkan dengan kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;yasyhaduuna az-zuur&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (tanpa huruf jar &lt;em&gt;bi&lt;/em&gt;). Maka ayat di atas yang berbunyi “&lt;em&gt;laa yasyhaduuna az-zuur”&lt;/em&gt;  artinya yang lebih tepat adalah ” tidak menghadiri kebohongan”,  bukannya ” memberikan kesaksian palsu.” (M. Bin Ali Adh-Dhabi’i, &lt;em&gt;Mukhtarat min Kitab Iqtidha` Shirathal Mustaqim&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Mukhalafati Ash-habil Jahim &lt;/em&gt;(terj.), hal. 59-60)&lt;br /&gt;Sedang kata “&lt;em&gt;az-zuur&lt;/em&gt;” (kebohongan) itu sendiri oleh sebagian  tabi’in seperti Mujahid, adh-Dhahak, Rabi’ bin Anas, dan Ikrimah  artinya adalah hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum  Islam (Imam Suyuthi, &lt;em&gt;Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ’An Al-Ibtida` &lt;/em&gt;(terj.), hal. 91-95).&lt;br /&gt;Jadi, ayat di atas adalah dalil haramnya seorang muslim untuk  merayakan hari-hari raya agama lain, seperti hari Natal, Waisak, Paskah,  Imlek, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Imam Suyuthi berdalil dengan dua ayat lain sebagai dasar pengharaman  muslim turut merayakan hari raya agama lain (Lihat Imam Suyuthi, &lt;em&gt;ibid.&lt;/em&gt;, hal. 92). Salah satunya adalah ayat (artinya) : &lt;em&gt;“Dan  sesungguhnya jika kamu [Muhammad] mengikuti keinginan mereka setelah  datangnya ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk  golongan orang-orang yang zalim.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-Baqarah [2] : 145&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;Menurut Imam Suyuthi, larangan pada ayat di atas tidak hanya khusus  kepada Nabi SAW, tapi juga mencakup umat Islam secara umum. Larangan  tersebut adalah larangan melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan  oleh orang-orang bodoh atau orang kafir [seperti turut merayakan hari  raya mereka]. Sedangkan yang mereka lakukan bukanlah perbuatan yang  diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya (Lihat Imam Suyuthi, &lt;em&gt;ibid.&lt;/em&gt;, hal. 92).&lt;br /&gt;Adapun dalil As-Sunnah, antara lain Hadits Nabi SAW,&lt;em&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;HR Abu Dawud&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Islam telah mengharamkan muslim untuk menyerupakan  dirinya dengan kaum kafir pada hal-hal yang menjadi ciri khas kekafiran  mereka, seperti hari-hari raya mereka. Maka dari itu, haram hukumnya  seorang muslim turut merayakan hari-hari raya agama lain (Lihat Syaikh  Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, &lt;em&gt;Penjelasan Tuntas Hukum Seputar Perayaan&lt;/em&gt;, [Solo : Pustaka Al-Ummat], 2006, hal. 76).&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah di atas, haram hukumnya  seorang muslim turut merayakan Imlek dalam segala bentuk dan  manifestasinya. Haram bagi muslim ikut-ikutan mengucapkan &lt;em&gt;Gong Xi Fat Chai&lt;/em&gt;  kepada orang Tionghoa, sebagaimana haram bagi muslim menghiasi rumah  atau kantornya dengan lampion khas Cina, atau hiasan naga dan berbagai  asesoris lainnya yang serba berwarna merah. Haram pula baginya  mengadakan berbagai macam pertunjukan untuk merayakan Imlek, seperti &lt;em&gt;live band&lt;/em&gt;, karaoke mandarin, demo masak, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Semua bentuk perbuatan tersebut haram dilakukan oleh muslim, karena  termasuk perbuatan terlibat merayakan hari raya agama kafir yang telah  diharamkan Al-Qur`an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Himbauan Kepada Muslim Etnis Tionghoa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kami sampaikan seruan dan himbauan kepada saudara-saudaraku  muallaf dari etnis Tionghoa, hendaklah Anda masuk ke dalam agama Islam  secara keseluruhannya (&lt;em&gt;kaffah&lt;/em&gt;). Janganlah Anda –semoga Allah  melimpahkan rahmat-Nya kepada Anda semua— mengikuti langkah-langkah  setan, yakni masuk ke dalam agama Islam namun masih mempertahankan  sebagian ajaran lama yang dulu Anda peluk dan Anda amalkan, seperti  perayaan Imlek. Marilah kita masuk ke dalam agama Islam dengan seutuhnya  dan seikhlas-ikhlasnya. Mari kita renungkan firman Allah SWT (artinya) :  &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara  keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.  Sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-Baqarah [2] : 208&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bi al-shawab. &lt;/em&gt;&lt;a href="http://syariahpublications.com/2010/02/09/hukum-merayakan-imlek/" target="_blank"&gt;(www.syariahpublications.com)&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-4418017484485497387?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/4418017484485497387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=4418017484485497387&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4418017484485497387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4418017484485497387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/hukum-merayakan-imlek.html' title='Hukum Merayakan Imlek'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2537783610182328228</id><published>2011-01-29T20:23:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T20:23:01.871-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Bolehkah Kafir Harbi Masuk Masjid?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Soal:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hukum kaum kafir harbi  fi’lân masuk masjid? Bagaimana  dengan argumen yang menyatakan, bahwa  Nabi mengikat Tsumamah, yang  kafir musyrik, di Masjid Nabawi? Di sisi  lain, para Khalifah setelah  Nabi saw. melarang orang kafir masuk masjid.  Bagaimana mendudukkan  posisi mereka?&lt;span id="more-1063"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas tentang hukum &lt;em&gt;kafir harbi fi’lan&lt;/em&gt; masuk  masjid, akan dijelaskan tentang pandangan para fukaha tentang  hukum  orang kafir secara umum masuk masjid. Dalam hal ini ada empat  mazhab. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Orang   kafir boleh masuk masjid, bahkan Masjid al-Haram sekalipun. Ini adalah   pendapat mazhab Hanafi. Alasannya, karena Nabi saw. pernah menerima   delegasi Tsaqif di masjid Baginda, sementara mereka masih kafir. Alasan   lain, kenajisan mereka sesungguhnya bukanlah najis fisik, melainkan   terletak pada keyakinan mereka sehingga tidak bisa mencemari masjid.   Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis. Karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;QS at-Taubah [9]: 28&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan, bahwa maksudnya adalah, &lt;em&gt;“Jika  mereka masuk  dengan sombong, untuk menguasai atau telanjang (tidak  menutup aurat),  sebagaimana tradisi mereka pada zaman Jahiliyah.”&lt;/em&gt; Jika tidak, maka tidak ada larangan.1&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: mereka boleh  masuk masjid dengan  izin kaum Muslim, kecuali Masjid al-Haram, dan  setiap masjid di Tanah  Haram. Ini pendapat mazhab as-Syafii.2 Dalam  salah satu riwayat juga  dinyatakan, bahwa Imam Ahmad berpendapat sama.  Sebagian mazhab Hanbali  juga sependapat dengan pandangan ini. Ibn Qudamah, dalam kitabnya,&lt;em&gt; Al-Mughni&lt;/em&gt;, berpendapat, &lt;em&gt;“Adapun   masjid di Tanah Halal, mereka tidak boleh memasukinya, kecuali dengan   izin kaum Muslim..Jika mereka diizinkan untuk memasukinya maka menurut   mazhab yang sahih dibolehkan. Sebab, Nabi saw. pernah didatangi  delegasi  penduduk Thaif (Bani Tsaqif). Baginda pun mempersilahkan  mereka singgah  di masjid, sebelum mereka masuk Islam.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Said bin al-Musayyib berkata, &lt;em&gt;“Abu Sufyan  pernah masuk Masjid  Nabawi saat masih musyrik. ‘Umair bin Wahab juga  pernah masuk Masjid  Nabawi, saat Nabi ada di sana, dan dia hendak  menyerang Baginda,  kemudian Allah menganugerahkan Islam kepadanya.”&lt;/em&gt; 3&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: mereka tidak  boleh sama sekali  masuk masjid. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dalam  riwayat lain.  Alasannya, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibn Qudamah,  karena Abu  Musa al-Asy’ari pernah menemui Umar, selaku khalifah, dengan  membawa  surat. Umar berkata kepada Abu Musa, &lt;em&gt;“Panggil orang yang menulisnya, untuk membacakannya.” &lt;/em&gt;Abu Musa menjawab, &lt;em&gt;“Dia tidak boleh masuk masjid.”&lt;/em&gt; Umar bertanya, &lt;em&gt;“Mengapa?”&lt;/em&gt; Abu Musa menjawab, &lt;em&gt;“Karena dia Kristen.” &lt;/em&gt;Ini menjadi argumen di kalangan sahabat dan mereka sepakat. Selain itu, juga dengan alasan, bahwa &lt;em&gt;hadats &lt;/em&gt;junub, haid dan nifas saja dilarang untuk tinggal di masjid, maka &lt;em&gt;hadats&lt;/em&gt; syirik tentu lebih tidak boleh lagi.4&lt;br /&gt;Al-Qurthubi juga menisbatkan pendapat terakhir ini pada pendapat penduduk Madinah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berdasarkan hukum itulah,  Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, ketika menjadi  khalifah, menulis surat kepada  para pejabatnya di daerah..Pendapat  tersebut diperkuat dengan  firman-Nya, “Di rumah-rumah (Allah) itu,  Allah mengizinkannya untuk  diagungkan, dan disebut nama-Nya.” &lt;/em&gt;(QS an-Nur [24]: 36)&lt;em&gt;  Masuknya kaum kafir di sana bertentangan dengan upaya mengagungkan   rumah Allah. Dalam Shahih Muslim dan lain-lain juga dinyatakan, “Bahwa   masjid-masjid ini tidak boleh ada sedikitpun kencing dan kotoran..”   Padahal orang kafir tidak terhindar dari semuanya itu. Baginda Nabi saw.   juga bersabda, “Masjid tidak dihalalkan untuk orang yang haid dan   junub.” Orang kafir itu masuk dalam kategori junub. Allah juga   berfirman, “Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis.” &lt;/em&gt;(QS at-Taubah [9]: 28).&lt;em&gt;  Allah menyebut mereka najis, apakah zatnya yang najis ataukah dijauhkan   dari jalan hukum Allah. Mana saja dari keduanya, hukum menjauhkan   mereka dari masjid tetap wajib, karena ‘illat-nya adalah najis, dan   faktanya ada pada diri mereka, sementara kesucian itu ada di masjid..&lt;/em&gt; 5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: mereka  dilarang masuk masjid,  kecuali untuk aktivitas yang bersifat darurat.  Ini adalah pendapat  mazhab Maliki. Ash-Shawi, dalam &lt;em&gt;Hâsyiyah as-Shâwi&lt;/em&gt;, menyatakan, &lt;em&gt;“Keterangan:   Orang kafir juga dilarang masuk masjid sekalipun diizinkan oleh orang   Islam, kecuali karena ada aktivitas yang bersifat darurat..”&lt;/em&gt;6&lt;br /&gt;Al-Khurasyi menyatakan, &lt;em&gt;“Orang kafir, baik  pria maupun wanita,  haram masuk masjid jika tidak diizinkan oleh orang  Islam. Bahkan jika  diizinkan sekalipun tetap tidak boleh, kecuali  terpaksa, seperti untuk  membangun masjid, saat tidak ada seorang Muslim  pun yang bisa, atau  orang kafir tersebut lebih terpercaya bangunannya.”&lt;/em&gt;7&lt;br /&gt;Berdasarkan pendapat mazhab di atas, bisa  disimpulkan, bahwa hukum  memasuki Masjid al-Haram jelas berbeda dengan  masjid yang lain. Orang  kafir, baik Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan  Nasrani, maupun musyrik, baik  yang menjadi &lt;em&gt;Ahli Dzimmah&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;Ahl Harb&lt;/em&gt;,  haram  masuk Masjid al-Haram. Mengenai argumentasi mazhab Hanafi, baik  tentang  masuknya orang kafir ke Masjid Nabawi maupun penarikan hukum  dari QS  at-Taubah: 28 untuk membolehkan masuk ke Masjid al-Haram, jelas  tidak  relevan.&lt;br /&gt;Adapun masjid lain, bukan Masjid al-Haram dan  masjid di Tanah Haram  lainnya, hukumnya berbeda. Secara umum, pendapat  fukaha menyatakan,  bahwa kaum kafir, baik Ahli Kitab maupun musyrik,  boleh masuk  masjid—baik dengan syarat ada izin dari kaum  Muslim atau kepentingan  yang mendesak—sesungguhnya bisa dikembalikan  pada satu hal, yaitu  pendapat kepala negara (Khalifah).&lt;br /&gt;Dengan demikian, tindakan Nabi saw. menerima  Abu Sufyan dari Makkah  dan delegasi Bani Tsaqif dari Thaif di Masjid  Nabawi, mengikat Tsumamah  saat menjadi tawanan Perang Badar juga di  Masjid Nabawi, dan  membiarkan Umair bin Wahab masuk saat Baginda ada di  dalam masjid,  jelas tidak bertentangan dengan keputusan Umar. Sebab,  masing-masing  adalah kepala negara pada zamannya, dan masing-masing  berhak memutuskan  apa yang dia anggap tepat dan tidak. Saat Nabi saw.  membuat keputusan  seperti itu pada zamannya, cahaya Islam belum sekuat  pada zaman Umar.  Dengan berada di masjid, orang-orang kafir itu bisa  menyaksikan  langsung cahaya Islam dari dekat. Selain itu, masjid pada  zaman Nabi  juga tidak hanya difungsikan untuk ibadah, tetapi juga  kegiatan  administrasi, politik dan pemerintahan. Pada zaman Umar, saat  cahaya  Islam telah bersinar terang, pendekatan kepada orang kafir dengan   mengizinkan mereka masuk masjid tersebut tidak diperlukan lagi. Di sisi   lain, Umar sendiri sangat mengangungkan masjid sehingga dijaga betul   agar tidak ternoda oleh kotoran sedikit pun. Dengan begitu, kepentingan   Islam dan kaum Muslim yang menjadi pandangan Khalifahlah yang menjadi   alasan mengapa orang kafir dibolehkan masuk masjid.&lt;br /&gt;Adapun kaum &lt;em&gt;kâfir harbî Fi’lân&lt;/em&gt;, jika masuk ke negeri kaum Muslim dengan jaminan keamanan (&lt;em&gt;al-amân&lt;/em&gt;)   untuk mempelajari Islam, lalu masuk masjid untuk mendengarkan ajaran   Islam, maka dibolehkan. Namun, jika dia datang di negeri kaum Muslim   bukan untuk mempelajari Islam, lalu masuk masjid hanya untuk melihat   keindahan dan kebesarannya, menjadikannya sebagai kedok di hadapan umat   Islam untuk mengelabuhi permusuhannya kepada Islam dan umatnya serta   melanggengkan penjajahannya terhadap negeri mereka, meski dia datang dan   masuk ke sana dengan jaminan keamanan (&lt;em&gt;al-amân&lt;/em&gt;), maka hukumnya tetap haram. Allah menyatakan:&lt;br /&gt;وَمَنْ  أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ  فِيهَا اسْمُهُ  وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ  يَدْخُلُوهَا إِلا  خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي  الآخِرَةِ عَذَابٌ  عَظِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi  menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk  merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya, kecuali  dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan  di akhirat mendapat siksa yang berat &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;QS al-Baqarah [2]: 114&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan kaki:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1  Ibn ‘Abidin, &lt;em&gt;Raddu al-Mukhtâr ‘alâ ad-Durr al-Mukhtâr&lt;/em&gt;, Dâr al-Fikr, Beirut, 1995, VI/ 691.&lt;br /&gt;2  Abu Zakariyya an-Nawawi, &lt;em&gt;Raudhatu at-Thâlibîn wa ‘Umdatu al-Muftîn&lt;/em&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., I/281.&lt;br /&gt;3 Ibn Qudamah al-Maqdisi, &lt;em&gt;al-Mughni ‘ala Mukhtashar al-Khiraqi&lt;/em&gt;, XIII/202.&lt;br /&gt;4  Ibn Qudâmah al-Maqdisi, &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;, XIII/202.&lt;br /&gt;5  Al-Qurthûbi, &lt;em&gt;al-Jâmi’ li Ahkâmi al-Qur’ân&lt;/em&gt;, Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, VIII/103.&lt;br /&gt;6  Ash-Shâwi, &lt;em&gt;Hâsyiyah as-Shâwi ‘ala as-Syarh as-Shaghîr&lt;/em&gt;, I/160.&lt;br /&gt;7  Al-Khurasyi, &lt;em&gt;Manhu al-Jalîl Syarah Mukhtashar Khalîl&lt;/em&gt;, Dâr Shadir, I/71.&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Al Waie edisi Desember 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2537783610182328228?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2537783610182328228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2537783610182328228&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2537783610182328228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2537783610182328228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/bolehkah-kafir-harbi-masuk-masjid.html' title='Bolehkah Kafir Harbi Masuk Masjid?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-4843591149565359051</id><published>2011-01-20T18:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T18:59:05.655-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ijtima'/><title type='text'>Istri Berzina, Haruskah Dipertahankan?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pertanyaan : &lt;/strong&gt;Jika seorang suami yang melakukan   li’an maka status pernikahannya bisa dinyatakan batal. Lalu bagaimana   dengan status istri yang mengaku telah berzina, apakah dengan sendirinya   pernikahannya juga batal?&lt;span id="more-857"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengenai status pernikahan pasangan suami istri yang melakukan &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;,   yaitu ketika suami menuduh istrinya berzina dengan pria lain,  sementara  tidak ada saksi lain, selain dirinya, maka dia harus  menyatakan  kesaksian atas nama Allah sebanyak empat kali di hadapan  hakim. Lalu  hakim mengingatkannya untuk bertakwa kepada-Nya dan  mengingatkan bahwa  sanksi dunia lebih ringan dibandingkan dengan  adzab-Nya di akhirat.  Setelah itu baru menyatakan, “Semoga Allah  melaknat diri saya, jika saya  berdusta.” Seketika jatuhlah &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt; tersebut.1&lt;br /&gt;Konsekuensi dari &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt; ini, bagi pihak suami, dia tidak akan terkena &lt;em&gt;had qadzaf&lt;/em&gt;  (sanksi tuduhan berzina), yaitu dicambuk 80 kali, karena tidak bisa   menghadirkan 4 saksi. Pada saat yang sama, pernikahannya pun dinyatakan   batal (&lt;em&gt;fasakh&lt;/em&gt;) untuk selama-lamanya sehingga dia tidak akan   pernah bisa rujuk kembali kepada istrinya. Sementara itu, bagi pihak   istri, jika dia tidak mau melakukan proses yang sama,  sebagaimana yang  telah dilakukan suaminya, yaitu menyatakan kesaksian  atas nama Allah  sebanyak empat kali di hadapan hakim, lalu hakim  mengingatkannya untuk  bertakwa kepada-Nya dan mengingatkan bahwa sanksi  dunia lebih ringan  dibandingkan dengan adzab-Nya di akhirat, setelah itu  baru menyatakan,  “Semoga Allah melaknat dirinya, jika dia berdusta,”  sehingga &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;  tersebut jatuh, maka kalau istri tersebut tidak  mau melakukan proses  di atas, dia dianggap telah melakukan zina, dan  berhak dikenai sanksi &lt;em&gt;zina muhshan&lt;/em&gt;, yaitu dirajam hingga mati. Sebaliknya, jika pihak istri tersebut melakukan proses yang sama, maka dia bisa terbebas dari &lt;em&gt;had &lt;/em&gt;zina. Setelah itu, status pernikahan mereka dinyatakan batal, dan harus dipisahkan oleh hakim dengan status &lt;em&gt;fasakh&lt;/em&gt;, dengan konsekuensi tidak bisa kembali selama-lamanya. Inilah status pernikahan suami-istri yang melakukan &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;.2&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika mereka tidak melakukan &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;,  tetapi  istrinya mengaku sendiri bahwa dia telah berzina, apakah  pernikahan  mereka juga batal? Kondisi ini berbeda dengan kondisi yang  pertama.  Dalam konteks ini, ada dua pendapat. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;: pendapat Mujahid, ‘Atha’, an-Nakha’i, at-Tsauri, asy-Syafi’i, Ishaq dan para fuqaha’ &lt;em&gt;Ahlu ar-Ra’yi &lt;/em&gt;dan   kebanyak Ahli Ilmu, bahwa kalau istri berzina, atau suaminya berzina,   maka nikahnya tidak otomatis menjadi batal, baik sebelum maupun setelah   mereka berhubungan badan.3&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;:  pendapat Jabir bin Abdillah bahwa kalau istri  tersebut telah berzina,  maka suami-istri ini harus dipisahkan, dan si  istri tidak berhak  mendapatkan apapun. Juga pendapat dari al-Hasan dan  Ali bin Abi Thalib,  bahwa suami-istri tersebut harus dipisahkan jika  suaminya berzina  sebelum berhubungan dengannya. Mereka beragumen, bahwa  kalau suami  tersebut menuduh istrinya berzina, dan me-&lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;-nya saja, maka statusnya menjadi tertalak &lt;em&gt;bai’n&lt;/em&gt;  dari suaminya, karena status zina yang dinyatakan kepada istrinya,   dengan begitu zina tersebut jelas bisa menyebabkan isterinya tertalak &lt;em&gt;ba’in&lt;/em&gt;.4&lt;br /&gt;Namun, argumentasi ini disanggah  oleh Ibnu Qudamah dari Mazhab  Hanbali, bahwa tuduhan zina kepada istri  tersebut tidak secara otomatis  membuatnya tertalak &lt;em&gt;ba’in&lt;/em&gt;. Andai  dengan tuduhan zina tersebut  pernikahannya secara otomatis batal, maka  pernikahan tersebut juga  secara otomatis batal, semata-mata karena  adanya klaim, seperti saudara  sepersusuan. Di samping itu, zina ini  merupakan kemaksiatan yang tidak  sampai mengeluarkannya dari Islam.  Sebab, kalau salah satu dari  suami-istri tersebut murtad, maka  pernikahan mereka otomatis batal.  Demikian juga berbeda dengan &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;, karena &lt;em&gt;li’an &lt;/em&gt;menyebabkan batalnya pernikahan dengan status &lt;em&gt;fasakh&lt;/em&gt;, meski tidak benar-benar berzina. Buktinya, jika istri tersebut juga melakukan proses &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;, maka proses tersebut bisa diterima, dan dia tidak ditetapkan berbuat zina. Nabi saw. juga tetap mewajibkan dijatuhkannya &lt;em&gt;had qadzaf&lt;/em&gt; kepada orang yang menuduh perempuan tersebut berzina, termasuk suaminya, jika tidak bersedia melakukan proses &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;, sementara status &lt;em&gt;fasakh&lt;/em&gt;-nya tetap jatuh.5&lt;br /&gt;Meski demikian, menurut Ibn Qudamah,  Imam Ahmad lebih suka agar  suami menceraikan istrinya, jika istrinya  telah berzina. Saya tidak  berpendapat, bahwa dia harus mempertahankan  kondisi seperti ini. Sebab,  ranjangnya tidak bisa dijamin dari kotoran,  sementara getahnya akan  ditimpakan kepadanya, sementara anak yang lahir  dari istrinya itu bukan  anaknya.6&lt;br /&gt;Dengan demikian, meski Imam Ahmad berpendapat, bahwa status suami-istri tersebut tidak secara otomatis akan tertalak atau ter-&lt;em&gt;fasakh&lt;/em&gt;, sebagaimana dalam kasus &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;,   tetapi jika istri telah mengaku berzina dengan pria lain, maka   sebaiknya suaminya menceraikannya agar dia terhindar dari penisbatan   anak yang &lt;em&gt;notabene&lt;/em&gt; bukan anaknya. Ibn Mundzir berkomentar, &lt;em&gt;“Barangkali   orang yang tidak menyukai wanita seperti ini—maksudnya yang telah   berzina—tak lebih dari makruh, tidak sampai haram, sebagaimana pendapat   Imam Ahmad ini.”&lt;/em&gt; 7&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Memang ada hadis yang menjelaskan:&lt;br /&gt;لاَ يَحِلُّ لاِمْرِىءٍ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ يُسْقِي مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tidaklah halal bagi  seorang Mukmin yang beriman kepada Allah dan  Hari Akhir untuk  menumpahkan air (mani)-nya kepada tanaman (buah hasil  hubungan) orang  lain &lt;/em&gt;(HR Ibn Qudamah dalam Al-Mughni).&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, menyetubuhi istri yang  hamil dari hasil hubungan dengan  pria lain. Namun, hadis ini tidak bisa  dijadikan dalil, bahwa status  pernikahan suami-istri tersebut secara  otomatis menjadi batal, karena  istrinya telah berzina. Sebab, hadis ini  hanya menjelaskan  ketidakhalalan menyetubuhi istri dalam kondisi hamil  dari hasil  hubungan dengan pria lain. Dengan kata lain, hadis ini hanya   memerintahkan &lt;em&gt;istibra’&lt;/em&gt; (pembersihan kandungan) sehingga status   nasabnya tidak bercampuraduk antara suami wanita ini dengan pria lain.   Karena itu, suami wanita ini bisa menceraikannya hingga bayi dari   kandungan istrinya tersebut lahir, kalau dia hamil, atau kalau tidak   hamil, bisa diceraikan hingga haid sekali atau tiga kali, kemudian bisa   dirujuk kembali.&lt;br /&gt;Namun, untuk rujuk kembali, para  fukaha juga mensyaratkan, agar  perempuan yang sebelumnya telah berzina  ini bertobat terlebih dulu,  baru bisa dinikahi kembali. Jika tidak, maka  dia tidak layak dinikahi. &lt;em&gt;Wallahu a’lam. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;[&lt;a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank"&gt;www.konsultasi.wordpress.com&lt;/a&gt;]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan kaki:&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1  Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, &lt;em&gt;An-Nidzam al-Ijtima’i fi al-Islam, &lt;/em&gt;Dar al-Ummah, Beirut, cet. IV, edisi Muktamadah, 1424 H/2003 M, hlm. 166-167. &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;2  &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;, hlm. 167-168. &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;3  Ibn Qudamah al-Maqdisi, &lt;em&gt;Al-Mughni, &lt;/em&gt;Bait al-Afkar ad-Duwaliyyah, Yordania, t.t., II/1653. &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;4  &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;. Mengenai status talaknya, apakah berstatus talak &lt;em&gt;bai’n bainunah kubra&lt;/em&gt;, ataukah &lt;em&gt;fasakh&lt;/em&gt; memang ada &lt;em&gt;ikhtilaf&lt;/em&gt;. Menurut Imam Abu Hanifah, suami-istri yang melakukan &lt;em&gt;li’an&lt;/em&gt;, statusnya tertalak &lt;em&gt;bai’n bainuna kubra&lt;/em&gt;,   karena itu masih boleh dinikahi kembali setelah terlebih dulu dinikahi   pria lain dan disetubuhi, lalu diceraikan. Berbeda dengan Imam Ahmad,   juga Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, menurut beliau status talak   suami-istri tersebut adalah &lt;em&gt;fasakh&lt;/em&gt;, sehingga selamanya mereka tidak bisa menikah kembali. &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;5  &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;. &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;6  &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;. &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;7  &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/20/istri-berzina-haruskah-dipertahankan/" target="_blank"&gt;Majalah Al Waie edisi Agustus 2010&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-4843591149565359051?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/4843591149565359051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=4843591149565359051&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4843591149565359051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/4843591149565359051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/istri-berzina-haruskah-dipertahankan.html' title='Istri Berzina, Haruskah Dipertahankan?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-5798739975504895034</id><published>2011-01-20T18:57:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T18:57:49.859-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ijtima'/><title type='text'>Melatih Berpuasa sejak Dini</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pertanyaan : &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr Wb&lt;br /&gt;Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan  Ramadhan. Ramadhan tahun ini,  saya akan mencoba mengenalkan dan  mengajarkan puasa pada anak saya yang  masih berusia 7 tahun. Sebetulnya  kapan saat yang paling tepat mulai  melatih puasa pada anak? Apa saja  yang semestinya diperhatikan orang  tua dalam mengajar-kan puasa pada  anak agar tidak mengganggu kesehatan  dan tumbuh kembangnya. Dan apa pula  manfaatnya untuk perkembangan  perilaku anak. Terima kasih atas jawaban  ibu.&lt;span id="more-993"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumsalam Wr Wb&lt;br /&gt;Ibu&amp;nbsp; yang baik,&lt;br /&gt;Setiap keluarga  Muslim pasti merasa bahagia ketika menyambut datangnya  bulan Ramadhan.  Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan sabar,  bulan Alquran,  bulan ampunan, bulan taubat, bulan lailatul qodar dan  bulan pembebasan  dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda, ketika  beliau memberi kabar  para sahabatnya tentang datangnya bulan Ramadhan:&lt;br /&gt;“Ketika datang  malam pertama dari bulan Ramadhan, seluruh setan  dibelenggu dan seluruh  jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup,  tidak ada satu pintu pun  yang terbuka. Semua pintu surga dibuka, hingga  tidak ada satu pun pintu  yang tertutup. Lalu tiap malam, datang  seorang yang menyeru: “Wahai  orang yang mencari kebaikan kemarilah,  wahai orang yang mencari  keburukan menyingkirlah. Hanya Allah-lah yang  bisa menyelamatkan dari  api neraka” (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;Ibu Tika yang baik,&lt;br /&gt;Puasa di bulan  Ramadhan adalah salah satu pilar dari Rukun Islam. Maka  melatih anak  untuk berpuasa di bulan mulia ini menjadi kewajiban&amp;nbsp; bagi  setiap orang  tua muslim. Para sahabat Rasullullah SAW telah mendidik  putra-putri  mereka yang masih kecil untuk melaksanakan puasa. Seperti  yang  dituturkan shahabiyah Rubayyi’ binti Mu’awwiz ra tentang bagaimana  cara  mereka mendidik anak-anaknya dalam berpuasa:&lt;br /&gt;“…dan kami melatih  anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa. Kami  bawa mereka ke  masjid dan kami buatkan mereka mainan dari bulu.  Apabila di antara  mereka ada yang merengek minta makan, maka kami bujuk  dengan mainan itu  terus hingga tiba waktu berbuka.” (HR Bukhari  Muslim).&lt;br /&gt;Dari riwayat  tersebut, kita dapat mengetahui, bahwa para sahabat  memberikan perhatian  yang serius dalam melatih putra-putri mereka  berpuasa.&lt;br /&gt;Ibu Tika yang baik,&lt;br /&gt;Dalam  menjalankan pelatihan ini ada beberapa hal yang perlu  diperhatikan:  Pertama, kegiatan ini harus Anda pahami sebagai kegiatan  pelatihan,  pengkon-disian dan penyiapan anak agar akrab dengan  aktifitas ibadah  bukan hal yang final. Ini adalah proses pendidikan  jadi bukan hasil yang  kita harapkan. Oleh karena itu kebijaksanaan yang  diterapkan harus  tetap fleksibel bergantung pada keadaan anak, umur,  kondisi fisik dan  mentalnya. Kedua, anak-anak masih dalam proses tumbuh  kembang, harus  diperhatikan kebutuhan gizi dan tidurnya selama  pelatihan berlangsung.  Ketiga, anak biasanya akan menjadi sedikit rewel  karena puasa dapat  menimbulkan ketidakseimbangan biasanya sekitar jam  10.00 pagi, selepas  dzuhur, ketika ashar dan menjelang berbuka.  Perhatikanlah jam- jam rewel  anak dan siapkan antisipasinya. Keempat,  saat pelatihan puasa, ada  baiknya orang tua mengurangi kegiatannya agar  pelatihan bisa berjalan  dengan baik.&lt;br /&gt;Ibu Tika yang baik,&lt;br /&gt;Banyak manfaat yang dapat  dipetik dari latihan puasa bagi anak, antara  lain: puasa dapat melatih  kejujuran dan sikap ikhlas. Anak akan  mengalami secara langsung bahwa  ibadah puasa sejatinya hanya untuk  Allah SWT. Dengan puasa anak berlatih  sabar dalam mengendalikan&amp;nbsp;  emosinya, dan segala keinginannya. Kemampuan  menunda kenikmatan  sementara untuk mencapai kenikmatan jangka panjang  akan melatih anak  memiliki pandangan ke depan. Melalui berbagai  aktivitas ibadah selama  bulan Ramadhan diharapkan akan muncul sikap  syukur pada anak atas  segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Perhatian  yang intens dan  cara-cara yang bijak, Insya Allah akan dapat menggugah  kesadaran  anak-anak untuk berpuasa dan beribadah lain dengan gembira  selama Bulan  Ramadhan. Selamat Berpuasa, semoga keberkahan Ramadhan akan  Anda dan  keluarga dapatkan. Amiin…. []&lt;br /&gt;Sumber : Tabloid Media Umat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-5798739975504895034?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/5798739975504895034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=5798739975504895034&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5798739975504895034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/5798739975504895034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/melatih-berpuasa-sejak-dini.html' title='Melatih Berpuasa sejak Dini'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-7763406531390561595</id><published>2011-01-20T18:56:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T18:56:44.516-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ijtima'/><title type='text'>Mengajarkan Alquran Sejak Dini</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pertanyaan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Assalaamu’alaikum Wr.Wb. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi  keluarga yang saya hormati,  Alhamdulillah kita dapat bertemu kembali  dengan Bulan Ramadhan. Bulan  yang penuh rahmat, ampunan dan pembebasan  dari siksa api neraka.  Suasana Ramadhan sangat tepat untuk mengenalkan  anak-anak dengan  berbagai kegiatan ibadah. Salah satunya adalah  mengajarkan Alquran.  Anak saya sekarang berusia 3 tahun. Sejak kapan  sebenarnya waktu yang  tepat mengajar-kan Alquran pada anak, dan  bagaimana cara mengajarkan  Alquran untuk anak usia 3 tahun. Terima kasih  untuk jawabannya.&lt;span id="more-991"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt; &lt;em&gt;Wa’alaikumsalam Wr.Wb. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ibu i yang baik,&lt;br /&gt;Setiap  orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang  shalih dan  shalihah.&amp;nbsp; Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak  adalah segala hal  tentang Alquran karena Alquran adalah pedoman hidup  manusia. Mengajari  anak Alquran berarti mengajak anak untuk dekat  kepada pedoman hidupnya.  Dengan cara itu, mudah-mudahan kelak ketika  dewasa anak-anak benar-benar  dapat menjalani hidup sesuai dengan  Alquran. Tak heran bila Rasulullah  mengingatkan kita untuk mendidik  anak dengan Alquran. Rasulullah SAW  bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara:  mencintai Nabi kamu,  mencintai ahli baitnya dan membaca Alquran, sebab  orang-orang yang  memelihara Alquran itu berada dalam lindungan  singgasana Allah pada  hari tidak ada perlindungan selain dari pada  perlindungan-Nya beserta  para Nabinya dan orang-orang suci. (HR.  Ath-Thabrani)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Lia yang baik,&lt;br /&gt;Sejak kapan Alquran sebaiknya diajarkan  pada anak? Tentu, sedini  mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat  bagus bila sejak anak  dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu  sudah terbiasa “hidup  bersama” Alquran. Sang ibu harus senantiasa akrab  dan terus  berinteraksi dengan Alquran, baik dengan membaca langsung atau   mendengarkan irama (murotal Alquran). Kalau ada teori yang mengatakan   bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan   meningkatkan kecerdasan, Insya Allah memperdengarkan Alquran akan jauh   lebih baik pengaruhnya buat janin. Apalagi jika sang ibu yang   membacanya. Ketika membaca Alquran, suasana hati dan pikiran ibu akan   menjadi lebih khusyu’ dan tenang. Kondisi seperti ini, akan sangat   membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan. Ibu   yang sering mengalami stres, tentu akan berpengaruh buruk pada   kandungannya.&lt;br /&gt;Ibu Lia yang baik,&lt;br /&gt;Mengajarkan Alquran pada anak usia 3 tahun  dapat dilakukan dengan  mengenalkan, memperdengarkan, dan menghafalkan.  Sesekali cobalah Anda  perlihatkan Alquran kepada anak sebelum mereka  mengenal buku-buku lain.  Memperdengarkan ayat-ayat Alquran bisa  dilakukan secara langsung atau  dengan memutar kaset atau CD. Untuk  anak-anak yang belum lancar  berbicara, Insya Allah lantunan ayat Alquran  itu akan terekam dalam  memorinya. Dan jangan heran kalau tiba-tiba si  kecil lancar melafadzkan  surat al-Fatihah, misalnya begitu dia bisa  bicara. Jika anak-anak  dibiasakan memperdengar-kan ayat-ayat Alquran,  Insya Allah akan  memudahkan anak menghafalkannya.&lt;br /&gt;Ibu Lia yang baik,&lt;br /&gt;Setelah mengenalkan dan memper-dengarkan,  mulailah dengan menghafal-kan  Alquran sejak anak lancar berbicara.  Menghafal bisa dilakukan dengan  cara sering-sering membacakan ayat-ayat  tertentu kepada anak, dan  latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini  dilakukan berulang-ulang  sampai anak hafal di luar kepala. Masa  anak-anak adalah masa meniru dan  memiliki daya ingat yang luar biasa.  Anda harus menggunakan  kesem-patan ini dengan baik, jika tidak ingin  menyesal kehilangan masa  emas (golden age) pada anak. Menghafal bisa  dilakukan kapan saja.  Usahakan di saat&amp;nbsp; anak merasa nyaman. Walau  demikian, hendaknya orang  tua tetap mempunyai target baik tentang ayat,  atau jumlah yang akan  dihafal anak. Anak yang sudah terbiasa dengan  hafalan Alquran akan  lebih mudah mengikuti pelajaran, karena menghafal  dapat melatih  konsentrasi anak. Demikian ibu Lia, Semoga keberkahan  Ramadhan akan  memudahkan Anda merawat, dan mendidik si kecil.[]&lt;br /&gt;Sumber : Tabloid Media Umat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-7763406531390561595?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/7763406531390561595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=7763406531390561595&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7763406531390561595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/7763406531390561595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/mengajarkan-alquran-sejak-dini.html' title='Mengajarkan Alquran Sejak Dini'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2728033305380289818</id><published>2011-01-20T18:54:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T18:54:27.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ijtima'/><title type='text'>Hukum Menjatuhkan Talak dalam Keadaan Marah</title><content type='html'>&lt;em&gt;Ustadz, bagaimana hukumnya suami menjatuhkan talak dalam keadaan marah? Apakah jatuh talaknya?&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span id="more-960"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  &lt;strong&gt;Jawab :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wahbah Zuhaili marah (&lt;em&gt;ghadhab&lt;/em&gt;) ada dua. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, marah biasa yang tak sampai menghilangkan kesadaran atau akal, sehingga orang masih menyadari ucapan atau tindakannya. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;,   marah yang sangat yang menghilangkan kesadaran atau akal, sehingga   seseorang tak menyadari lagi ucapan atau tindakannya, atau marah   sedemikian rupa sehingga orang mengalami kekacauan dalam ucapan dan   tindakannya. (&lt;em&gt;Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu&lt;/em&gt;, 9/343).&lt;br /&gt;Para fuqaha sepakat jika suami menjatuhkan talak  dalam keadaan marah  yang sangat (kategori kedua), talaknya tidak jatuh.  Sebab ia dianggap  bukan mukallaf karena hilang akalnya (&lt;em&gt;za`il al-aql&lt;/em&gt;), seperti orang tidur atau gila yang ucapannya tak bernilai hukum. Dalilnya sabda Nabi SAW,&lt;em&gt;“Diangkat   pena (taklif) dari umatku tiga golongan : anak kecil hingga baligh,   orang tidur hingga bangun, dan orang gila hingga waras.”&lt;/em&gt; (HR Abu Dawud no 4398). (Ibnul Qayyim, &lt;em&gt;Zadul Ma’ad&lt;/em&gt;, 5/215; Sayyid Al-Bakri, &lt;em&gt;I’anah al-Thalibin&lt;/em&gt;, 4/5; Wahbah Az-Zuhaili, &lt;em&gt;Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu&lt;/em&gt;, 9/343; &lt;em&gt;Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah&lt;/em&gt;, 29/9).&lt;br /&gt;Namun fuqaha berbeda pendapat mengenai talak yang diucapkan dalam keadaan marah biasa (&lt;em&gt;thalaq al-ghadbaan&lt;/em&gt;). &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, menurut ulama mazhab Hanafi dan sebagian ulama mazhab Hambali talak seperti itu tak jatuh. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, menurut ulama mazhab Maliki, Hambali, dan Syafi’i, talaknya jatuh. (Hani Abdullah Jubair, &lt;em&gt;Thalaq al-Mukrah wa al-Ghadbaan&lt;/em&gt;, hal. 19; Ibnul Qayyim, &lt;em&gt;Ighatsatul Lahfan fi Hukm Thalaq al-Ghadban&lt;/em&gt;, hal. 61).&lt;br /&gt;Pendapat pertama antara lain berdalil dengan hadits ‘A`isyah RA bahwa Nabi SAW bersabda,”&lt;em&gt;Tak ada talak dan pembebasan budak dalam keadaan marah (laa thalaqa wa laa ‘ataqa fi ighlaq).”&lt;/em&gt; (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah). (Musthofa Al-‘Adawi, &lt;em&gt;Ahkam Al-Thalaq fi al-Syari’ah al-Islamiyah&lt;/em&gt;, hal. 61).&lt;br /&gt;Pendapat kedua antara lain berdalil dengan riwayat  Mujahid, bahwa  Ibnu Abbas RA didatangi seorang lelaki yang berkata,”Saya  telah  menjatuhkan talak tiga kali pada isteriku dalam keadaan marah.”  Ibnu  Abbas menjawab,”Aku tak bisa menghalalkan untukmu apa yang  diharamkan  Allah. Kamu telah mendurhakai Allah dan isterimu telah haram  bagimu.”  (HR Daruquthni, 4/34). (Hani Abdullah Jubair, &lt;em&gt;Thalaq al-Mukrah wa al-Ghadbaan&lt;/em&gt;, hal. 24).&lt;br /&gt;Menurut kami, yang rajih (kuat) adalah pendapat  kedua, yakni talak  oleh suami dalam keadaan marah tetap jatuh talaknya.  Alasannya, hadits  ‘A`isyah RA meski menyebut talak orang yang marah tak  jatuh, tapi yang  dimaksud sebenarnya bukan sekedar marah (marah biasa),  melainkan marah  yang sangat. Imam Syaukani menukilkan perkataan Ibnu  Sayyid, bahwa  kalau marah dalam hadits itu diartikan marah biasa, tentu  tidak tepat.  Sebab mana ada suami yang menjatuhkan talak tanpa marah.  (Imam  Syaukani, &lt;em&gt;Nailul Authar&lt;/em&gt;, hal. 1335).&lt;br /&gt;Kesimpulannya, suami yang menjatuhkan talak dalam  keadaan marah  dianggap tetap jatuh talaknya. Sebab kondisi marah tidak  mempengaruhi  keabsahan &lt;em&gt;tasharruf&lt;/em&gt; (tindakan hukum) yang  dilakukannya,  termasuk mengucapkan talak. Kecuali jika kemarahannya  mencapai derajat  marah yang sangat, maka talaknya tidak jatuh. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-2728033305380289818?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/2728033305380289818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=2728033305380289818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2728033305380289818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/2728033305380289818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/hukum-menjatuhkan-talak-dalam-keadaan.html' title='Hukum Menjatuhkan Talak dalam Keadaan Marah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-500830195028411852</id><published>2011-01-20T18:53:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T18:53:18.176-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ijtima'/><title type='text'>Bila Keuangan Keluarga Terbatas</title><content type='html'>&lt;em&gt;Assalaamu’alaikum Wr.Wb.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya ibu rumah tangga yang baru  beberapa bulan lalu menikah. Saya punya  persoalan yang agak rumit  berkaitan dengan bagaimana mengatur  keuangan. Apalagi menjelang lebaran  yang harga-harga kebutuhan pokok  terus merangkak naik. Perlu ibu  ketahui, sebelum menikah saya tidak  pernah mengalami kesulitan dalam  masalah ini. &lt;span id="more-987"&gt;&lt;/span&gt;Kebetulan  saya lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang  cukup secara finansial.  Sewaktu masih kuliah dulu, kalau kehabisan uang  saya tinggal telepon  orang tua dan akan segera dikirim sesuai dengan  yang saya perlukan.  Setelah menikah saya terkaget-kaget juga. Apalagi  penghasilan suami  saat ini pas-pasan. Saya bisa memaklumi karena dia  juga karyawan baru  di sebuah perusahaan. Bagaimana caranya agar saya  bisa sukses mengatur  keuangan keluarga? Saya akui kalau saya memang tipe  orang yang agak  boros. Terima kasih atas saran-saran ibu.&lt;br /&gt;Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yuli&lt;br /&gt;Bogor &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wa’alaikumsalam Wr.Wb.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ibu Yuli yang baik,&lt;br /&gt;Menjadi  ibu rumah tangga baru memang bukan sesuatu yang mudah. Saya  bisa  memahami kesulitan yang Anda hadapi, karena masalah ini merupakan   persoalan baru dalam kehidupan Anda. Kalau dulu Anda perlu uang tinggal   minta orang tua, sekarang tentu tidak bisa lagi. Anda sudah punya  suami,  dan sekarang orang tua sudah menyerahkan tanggung jawabnya pada  suami  Anda. Suami sebagai kepala keluarga memang wajib mencukupi  kebutuhan  nafkah isteri dan anak-anaknya dengan berbagai usaha yang  halal. Nafkah  yang cukup&amp;nbsp; merupakan unsur penting untuk terpenuhinya  kebutuhan hidup  dalam keluarga. Kebutuhan hidup sejatinya mencakup  kebutuhan asasi  seperti sandang, papan dan pangan, kebutuhan dharuri  seperti pendidikan,  kesehatan, keamanan, dan kebutuhan kamali. Keluarga  akan dapat hidup  sejahtera, mandiri, bahkan bisa memberi secara  finansial jika cukup  materi. Merasa cukup dengan nafkah yang diberikan  suami sesungguhnya  tidak ditentukan oleh jumlah harta yang dimiliki,  tapi oleh perasaan  qanaah (perasaan cukup) atas rizki yang Allah  karuniakan. Karena sebesar  apapun pendapatan kita, tidak akan bisa  cukup kalau kita sendiri tidak  merasa cukup dengan yang kita dapat.&lt;br /&gt;Ibu Yuli yang baik,&lt;br /&gt;Munculnya  kesadaran bahwa Anda tipe orang yang boros merupakan langkah  awal yang  baik untuk sukses mengatur keuangan. Langkah berikut bisa  dilakukan.  Cobalah buat anggaran sesuai kebutuhan bukan keinginan.  Belajarlah untuk  membuat skala prioritas mengenai kebutuhan keluarga.  Aturlah sebaik  mungkin jangan sampai lebih besar pasak dari pada tiang.  Sebelum  berbelanja Anda juga bisa melakukan survei harga-harga di  toko. Carilah  toko yang menjual barang-barang dengan harga miring tanpa  mengurangi  kualitas. Di sinilah diperlukan ketelitian dan kecermatan  dalam  merencanakan, menyusun, dan melaksanakan rencana keuangan  keluarga.&lt;br /&gt;Ibu Yuli yang baik,&lt;br /&gt;Walau  Anda merasa keadaan yang dihadapi saat ini cukup sulit, apalagi  dengan  harga-harga kebutuhan hidup yang terus merangkak naik, tetaplah  berusaha  untuk selalu bersyukur. Dengan bersyukur, maka nikmat Allah  akan terus  bertambah.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan  menambah (nikmat)  kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka  sesungguhnya  azab-Ku sangat pedih”. (TQS. Ibrahim:7)&lt;br /&gt;Bagaimana  pun, Anda dan keluarga termasuk orang yang masih  beruntung. Begitu lulus  sekolah, langsung dapat suami. Tidak sedikit  wanita yang harus  menghidupi dirinya sendiri begitu selesai kuliah  karena orang tua sudah  tidak mau menyuplai terus menerus. Walau mungkin  gaji suami pas-pasan,  alhamdulillah dia masih bisa bekerja, di tengah  sulitnya mencari  pekerjaan saat ini. Yang terpenting rezeki yang  didapat adalah halal dan  berkah, serta hidup berhemat. Cobalah mulai  Anda pikirkan untuk mencari  usaha tambahan yang mungkin bisa dilakukan  tanpa mengabaikan peran  utama sebagai ummun dan rabbatul bait. Semoga  Allah SWT senantiasa  memberikan perlindungan dan karuniaNya kepada Ibu  dan keluarga. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Tabloid Media Umat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-500830195028411852?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/500830195028411852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=500830195028411852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/500830195028411852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/500830195028411852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/bila-keuangan-keluarga-terbatas.html' title='Bila Keuangan Keluarga Terbatas'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-6792369937317739964</id><published>2011-01-20T18:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T18:52:02.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ijtima'/><title type='text'>Parfum Beralkohol, Najiskah?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ustadz, apa hukumnya menggunakan parfum yang beralkohol?&lt;span id="more-1114"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Parfum beralkohol adalah setiap parfum yang mengandung alkohol  (etanol). Banyak orang mengira kadar alkohol dalam parfum lebih sedikit  dibanding kadar parfum murninya. Padahal faktanya kadar alkoholnya lebih  banyak. Menurut Al-Dhumairi, umumnya kadar parfum murninya hanya 10 %  sedang kadar alkoholnya 90 %. Paling banyak kadar parfum murninya hanya  sekitar 25 %. Jadi, sebutan yang tepat sebenarnya alkohol berparfum,  bukan parfum beralkohol. (Abu Malik Al-Dhumairi, &lt;em&gt;Fathul Ghafur fi Isti’mal Al-Kuhul Ma’a al-‘Uthur&lt;/em&gt;, hal. 14-15).&lt;br /&gt;Para &lt;a href="http://syariahpublications.com/" target="_blank"&gt;u&lt;/a&gt;lama  berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya menggunakan parfum beralkohol.  Sebagian ulama tidak membolehkan, karena menganggap alkohol najis.  Sedang sebagian lainnya membolehkan, karena tak menganggapnya najis.  Perbedaan pendapat tentang kenajisan alkohol berpangkal pada perbedaan  pendapat tentang khamr, apakah ia najis atau tidak.&lt;br /&gt;Khamr itu sendiri dalam pengertian syar’i adalah setiap minuman yang memabukkan (&lt;em&gt;kullu syaraabin muskirin&lt;/em&gt;) (Abdurrahman al-Maliki, &lt;em&gt;Nizhamul ‘Uqubat&lt;/em&gt;,  hal. 25). Di masa modern kini telah diketahui, unsur yang membuat khamr  memabukkan adalah alkohol (etanol). Maka dalam pengertian teknis kimia,  khamr didefinisikan sebagai setiap minuman yang mengandung alkohol  (etanol) baik kadarnya sedikit maupun banyak. (Abu Malik Al-Dhumairi, &lt;em&gt;ibid.,&lt;/em&gt; hal. 13).&lt;br /&gt;Menurut jumhur (mayoritas) fuqaha, seperti Imam Abu Hanifah, Maliki,  Syafi’i, Ahmad, dan Ibnu Taimiyah, khamr adalah najis. Namun sebagian  ulama, seperti Imam Laits bin Sa’ad, Muzani, dan Rabi’ah Al-Ra`yi,  menganggap khamr itu suci, tidak najis. (Wahbah Zuhaili, &lt;em&gt;Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu&lt;/em&gt;, 1/260 &amp;amp; 7/427; Imam Al-Qurthubi, &lt;em&gt;Ahkamul Qur`an&lt;/em&gt;, 3/52; Abdurrahman al-Jaziri, &lt;em&gt;Al-Fiqh ‘Ala Madzahib al-Arba’ah&lt;/em&gt;, 1/18).&lt;br /&gt;Ulama yang menganggap khamr najis antara lain berdalil dengan ayat (artinya),&lt;em&gt;“Wahai  orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi,  (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan  keji (rijsun) termasuk perbuatan syaitan.”&lt;/em&gt; (QS Al-Ma`idah : 90). Ayat ini menunjukan kenajisan khamr, karena Allah SWT menyebut khamr merupakan &lt;em&gt;rijsun&lt;/em&gt;,  yang berarti najis. Karena itu, menurut ulama Hanafiyah pakaian yang  tersiram khamr seukuran koin dirham tidak boleh digunakan sholat karena  dianggap terkena najis. (Wahbah Zuhaili, &lt;em&gt;ibid.&lt;/em&gt;, 7/427).&lt;br /&gt;Namun ulama yang menganggap khamr tak najis membantah pendapat tersebut. Menurut mereka kata &lt;em&gt;rijsun&lt;/em&gt;  dalam ayat tersebut artinya adalah najis secara maknawi, bukan najis  secara hakiki. Artinya khamr tetap dianggap zat suci, bukan najis,  meskipun memang haram untuk diminum. Karena zat yang haram tak selalu  najis, meski zat yang najis pasti haram. (&lt;em&gt;Tafsir Al-Manar&lt;/em&gt;, 58/7; Imam Shan’ani, &lt;em&gt;Subulus Salam&lt;/em&gt;, 1/36; Sayyid Sabiq, &lt;em&gt;Fiqih As-Sunnah&lt;/em&gt;, 1/19).&lt;br /&gt;Adapun menurut kami, yang rajih adalah pendapat jumhur bahwa khamr  itu najis. Dalilnya memang bukan ayat tentang khamr (QS Al-Ma`idah :  90), namun hadits Nabi SAW dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani RA. Dia pernah  bertanya kepada Nabi SAW,”Kami bertetangga dengan Ahli Kitab sedang  mereka memasak babi dalam panci-panci mereka dan meminum khamr dalam  bejana-bejana mereka.” Nabi SAW menjawab,”Jika kamu dapati wadah  lainnya, makan makan dan minumlah padanya. Jika tidak kamu dapati wadah  lainnya, cucilah wadah-wadah mereka dengan air dan gunakan untuk makan  dan minum.” (HR Ahmad &amp;amp; Abu Dawud, dengan isnad shahih).(&lt;em&gt;Subulus Salam&lt;/em&gt;, 1/33; &lt;em&gt;Nailul Authar&lt;/em&gt;, hal. 62).&lt;br /&gt;Hadits di atas menunjukkan kenajisan khamr, sebab Nabi SAW tidak  memerintahkan untuk mencuci wadah mereka dengan air, kecuali karena  khamr itu najis. Ini diperkuat dengan riwayat Ad-Daruquthni, bahwa Nabi  SAW bersabda,”maka cucilah wadah-wadah mereka dengan air karena air itu  akan menyucikannya.” (&lt;em&gt;farhadhuuhaa bil-maa`i fa-inna al-maa`a thahuuruhaa&lt;/em&gt;) (Mahmud Uwaidhah, &lt;em&gt;Al-Jami’ Li Ahkam Al-Shalah&lt;/em&gt;, 1/45).&lt;br /&gt;Kesimpulannya, alkohol (etanol) itu najis karena khamr itu najis. Maka, parfum beralkohol tidak boleh digunakan karena najis. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank"&gt;www.konsultasi.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3392186292339728689-6792369937317739964?l=www.fiqihdasar.tk' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.fiqihdasar.tk/feeds/6792369937317739964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3392186292339728689&amp;postID=6792369937317739964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6792369937317739964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3392186292339728689/posts/default/6792369937317739964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.fiqihdasar.tk/2011/01/parfum-beralkohol-najiskah.html' title='Parfum Beralkohol, Najiskah?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11178090975971076110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6T7vgFDo7Ys/TEfgIKln6AI/AAAAAAAAADI/ijBXuOQ1gTE/S220/PhotoFunia-f1da4e.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3392186292339728689.post-2943686902227082178</id><published>2011-01-20T18:44:00.000-08:00</published><updated>2011-08-01T13:41:52.589-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqih dasar'/><title type='text'>Hukum Foto dan Gambar</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Assalamu`alaikum,&lt;br /&gt;Afwan ya akhi, ana mau tanya.Karena situs ini mengatas namakan syari`ah,  namun sepertinya tampilannya tidak syar`i, ada gambar dan foto makhluk  bernyawa. apakah hukumnya menggambar makhluk bernyawa? &lt;/span&gt;&lt;span id="more-235"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ada hadits mengatakan :&lt;br /&gt;Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari harga  darah, harga anjing, dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh  berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta  ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba.  Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.”&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Ali  bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata kepada Abul Hayyaj Al-Asadi:  “Maukah aku mengutus-mu dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam mengutusku? (Beliau mengatakan padaku):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:16pt;"&gt;أَلاَّ تَدَع تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;“Janganlah engkau membiarkan gambar kecuali engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Jabir radhiallahu ‘anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:16pt;"&gt;نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصُّوْرَةِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذلِكَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;“Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup)  dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang  seperti itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Seseorang  pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Orang itu  berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan  dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekatlah  denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Ibnu  ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih  mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dapat meletakkan  tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan  beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:16pt;"&gt;كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;“Semua  tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap  gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka  gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.”&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata kepada orang tersebut: “Jika  kamu memang terpaksa melakukan hal itu (bekerja sebagai tukang gambar)  maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/  ruh.”&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Semoga blog ini insya4JJ1 syar`i sebagaimana mottonya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Barakallahu fiik..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;abu_wildan Al padangi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; | &lt;a href="mailto:abu_wildan@plasa.com"&gt;abu_wildan@plasa.com&lt;/a&gt; | IP: &lt;a href="http://ws.arin.net/cgi-bin/whois.pl?queryinput=202.127.104.106"&gt;202.127.104.106&lt;/a&gt; | Okt 1, 6:08 AM &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Jawaban :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kritikan dari saudara terkait tampilan blog &lt;a href="http://www.konsultasi.wordpress.com/"&gt;Konsultasi Islam&lt;/a&gt;. Masukan dari saudara dan pengunjung yang lain Insya Allah sangat bermanfaat bagi kemajuan blog dakwah ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt;Tampilan di blog  kami tidak ada gambar seperti yang saudara maksudkan, yang ada adalah  foto. Gambar berbeda dengan foto. Gambar dibuat dengan cara menggambar,  sementara foto dibuat dengan alat-alat fotografi. Gambar juga berbeda  dengan menggambar. Gambar adalah benda sementara menggambar adalah  perbuatan. Hukum-hukum yang berkaitan dengannya pun berbeda. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lebih detailnya, mari kita simak penjelasan berikut (diambil dari &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Taqiyyuddin An-Nabhani, Kepribadian Islam – Jilid II, bab &lt;em&gt;Tashwir&lt;/em&gt;. Terjemah : Rizki S      Saputro)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM30" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Menggambar (&lt;em&gt;Tashwir&lt;/em&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Tashwir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; adalah menggambar bentuk (&lt;em&gt;shurah&lt;/em&gt;) sesuatu. Di antara &lt;em&gt;tashwir &lt;/em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah membuat patung-patung. Dan tercakup di dalamnya juga pahatan. Gambar atau patung dinamakan &lt;em&gt;shurah&lt;/em&gt;. Jamaknya &lt;em&gt;shuwar&lt;/em&gt;. Di dalam bahasa disebut juga &lt;em&gt;tashawir&lt;/em&gt;. Tercakup di dalamnya &lt;em&gt;tamatsil &lt;/em&gt;(patung-patung). Di dalam bahasa dikatakan &lt;em&gt;tashawir &lt;/em&gt;adalah &lt;em&gt;tamatsil&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Menggambar yang dilarang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Syara’  telah mengharamkan menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh,  seperti manusia, binatang dan burung. Sama saja, apakah gambar tersebut  pada kertas, kulit, pakaian, perkakas, perhiasan, uang, atau lainnya.  Semuanya adalah haram. Karena, sekedar menggambar sesuatu yang di  dalamnya terdapat ruh adalah haram, pada barang apa pun gambar ini  dibuat. Sedangkan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat  ruh, maka itu boleh, tidak ada larangan di dalamnya. Syara’ telah  menghalalkan menggambar pohon, gunung, bunga, dan lainnya yang di  dalamnya tidak terdapat ruh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Pengharaman  menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh tetap dengan nash-nash  syar’i. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas, dia berkata: &lt;em&gt;“Ketika  Nabi saw. melihat gambar-gambar yang ada di dalam Rumah (Ka’bah),  beliau tidak masuk sampai memerintahkan untuk menghapusnya.” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Diriwayatkan  dari Aisyah bahwa dia memasang tirai yang padanya terdapat  gambar-gambar. Lalu Rasulullah saw. masuk dan melepasnya. Aisyah  berkata: “&lt;em&gt;Lalu aku memotongnya menjadi dua bantal. Dan beliau dulu bersandar pada keduanya.”&lt;/em&gt; (Diriwayatkan oleh Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Dalam lafadz Ahmad: &lt;em&gt;“Lalu  aku melepasnya dan memotongnya menjadi dua sandaran (bantal). Sungguh  aku telah melihat beliau bersandar pada salah satu dari keduanya, sedang  padanya terdapat gambar.”&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Muslim dan Bukhari mengeluarkan dari hadits Aisyah, dia berkata: &lt;em&gt;“Rasulullah saw. memasuki ruanganku sedang aku telah menutup sebuah &lt;span&gt;sahwah &lt;/span&gt;(semacam rak) milikku dengan &lt;span&gt;qiram&lt;/span&gt;  yang padanya terdapat gambar-gambar. Ketika beliau melihatnya, beliau  melepaskannya, sedang wajah beliau telah berwarna (marah). Beliau  berkata: “Wahai Aisyah, manusia yang paling pedih siksanya pada hari  kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah.”&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Qiram &lt;/em&gt;adalah tabir tipis yang padanya terdapat warna-warna, atau tabir yang padanya terdapat garis-garis atau lukisan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Dalam hadits Muslim, diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata: &lt;em&gt;“Rasulullah tiba dari perjalanan, sedang aku telah menutup pintuku dengan &lt;span&gt;durnuk&lt;/span&gt; yang padanya terdapat kuda yang memiliki sayap. Maka beliau menyuruhku untuk melepasnya.”&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Durnuk&lt;/em&gt; adalah sejenis kain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “&lt;em&gt;Barangsiapa  menggambar sebuah gambar, maka Allah akan mengazabnya dengan gambar  tersebut pada hari kiamat, sampai dia meniupkan (ruh) padanya, pahahal  dia tidak dapat meniupkan (ruh).&lt;/em&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Dia juga mengeluarkan melalui Ibnu Umar, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “&lt;em&gt;Sesungguhnya  orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari  kiamat. Dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kalian  ciptakan.&lt;/em&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa seorang laki-laki mendatanginya lalu berkata: &lt;em&gt;“Sesungguhnya  aku telah menggambar gambar-gambar ini dan membuat gambar-gambar ini.  Maka berilah fatwa padaku tentangnya.” Ibnu Abbas berkata: “Mendekatlah  padaku.” Lalu dia mendekat pada Ibnu Abbas, sampai Ibnu Abbas meletakkan  tangannya di atas kepala laki-laki tersebut. Ibnu Abbas berkata: “Aku  beritahukan kepadamu tentang apa yang aku dengar dari Rasulullah saw.  Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Setiap penggambar ada di dalam  neraka. Kepada setiap gambar yang digambarnya diberikan jiwa. Gambar  tersebut menyiksanya di jahanam. Maka, jika kamu harus menggambar,  gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa.’” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:'Times New Roman',serif;color:black;"  &gt;Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;Jibril  as. mendatangiku lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah mendatangiku  tadi malam. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk memasuki rumah yang  kamu ada di dalamnya kecuali bahwa di dalam rumah tersebut terdapat  patung seorang laki-laki, di dalam rumah tersebut terdapat &lt;span&gt;qiram &lt;/span&gt;berupa  tabir yang padanya terdapat gambar-gambar, dan di dalam rumah tersebut  terdapat anjing. Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut  dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon, perintahkanlah agar tabir  tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak, dan  perintahkanlah agar anjing tersebut dikeluarkan.” Lalu Rasulullah saw.  melakukan itu. Dan &lt;span&gt;qiram&lt;/span&gt; adalah tabir tipis dari wool yang memiliki warna. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="CM8" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&
